Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 275 - Air Terjun


__ADS_3

Cahaya kembang api yang


berjatuhan, membentuk tangga dari dasar gunung hingga ke puncak. Cai Hong Huo


Feng merentangkan tangannya ke Dong Hua “kita naik…” dengan senyuman manis.


Dong Hua tersenyum, tidak menyambut tangan Cai Hong Huo Feng, tapi langsung


menggendongnya naik tangga. Tujuh muda mudi mengikutinya dari belakang. Di


puncak gunung, sudah ditata Qing Yun menjadi meja perjamuan dengan banyak


makanan ringan diatasnya. Lainnya mengikuti naik ke atas.


            Dengan jutaan tubuh prajurit, membuat tempat yang cukup


bagi mereka semua bersantai diatasnya. Dong Hua “kau bahagia ?” Cai Hong Huo


Feng mengangguk sambil makan camilan ringan, mengisi perutnya yang sudah


memanggil-manggil. Perlahan matahari menampakkan cahayanya, mengintip dengan


malu-malu hingga keluar dengan gagahnya menyapa mereka.


            Cai Hong Huo Feng berdiri merentangkan tangan, menghirup


udara pagi sedalam-dalamnya “hmm… sangat menyegarkan… iuh… tubuhku lengket…


ah…” Zuo Zun “sudah selesai ?” Cai Hong Huo Feng mengangguk “Hua Zi gege, kita


kembali…” Dong Hua menggandengnya dan menghilang bersama dari puncak gunung. You


Zun “kalian juga kembalilah… rawat luka kalian… jangan nakal…” melihat ketujuh


kesayangan Cai Hong Huo Feng. Bai Yin “bukankah sebentar ada perayaan ?” Wen


Xin “perjamuan ulang tahun… kalian harus datang… kalian juga keluarganya !”


Shanguang “pasti… pasti… terima kasih Shan Shen…” Tian Xing “ayo Man Dong, kita


kembali ke air terjun…” Man Dong mengangguk dan menghilang bersama.


            “air terjun ?” Chang Chang berguman. Qing Yun “mereka


saling menjaga… Man Dong adalah penyu, sumber kehidupannya adalah air… dibawah


air terjun, lukanya akan segera sembuh” setelah ditinggal kedelapan muda mudi


dan Dong Hua, mereka saling melihat dan menghela nafas “saatnya bekerja…” yang


mempersiapkan perjamuan segera kembali ke Cai Hong gong. Beberapa jenderal


bekerja sama, menyelesaikan semua kekacauan di medan perang.


            Di Cai Hong gong, Dong Hua melayani gadis manja yang


sedang senang, berenang kesana kemari. Gadis manja yang merasakan tubuhnya


sudah bersih, mendekat ke Dong Hua “Hua Zi gege, kau terkena berapa serangan ?”


Dong Hua “tidak masalah… Zhe Yan sudah memeriksa, hanya luka ringan…”


menenangkan Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng tersenyum “hebat… Hua Zi gege


sangat hebat… bisa mengalahkan begitu banyak…” Dong Hua “semua berkat


pengajaran gadis kecilku ini !” jika tidak ada pengajaran langsung selama 700


tahun, Dong Hua akan sangat kesusahan mengalahkan lawan yang lebih kuat


darinya.


Cai Hong


Huo Feng mengangkat tangannya “Feng Wei, kau…” satu kibasan tangan, Dong Hua


terdiam dan tidak dapat bergerak. Menggunakan sihir, Cai Hong Huo Feng


menggores tangannya, meneteskan beberapa tetes darah pelangi ke mulut Dong Hua.


Cai Hong Huo Feng menutup kembali lukanya memakai sihir, tersenyum manis


melihat Dong Hua yang berkaca-kaca melihatnya. Cai Hong Huo Feng membelai


kepala Dong Hua “aku akan selalu melindungi milikku… bukankah kau juga

__ADS_1


melakukan hal yang sama di ‘Dunia Mimpi Aranjo’. Tutup matamu, meditasilah…”


Dong Hua melakukan yang dikatakan gadisnya. Segera tubuh Dong Hua terasa segar,


luka perang sebelumnya tertutup sempurna.


Saat


Dong Hua kembali membuka matanya, tubuhnya sudah bisa bebas bergerak. Cai Hong


Huo Feng menunggunya sambil bermain bunga-bunga yang di tabur di atas air “em…


beberapa hari lagi adalah mekarnya Lan Hua, aku ingin mendapat embun pertamanya…”


“Feng Wei…” Dong Hua merangkulnya. Cai Hong Huo Feng berbalik “Hua Zi gege,


bagaimana ?” Dong Hua memeluknya “sudah pulih semua… terima kasih…” Cai Hong


Huo Feng “hmm… pintar sekali…” menepuk-nepuk wajahnya. Dong Hua menatap lembut


dan mencium bibir mungilnya “aku mencintaimu…”.


Zhe Yan


merawat luka Gun Gun, Ling Ling, Mo Yuan dan Bai Ce. Walaupun tidak parah,


tetapi luka mereka termasuk luka serius “bagaimana luka Fu Qin ?” “aku sudah


menyiapkan ramuan pemulih… lukanya tidak seserius kalian… dia memiliki


pelindung emas yang bisa menetralisir luka…” Zhe Yan menjelaskan sambil


memeriksa luka Gun Gun. “Dong Hua die akan baik-baik saja… ada Huo Feng niang


bersamanya…” Long Nu memerban semua luka Gun Gun “bagaimana ? apa perbedaan


dengan Si Hai Ba Huang ?” Gun Gun “sangat besar… jika bukan pengajaran Niang


Qin selama ini, aku mungkin tidak akan selamat…”.


Ling


Ling “benar… ini adalah perang yang sebenarnya… Niang Qin betul, tidak boleh


segala kesempatan yang ada” Jin Cheng “tidak sia-sia mengikuti Huo Feng niang


ke medan perang…” Mu Rong “aku ingin ikut berperang bersamanya… semua


gerakannya tampak sembarangan dan hanya spontan dikeluarkan. Di Hou membaca


semua pergerakan di medan perang dan merubah kekalahan menjadi kemenangan


untuknya…” Mo Yuan “jika ada perang lagi, aku masih ingin mengikutinya…


walaupun terlihat gerakan sembarangan, tapi mereka menempati posisi-posisi


penting… entah mereka sadar atau tidak… jika sadar, maka strategi mereka sangat


susah terbaca…”.


Bai Yi


“apa itu termasuk strategi ?” Bai Ce tampak berfikir “benar, mereka berdelapan


menempati posisi terpenting. Itulah bagaimana mereka sadar, ketika ada yang


mencoba melarikan diri. Mereka menutup jalan keluar bagi semuanya !” Xin Xin


“tapi kami bisa menyerang dari luar” Mu Rong “tidak… mereka memang menyisakan


bagian itu untuk kalian bermain… Di Hou selalu berada di dekat Di Jun… tanpa


ikut campur, Di Hou selalu menjaga dan melindungi Di Jun” Meng Hao “Di Hou


tidak menampilkan dirinya, pusat dari perang itu adalah Di Jun dan kalian


berempat. Mereka memberi kesempatan bagi semua untuk unjuk diri.”


Sou Wan


“tapi bagaimanapun Huo Feng merendah… pusat perang tetap tertuju padanya… yang


mereka cari dari awal adalah sosok Shen Zhu…” “kalian menyadarinya hihihi…” Mei


Shang masuk bersama Qing Yun “Qing Yun jie, apa sebenarnya yang terjadi ?” Qing

__ADS_1


Yun “mereka ingin memastikan Shen Zhu masih hidup atau sudah yuhua. Apa kalian


ingat yang terjadi ketika Shen Zhu menampilkan diri di usianya yang 200 tahun


?” semua mengangguk “masih banyak yang tidak percaya Shen Zhu kembali…” Ling


Ling “jadi kali ini, Niang Qin menunjukkan dirinya kembali…” Qing Yun “ini


hanya gebrakan saja… Shen Zhu akan menunjukkan dirinya saat perayaan penyatuannya


bersama Di Jun” Mei Shang “yang akan dilakukan Shen Zhu akan menggemparkan


seluruh Yu Zhou Da Lu…”.


Bai


Qian “maksud anda, pernikahan ?” keduanya menggeleng “Ikatan Tubuh Suci… hanya


sebuah pernikahan, tidak akan berpengaruh apapun… tapi penyatuan Ikatan Tubuh


Suci, akan menghancurkan hati banyak pihak hahaha…” Mei Shang tertawa. Qing Yun


“hush… jangan sampai Shen Zhu mendengarmu…” Mei Shang memeletkan lidahnya


kemudian menutup mulutnya.


Qing


Yun “Zhu Ren sedang beristirahat… kami sudah menyiapkan teh Lan Hua untuk anda


semua, mari…” mempersila semua. Ling Ling “Fu Qin ?” Qing Yun “Di Jun sudah


pulih dan mendapat sedikit peningkatan” tersenyum manis. Ling Ling cemberut


“apalagi yang dilakukan Niang Qin ?” Qing Yun tersenyum “dianxia… Shen Zhu mempunyai


pemikirannya sendiri, silahkan…” Mei Shang “silahkan diminum, ini akan sangat


baik untuk tubuh anda semua. Kami permisi… Xiao Hua, tolong layani semua”


seorang gadis manis sudah tampil disisi semua “baik… dewa dewi silahkan…”


“hai…


kau Xiao Hua ! sudah lama tidak bertemu, kau sudah setinggi ini !” Ling Ling


tersenyum melihat gadis disampingnya. Xiao Hua tersenyum “dianxia, anda masih


mengingatku !” Ling Ling “tentu saja… ingatanku kuat, apalagi untuk gadis manis


sepertimu…” Xiao Hua tersenyum “dianxia, mulut anda sungguh manis…” Ling Ling


“bagaimana ? apa sudah terbiasa disini ? apa kau tidak kembali ke keluargamu ?


mereka tidak mengganggumu lagi kan ?” Xiao Hua menggeleng “terima kasih


perhatian dianxia… dari semenjak Shen Zhu membawaku, keluargaku sudah baik


padaku… disini, sangat terbiasa… semua baik padaku… Qing Yun jie juga


mengajariku banyak hal…”


Sou Wan


“bagaimana dengan Shen Zhu ?” Xiao Hua tersenyum manis “Shen Zhu sangat baik,


sangat memperhatikanku… walaupun tidak bertemu langsung, Shen Zhu selalu


menyampaikan pesan lewat Qing Yun jie…” Sou Wan “kau memujanya ?” Xiao Hua


mengangguk “siapa yang tidak memuja Shen Zhu… aku hanya setitik kecil yang


memujanya…” Sou Wan “kenapa memujanya ? kau bahkan tidak mengenalnya !” Xiao


Hua “Shan Shen, dulu aku memujanya karena sejarahnya, cerita menarik tentang


kepahlawanannya. Tetapi semenjak aku bergabung di Cai Hong gong, aku mengenal


Shen Zhu yang berbeda. Aku tidak mengenal Shen Zhu secara pribadi karena kami


jarang bertemu. Aku berterima kasih pada Shen Zhu atas pertolongannya di rumah


keluargaku. Semenjak melihat apa yang dilakukannya untukku di rumah saat itu,


aku sudah sangat yakin. Aku tidak menaruh kesetiaanku pada pihak yang salah.”

__ADS_1


__ADS_2