
Cahaya kembang api yang
berjatuhan, membentuk tangga dari dasar gunung hingga ke puncak. Cai Hong Huo
Feng merentangkan tangannya ke Dong Hua “kita naik…” dengan senyuman manis.
Dong Hua tersenyum, tidak menyambut tangan Cai Hong Huo Feng, tapi langsung
menggendongnya naik tangga. Tujuh muda mudi mengikutinya dari belakang. Di
puncak gunung, sudah ditata Qing Yun menjadi meja perjamuan dengan banyak
makanan ringan diatasnya. Lainnya mengikuti naik ke atas.
Dengan jutaan tubuh prajurit, membuat tempat yang cukup
bagi mereka semua bersantai diatasnya. Dong Hua “kau bahagia ?” Cai Hong Huo
Feng mengangguk sambil makan camilan ringan, mengisi perutnya yang sudah
memanggil-manggil. Perlahan matahari menampakkan cahayanya, mengintip dengan
malu-malu hingga keluar dengan gagahnya menyapa mereka.
Cai Hong Huo Feng berdiri merentangkan tangan, menghirup
udara pagi sedalam-dalamnya “hmm… sangat menyegarkan… iuh… tubuhku lengket…
ah…” Zuo Zun “sudah selesai ?” Cai Hong Huo Feng mengangguk “Hua Zi gege, kita
kembali…” Dong Hua menggandengnya dan menghilang bersama dari puncak gunung. You
Zun “kalian juga kembalilah… rawat luka kalian… jangan nakal…” melihat ketujuh
kesayangan Cai Hong Huo Feng. Bai Yin “bukankah sebentar ada perayaan ?” Wen
Xin “perjamuan ulang tahun… kalian harus datang… kalian juga keluarganya !”
Shanguang “pasti… pasti… terima kasih Shan Shen…” Tian Xing “ayo Man Dong, kita
kembali ke air terjun…” Man Dong mengangguk dan menghilang bersama.
“air terjun ?” Chang Chang berguman. Qing Yun “mereka
saling menjaga… Man Dong adalah penyu, sumber kehidupannya adalah air… dibawah
air terjun, lukanya akan segera sembuh” setelah ditinggal kedelapan muda mudi
dan Dong Hua, mereka saling melihat dan menghela nafas “saatnya bekerja…” yang
mempersiapkan perjamuan segera kembali ke Cai Hong gong. Beberapa jenderal
bekerja sama, menyelesaikan semua kekacauan di medan perang.
Di Cai Hong gong, Dong Hua melayani gadis manja yang
sedang senang, berenang kesana kemari. Gadis manja yang merasakan tubuhnya
sudah bersih, mendekat ke Dong Hua “Hua Zi gege, kau terkena berapa serangan ?”
Dong Hua “tidak masalah… Zhe Yan sudah memeriksa, hanya luka ringan…”
menenangkan Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng tersenyum “hebat… Hua Zi gege
sangat hebat… bisa mengalahkan begitu banyak…” Dong Hua “semua berkat
pengajaran gadis kecilku ini !” jika tidak ada pengajaran langsung selama 700
tahun, Dong Hua akan sangat kesusahan mengalahkan lawan yang lebih kuat
darinya.
Cai Hong
Huo Feng mengangkat tangannya “Feng Wei, kau…” satu kibasan tangan, Dong Hua
terdiam dan tidak dapat bergerak. Menggunakan sihir, Cai Hong Huo Feng
menggores tangannya, meneteskan beberapa tetes darah pelangi ke mulut Dong Hua.
Cai Hong Huo Feng menutup kembali lukanya memakai sihir, tersenyum manis
melihat Dong Hua yang berkaca-kaca melihatnya. Cai Hong Huo Feng membelai
kepala Dong Hua “aku akan selalu melindungi milikku… bukankah kau juga
__ADS_1
melakukan hal yang sama di ‘Dunia Mimpi Aranjo’. Tutup matamu, meditasilah…”
Dong Hua melakukan yang dikatakan gadisnya. Segera tubuh Dong Hua terasa segar,
luka perang sebelumnya tertutup sempurna.
Saat
Dong Hua kembali membuka matanya, tubuhnya sudah bisa bebas bergerak. Cai Hong
Huo Feng menunggunya sambil bermain bunga-bunga yang di tabur di atas air “em…
beberapa hari lagi adalah mekarnya Lan Hua, aku ingin mendapat embun pertamanya…”
“Feng Wei…” Dong Hua merangkulnya. Cai Hong Huo Feng berbalik “Hua Zi gege,
bagaimana ?” Dong Hua memeluknya “sudah pulih semua… terima kasih…” Cai Hong
Huo Feng “hmm… pintar sekali…” menepuk-nepuk wajahnya. Dong Hua menatap lembut
dan mencium bibir mungilnya “aku mencintaimu…”.
Zhe Yan
merawat luka Gun Gun, Ling Ling, Mo Yuan dan Bai Ce. Walaupun tidak parah,
tetapi luka mereka termasuk luka serius “bagaimana luka Fu Qin ?” “aku sudah
menyiapkan ramuan pemulih… lukanya tidak seserius kalian… dia memiliki
pelindung emas yang bisa menetralisir luka…” Zhe Yan menjelaskan sambil
memeriksa luka Gun Gun. “Dong Hua die akan baik-baik saja… ada Huo Feng niang
bersamanya…” Long Nu memerban semua luka Gun Gun “bagaimana ? apa perbedaan
dengan Si Hai Ba Huang ?” Gun Gun “sangat besar… jika bukan pengajaran Niang
Qin selama ini, aku mungkin tidak akan selamat…”.
Ling
Ling “benar… ini adalah perang yang sebenarnya… Niang Qin betul, tidak boleh
segala kesempatan yang ada” Jin Cheng “tidak sia-sia mengikuti Huo Feng niang
ke medan perang…” Mu Rong “aku ingin ikut berperang bersamanya… semua
gerakannya tampak sembarangan dan hanya spontan dikeluarkan. Di Hou membaca
semua pergerakan di medan perang dan merubah kekalahan menjadi kemenangan
untuknya…” Mo Yuan “jika ada perang lagi, aku masih ingin mengikutinya…
walaupun terlihat gerakan sembarangan, tapi mereka menempati posisi-posisi
penting… entah mereka sadar atau tidak… jika sadar, maka strategi mereka sangat
susah terbaca…”.
Bai Yi
“apa itu termasuk strategi ?” Bai Ce tampak berfikir “benar, mereka berdelapan
menempati posisi terpenting. Itulah bagaimana mereka sadar, ketika ada yang
mencoba melarikan diri. Mereka menutup jalan keluar bagi semuanya !” Xin Xin
“tapi kami bisa menyerang dari luar” Mu Rong “tidak… mereka memang menyisakan
bagian itu untuk kalian bermain… Di Hou selalu berada di dekat Di Jun… tanpa
ikut campur, Di Hou selalu menjaga dan melindungi Di Jun” Meng Hao “Di Hou
tidak menampilkan dirinya, pusat dari perang itu adalah Di Jun dan kalian
berempat. Mereka memberi kesempatan bagi semua untuk unjuk diri.”
Sou Wan
“tapi bagaimanapun Huo Feng merendah… pusat perang tetap tertuju padanya… yang
mereka cari dari awal adalah sosok Shen Zhu…” “kalian menyadarinya hihihi…” Mei
Shang masuk bersama Qing Yun “Qing Yun jie, apa sebenarnya yang terjadi ?” Qing
__ADS_1
Yun “mereka ingin memastikan Shen Zhu masih hidup atau sudah yuhua. Apa kalian
ingat yang terjadi ketika Shen Zhu menampilkan diri di usianya yang 200 tahun
?” semua mengangguk “masih banyak yang tidak percaya Shen Zhu kembali…” Ling
Ling “jadi kali ini, Niang Qin menunjukkan dirinya kembali…” Qing Yun “ini
hanya gebrakan saja… Shen Zhu akan menunjukkan dirinya saat perayaan penyatuannya
bersama Di Jun” Mei Shang “yang akan dilakukan Shen Zhu akan menggemparkan
seluruh Yu Zhou Da Lu…”.
Bai
Qian “maksud anda, pernikahan ?” keduanya menggeleng “Ikatan Tubuh Suci… hanya
sebuah pernikahan, tidak akan berpengaruh apapun… tapi penyatuan Ikatan Tubuh
Suci, akan menghancurkan hati banyak pihak hahaha…” Mei Shang tertawa. Qing Yun
“hush… jangan sampai Shen Zhu mendengarmu…” Mei Shang memeletkan lidahnya
kemudian menutup mulutnya.
Qing
Yun “Zhu Ren sedang beristirahat… kami sudah menyiapkan teh Lan Hua untuk anda
semua, mari…” mempersila semua. Ling Ling “Fu Qin ?” Qing Yun “Di Jun sudah
pulih dan mendapat sedikit peningkatan” tersenyum manis. Ling Ling cemberut
“apalagi yang dilakukan Niang Qin ?” Qing Yun tersenyum “dianxia… Shen Zhu mempunyai
pemikirannya sendiri, silahkan…” Mei Shang “silahkan diminum, ini akan sangat
baik untuk tubuh anda semua. Kami permisi… Xiao Hua, tolong layani semua”
seorang gadis manis sudah tampil disisi semua “baik… dewa dewi silahkan…”
“hai…
kau Xiao Hua ! sudah lama tidak bertemu, kau sudah setinggi ini !” Ling Ling
tersenyum melihat gadis disampingnya. Xiao Hua tersenyum “dianxia, anda masih
mengingatku !” Ling Ling “tentu saja… ingatanku kuat, apalagi untuk gadis manis
sepertimu…” Xiao Hua tersenyum “dianxia, mulut anda sungguh manis…” Ling Ling
“bagaimana ? apa sudah terbiasa disini ? apa kau tidak kembali ke keluargamu ?
mereka tidak mengganggumu lagi kan ?” Xiao Hua menggeleng “terima kasih
perhatian dianxia… dari semenjak Shen Zhu membawaku, keluargaku sudah baik
padaku… disini, sangat terbiasa… semua baik padaku… Qing Yun jie juga
mengajariku banyak hal…”
Sou Wan
“bagaimana dengan Shen Zhu ?” Xiao Hua tersenyum manis “Shen Zhu sangat baik,
sangat memperhatikanku… walaupun tidak bertemu langsung, Shen Zhu selalu
menyampaikan pesan lewat Qing Yun jie…” Sou Wan “kau memujanya ?” Xiao Hua
mengangguk “siapa yang tidak memuja Shen Zhu… aku hanya setitik kecil yang
memujanya…” Sou Wan “kenapa memujanya ? kau bahkan tidak mengenalnya !” Xiao
Hua “Shan Shen, dulu aku memujanya karena sejarahnya, cerita menarik tentang
kepahlawanannya. Tetapi semenjak aku bergabung di Cai Hong gong, aku mengenal
Shen Zhu yang berbeda. Aku tidak mengenal Shen Zhu secara pribadi karena kami
jarang bertemu. Aku berterima kasih pada Shen Zhu atas pertolongannya di rumah
keluargaku. Semenjak melihat apa yang dilakukannya untukku di rumah saat itu,
aku sudah sangat yakin. Aku tidak menaruh kesetiaanku pada pihak yang salah.”
__ADS_1