Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 396 - Menuju Pantai


__ADS_3

Bab 396 –


          Hui Shi “kue-kue itu ?” berbinar, Shen Yao nyengir “itu


buatan juru masak istana !” Hui Shi langsung cemberut. Hao Cun “hahaha… selama


ada ayah tuanya itu, jangan berharap mendapat masakan Shen Yao hahaha…” Fang


Ying “jadi bagaimana kalian mencicipinya ?” Xi Juan “apa masih perlu ditanyakan


! tentu saja sembunyi-sembunyi, mencuri jatah orang tua itu hahaha…” Xin Qian


“wah kalian berani sekali, bahkan mengambil barangnya !” Hao Cun “kami memiliki


dirinya !” menunjuk Shen Yao yang membalik ikan.


          Mei Gui “Shen Yao, apa yang tidak bisa kau lakukan ?” Shen


Yao “hmm… tidur terbalik dan berjalan dengan dua tangan…” dengan wajah bingung


yang dibuat-buat. Hao Cun dan Xi Juan tertawa terbahak-bahak “entah darimana


sifat narsismu berasal hahaha…” meledek. Fang Ying melihat langit “setelah


makan, mau melanjutkan perjalanan atau istirahat disini ?” Hui Shi “sebaiknya


lanjutkan saja. Tidak jauh dari sini, ada desa, bisa istirahat lebih baik


disana !” semua mengangguk.


          “Ini sudah matang, ayo…” Shen Yao mencicipi ikannya “hmm…


segar sekali…” “wah Shen Yao, ikan bakar buatanmu sangat enak !” Li Suen memuji.


Xi Juan “tidak menyangka memakan ikan segar tangkapan langsung seenak ini.”


Fang Ying “nanti akan membawa kalian ke pantai. Ikan dan hasil laut lebih enak


dari ikan sungai ini !” Shen Yao bersemangat “benarkah ? kapan kita ke pantai


?” Hui Shi “dari sini, ingin ke pantai, masih lumayan jauh… jalurnya dengan Lu


Guo juga agak berlawanan.”


          Shen Yao melihat Li Suen dan Mei Gui “apa kalian pernah ke


pantai ?” keduanya menggeleng “usaha kami adalah jalur darat, walau ada sedikit


hubungan dengan jalur air tapi itu semua ditangani oleh ahli keluarga lainnya”


Shen Yao berbinar “jadi, apa kalian mau melihat pantai ?” Mei Gui “aku mau,


tapi kalau berlawanan arah…” Shen Yao “aih mau ya mau, tidak mau ya tidak mau !


karena kalian juga mau, kita akan langsung menuju pantai !” dengan semangat


tinggi.


Hui Shi


menjelaskan “Shen Yao, dari sini langsung menuju pantai, dengan memacu kuda


juga paling cepat 7 hari” Shen Yao menggeleng “tidak perlu selama itu. Kita


tidak perlu masuk desa, akan mempercepat waktu, paling tidak menghemat 2 hari,


bila beruntung di hari keempat sudah bisa melihat pantai” Fang Ying “apa kau


berencana tidur di alam liar ?” Shen Yao mengangguk, semua mengerutkan kening


melihatnya “aiya… bukankah kita ini sedang berpetualang…”


Xin


Qian menggelengkan kepala “Shen Yao, kagum padamu ! apa benar kau ini Putri


Mahkota yang tidak pernah keluar dari istana itu ?” Shen Yao memeletkan

__ADS_1


lidahnya “sudah, jangan menunda waktu… ayo cepat makan, kita berpacu hihihi…”


berdiri dan berjalan ke arah kudanya “Shen Yao, makanlah lagi, makanmu sedikit


sekali !” Hao Cun menasehati “aku sudah kenyang, kalian makan saja !” membelai


kepala kudanya “hei, apa kau sudah makan ? sudah cukup istirahatnya ?”


tersenyum manis pada kuda yang menggosok-gosokkan kepalanya pada tubuh Shen


Yao.


Li Suen


“dia sedang berbicara dengan kudanya ?” Tian Guang “dia menjaga semua, bahkan


kudapun di sayangnya !” tersenyum lembut. Hao Cun “itu sudah pasti ! walaupun


dia tergesa-gesa, tapi kesehatan kudanya juga perlu diperhatikan !” Xi Juan


“aku akan menemaninya… kalian lanjutkan saja !” menghampiri Shen Yao.


“Shen


Yao, apa kau tidak perlu beristirahat ? istirahatlah sesaat ! ayo, setengah jam


saja, aku menemanimu !” Xi Juan menarik Shen Yao ke kereta. Shen Yao menepis


tangan Xi Juan “saat ini, aku sangat bersemangat, sedikitpun tidak merasa lelah


!” Xi Juan tersenyum menggeleng “walau kau ingin mengabulkan keinginan semua,


kau juga harus ingat dirimu sendiri. Tubuhmu ini masih kecil, tidak akan tahan


kau paksa terus menerus” Shen Yao cekikikan “kalian terlalu berlebihan !”


Xi Juan


menghela nafas “benar-benar tidak dapat mengalahkanmu !” Shen Yao hanya


memainkan wajahnya. “apa yang kalian bicarakan ?” Xin Qian bergabung “tidak


Yao melirik Xi Juan yang menggelengkan kepala padanya. Xin Qian tersenyum


“malam ini, bagaimana kalau istirahat di tengah sawah ?” Shen Yao langsung menyahut


antusias “apa udaranya menyegarkan ? “ Xin Qian mengangguk “Desa Hei adalah


penghasil padi dan jagung, jadi disekitarnya banyak persawahan. Sangat


menyegarkan, jika bangunnya pagi, bisa mendapatkan air embun yang sangat segar”


Shen Yao semakin bersemangat “baik… baik… kita kesana !”


Setelah


semua menyelesaikan makan mereka, langsung melanjutkan perjalanan. Mereka


berpacu dengan kudanya, Shen Yao sangat senang. Hingga langit mulai menggelap


“Shen Yao, kita disini saja !” Hui Shi menawarkan “baik…” Shen Yao langsung


menyanggupi. Li Suen dan Mei Gui sudah mengaturkan tempat beristirahat buat


para gadis di atas kereta “sudah gelap, tidak sempat mencari bahan makanan. Ini


ada beberapa ubi dan buah-buahan untuk makan malam” Fang Ying dan Tian Guang


memberikan hasil pencarian mereka.


Tian


Guang dan Hao Cun membakarkan ubi untuk semua “Shen Yao baik-baik saja kan ?”


Tian Guang bertanya, Hao Cun mengangguk “dia sangat bersemangat !” Tian Guang


tersenyum “tidak pernah melihat keceriaannya seperti hari ini !” Hao Cun

__ADS_1


tersenyum “kau menyukainya ?” Tian Guang hanya tersenyum “kenapa Shen Yao tidak


tertarik berhubungan dengan siapapun ?” Hao Cun mengangkat bahunya “mungkin belum


menemukan yang tepat ! atau mungkin sudah menemukan tapi mengabaikannya !”


Tian


Guang mengerutkan kening “dari kecil, Shen Yao sudah bertekad untuk menjaga


rakyatnya ! selain keamanan rakyatnya, hanya kedamaian yang difikirkannya.


Tidak pernah berfikir untuk dirinya sendiri.” Hao Cun menjelaskan. Tian Guang


“apa dia harus menjadi Kaisar ?” Hao Cun “jika dia bisa memilih, dia tidak akan


memilih jalan itu ! tidak ada satupun yang bisa memenuhi kriterianya. Kalau


tidak memiliki ambisi yang besar maka hanya bersenang-senang. Dia tidak bisa


melepaskan semua rakyatnya hanya demi keinginannya sendiri”


Tian


Guang “bukankah ada kalian !” Hao Cun tersenyum “Tian Guang, kau sudah melihat


yang dilakukan Shen Yao untuk kalian. Dia tidak akan mengorbankan siapapun. Dari


kecil, kami sudah bersama, dia sangat tahu bagaimana penderitaan menjadi


anggota keluarga. Awalnya, kami berdua masuk dengan perasaan terpaksa. Kami


sempat membencinya, karena dia, kami dipaksa meninggalkan keluarga kami untuk


menemaninya. Kami semakin membencinya, karena sering mengusili kami” Tian Guang


terkejut “setelah itu ?”


Hao Cun


“tidak peduli bagaimana kami menolaknya, dia tidak pernah mengadukan kami pada


Wang Jun. Saat itu, Shen Yao tidak punya teman sama sekali. Sebagai satu Putri


Mahkota kesayangan Wang Jun, Shen Yao menghadapi kejamnya istana termasuk kami.


Saat itulah, dia menemukan temannya sendiri, di dalam hewan-hewan itu. Daya


belajar Shen Yao sangat baik, kecepatan berfikir dan kepintarannya membaca


situasi pun sangat baik. Tanpa pendampingan siapapun, dia belajar sendiri


bahkan bela dirinya tanpa guru.” Tian Guang “apa ? tanpa guru ?” terkejut.


Hao Cun


mengangguk “disaat dia berusia 5 tahun, Wang Jun memanggil beberapa guru


untuknya. Dari sana, dia belajar hal baru, tapi dia sudah memiliki dasar atas


usahanya sendiri.” Tian Guang “usia berapa dia mulai berlatih ? kapan kalian


menerimanya ?” Hao Cun “usia 2 tahun… hmm… mungkin sudah lama menerimanya,


hanya masih ada perasaan egois dan kesal yang tidak bisa kami abaikan. Hingga


saat Kakek Kaisar ingin menjodohkannya. Shen Yao yang mendengar itu, menjadi


sangat marah. Itulah pertama kalinya, semua melihat kemarahannya. Aura yang


dikeluarkannya, memaksa semua menunduk padanya, bahkan Wang Jun pun terkejut.


Kakek Kaisar yang tidak pernah terbantahkan, tidak dapat melawan kata-kata Shen


Yao. Disaat itulah, kami mulai mendekatinya, dengan awal rasa penasaran kami


padanya. Walau bisa mendekati, tapi kami sudah terlambat. Shen Yao sudah

__ADS_1


menjadi seseorang yang luar biasa tapi melupakan dirinya sendiri”.


__ADS_2