
Bab 389 –
Dengan perencanaan Shen Yao dan Kaisar, dihari kembalinya
Paman Kaisar, mereka mengaturkan perayaan besar-besaran. Pamar kaisar yang
mengendap-ngendap masuk ibukota dikejutkan oleh perayaan di depan matanya.
Semua rakyat menghormat padanya, sedangkan Shen Yao cekikikan di balik gerbang
istana “hihihi rasakan !” “Putri, ayo turunlah… jika Wang Jun mengetahuinya,
kami akan dihukum !” pengawal ngeri melihat Shen Yao yang memanjat ke tiang
hanya untuk melihat Paman Kaisarnya.
Setelah puas menonton dan tertawa, Shen Yao melompat turun,
membuat semua pengawal bernafas lega “jika Paman Kaisar bertanya tentangku,
katakan aku sedang belajar untuk ujian kelulusanku, mengerti !” mengancam semua
pengawal “baik gongzhu…” Shen Yao dengan cekikikan berlari ke istana ayahnya
“Fu Wang…” “paopei, sudah puas menonton ?” Kaisar langsung memangkunya. Shen
Yao mengangguk “Fu Wang, ingat rencana kita… aku pergi dulu, aku masih harus
belajar !” Kaisar mencibir “kau masih perlu belajar !” Shen Yao “aiyo,
bagaimanapun aku harus mencari sesuatu untuk dilakukan, untuk diperlihatkan
pada Paman Kaisar hihihi…” Kaisar membelai kepala putri kesayangannya
“pergilah… waktunya Fu Wang tampil…” Shen Yao langsung berlari pergi.
Tidak lama setelah Shen Yao pergi, Paman Kaisar dengan
langkah besar masuk ke ruangan Kaisar “mana ? mana anak nakal itu ?” Kaisar
dengan tenang meliriknya “Paman, siapa anak nakal yang kau cari ?” Paman Kaisar
mendudukkan dirinya di salah satu kursi “bisa siapa lagi ? putrimu yang nakal
itu” Kaisar tersenyum “Shen Yao sedang belajar, 3 hari lagi akan menghadapi
ujian kelulusannya !”
Paman Kaisar mencibir “cih belajar… pasti anak nakal itu
yang mengajari semuanya…” Kaisar “Paman, jangan mengganggu Yao er…” dengan
dingin. Paman Kaisar acuh tak acuh “bilang soal mengganggu, dia nomor satu !”
Kaisar hanya melirik “bagaimana paman diluar beberapa tahun ini ? hal yang
sebelumnya sudah diselesaikan ?” Paman Kaisar akhirnya mengesampingkan
kekesalannya dan berbicara serius pada Kaisar.
Kaisar “hmm… paman melakukannya dengan sangat baik ! Paman,
hal ini jangan diberitahukan pada siapapun dahulu !” Paman Kaisar mengangguk
“serahkan saja padaku !” Kaisar “sangat baik ! paman baru saja kembali,
istirahatlah ! kita akan membicarakannya selanjutnya, yang mulia akan
memikirkannya” Paman Kaisar pun pamit undur diri.
Dibanding memikirkan masalah, Kaisar langsung menemui Shen
__ADS_1
Yao setelah melihat Paman Kaisar pergi “Fu Wang, bagaimana ?” “Paman Kaisar
sudah mengatakan ‘serahkan saja padaku !’” Shen Yao cekikikan “masih saja
sangat mudah di manipulasi hihihi…” Kaisar mengangkat jarinya, memberi tanda
diam “shu… jangan keras-keras… jika paman tahu, kita tidak akan semudah itu
keluar !” memberitahu dengan wajah nakalnya. Shen Yao mengangguk dengan
seringai liciknya.
Hari kelulusan, semua siswa siswi kelas Huang, lulus dengan
gemilang. Kaisar dengan bangga memberikan simbol kelulusan buat mereka,
terutama Shen Yao. Shen Yao mengedipkan mata pada Kaisar dengan senyum cerianya
“Putriku memang yang terhebat !” Kaisar memeluk Shen Yao di hadapan semua siswa
dan guru sekolah.
Setelah upacara kelulusan, kedelapan lulusan yang sudah
akrab itu dan Hui Shi yang sudah menjadi mantan gurunya, berkumpul bersama.
“Shen Yao, pertama kalinya bisa mengajakmu keluar, hanyalah saat kelulusan dan
perpisahan haih…” Li Suen mengejek. Shen Yao acuh tak acuh menyangkal “siapa
yang mengatakannya ? ini adalah awal baru !” Xin Qian berbinar “apa ini
artinya, kami bisa mengajakmu keluar setelah ini ?” Shen Yao menggeleng
“sementara tidak bisa !” semua langsung cemberut.
Xi Juan “yey yang mau berpetualang, senang sekali !” Shen
Yao cekikikan “hush… dingding memiliki telinga, awas rencanaku gagal, kau juga
berani… tuan putri-ku, kau maafkanlah aku yang kecil ini !” Shen Yao mengeluarkan
tampang nakalnya “karena yang mulia sedang senang, tidak perhitungan denganmu
!” Xi Juan langsung berterima kasih.
Tian Guang terus melihat Shen Yao “Shen Yao, kapan akan
berangkat ? kapan kembali ?” Shen Yao “dalam beberapa hari… kembali ? hmm mungkin
6 bulan hingga setahun. Kenapa ? merindukanku ?” Tian Guang mengangguk, Shen
Yao cekikikan “aku begini baik, siapa yang tidak merindukanku hihihi…” Tian
Guang cemberut.
Hui Shi “haih tidak ada dirimu, aku tidak bisa makan kue
istana lagi !” Shen Yao memajukan tubuhnya di atas meja “Da Ren, sudah
kukatakan, yang mulia ini bisa memberikan sedikit penghargaan dan mengangkatmu
menjadi pejabat. Bagaimana ?” Hui Shi menggeleng-gelengkan kepalanya “terima
kasih pada yang mulia putri, tapi aku menyukai kebebasanku !” Shen Yao memainkan
alisnya “baik, itu adalah pilihan anda sendiri !”
Hui Shi cemberut “begitu mudah melepasku ? kau melukai
hatiku !” Shen Yao tertawa terbahak-bahak “hahaha… ternyata kau mempunyai hati
__ADS_1
hahaha…” Huo Shi kesal “Song Shen Yao… bagaimanapun aku ini adalah shifu mu !”
Shen Yao menutup telinganya “mantan shifu…” Xi Juan memperingati “Hui Shi Da
Ren, kau adalah mantan shifu, tapi jangan lupa Song Shen Yao adalah Putri
Mahkota” Hui Shi mencibir “cih siapa Putri Mahkota, tidak kenal ! gadis nakal
ini hanya Shen Yao, mantan siswi ku” Shen Yao mengangguk-angguk “betul-betul,
aku ini hanya mantan muridmu…”
Tian Guang tidak senang kedekatan Hui Shi dan Shen Yao
“Shen Yao, karena kau mengatakan ini adalah awal. Bagaimana kalau kita juga
berkeliling bersama ?” Hui Shi langsung menyahut “ide yang baik ! Shen Yao,
bukankah kau penasaran dengan asal buku-buku itu ? bagaimana jika aku membawamu
melihat-lihat” Shen Yao “hmm… ide yang menarik !” Li Suen “apa Wang Jun bisa
mengijinkanmu ?” Mei Gui “setidaknya sebelum kita menghadapi hidup, kita bisa
bersenang-senang !” Xin Qian dan Fang Ying juga menyuport “tidak perlu khawatir
untuk tempat tinggal, kami akan mengurusnya, bagaimana ?” Shen Yao cekikikan
“kalian ini, seperti merencanakan pelarian saja hihihi…” Hao Cun ikutan “Shen Yao,
daripada pergi bertiga, mereka ikut, kita juga lebih bisa bersenang-senang”
Shen Yao “hmm… aku akan memikirkannya !”
Tian Guang tersenyum lembut “aku akan membawamu melihat
pemandangan-pemandangan yang tidak bisa ditemukan di ibukota !” Shen Yao
tersenyum manis “hmm sepertinya kalian sudah berencana menculik Putri Mahkota
ini !” Tian Guang “tidak menculik, ingin selalu melihat tawa ceriamu !” ‘Shen
Yao, katakan iya ! kumohon padamu, katakan iya !’ Shen Yao “hmm baiklah…” Tian
Guang tersenyum manis mendengar persetujuan Shen Yao.
Shen Yao menatap Hui Shi “kau ! mantan shifu, aku
mengatakan apapun, kau harus mengikutinya, mengerti !” Hui Shi mengerutkan
kening “ini adalah balasan selama ini kau memakan kueku !” Hui Shi cemberut
“Tuan Putri-ku, kau juga sangat picikkan !” Shen Yao melotot “atau mau yang
mulia melaporkanmu pada Wang Jun, yang selalu merampas kue-ku. Menerima gaji
buta tanpa mengajar. Menyalahgunakan statusmu sebagai shifu !” Hui Shi
tercengang, Hao Cun dan Xi Juan cekikikan “anda mengira mengganggu Tuan Putri
ini, masih bisa bebas begitu saja !”
Hui Shi
menghela nafas kasar “baik ! tapi kau harus membawa banyak kue istana untukku
!” Shen Yao mencibir “cih, apa ada yang tahu Hui Shi Da Ren ternyata seorang
hantu kelaparan !” Hui Shi acuh tak acuh “aku tidak tertarik makanan lainnya !”
Xin Qian “ya ya ya, tidak tertarik makanan lain bukan juga makanan istana, tapi
__ADS_1
makanan Shen Yao kan !” Shen Yao memasang tampang jijik, Tian Guang melirik
dingin.