Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 249 - Antisipasi


__ADS_3

Dong Hua mengabari Gun Gun


untuk mempercepat terjadinya peang dengan wilayah barat dan utara. Mo Yuan dan


Ye Hua melepas penekanan pada kedua kekuatan pemberontak itu, hanya mengawasi


saja. Sou Wan dan Bai Qian sudah langsung ke Qing Qiu bergabung dengan Xiao


Shen Zhu. Beberapa hari, Xiao Shen Zhu memproses tanaman dan bunga pencahar di


bawah banyak pasang mata yang terus mengamati kinerjanya. Xiao Shen Zhu yang


fokus mengerjakan sesuatu, tidak terpengaruh oleh banyaknya pasang mata yang


memandangnya. Dong Hua terus mengawasi dan melayani Xiao Shen Zhu yang tidak


ingat akan apapun selain kerjanya. Dong Hua menggelengkan kepala melihat istri


kecilnya ini, sambil memberikan asupan makanan dan minuman di bibir kecilnya. Tidak


ada yang mengganggu konsentrasi Xiao Shen Zhu, semua hanya melihatnya dari


segala sisinya.


            Perlahan tanaman dan bunga itu berubah bentuk, hingga


mendapat senyuman puas dari Xiao Shen Shu “sudah selesai ?” Dong Hua mematahkan


keheningan, setelah melihat senyuman gadisnya. Xiao Shen Zhu mengangguk puas


“sudah siap bermain…” Dong Hua menggendongnya, menggeleng “tidak, kau harus


beristirahat yang baik… sudah beberapa hari tidurmu tidak baik…” Xiao Shen Zhu


memajukan bibirnya, segera mendapat kecupan dari Dong Hua “pertama, kita


bersihkan tubuh kecilmu ini…” membawanya berendam dan mandi yang bersih.


Setelah sampai di permandian, segala lelah yang tidak dirasakannya selama


beberapa hari bekerja, langsung menyerang tubuh kecilnya. Segera Xiao Shen Zhu


tertidur di permandian, membiarkan Dong Hua yang membersihkan tubuh kecilnya.


Dong Hua tersenyum lembut, menatap gadis kecil kesayangannya ‘Feng Wei, tidak


peduli di kehidupan manapun, sifatmu ini selalu terbawa… pesonamu saat membuat


kotak pedang sudah sangat mengagumkan… bisa kembali melihatmu membuat hal yang


begitu luar biasa dengan ketelitianmu… Feng Wei-ku memang sangat luar biasa…’.


            Ling Ling “bagaimana ? Niang Qin sudah tertidur !”


menunggu dengan cemas di depan pintu kamar. Melihat Dong Hua menggendong Xiao


Shen Zhu, segera mendekati, menghela nafas lega melihat Xiao Shen Zhu yang


tertidur nyenyak di gendongan Dong Hua. Dong Hua membaringkan dan memakaikan


selimut Xiao Shen Zhu “haih ingin sekali menahannya…” Ling Ling protes, Jin


Cheng merangkulnya “yang penting bisa mendampinginya… Ling Ling, Huo Feng niang


dulunya selalu sendiri, tidak ada yang peduli, bertahan hidup sendiri… wajar


jika melupakan dirinya sendiri… walaupun sekarang kita bersamanya, tetap tidak


bisa mengubah hal yang sudah terjadi… walau Huo Feng niang tidak mengingat


dirinya sendiri, yang penting kita mengingatnya…” Gun Gun “hanya untuk bermain,


Niang Qin sudah seserius ini… tidak bisa membayangkan bagaimana perjuangannya

__ADS_1


sebelumnya…” Long Nu tersenyum “karena beliau adalah Cai Hong Huo Feng, tidak


akan ada ataupun sanggup menolak pesonanya… hanya dengan melihatnya saja, mata


sudah tidak dapat berpaling ke tempat lain…”


            Zhe Yan masuk membawa semangkuk ramuan “Dong Hua,


minumkan ini saat dia bangun…” mengambil tangan dan memeriksa nadi Xiao Shen


Zhu “tidak apa, hanya kelelahan kurang tidur…” Dong Hua tersenyum ‘haih gadis


cilikku, kapan kau menyadari kehadiranku !’ menggelengkan kepala “kalian


keluarlah, biarkan Feng Wei beristirahat…” Bai Chen “lihat, setelah


menyelesaikan kerjaannya, bahkan tidurpun tersenyum manis…” semua tersenyum


lembut melihat Xiao Shen Zhu sesaat dan keluar memberikan waktu istirahat untuk


gadis kecil penuh pesona itu.


            Dong Hua memaksa Xiao Shen Zhu beristirahat penuh 3 hari,


sebelum membawanya ke Jiu Jong Tian. Xiao Shen Zhu berjalan sendiri,


melompat-lompat, berlarian di sekitar Dong Hua dengan semangat tinggi hingga ke


Jiu Jong Tian. Xiong Xiong, Xin Xin, Ching Ching, dan Chang Chang menemaninya


berlarian kesana kemari. Lainnya menemani mereka dengan senyuman. Sesampai di


gerbang Jiu Jong Tian, Dong Hua langsung menggenggam tangan Xiao Shen Zhu “Feng


Wei…” Xiao Shen Zhu menatapnya yang menghentikan langkahnya. Xiao Shen Zhu


membaca situasi dan merentangkan tangannya kearah Dong Hua. Dong Hua tersenyum


memeluknya, mengelap keringatnya dan menggendong Xiao Shen Zhu.


“sudah lama tidak berlarian hihihi… agak lapar…” “Niang Qin, ini untukmu…” Xin


Xin memberikan sebungkus kue. Xiao Shen Zhu segera menyambutnya dan makan


dengan tenang di gendongan Dong Hua “perlahan… hati-hati tersedak…”. Dong Hua


langsung membawanya ke Tai Chen gong “ayo bersihkan tubuhmu dan tidur…” Xiao Shen


Zhu cemberut “aku masih mau bermain…” Dong Hua menggeleng “kau harus istirahat…


tidak lama lagi perang akan terjadi… kau harus mempertahankan staminamu…” Xiao


Shen Zhu mengerucutkan bibirnya yang sangat menggemaskan di mata Dong Hua. Dong


Hua langsung mengecup bibir mungil itu “jangan memajukan bibirmu, aku tidak


akan tahan…” Xiao Shen Zhu cemberut.


            Setelah menidurkan Xiao Shen Zhu, Dong Hua menemui Mo


Yuan dan Ye Hua “bagaimana ? apa beliau siap ?” Dong Hua menghela nafas “dia


lebih bersemangat daripada lainnya… selama tidak menggunakan spiritualnya, Feng


Wei akan baik-baik saja…” Sou Wan “gadis itu sangat lincah… lihat tingkahnya


selama perjalanan, yang melihatnya saja sudah pusing… staminanya luar biasa…” Meng


Hao “Shen Zhu menikmati hidupnya dengan caranya sendiri…” Mu Rong “hmm… tidak


akan ada masalah dengan perang, hanya saja…” melihat Dong Hua “Di Jun, kami


sudah mendengar yang terjadi di alam fana… apa tubuh Shen Zhu akan kuat menahan

__ADS_1


dampaknya ?” Dong Hua mengangguk “inilah juga yang ku khawatirkan… Feng Wei


muntah hebat hanya dengan sesaat mencium baunya… Zhe Yan !”


            Zhe Yan “Dong Hua, aku sudah membuat ini… tapi ini tidak


bertahan lama…” Meng Hao “Shen Zhu pasti tidak akan meninggalkan medan perang


hingga segalanya berakhir !” Ling Ling “bukan hanya bau, tapi pemandangannya


akan sangat menjijikkan… tanpa mencium bau, hanya dengan melihat saja sudah


membuat mual” Gun Gun “belum tentu… mungkin Niang Qin sudah menyiapkan hal


lain…” Zhe Yan “bagaimanapun tubuhnya masih belum pulih… walau sudah menyiapkan


penangkalnya, hal yang menyangkut bau ini tetap akan tercium… yang bisa


dilakukan hanyalah menyiapkan penanganan setelahnya…” Dong Hua “nanti akan


mendiskusikan dengannya… bagaimana persiapan disini ?”


            Ye Hua menghela nafas “Di Jun, semua ingin mengikuti Huo


Feng bermain” melihat semua yang tersenyum mantap “aku hanya menyiapkan 3.000


prajurit untuk berjaga-jaga…” Dong Hua mengangguk “baik… perang kali ini hanya


untuk memberinya kesenangan, yang mulia tidak ingin Feng Wei sakit karena


perang ini !” Sou Wan “Dong Hua, apa kau tahu apa yang akan dilakukannya ?


semua serpihan itu !” Dong Hua menggeleng, Ling Ling “Niang Qin tidak akan


tinggal diam hanya berdiri saja. Kuterka, Niang Qin akan langsung turun ke


medan perang…” Ye Hua “Di Jun, apa yang anda ingin prajurit lakukan ?” Dong Hua


“membersihkan medan perang… minimalisir bau dan pemandangan menjijikkan


secepatnya !” mereka merencanakan sedetailnya untuk mengurangi dampak dari


senjata Xiao Shen Zhu.


            “gugu… bukankah waipo mengatakan akan mengajari kita


bermain ?” Chang Chang bertanya pada Xin Xin “tunggu saja, kalau Niang Qin sudah


mengatakannya, maka dia akan melakukannya !” Xiong Xiong “masih ada waktu


hingga perang terjadi… yang penting Niang Qin tidak kelelahan…” Ching Ching


“nainai begitu lincah, tidak terlihat tubuhnya yang lemah… yeye selalu


berhati-hati menjaga nainai, apa nainai tidak tahu semua mengkhawatirkannya !” Xin


Xin “Ching Ching, walau tidak pernah melihatnya sendiri… tapi semua selalu


bercerita Niang Qin yang selalu berdiri dan melindungi semua di garis terdepan…


demi melindungi semua, Niang Qin selalu melupakan dirinya sendiri… Niang Qin


tidak pernah membiarkan siapapun mendekat padanya… hingga saat ini, hanya Fu


Qin yang berhasil mendapatkan janjinya untuk selalu bersamanya…walaupun sudah


ada janji itu, Niang Qin masih saja berjuang sendiri walaupun selalu meninggalkan


jalan belakang untuk memenuhi janjinya bersama Fu Qin… yang kita lakukan saat


ini hanya memanfaatkan janjinya pada Fu Qin dan selalu mendekat padanya…” Xiong


Xiong “mendengar cerita mereka, aku sangat takut suatu saat Niang Qin akan

__ADS_1


menghilang… sebelumnya Niang Qin sudah menyerah tapi semesta mengambilnya


kembali untuk kita… aku tidak ingin Niang Qin kembali kelelahan dan menyerah…”


__ADS_2