
Keesokan harinya, kedelapan
pemuda memasuki aula rapat kerajaan. Raja pun menganugerahkan masing-masing
plakat pengawal kerajaan sebagai wakil Yang Guang. Raja mengatasnamakan
anugerah atas jasa-jasa para pemuda yang telah dilakukan selama 5 tahun ini. Mendengar
kedelapan pemuda akan memasuki Akademi Kerajaan, banyak para pejabat yang ingin
memasukkan putri mereka. Setelah mendengar akan adanya tes masuk, para pejabat
pulang mengajari putri-putrinya dengan baik. Tes masuk Akademi Kerajaan bisa
dilakukan kapan saja, selama calon pelajar berada di usia 15 – 20 tahun.
“Yang Mulia, hamba memiliki ide…” seorang pejabat ingin
mencari kesempatan. Sang Raja “oh… silahkan Pejabat Shi katakan !” Pejabat Shi
“Yang Mulia, Yang Guang Da Ren dan para wakilnya adalah para pemuda langka di
Kerajaan Ming. Nama mereka sudah terkenal hingga luar kerajaan. Hamba percaya,
semua masyarakat anda sangat penasaran dengan para pemuda berbakat ini. Hamba
memberanikan diri meminta tes masuk Akademi Kerajaan kali ini diadakan secara terbuka.
Satu, semua akan tahu Akademi Kerajaan kita menerima pelajar berdasarkan
pengetahuan mereka secara adil. Kedua bisa menjawab rasa penasaran masyarakat
kita akan kedelapan pemuda berbakat yang sudah lama dielu-elukan. Ketiga, bisa
menarik minat para pemuda pemudi diluar sana akan pentingnya pendidikan” Sang
Raja melirik ke Yang Guang yang cemberut, ada senyum nakal di wajahnya “baik,
yang mulia setuju” langsung menerima tatapan tajam dari Yang Guang.
Sang Raja pun merasakan aura dingin yang tersalurkan lewat
mata tajam Yang Guang, berbicara agak terbata-bata “ehm… ehm… karena akan
diadakan secara terbuka, Yang Mulia akan memimpin sendiri tes kali ini. Tes
akan diadakan esok hari, jika ada pemuda pemudi berusia 15 – 20 tahun yang
ingin mengikuti, bisa mendaftarkan diri”. Yang Guang sudah sangat kesal, tanpa
sadar aura mengintimidasi dan dingin keluar dari tubuhnya, membuat semua yang
ada di aula merasa was-was padanya. Huang Guang memegang bahu Yang Guang,
menyadarkannya dan menggelengkan kepala. Akhirnya mereka hanya bisa menunduk
dan mengucapkan terima kasih.
“Die… apa yang kau lakukan ?” Yang Guang dengan emosi
menemui ayahnya Sang Raja. Sang Raja memegang kupingnya “aiyo, Rui er ajari
putrimu ini, dia membuatku ketakutan dengan suaranya…” Sang Permaisuri tahu
Yang Guang tidak menyukai hal seperti ini, mau membujuk juga takut dengan aura
kemarahan Yang Guang. Sang Raja merajuk “aiyo putriku yang baik… kau adalah
putriku yang terhebat, menjadi contoh untuk masyarakat kan juga termasuk
tanggung jawabmu…” Yang Guang menyipitkan mata menatap Sang Raja dengan sinis
“jangan kira, aku tidak tahu akal-akalanmu… hanya 2 tahun, setelah itu aku akan
menikmati kebebasanku… Jika sampai saat itu, anda masih berulah, akan kumatikan
semua jalanmu, ingat itu ! aku bisa mengatakannya maka aku pasti bisa
__ADS_1
melakukannya !” dengan emosi tinggi. Sang Raja bangga pada putrinya dan terus
merajuk “aiyo putriku, dibanding denganmu, aku hanya raja tua yang tak berdaya…
lihat aku begitu takut hingga tubuhku gemetaran…” Yang Guang berdecak kesal
“cih…”
“erge, jika kau menghadapi Xiao Jiu yang seperti ini
bagaimana ? apa masih berani mencambuknya ?” Bai Chen yang sedang turun melihat
Yang Guang bersama Zhe Yan, Bai Yi, dan Bai Qian menggoda Bai Yi. Bai Yi hanya
tersenyum simpul. Zhe Yan “untung saja dulu Xiao Jiu tidak sampai seperti ini !”
Bai Qian “masih kecil tapi wibawanya itu, tidak ada yang bisa menandinginya.
Jika bukan alam fana, akupun akan terhanyut pada auranya itu !” Zhe Yan “tapi
dikatakan kembali, Yang Guang ini hampir sama dengan Xiao Jiu dulu. Ingat saat
kecil, kau dan Wen Xin selalu meninggalkannya liburan. Bahkan apa yang
dilakukannya, kalian banyak tidak tahu. Setiap pulang hanya mencari kesalahan
dan mencambuknya” Bai Yi menghela nafas “haih… jika waktu bisa diulang kembali,
aku akan mencurahkan semua perhatian dan kasih sayangku pada putriku yang
paling berharga ini !”
Bai Chen “takutnya sudah tidak akan ada kesempatan seperti
itu lagi…” Bai Qian “semoga Hong Ling bisa cepat sadar… sungguh merindukan tawa
cerianya…” Zhe Yan “Yu Huang, apa pernah melihat Hong Ling di Bi Hai Cang Ling
?” Hua Zi menggeleng “Jin Shan dan Huo Huang sudah memastikan keamanan Bi Hai
Cang Ling. Setelah Feng Wei menyelesaikan kultivasi ini, aku akan kembali
anakmu yang satu itu, hampir tiap hari merecoki Sie Ming untuk mengikuti Hong
Ling kultivasi” Hua Zi mengerutkan kening “awas saja sampai dia mengganggu
kultivasi Feng Wei, aku sendiri yang akan mengurungnya di Wang Shen Hai”. Bai
Chen tersenyum “Ling Ling ingin merasakan menjadi anak Hong Ling di alam fana”
Hua Zi “Yang Guang tidak akan ada nasib itu… 7 putaran kultivasi mereka tidak
melibatkan cinta yang lain selain ikatan kasih mereka berdelapan” Zhe Yan
“harusnya kau memberitahu gadis cengeng itu !”
Keesokan harinya, Yang Guang dan ketujuhnya mengikuti tes
dengan 30 peserta llain yang tiba-tiba bergabung dan sebagian besar adalah
gadis muda. Bertempat di paviliun terbuka di tengah ibukota. Semua sudah
mengambil tempat masing-masing, tentu saja kedelapan pemuda berbakat duduk di
kursi terdepan mengelilingi Yang Guang. Sehari sebelumnya, Yang Guang sudah
sangat kesal dan melampiaskannya dengan mengajak ketujuhnya latihan. Melihat
begitu banyak pemuda pemudi yang mengikuti tes, kedelapannya memasang wajah
dingin. Ketujuhnya melindungi Yang Guang di tengah-tengah mereka. Sang Raja
dengan senyum bangga memimpin tes di hadapan mereka ‘Putriku, jangan salahkan
die, pesonamu terlalu menonjol… bahkan die sebagai raja pun tidak begitu
mengundang minat mereka… Yang Guang, die berharap kau akan menggantikan die,
__ADS_1
hanya kau yang mampu. Tanpa die, kau sudah membuat keberadaanmu mengakar di
hati banyak pihak. Tiba saatnya kau memimpin, tidak akan ada kesusahan berarti
yang menghalangimu’.
Tes segera dimulai, terbagi menjadi 5 bagian, tes sejarah,
tes pengetahuan, tes keahlian alat musik, tes berkuda, dan tes kemampuan bela
diri. Yang Guang dengan santai melakukan semuanya dan berhasil lulus dengan
nilai tertinggi “Yang Mulia, Yang Guang Da Ren bahkan bisa mengalahkan para lulusan
tertinggi sebelumnya, pengetahuannya sangat luas. Menurut hamba, Yang Guang Da
Ren tidak perlu menjadi pelajar, Yang Mulia bisa mengangkatnya menjadi Pengawas
Akademi Kerajaan” seorang penguji memperlihatkan hasil tes Yang Guang yang
sempurna. Sang Raja tersenyum bangga “baik, Yang Guang menjadi Pengawas di
Akademi Kerajaan, aku yakin Akademi Kerajaan akan semakin berkembang. Bagaimana
yang lainnya ?”
Penguji memberikan hasil ketujuh lainnya “Yang Mulia, hamba
ada ide !” “hmm…” Sang Raja hanya berdehem “Yang Mulia, ketujuhnya sangat
berbakat, hanya terdapat sedikit kekurangan pada masing-masing. Semua akan
masuk ke kelas Jin. Selain itu hamba berniat membaginya, Tuan Muda Huang Guang
menjadi wakil pengawas bagian perpustakaan bisa meningkatkan pengetahuannya
akan sejarah. Tuan Muda Ye Xing bisa menjadi wakil pengawas bagian berkuda,
bisa meningkatkan kemampuannya. Tuan Muda Shui Lan menjadi wakil pengawas
bagian musik, meningkatkan kemampuan bermusiknya, Tuan Muda Dian Lan menjadi
wakil pengawas di bidang pengetahuan bisa menfokuskan keahliannya dalam
pengaturan strategi. Tuan Muda Lu Teng menjadi wakil pengawas di bidang bela
diri, bisa menfokuskan gerakannya yang tanpa arah. Sementara Tuan Muda Tian
Ling dan Tuan Muda Jing Guang menjadi wakil pengawas kesiswaan bisa membantu
mengatur sifat mereka sendiri yang agak emosian dan urakan” memberikan idenya.
Sang
Raja mengiyakan semua masukan penguji “hamba yakin mereka akan memajukan
Kerajaan Ming, bakat mereka semua sangat luar biasa” puji sang penguji. Sang
Raja “bagaimana lainnya ?” penguji menghela nafas “dari 30 peserta, hanya 2
saja yang bisa masuk ke kelas Hong, 3 kelas Lan, 4 kelas Lu, dan 4 kelas Fen,
lainnya tidak memiliki kemampuan apapun…” Sang Raja mengangguk “atur saja…”
‘aku ingin lihat, bagaimana perkembangan mereka dibawah pengawasan Yang Guang.
Putriku, die memberikan tantangan baru untukmu hihihi… haih demimu, die
bisa-bisa lama lagi baru ada kesempatan memakan masakanmu yang lezat… aih…’
cemberut. Saat Raja memberitahu
Permaisuri kenakalan yang dilakukannya, sang permaisuri tertawa terbahak-bahak
“kau sebaiknya menghindarinya ! bisa-bisa dia mencincangmu hahaha…” Sang Raja
merajuk “aiyo Rui er, jika putrimu itu marah padaku, kau harus membantuku ya !”
__ADS_1
“ih aku tidak berani, melihat matanya saja, aku sudah kehilangan suaraku !”