Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 155 - Tes Masuk Akademi Kerajaan


__ADS_3

Keesokan harinya, kedelapan


pemuda memasuki aula rapat kerajaan. Raja pun menganugerahkan masing-masing


plakat pengawal kerajaan sebagai wakil Yang Guang. Raja mengatasnamakan


anugerah atas jasa-jasa para pemuda yang telah dilakukan selama 5 tahun ini. Mendengar


kedelapan pemuda akan memasuki Akademi Kerajaan, banyak para pejabat yang ingin


memasukkan putri mereka. Setelah mendengar akan adanya tes masuk, para pejabat


pulang mengajari putri-putrinya dengan baik. Tes masuk Akademi Kerajaan bisa


dilakukan kapan saja, selama calon pelajar berada di usia 15 – 20 tahun.


          “Yang Mulia, hamba memiliki ide…” seorang pejabat ingin


mencari kesempatan. Sang Raja “oh… silahkan Pejabat Shi katakan !” Pejabat Shi


“Yang Mulia, Yang Guang Da Ren dan para wakilnya adalah para pemuda langka di


Kerajaan Ming. Nama mereka sudah terkenal hingga luar kerajaan. Hamba percaya,


semua masyarakat anda sangat penasaran dengan para pemuda berbakat ini. Hamba


memberanikan diri meminta tes masuk Akademi Kerajaan kali ini diadakan secara terbuka.


Satu, semua akan tahu Akademi Kerajaan kita menerima pelajar berdasarkan


pengetahuan mereka secara adil. Kedua bisa menjawab rasa penasaran masyarakat


kita akan kedelapan pemuda berbakat yang sudah lama dielu-elukan. Ketiga, bisa


menarik minat para pemuda pemudi diluar sana akan pentingnya pendidikan” Sang


Raja melirik ke Yang Guang yang cemberut, ada senyum nakal di wajahnya “baik,


yang mulia setuju” langsung menerima tatapan tajam dari Yang Guang.


          Sang Raja pun merasakan aura dingin yang tersalurkan lewat


mata tajam Yang Guang, berbicara agak terbata-bata “ehm… ehm… karena akan


diadakan secara terbuka, Yang Mulia akan memimpin sendiri tes kali ini. Tes


akan diadakan esok hari, jika ada pemuda pemudi berusia 15 – 20 tahun yang


ingin mengikuti, bisa mendaftarkan diri”. Yang Guang sudah sangat kesal, tanpa


sadar aura mengintimidasi dan dingin keluar dari tubuhnya, membuat semua yang


ada di aula merasa was-was padanya. Huang Guang memegang bahu Yang Guang,


menyadarkannya dan menggelengkan kepala. Akhirnya mereka hanya bisa menunduk


dan mengucapkan terima kasih.


          “Die… apa yang kau lakukan ?” Yang Guang dengan emosi


menemui ayahnya Sang Raja. Sang Raja memegang kupingnya “aiyo, Rui er ajari


putrimu ini, dia membuatku ketakutan dengan suaranya…” Sang Permaisuri tahu


Yang Guang tidak menyukai hal seperti ini, mau membujuk juga takut dengan aura


kemarahan Yang Guang. Sang Raja merajuk “aiyo putriku yang baik… kau adalah


putriku yang terhebat, menjadi contoh untuk masyarakat kan juga termasuk


tanggung jawabmu…” Yang Guang menyipitkan mata menatap Sang Raja dengan sinis


“jangan kira, aku tidak tahu akal-akalanmu… hanya 2 tahun, setelah itu aku akan


menikmati kebebasanku… Jika sampai saat itu, anda masih berulah, akan kumatikan


semua jalanmu, ingat itu ! aku bisa mengatakannya maka aku pasti bisa

__ADS_1


melakukannya !” dengan emosi tinggi. Sang Raja bangga pada putrinya dan terus


merajuk “aiyo putriku, dibanding denganmu, aku hanya raja tua yang tak berdaya…


lihat aku begitu takut hingga tubuhku gemetaran…” Yang Guang berdecak kesal


“cih…”


          “erge, jika kau menghadapi Xiao Jiu yang seperti ini


bagaimana ? apa masih berani mencambuknya ?” Bai Chen yang sedang turun melihat


Yang Guang bersama Zhe Yan, Bai Yi, dan Bai Qian menggoda Bai Yi. Bai Yi hanya


tersenyum simpul. Zhe Yan “untung saja dulu Xiao Jiu tidak sampai seperti ini !”


Bai Qian “masih kecil tapi wibawanya itu, tidak ada yang bisa menandinginya.


Jika bukan alam fana, akupun akan terhanyut pada auranya itu !” Zhe Yan “tapi


dikatakan kembali, Yang Guang ini hampir sama dengan Xiao Jiu dulu. Ingat saat


kecil, kau dan Wen Xin selalu meninggalkannya liburan. Bahkan apa yang


dilakukannya, kalian banyak tidak tahu. Setiap pulang hanya mencari kesalahan


dan mencambuknya” Bai Yi menghela nafas “haih… jika waktu bisa diulang kembali,


aku akan mencurahkan semua perhatian dan kasih sayangku pada putriku yang


paling berharga ini !”


          Bai Chen “takutnya sudah tidak akan ada kesempatan seperti


itu lagi…” Bai Qian “semoga Hong Ling bisa cepat sadar… sungguh merindukan tawa


cerianya…” Zhe Yan “Yu Huang, apa pernah melihat Hong Ling di Bi Hai Cang Ling


?” Hua Zi menggeleng “Jin Shan dan Huo Huang sudah memastikan keamanan Bi Hai


Cang Ling. Setelah Feng Wei menyelesaikan kultivasi ini, aku akan kembali


anakmu yang satu itu, hampir tiap hari merecoki Sie Ming untuk mengikuti Hong


Ling kultivasi” Hua Zi mengerutkan kening “awas saja sampai dia mengganggu


kultivasi Feng Wei, aku sendiri yang akan mengurungnya di Wang Shen Hai”. Bai


Chen tersenyum “Ling Ling ingin merasakan menjadi anak Hong Ling di alam fana”


Hua Zi “Yang Guang tidak akan ada nasib itu… 7 putaran kultivasi mereka tidak


melibatkan cinta yang lain selain ikatan kasih mereka berdelapan” Zhe Yan


“harusnya kau memberitahu gadis cengeng itu !”


          Keesokan harinya, Yang Guang dan ketujuhnya mengikuti tes


dengan 30 peserta llain yang tiba-tiba bergabung dan sebagian besar adalah


gadis muda. Bertempat di paviliun terbuka di tengah ibukota. Semua sudah


mengambil tempat masing-masing, tentu saja kedelapan pemuda berbakat duduk di


kursi terdepan mengelilingi Yang Guang. Sehari sebelumnya, Yang Guang sudah


sangat kesal dan melampiaskannya dengan mengajak ketujuhnya latihan. Melihat


begitu banyak pemuda pemudi yang mengikuti tes, kedelapannya memasang wajah


dingin. Ketujuhnya melindungi Yang Guang di tengah-tengah mereka. Sang Raja


dengan senyum bangga memimpin tes di hadapan mereka ‘Putriku, jangan salahkan


die, pesonamu terlalu menonjol… bahkan die sebagai raja pun tidak begitu


mengundang minat mereka… Yang Guang, die berharap kau akan menggantikan die,

__ADS_1


hanya kau yang mampu. Tanpa die, kau sudah membuat keberadaanmu mengakar di


hati banyak pihak. Tiba saatnya kau memimpin, tidak akan ada kesusahan berarti


yang menghalangimu’.


          Tes segera dimulai, terbagi menjadi 5 bagian, tes sejarah,


tes pengetahuan, tes keahlian alat musik, tes berkuda, dan tes kemampuan bela


diri. Yang Guang dengan santai melakukan semuanya dan berhasil lulus dengan


nilai tertinggi “Yang Mulia, Yang Guang Da Ren bahkan bisa mengalahkan para lulusan


tertinggi sebelumnya, pengetahuannya sangat luas. Menurut hamba, Yang Guang Da


Ren tidak perlu menjadi pelajar, Yang Mulia bisa mengangkatnya menjadi Pengawas


Akademi Kerajaan” seorang penguji memperlihatkan hasil tes Yang Guang yang


sempurna. Sang Raja tersenyum bangga “baik, Yang Guang menjadi Pengawas di


Akademi Kerajaan, aku yakin Akademi Kerajaan akan semakin berkembang. Bagaimana


yang lainnya ?”


          Penguji memberikan hasil ketujuh lainnya “Yang Mulia, hamba


ada ide !” “hmm…” Sang Raja hanya berdehem “Yang Mulia, ketujuhnya sangat


berbakat, hanya terdapat sedikit kekurangan pada masing-masing. Semua akan


masuk ke kelas Jin. Selain itu hamba berniat membaginya, Tuan Muda Huang Guang


menjadi wakil pengawas bagian perpustakaan bisa meningkatkan pengetahuannya


akan sejarah. Tuan Muda Ye Xing bisa menjadi wakil pengawas bagian berkuda,


bisa meningkatkan kemampuannya. Tuan Muda Shui Lan menjadi wakil pengawas


bagian musik, meningkatkan kemampuan bermusiknya, Tuan Muda Dian Lan menjadi


wakil pengawas di bidang pengetahuan bisa menfokuskan keahliannya dalam


pengaturan strategi. Tuan Muda Lu Teng menjadi wakil pengawas di bidang bela


diri, bisa menfokuskan gerakannya yang tanpa arah. Sementara Tuan Muda Tian


Ling dan Tuan Muda Jing Guang menjadi wakil pengawas kesiswaan bisa membantu


mengatur sifat mereka sendiri yang agak emosian dan urakan” memberikan idenya.


Sang


Raja mengiyakan semua masukan penguji “hamba yakin mereka akan memajukan


Kerajaan Ming, bakat mereka semua sangat luar biasa” puji sang penguji. Sang


Raja “bagaimana lainnya ?” penguji menghela nafas “dari 30 peserta, hanya 2


saja yang bisa masuk ke kelas Hong, 3 kelas Lan, 4 kelas Lu, dan 4 kelas Fen,


lainnya tidak memiliki kemampuan apapun…” Sang Raja mengangguk “atur saja…”


‘aku ingin lihat, bagaimana perkembangan mereka dibawah pengawasan Yang Guang.


Putriku, die memberikan tantangan baru untukmu hihihi… haih demimu, die


bisa-bisa lama lagi baru ada kesempatan memakan masakanmu yang lezat… aih…’


cemberut.  Saat Raja memberitahu


Permaisuri kenakalan yang dilakukannya, sang permaisuri tertawa terbahak-bahak


“kau sebaiknya menghindarinya ! bisa-bisa dia mencincangmu hahaha…” Sang Raja


merajuk “aiyo Rui er, jika putrimu itu marah padaku, kau harus membantuku ya !”

__ADS_1


“ih aku tidak berani, melihat matanya saja, aku sudah kehilangan suaraku !”


__ADS_2