
Dong Hua kembali
mengajar kelas Dhamma dan teh di Fan Yin Gu, Feng Jiu kebanyakan meditasi di
sisi Dong Hua. Gun Gun dan Ling Ling bermain dengan anak-anak kaum Biyiniao,
dibawah pantauan Chong Lin dan Mu Yun. Meng Hao dan Mu Rong berlatih sendiri,
dengan masukan dari Feng Jiu dan Dong Hua. Dong Hua mengawasi perkembangan Feng
Jiu. Beberapa kali menemukan dirinya tertidur lelap, membuatnya curiga Feng Jiu
menyembunyikan sesuatu darinya. Mereka melewatkan 15 hari di Fan Yin Gu “Jiu
Ge, ini buah binpo… biasanya hanya berbuah 10.000 tahun sekali, tapi saat kau
membenahi Fan Yin Gu. Secara ajaib pohon itu membuahkan 1 buah binpo ini. aku
yakin hal ini berhubungan denganmu, jadi aku menyimpannya untukmu” Feng Jiu
menerima buah binpo dan melihatnya seksama. Buah binpo ini berbeda dengan buah
binpo dulu, warnanya lebih merah dan sekilas ada cahaya keemasan yang terpancar
“terima kasih Jie Lu, kau sangat membantuku…”.
Feng Jiu berbalik menatap Dong Hua “ada buah binpo ini,
akan sangat membantu memulihkan kekuatanku… kau tidak perlu khawatir lagi !”
Dong Hua mengecup pipinya. Jie Lu “Jiu Ge, Di Jun, kapan kalian akan datang
lagi ?” Dong Hua “Xiao Bai, menurutmu ?” Feng Jiu masih mengamati buah
binpo-nya “ehm Dong Hua, sesuai kebiasaanmu saja, aku tidak ada keberatan untuk
itu…” “ada apa ?” “Dong Hua, sebelum meninggalkan Fan Yin Gu, aku mau melihat
pohon buah binpo…” Dong Hua mengangguk. Keesokan harinya, Feng Jiu ke lembah
ular, dengan mudah masuk dan melihat pohon binpo “Xiao Bai, ada apa ?” Feng Jiu
tersenyum “Dong Hua, orang baik pasti mendapat karma baik… lihatlah bahkan
langit pun membantu…” “ini auramu ?” Feng Jiu mengangguk “Fan Yin Gu akan aman
dari hawa iblis… dengan begini, peninggalan Meng Shao akan terjaga” Dong Hua
membelai kepala Feng Jiu “jadi buah binpo ?” Feng Jiu “bisa membantuku
memulihkan beberapa tingkat kekuatan” Dong Hua “kalau begitu, kita kembali ke
Feng Huo Cang Ling, kau bisa segera biguang” Feng Jiu menggeleng “aku masih
ingin bermain hihihi… waktu sebulan belum berakhir…” Dong Hua tersenyum “kau
ingin bermain kemana ?” Feng Jiu langsung menjawab “alam fana !” Dong Hua
tersenyum memanjakan “baik…”.
Serombongan dewa dewi ini muncul di alam fana “wah Zheng
Zhu, sudah lama tidak ke alam fana, kau sungguh bisa bermain…” Meng Hao bersemangat,
Mu Rong “cih, bukankah disini kau bertemu penipu itu, masih sebahagia itu !”
Meng Hao “eh, ada keberuntungan dalam kemalangan. Kalau bukan bertemu
dengannya, aku mana mungkin mengenal Zheng Zhu ! apa yang dikatakan hmm, semua
adalah sebab akibat…” berlagak jadi dewa yang bijaksana. Feng Jiu mencibir
“hooo… shushu… kalau bukan mengetahui sifatmu, aku akan mengira kau playboy
yang sedang mencari mangsa, dengan kumis dan jenggot tipismu itu…” Meng Hao
membusungkan dada “eh Zheng Zhu, kau jangan mengejek, banyak yang tertarik pada
kumis dan jenggotku ini… lihat saja, aku akan menggandeng gadis cantik segera”
Feng Jiu tertawa terbahak-bahak “begini saja, kita bertaruh, aku atau shushu
__ADS_1
yang berhasil menggaet gadis cantik bagaimana ? yang kalah harus mengikuti
kemauan yang menang selama di alam fana” Meng Hao bersemangat “baik… baik…
Zheng Zhu, kau begitu cantik, adanya menarik pemuda tampan… gadis cantik itu
hanya untukku hahaha…” Feng Jiu “kita lihat saja…”.
Feng Jiu segera berganti baju dan berdandan pria, memakai
pakaian putih dengan sabuk emas, rambut disisir keatas, membawa kipas,
menghilangkan tanda fengwei hua. Gun Gun “Niang Qin, kau sangat tampan…” Mu
Rong menepuk bahu Meng Hao “kau mengaku kalah saja…” Meng Hao “wah Mu Rong, kau
ini harusnya berpihak padaku…” Mu Rong “apa kau tidak melihat, Di Hou baru
berjalan saja, mata para gadis itu sudah mau meloncat keluar…” Dong Hua
cemberut di sebelah Feng Jiu “Xiao Bai, kita tidak usah bermain, kembali kealam dewa saja” dari tadi sudah banyak sekali mata yang memandang Feng Jiu. Baik
sebagai wanita maupun pria, Feng Jiu sangat menarik perhatian. Sebelumnya
berdandan wanita, didalam gandengannya saja, sudah banyak pemuda yang
menatapnya. Sekarang berdandan pria, tidak saja mata para gadis, bahkan para pemuda
pun mengikuti setiap langkahnya.
Feng Jiu cekikikan “Di Jun, permainan baru saja dimulai…
Gun Gun, selama di alam fana, panggil Jiu Jiu” Gun Gun mengangguk. “disini, aku
adalah tuan muda, jadi Chong Lin, Mu Yun, kalian memanggilku tuan muda Bai, mengerti
!” Chong Lin dan Mu Yun mengangguk “shushu, kita mulai ?” Meng Hao “baik…” Dong
Hua cemberut memegang tangan Feng Jiu, Feng Jiu memukul lengan Dong Hua
“shushu, selama 2 jam ini, kita akan berjalan sendiri, yang membawa gadis
paling banyak, dialah yang menang, bagaimana ?” Meng Hao “baik, 2 jam lagi,
Hao pergi bersama Mu Rong, Feng Jiu berjalan berenam. Feng Jiu santai berjalan
dijalanan, bersikap biasa saja, mencari jajanan-jajanan bersama Gun Gun dan
Ling Ling. Mu Yun “tuan muda, waktu anda tinggal setengah jam lagi !” Feng Jiu
hanya tersenyum.
Setiap gerakan Feng Jiu memancarkan kharisma dan wibawa
seorang pemimpin, senyumnya pun memancarkan pesona seorang tuan muda. Sepanjang
jalan, sangat banyak yang berbisik-bisik, menebak identitas Feng Jiu. Feng Jiu
yang berdandan pria dan bersikap seperti ini, jauh lebih mempesona disbanding
Dong Hua. Dong Hua memancarkan kharisma dan perawakan dingin yang membuat orang
merasa susah mendekatinya. Feng Jiu memancarkan wibawa dan keramahan yang
membuat semua ingin mendekati dan berjalan bersamanya. Chong Lin “tuan muda,
ada yang mengikuti kita…” Feng Jiu tersenyum “biarkan saja…” Dong Hua berwajah
dingin “setelah ini, kembali berdandan wanita !” berkata dengan jengkel.
Feng Jiu “Dong Hua gege, jangan terus memasang wajah
dinginmu, bersenang-senanglah…” suara Feng Jiu tidak kecil tidak besar, tapi
orang disekitarnya bisa mendengarnya. Semua yang mendengar, berfikir kedua tuan
muda ini adalah kakak beradik. Dong Hua yang mendengar panggilan Feng Jiu
padanya ‘Dong Hua gege’, perlahan bibirnya naik membentuk senyuman “Xiao Bai,
panggil lagi…” Feng Jiu pasrah “Dong Hua gege, kita masih dijalan, seriuslah…”
__ADS_1
menggelengkan kepala.
“aku ingin berkenalan dengan tuan muda itu !” “kau siapa ?
dia adalah seorang tuan muda, tentu lebih cocok denganku… aku akan memanggil
ayah, aku ingin dia menjadi suamiku” “nona Song, dia adalah milikku !” “hei
hei… tuan muda itu bahkan tidak melihat kalian sekilas, apa yang kalian
ributkan !” “cari tahu, dimana dia tinggal !” “wah 2 tuan muda yang sangat
tampan, tapi aku lebih tertarik dengan adiknya… lihat tadi dia menolong nenek
itu, dia pasti baik hati dan bijak…” “siapa mereka ? tuan muda dari keluarga
mana ?” “mereka pasti bukan berasal dari sini, aku tidak pernah melihat tuan
muda yang setampan itu” “seorang tuan muda, sangat tampan, bijak, baik hati,
dia sangat sempurna, benar-benar suami idaman” “hei hei lihat, tuan muda itu
juga sangat menyayangi adik-adiknya. Kelak jika punya anak, dia pasti adalah
ayah yang sangat baik” banyak sekali perbincangan tentang mereka sepanjang
perjalanan.
Setelah tiba waktu 2 jam, kembali ke penginapan. Feng Jiu
dengan santai meminum tehnya, dari jauh melihat Meng Hao yang menggandeng 2
gadis cantik masuk ke kedai teh “Zheng Zhu, anda sendiri…” Meng Hao mencibir,
Feng Jiu hanya tersenyum. “shushu, siapa dia ? dia sangat tampan ! apa dia
saudara anda ?” salah satu dari gadis Meng Hao segera mendekati Feng Jiu “tuan,
aku Sin Si Yue, apa boleh duduk disampingmu…” Mu Rong cekikikan “eh, kau siapa
! tuan muda, aku Mu Xin Xin, bagaimana memanggil anda tuan muda ?” gadis Meng
Hao yang lain pun menghampiri. “heh siapa kau ? aku yang melihatnya terlebih
dahulu… menyingkir…” gadis lain masuk, berdiri di tengah Feng Jiu dan kedua
gadis. Feng Jiu hanya santai memandang mereka sambil minum teh dan senyum tipis
di bibirnya.
Satu persatu gadis berdatangan, bahkan ada yang membawa
ayah mereka mau melamar “tuan muda, putriku sudah menyukai anda, ingin anda
menjadi suaminya. Aku adalah Song Dao Shi, bupati disini, aku jamin setelah
kalian menikah, hidup anda akan penuh dalam kemewahan” “bupati Song, putriku
sudah terlebih dahulu jatuh cinta dengan tuan muda ini !” Feng Jiu melirik Meng
Hao yang mesem-mesem. Gun Gun “Jiu Jiu, mereka banyak sekali… semua datang
kesini untuk Jiu Jiu…” Mu Rong mengejek Meng Hao “sebaiknya kau membawa banyak
dana…” Meng Hao cengingisan “haih… aku penasaran, siapa yang bisa mengalahkan
Zheng Zhu ini ? wajah, kepintaran, kekuatan, pesona, semua nomor 1…” Gun Gun
“Meng Hao yeye, kau sudah kalah kan !” Meng Hao cengingisan “kalah… kalah…
Zheng Zhu, shushu mengaku kalah…” kedua gadis yang tadi dibawa Meng Hao
mendekatinya “shushu, dia saudaramu ya, kenalkan kami ya !” Dong Hua memandang
dingin Meng Hao, Meng Hao segera menepis tangan kedua gadis “dia adalah tuan
mudaku… tuan muda, silahkan…” berdiri, membuka ruang dan mempersila Feng Jiu
berjalan. Mu Yun, Chong Lin, Mu Rong dan Meng Hao bahu membahu menyingkirkan
semua yang berkerumun memperebutkan Feng Jiu. Chong Ling “tuan-tuan dan
__ADS_1
nona-nona, tuan muda kami sudah memiliki pasangan, kalian sebaiknya tidak
menghalangi jalan disini” meninggalkan kedai teh.