
Bab 397 –
Tian Guang “melupakan dirinya sendiri ! kenapa ?” Hao Cun
mengangkat bahu “mungkin karena sebelumnya, tidak ada yang benar-benar
memperhatikannya selain Wang Jun. Sudah ada pengertian dalam dirinya sendiri.
Hidupnya ini adalah hidup Putri Mahkota, yang ada hanya Putri Mahkota Kerajaan
Song. Dirinya sendiri sebagai Song Shen Yao sudah lama menghilang.”
Tian Guang “aku akan membawanya kembali !” Hao Cun
mengangguk “kau bisa mencoba ! aku tidak akan mematahkan usahamu. Tapi jangan
terlalu banyak berharap. Selama ini, sudah banyak yang mencoba, tidak ada yang
berhasil. Dia sudah terlalu jauh, tidak ada yang dapat menggapainya.” Tian
Guang menggeleng “kalau tidak bisa menggapainya, aku akan menariknya sedikit
demi sedikit !” Hao Cun mengangguk.
Hao Cun menepuk pundak Tian Guang “berusahalah, jalanmu
tidak mudah !” Tian Guang mengerutkan kening “kau… kau mendukungku ? kenapa ?”
Hao Cun tersenyum “mungkin perasaan bersalah ! aku juga salah satu penyebab
Shen Yao seperti itu ! jika dari awal, kami tidak menolaknya, mungkin tidak
akan menjadi seperti ini !” Tian Guang “perasaan bersalah ?” Hao Cun “jika ada
yang bisa mengembalikannya, kami akan sangat berterima kasih. Tapi
kuperingatkan padamu, jangan terlalu banyak berharap, hati-hati kau akan menderita
patah hati.”
Tian Guang tersnyum, mengambil ubi yang sudah selesai dibakar
“Shen Yao…” memberikan ubi yang paling baik. Shen Yao menerima, langsung
memakannya “hmm manisnya, terima kasih !” Tian Guang membalas senyum manisnya,
membagilan ubi bakar pada semua. Setelah makan, Shen Yao langsung menguap “Shen
Yao, sudah lelah, istirahatlah…” Hui Shi menasehati. Shen Yao sudah tidak kuat
membuka matanya, hanya mengangguk, membiarkan Xi Juan memapahnya ke kereta,
istirahat.
Shen Yao langsung masuk ke alam mimpi begitu sampai di
dalam kereta. Xi Juan tersenyum, menggelengkan kepala, kembali ke kumpulan
“sudah tidur ?” Hao Cun bertanya dan Xi Juan mengangguk “kemarin malam, kedua
orang tua itu merecokinya hingga larut malam. Pagi buta, dia sudah bangun, berkuda
sepanjang hari, tidak merontokkan semua tulang kecilnya, sudah termasuk
beruntung hihihi…”
Hui Shi “hingga larut malam ? sesibuk itukah dia ?”
terkejut. Hao Cun menggeleng “semua urusannya sudah diselesaikan pada tengah
hari. Sisa harinya hanya berurusan dengan para orang tua yang bawel hihihi...”
Xin Qian “semua menyayanginya !” Xi Juan memegang dagunya “hmm… benar separuh…”
Fang Ying menyahut “separuhnya ?” Xi Juan cekikikan “mereka takut kebosanan…
__ADS_1
tidak ada Shen Yao diistana, mereka akan melewati hidup yang benar-benar sangat
tenang di istana. Sebelum Shen Yao lahir mungkin tidak terasa. Tapi semenjak
ada Shen Yao, dia adalah pusat gosip diistana hihihi…”
Sebenarnya hal ini juga tidak sepenuhnya benar. Walau Shen
Yao tidak ada di istana, tapi selalu berhubungan dengan istana. Setiap surat
yang datang akan menjadi gosip di istana, sekedar untuk mengisi waktu. Penghuni
istana, melalui surat-surat itu membayangkan kehidupan yang dilalui Shen Yao
dalam perjalanan.
Tian Guang “biarkan dia tidur hingga terbangun dengan
sendirinya. Kalian juga tidurlah, kami akan istirahat dan berjaga di sekitar
kereta” memberitahu para gadis. Ketiga gadis ikut masuk ke kereta dan terlelap
bersama Shen Yao. Tian Guang dan Li Suen beristirahat di tempat pemandu kereta.
Sementara lainnya mengambil tempat yang nyaman di sekitarnya.
Shen Yao terbangun paling pagi, walau tidak ada yang
membangunkannya. Melihat semua masih tidur, Shen Yao perlahan turun dari
kereta. Tian Guang yang menyadarinya, memegang tangan Shen Yao. Belum
mengatakan apapun, sudah dibungkam oleh Shen Yao, Tian Guang hanya bisa
berbicara bahasa isyarat bersama Shen Yao. Tian Guang menemani Shen Yao yang
memetik buah-buahan “Shen Yao, turunlah, aku akan memetikkan untukmu !” Shen
Yao menggeleng, dengan senyuman ceria, melompat turun dan memberikan buah
Shen Yao berlarian, mengambil ranting-ranting kering “Shen
Yao, apa yang mau kau lakukan ?” Shen Yao dengan binar kebahagiaan menunjuk
pohon yang tadi dipanjatinya “ada sarang madu !” mulut Tian Guang membulat
sempurna “Shen Yao, kau !” Shen Yao memberinya senyuman usil, melanjutkan
membakar jerami-jerami kering hingga menghasilkan asap. Asap dari jerami,
membangunkan semua teman mereka.
Shen Yao dengan wajah nakalnya, mengambil ranting dan jerami
yang paling mengeluarkan banyak asap, kembali memanjat pohon. Shen Yao
mengasapi sarang madu, membuat semua lebah berkeliaran, dengan satu sabetan,
menjatuhkan sarang madu. Begitu sarang madu jatuh, Shen yao langsung mengambil
sebuah kantongan menutupinya dan melompat turun “dapat, yey…” berteriak ke arah
semua, berlari menjauhi pohon yang sedang di kerubuni lebah dan tertawa
terbahak-bahak.
Lainnya membuka mulut, menganga melihat tingkahnya,
akhirnya menggeleng-gelengkan kepala mereka. Setelahnya melihat Shen Yao yang
sibuk memeras madu dan melakukan sesuatu “Shen Yao, apa yang kau lakukan ?”
Shen Yao tidak menggubris semuanya, melanjutkan kesibukannya. Semua pun duduk
disekitarnya, memakan buah-buah petikan Shen Yao.
__ADS_1
Setelah menunggu, satu persatu permen madu terbentuk di
hadapan mereka. Semua berbentuk hewan-hewan kecil, bulatan-bulatan kecil, dan
banyak bentuk lainnya “jadi…” ada binar kebahagiaan di wajah Shen Yao. “hmm…
lumayan…” Hui Shi langsung 1 tangan mengambil satu permen dan memasukkan ke
mulutnya “hei, ini milikku…” Shen Yao segera menyembunyikan semua permen
madunya, dengan wajah garang melihat Hui Shi. Hui Shi melirik usil “aiyo,
jangan begitu piciklah !”
Xi Juan menelan ludah “Shen Yao, aku juga ingin mencicipinya
!” Shen Yao melihat semua temannya dan semua sisa buah yang sudah habis dimakan
“buahku…” dengan wajah garang melihat semuanya “cih, tidak ada jatah buat
kalian !” membuang muka dan berjalan ke kudanya, memberi makan permen madu ke
kudanya “eh… Shen Yao…” semua cemberut menggelengkan kepala.
Tian Guang berdiri, menghampiri Shen Yao “Shen Yao…”
mengambil tangannya dan memberikan beberapa buah yang sudah bersih pada Shen
Yao. Ada senyuman di wajah Shen Yao, mengeluarkan 2 permen madu, memberikan ke
Tian Guang “buatmu !” memakan buahnya. Tian Guang tersenyum, mencicipi permen
madunya “hmm… enak sekali…” memuji Shen Yao yang memberikan senyuman manisnya.
Xi Juan merengek “Shen Yao…” memberikan 1 jarinya keluar.
Shen Yao menghela nafas kasar, membagikan satu persatu permen madu pada
teman-temannya. Mei Gui memberikan jempolnya “Shen Yao, siapa yang berhasil
menikahimu akan sangat beruntung, kau betul-betul sempurna !” Shen Yao
memeletkan lidahnya “semua sudah makan, ayo kita lanjutkan perjalanan” Shen Yao
mengajak semua melanjutkan perjalanan.
Shen Yao memacu kudanya, hanya beristirahat sejenak untuk
makan siang. Semua hanya pasrah mengikutinya yang begitu bersemangat ke pantai,
tanpa menghampiri satupun desa atau kota. Yang menemaninya adalah permen madu
yang selalu berada di mulut kecilnya, membuat teman-temannya cemberut karena
sudah tidak mendapat bagian “Shen Yao, makan begitu banyak permen, apa tidak
takut gigimu rusak !” Shen Yao menggeleng “apa bedanya dengan makan madu asli ?
aku tidak menggunakan tambahan gula sama sekali”
Tian
Guang bertanya “kau begitu menyukai madu ?” Shen Yao mengangguk “enak sekali…”
Li Suen “gadis kecil, kau memang gadis kecil !” Shen Yao acuh tak acuh. Sebelum
tidur, Xi Juan menghentikan Shen Yao yang masih ingin memakan permen “sudah…
ini sudah saatnya istirahat ! jangan mengunyah madu terus. Kau tidak memerlukan
tambahan energi untuk tidur !” Shen Yao menutup mulut Xi Juan “kecilkan suaramu
!” Xi Juan menghela nafas “Shen Yao, jika lelah, jangan memaksakan dirimu !
jika sampai kau sakit, maka tidak akan ada perjalanan.” Shen Yao mengeluarkan
__ADS_1
tampang cemberutnya.