Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 324 - Memurnikan Du Hua


__ADS_3

Bab 324 –


Mo Yuan “entah sejak kapan mereka berubah menjadi seperti


itu !” Dong Hua “tidak usah membahasnya lagi ! Feng Wei, apa yang kau butuhkan


?” Huo Feng “kita akan ke klan Xixue…” Ling Ling “Niang Qin, bagaimana dengan


baunya ?” Huo Feng mengangkat bahunya “huh… baru pertama aku memenuhi


permintaan yang tidak sesuai denganku… tenang saja, aku memiliki ini…”


mengeluarkan kalung dari putri duyung. Dong Hua “kau sudah mengetahuinya ?” Huo


Feng mengetuk kening Dong Hua “Dong Hua Di Jun, yang mulia selalu melindungi


milikku !” Dong Hua cemberut “tidak perlu memasang wajah seperti itu !”


Lian Song “jadi sebelumnya anda ke lautan karena


mengincar kalung ini ?” Huo Feng menggeleng “aku hanya memikirkan sesuatu yang


bisa menghalangi penciumanku, tanpa aku harus mematahkannya hihihi… lalu anda


memberikanku Ren Yu Lei, jadi kenapa aku tidak memanfaatkan ‘sambil menyelam


minum air’… bisa bermain dan mendapat manfaat dari lautan hihihi…” Zu Zhe “Xiao


Shen Zhu, benar-benar kagum padamu… kau tidak tahu mata Hai Long Wang sudah


hampir meloncat keluar !” Huo Feng tertawa terbahak-bahak “dengan begini, yang


mulia sudah menyalurkan kekesalanmu kan !” menatap Dong Hua yang segera


tersenyum manis, mengangguk pada Huo Feng.


Zhe Yan dan Bai Chen segera muncul di Tai Chen gong


begitu mendengar panggilan Dong Hua. Zhe Yan melihat kalung mutiara putri


duyung “Huo Feng, apa dengan ini, kau tidak akan terpengaruh ?” Huo Feng


mengangkat bahu “tidak akan tahu tanpa dicoba ! penciumanku yang begini tajam,


tidak mungkin hanya karena mutiara kecil sudah bisa menutupinya kan !” Dong Hua


“Zhe Yan, apa tidak ada cara lain !” Zhe Yan “hanya bisa mengantisipasi


dampaknya !” Huo Feng “tidak usah khawatir, paling muntah dan bersin lagi…”


acuh tak acuh.


Huo Feng bersama lainnya tiba di klan Xixue, dingin dan


acuh tak acuh pada klan Xixue “bawa jalan !” Ye Hua meminta sang kepala klan,


salah satu dewa yang muncul di perayaan lalu. Tidak menunda waktu, mereka


langsung diarahkan ke Du Hua. Dari jarak 500 m, Huo Feng sudah merasa tak


nyaman dan bersin sesekali, memakai kalung mutiara dari putri duyung “hmm…


setidaknya mutiara ini bisa membantu sedikit…” menghela nafas. Dong Hua


merangkulnya “bagaimana ?” Huo Feng “tidak masalah…” berjalan dengan wibawa ke


tempat tumbuhnya bunga.


Zhe Yan


“Huo Feng, infonya, induk bunga itu bisa menyerap segala macam racun dan hawa jahat


dari tubuh ! induk bunga bukanlah bunga tapi seekor ulat. Jika dia memberikan


kesetiaannya, dia akan selalu bersama denganmu”. Huo Feng beroo ria “apa itu


induk bunga ?” menunjuk ke balik salah satu tangkai bunga. Terlihat seekor ulat

__ADS_1


kecil yang mencuri-curi pandang kearah mereka.


Dong Hua segera mengurungnya dalam jiejue, menyihirnya


mendekat. Seekor ulat kecil yang mempunyai kaki-kaki kecil di sisi-sisi


tubuhnya. Ulat kecil melingkar, menutup wajahnya “eh dia tidak hancur !” Sou


Wan berkomentar, mengambil sumpit Zhe Yan dan menusuk-nusuk si ulat kecil. Ulat


kecil membuka tangannya dan mengeluarkan cairan ke arah Sou Wan. Berada di


dalam jiejue, cairan itu tidak sampai mengenai Sou Wan, tapi sumpit yang


dipegangnya seketika meleleh. Mo Yuan langsung menarik Sou Wan “Wan Wan, tidak


apa-apa kan ?”.


Huo Feng melihat si ulat dengan penasaran. Si ulat


menyembunyikan wajahnya kembali “wah kau kecil-kecil tapi sangat galak…” kulit


si ulat yang berwarna hijau, berubah agak kemerahan “eh apa yang terjadi ? apa


dia juga akan menjadi debu ?” Huo Feng bertanya pada Zhe Yan “sayang sekali…


ulat ini sangat imut !” warna kulit ulat berubah merah terang, mengangkat


wajahnya melihat Huo Feng “eh… kenapa semakin merah ? ih imut sekali…” si ulat


berjalan perlahan hingga ke sisi jiejue yang paling mendekati Huo Feng,


mengangkat sebagian tubuhnya, bertopang pada jiejue, melihat Huo Feng dengan


mata berbinar.


“hei ulat kecil… kamu inut sekali…” Huo Feng mengulurkan


1 jarinya, masuk ke jiejue dan mengelus kepala si ulat. Si ulat menutup mata


dan menggosok-gosokkan kepalanya ke jari Huo Feng “hihihi… geli sekali…” si


melingkari jari Huo Feng “eh, apa yang si ulat kecil lakukan ?” Dong Hua


mengerutkan keningnya “Zhe Yan !” Zhe Yan juga sudah mengamati dari tadi.


Huo Feng mengangkat jarinya ke depan wajahnya “eh…


warnanya menjadi ungu… ulat kecil, apa kau baik-baik saja ?” Ulat kecil,


mengintip dari balik jari Huo Feng dan mengangguk “kau mengerti kata-kataku ?”


Huo Feng takjub, ulat kecil mengangguk lagi. Zhe Yan “sepertinya dia menyukaimu


!” Sou Wan “hei ulat kecil… kau tadi mengintip untuk melihat Huo Feng ?” si


ulat kecil, membuang muka dari Sou Wan. Huo Feng cekikikan “hihihi… ulat kecil,


apa kau mempunyai nama ?” ulat kecil menggeleng.


Huo Feng “apa ini semua bunga ciptaanmu ?” si ulat


mengangguk “hmm… apa yang mau kau lakukan dengan mereka ?” si ulat kecil


melihat Huo Feng dengan bingung. Huo Feng memainkan wajahnya “hmm… yang mulia


akan memindahkan kalian ke tempat asal kalian, bagaimana ?” si ulat berbinar


dan mengangguk-angguk antusias. Huo Feng tersenyum, satu kibasan, semua


menghilang beserta seluruh bunga Du Hua yang tersebar di Si Hai Ba Huang.


Semuanya muncul di bekas Du She Guo. Huo Feng membawa semua melayang ke bekas


Du She Guo. Terlihat dibawah mereka, sangat banyak dan berbagai macam ular-ular


berbisa yang melilit-lilit menjadi satu.

__ADS_1


Melihat ada yang masuk ke area mereka, ular-ular itu


menjadi agresif dan ingin menyerang rombongan Huo Feng. Huo Feng memajukan


tangannya yang memegang si ulat kecil. Semua ular terdiam sejenak, melihat ulat


kecil, turun kembali, merayap, membuka satu jalan untuk mereka semua. Huo Feng turun


sambil menopang salah satu tangan di belakangnya dan membawa si ulat kecil


beserta lainnya, menelusuri jalan terbuka. Semua bunga-bunga Du Hua, melayang


mengikuti mereka hingga ke satu tanah besar yang hancur.


Huo Feng “disini tempatnya ?” melihat ke ulat kecil yang


mengangguk padanya. Huo Feng tersenyum, menurunkan ulat kecil, mengerahkan


sihir, membersihkan seluruh tempat itu. Setelahnya Huo Feng menurunkan semua


bunga ke lahan yang sudah bersih “nah sudah selesai, kalian sudah pulang !”


tersenyum lembut pada si ulat kecil.


Dari tubuh ulat, mengeluarkan cahaya ke semua bunga.


Perlahan semua bunga itu bergoyang-goyang dan layu, ulat-ulat keluar dari


tangkai semua bunga, berjejeran di depan Huo Feng. Si ulat kecil berada di


hadapan ribuan ulat. Di sekitar mereka, berkumpul ribuan ular yang menundukkan


kepalanya. Ribuan ulat bergerak-gerak, menumpuk-numpukkan tubuh mereka hingga


membentuk anak manusia “Zhu Ren…” berlutut memberi hormat pada Huo Feng. Huo


Feng cekikikan “kalian ingin mengikutiku ?” kumpulan ulat mengangguk “apa yang


dikatakan lainnya, jika melihat yang mulia diikuti oleh ribuan ulat hihihi…”


kumpulan ulat menunduk.


Huo


Feng “qian qian de mao mao chong (beribu-ribu ulat-ulat kecil)… hmm… kalian


tumbuh disini !” Huo Feng menyihir kembali semua bunga yang tadi layu menjadi


segar kembali. para ulat-ulat terkejut “ini akan tetap menjadi rumah kalian !”.


Huo Feng tersenyum lembut, mengarahkan sihir ke kumpulan ulat-ulat. Perlahan


dari raga kumpulan ulat-ulat memancarkan warna orange, semakin lama semakin


terang. Terlihat asap kuning dan putih yang keluar dari raga mereka, menghilang


ke udara. Setelah tidak ada lagi asap yang keluar, Huo Feng menarik kembali sihirnya,


memegang dadanya sesaat. Dong Hua segera memapah “Feng Wei…” Huo Feng tersenyum


“tidak masalah…”


Huo Feng memegang kepala si ulat kecil, membuatnya


bercahaya “nah… jiwa kalian sudah murni dan menjadi milik yang mulia… yang


mulia akan memberimu nama ‘Xiao Qian’, bagaimana ?” ulat kecil berbinar dan mengangguk


“kau sudah mempunyai petanda yang mulia, tidak akan ada yang bisa


memanfaatkanmu lagi… kalian baik-baik bertumbuh disini ! jaga rumah kalian


dengan baik !” si ulat kecil menggeleng. Dalam sekejab, ribuan ulat dan bunga


bercahaya, terbang, melingkari tangan Huo Feng. Setelah cahaya menghilang,


sebuah tusuk konde berwarna orange muncul di tangan Huo Feng “hmm… baiklah,

__ADS_1


yang mulia akan membawa hadiah kalian ini, jangan nakal !” melihat ke kumpulan


ulat.


__ADS_2