
Bab 324 –
Mo Yuan “entah sejak kapan mereka berubah menjadi seperti
itu !” Dong Hua “tidak usah membahasnya lagi ! Feng Wei, apa yang kau butuhkan
?” Huo Feng “kita akan ke klan Xixue…” Ling Ling “Niang Qin, bagaimana dengan
baunya ?” Huo Feng mengangkat bahunya “huh… baru pertama aku memenuhi
permintaan yang tidak sesuai denganku… tenang saja, aku memiliki ini…”
mengeluarkan kalung dari putri duyung. Dong Hua “kau sudah mengetahuinya ?” Huo
Feng mengetuk kening Dong Hua “Dong Hua Di Jun, yang mulia selalu melindungi
milikku !” Dong Hua cemberut “tidak perlu memasang wajah seperti itu !”
Lian Song “jadi sebelumnya anda ke lautan karena
mengincar kalung ini ?” Huo Feng menggeleng “aku hanya memikirkan sesuatu yang
bisa menghalangi penciumanku, tanpa aku harus mematahkannya hihihi… lalu anda
memberikanku Ren Yu Lei, jadi kenapa aku tidak memanfaatkan ‘sambil menyelam
minum air’… bisa bermain dan mendapat manfaat dari lautan hihihi…” Zu Zhe “Xiao
Shen Zhu, benar-benar kagum padamu… kau tidak tahu mata Hai Long Wang sudah
hampir meloncat keluar !” Huo Feng tertawa terbahak-bahak “dengan begini, yang
mulia sudah menyalurkan kekesalanmu kan !” menatap Dong Hua yang segera
tersenyum manis, mengangguk pada Huo Feng.
Zhe Yan dan Bai Chen segera muncul di Tai Chen gong
begitu mendengar panggilan Dong Hua. Zhe Yan melihat kalung mutiara putri
duyung “Huo Feng, apa dengan ini, kau tidak akan terpengaruh ?” Huo Feng
mengangkat bahu “tidak akan tahu tanpa dicoba ! penciumanku yang begini tajam,
tidak mungkin hanya karena mutiara kecil sudah bisa menutupinya kan !” Dong Hua
“Zhe Yan, apa tidak ada cara lain !” Zhe Yan “hanya bisa mengantisipasi
dampaknya !” Huo Feng “tidak usah khawatir, paling muntah dan bersin lagi…”
acuh tak acuh.
Huo Feng bersama lainnya tiba di klan Xixue, dingin dan
acuh tak acuh pada klan Xixue “bawa jalan !” Ye Hua meminta sang kepala klan,
salah satu dewa yang muncul di perayaan lalu. Tidak menunda waktu, mereka
langsung diarahkan ke Du Hua. Dari jarak 500 m, Huo Feng sudah merasa tak
nyaman dan bersin sesekali, memakai kalung mutiara dari putri duyung “hmm…
setidaknya mutiara ini bisa membantu sedikit…” menghela nafas. Dong Hua
merangkulnya “bagaimana ?” Huo Feng “tidak masalah…” berjalan dengan wibawa ke
tempat tumbuhnya bunga.
Zhe Yan
“Huo Feng, infonya, induk bunga itu bisa menyerap segala macam racun dan hawa jahat
dari tubuh ! induk bunga bukanlah bunga tapi seekor ulat. Jika dia memberikan
kesetiaannya, dia akan selalu bersama denganmu”. Huo Feng beroo ria “apa itu
induk bunga ?” menunjuk ke balik salah satu tangkai bunga. Terlihat seekor ulat
__ADS_1
kecil yang mencuri-curi pandang kearah mereka.
Dong Hua segera mengurungnya dalam jiejue, menyihirnya
mendekat. Seekor ulat kecil yang mempunyai kaki-kaki kecil di sisi-sisi
tubuhnya. Ulat kecil melingkar, menutup wajahnya “eh dia tidak hancur !” Sou
Wan berkomentar, mengambil sumpit Zhe Yan dan menusuk-nusuk si ulat kecil. Ulat
kecil membuka tangannya dan mengeluarkan cairan ke arah Sou Wan. Berada di
dalam jiejue, cairan itu tidak sampai mengenai Sou Wan, tapi sumpit yang
dipegangnya seketika meleleh. Mo Yuan langsung menarik Sou Wan “Wan Wan, tidak
apa-apa kan ?”.
Huo Feng melihat si ulat dengan penasaran. Si ulat
menyembunyikan wajahnya kembali “wah kau kecil-kecil tapi sangat galak…” kulit
si ulat yang berwarna hijau, berubah agak kemerahan “eh apa yang terjadi ? apa
dia juga akan menjadi debu ?” Huo Feng bertanya pada Zhe Yan “sayang sekali…
ulat ini sangat imut !” warna kulit ulat berubah merah terang, mengangkat
wajahnya melihat Huo Feng “eh… kenapa semakin merah ? ih imut sekali…” si ulat
berjalan perlahan hingga ke sisi jiejue yang paling mendekati Huo Feng,
mengangkat sebagian tubuhnya, bertopang pada jiejue, melihat Huo Feng dengan
mata berbinar.
“hei ulat kecil… kamu inut sekali…” Huo Feng mengulurkan
1 jarinya, masuk ke jiejue dan mengelus kepala si ulat. Si ulat menutup mata
dan menggosok-gosokkan kepalanya ke jari Huo Feng “hihihi… geli sekali…” si
melingkari jari Huo Feng “eh, apa yang si ulat kecil lakukan ?” Dong Hua
mengerutkan keningnya “Zhe Yan !” Zhe Yan juga sudah mengamati dari tadi.
Huo Feng mengangkat jarinya ke depan wajahnya “eh…
warnanya menjadi ungu… ulat kecil, apa kau baik-baik saja ?” Ulat kecil,
mengintip dari balik jari Huo Feng dan mengangguk “kau mengerti kata-kataku ?”
Huo Feng takjub, ulat kecil mengangguk lagi. Zhe Yan “sepertinya dia menyukaimu
!” Sou Wan “hei ulat kecil… kau tadi mengintip untuk melihat Huo Feng ?” si
ulat kecil, membuang muka dari Sou Wan. Huo Feng cekikikan “hihihi… ulat kecil,
apa kau mempunyai nama ?” ulat kecil menggeleng.
Huo Feng “apa ini semua bunga ciptaanmu ?” si ulat
mengangguk “hmm… apa yang mau kau lakukan dengan mereka ?” si ulat kecil
melihat Huo Feng dengan bingung. Huo Feng memainkan wajahnya “hmm… yang mulia
akan memindahkan kalian ke tempat asal kalian, bagaimana ?” si ulat berbinar
dan mengangguk-angguk antusias. Huo Feng tersenyum, satu kibasan, semua
menghilang beserta seluruh bunga Du Hua yang tersebar di Si Hai Ba Huang.
Semuanya muncul di bekas Du She Guo. Huo Feng membawa semua melayang ke bekas
Du She Guo. Terlihat dibawah mereka, sangat banyak dan berbagai macam ular-ular
berbisa yang melilit-lilit menjadi satu.
__ADS_1
Melihat ada yang masuk ke area mereka, ular-ular itu
menjadi agresif dan ingin menyerang rombongan Huo Feng. Huo Feng memajukan
tangannya yang memegang si ulat kecil. Semua ular terdiam sejenak, melihat ulat
kecil, turun kembali, merayap, membuka satu jalan untuk mereka semua. Huo Feng turun
sambil menopang salah satu tangan di belakangnya dan membawa si ulat kecil
beserta lainnya, menelusuri jalan terbuka. Semua bunga-bunga Du Hua, melayang
mengikuti mereka hingga ke satu tanah besar yang hancur.
Huo Feng “disini tempatnya ?” melihat ke ulat kecil yang
mengangguk padanya. Huo Feng tersenyum, menurunkan ulat kecil, mengerahkan
sihir, membersihkan seluruh tempat itu. Setelahnya Huo Feng menurunkan semua
bunga ke lahan yang sudah bersih “nah sudah selesai, kalian sudah pulang !”
tersenyum lembut pada si ulat kecil.
Dari tubuh ulat, mengeluarkan cahaya ke semua bunga.
Perlahan semua bunga itu bergoyang-goyang dan layu, ulat-ulat keluar dari
tangkai semua bunga, berjejeran di depan Huo Feng. Si ulat kecil berada di
hadapan ribuan ulat. Di sekitar mereka, berkumpul ribuan ular yang menundukkan
kepalanya. Ribuan ulat bergerak-gerak, menumpuk-numpukkan tubuh mereka hingga
membentuk anak manusia “Zhu Ren…” berlutut memberi hormat pada Huo Feng. Huo
Feng cekikikan “kalian ingin mengikutiku ?” kumpulan ulat mengangguk “apa yang
dikatakan lainnya, jika melihat yang mulia diikuti oleh ribuan ulat hihihi…”
kumpulan ulat menunduk.
Huo
Feng “qian qian de mao mao chong (beribu-ribu ulat-ulat kecil)… hmm… kalian
tumbuh disini !” Huo Feng menyihir kembali semua bunga yang tadi layu menjadi
segar kembali. para ulat-ulat terkejut “ini akan tetap menjadi rumah kalian !”.
Huo Feng tersenyum lembut, mengarahkan sihir ke kumpulan ulat-ulat. Perlahan
dari raga kumpulan ulat-ulat memancarkan warna orange, semakin lama semakin
terang. Terlihat asap kuning dan putih yang keluar dari raga mereka, menghilang
ke udara. Setelah tidak ada lagi asap yang keluar, Huo Feng menarik kembali sihirnya,
memegang dadanya sesaat. Dong Hua segera memapah “Feng Wei…” Huo Feng tersenyum
“tidak masalah…”
Huo Feng memegang kepala si ulat kecil, membuatnya
bercahaya “nah… jiwa kalian sudah murni dan menjadi milik yang mulia… yang
mulia akan memberimu nama ‘Xiao Qian’, bagaimana ?” ulat kecil berbinar dan mengangguk
“kau sudah mempunyai petanda yang mulia, tidak akan ada yang bisa
memanfaatkanmu lagi… kalian baik-baik bertumbuh disini ! jaga rumah kalian
dengan baik !” si ulat kecil menggeleng. Dalam sekejab, ribuan ulat dan bunga
bercahaya, terbang, melingkari tangan Huo Feng. Setelah cahaya menghilang,
sebuah tusuk konde berwarna orange muncul di tangan Huo Feng “hmm… baiklah,
__ADS_1
yang mulia akan membawa hadiah kalian ini, jangan nakal !” melihat ke kumpulan
ulat.