
Begitu kembali ke alam dewa,
Dong Hua langsung membawa Xiao Shen Zhu ke Si Li Tao Ling. Zhe Yan langsung
memeriksa “Huo Feng kecilku, gadis kecilku yang luar biasa… untung saja tidak
terkena hawa dingin…” Xiao Shen Zhu cekikikan “kalian terlalu berlebihan
hihihi… aku baik-baik saja…” Bai Chen membelai kepalanya “bahagia ?” Xiao Shen
Zhu mengangguk-anggukkan kepalanya. Mi Gu datang, mengundang semua ke gua
rubah, untuk makan makanan yang sudah disiapkan Bai Yi Fu Ren dan Hu Hou.
Setelah makan, Xiao Shen Zhu berbaring diatas batu dekat
danau, melihat bunga dan tanaman pencahar. Xin Xin dan Xiong Xiong meniru gaya
Xiao Shen Zhu “Niang Qin ingin membuatnya menjadi apa ?” Xiao Shen Zhu
tersenyum nakal “apa yang kalian inginkan ?” keduanya menggeleng “sesuatu yang
dikomsumsi ?” tanya Xin Xin. Xiao Shen Zhu menggeleng “terlalu lama prosesnya…”
Chang Chang “waipo, ingin bagaimana memainkannya ?” Xiao Shen Zhu menguap
“nanti… nanti saja difikirkan…” mengurung semua tanaman dan bunga dalam sihir
dan menghilangkannya. Xiao Shen Zhu memakai tangan sebagai bantal dan tertidur
diatas batu “nainai sudah tidur…” Ching Ching membelai kepala Xiao Shen Zhu “Fu
Qin, Ching Ching sayang nainai… nainai sangat cantik…” Gun Gun “Ching Ching,
biarkan nainai beristirahat…” Chang Chang “waigong, apa waipo sakit lagi ?”
Dong Hua menggeleng “tubuhnya masih lemah, hanya perlu beristirahat…”
menggendong Xiao Shen Zhu ke pelukannya “semoga hari-hari ini akan berlangsung
selamanya…” Wen Xin menyelimuti Xiao Shen Zhu.
Semua melihat wajah tidur Xiao Shen Zhu yang damai “Di
Jun, apa yang kalian lakukan setelah ini ?” Dong Hua “membawanya ke Tai Chen
gong beristirahat…” membelai kepala Xiao Shen Zhu. Zhe Yan “tinggallah di Qing
Qiu beberapa hari…” Ling Ling menyambut “iya Fu Qin, tinggallah di Qing Qiu
sementara… Niang Qin bisa bermain di Mo Gu Jing… selain itu lebih leluasa buat
Zhe Yan memantau tubuh Niang Qin…” Wen Xin “aku akan membuatkan makanan-makanan
bergizi untuknya…” Dong Hua melihat Xiao Shen Zhu “baiklah, sementara kami akan
di Qing Qiu…” Ching Ching “yeye, apa kau tahu, apa yang akan dilakukan nainai
pada tanaman dan bunga itu ?” Dong Hua tersenyum “suatu senjata untuk
permainannya…”.
Gun Gun “Fu Qin, kami akan kembali ke Tai Chen gong,
mungkin ada perkembangan dari daerah barat dan utara itu !” Dong Hua
mengangguk, Ching Ching cemberut “Fu Qin, aku masih ingin bersama yeye nainai…”
Xin Xin “Da ge, biarkan Ching Ching disini saja !” Long Nu “Ching Ching, jangan
nakal… lindungi nainai…” Ching Ching mengangguk. Gun Gun meninggalkan Qing Qiu
bersama Xiao Long Nu, berdua ke Tai Chen gong. Mereka tinggal di Dong Feng Yuan
selama di Qing Qiu. Xiao Shen Zhu berdiam, melamun melihat tanaman dan bunga
__ADS_1
selama beberapa hari “belum menemukan ide ?” Ching Ching bertanya pada Chang
Chang yang menggeleng padanya. Ching Ching “shushu, gugu, apa yang dilamunkan
nainai ?” bertanya pada Xiong Xiong dan Xin Xin yang hanya mengangkat bahu
mereka.
Dong Hua “Feng Wei, jangan melihatnya lagi…
istirahatlah…” Xiao Shen Zhu menghilangkan tanaman dan bunga, merenggangkan
tubuhnya “ah… huk… huk… huk…” terbatuk karena merasakan sakit di dadanya “Feng
Wei, apa kau tidak apa-apa ?” Dong Hua segera merangkulnya. Xiao Shen Zhu
menggeleng, Xin Xin memberikan minum “Niang Qin, tubuhmu masih sangat lemah…
beristirahatlah…” Xiao Shen Zhu cekikikan “kenapa aku merasa ayahku semakin
banyak hihihi…” semua tersenyum “karena kami semua menyayangi Niang Qin…” Xin
Xin memeluk Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu “Xin Xin, walau usia kita tidak
berbeda jauh tapi tubuhmu lebih besar dariku…” mendorong Xin Xin. Xin Xin
melerai pelukan, mengamati Xiao Shen Zhu “hmm… benar, kenapa tubuh Niang Qin
kecil sekali…” membolak balikkan tubuh Xiao Shen Zhu.
Dong Hua segera mengambil kembali Xiao Shen Zhu yang
cekikikan dengan tingkah Xin Xin “Niang Qin, bahkan dengan Ching Ching dan
Chang Chang pun, tubuh Niang Qin jauh lebih kecil…” Xiong Xiong protes. Xiao
Shen Zhu memeletkan lidahnya “yang mulia menyukai tubuh kecilku yang ulet
wuek…” Dong Hua tersenyum “Di Hou-ku, mau bagaimanapun tetap yang terbaik…”
sekolah ?” Bai Yi yang baru masuk menyarankan. Xiao Shen Zhu “diedie… aku ke
sekolah, mereka tidak akan belajar hihihi…” Zhe Yan “kalau begitu, kau saja
yang jadi gurunya !” Xiao Shen Zhu menggeleng “tidak… tidak… aku tidak mau lagi
mengajar…” Bai Chen “ooo… apa ada kejadian menarik ?” Xiao Shen Zhu “wah sishu,
apa kau tidak menyadari pesonaku ? yang mulia yang cantik ini mengajar, para
pelajar itu bukan mendengarkanku malah memelototiku, belum lagi berubah menjadi
lalat-lalat pengganggu… iuh…” memberikan tampang jijik.
Bai Yi cekikikan “memang putriku sangat cantik…” “jika
begitu, kami saja yang menjadi muridmu Shen Zhu…” Meng Hao masuk pondok bersama
Mu Rong, memberi salam pada semua “wah shushu, apalagi yang kau inginkan !”
Xiao Shen Zhu mencibir “Shen Zhu, sudah lama kami menantikan pengajaranmu
kembali…” “tidak, tubuh Feng Wei masih lemah…” Dong Hua langsung protes. Xiao
Shen Zhu memajukan bibirnya “shushu, ingin menjadi murid yang mulia tidak
semudah itu wuek…” Meng Hao segera duduk di hadapan Xiao Shen Zhu “aiyo, Shen
Zhu-ku yang agung… anda sudah pernah mengajari kami, sekali murid akan
selamanya menjadi murid… shifu…” “eh… eh… kapan aku menerimamu yang tua ini
menjadi muridku !” Dong Hua “Feng Wei hanya guruku…” Xiao Shen Zhu memutar bola
matanya.
__ADS_1
Mu Rong “Xiao Di Hou, kami menantikan pengajaran anda…”
Xiao Shen Zhu “wah wah… Mu Rong shushu, sejak kapan mengikuti jejak Meng Hao
shushu ?” Mu Rong cekikikan “Shen Zhu, sejak mengenal anda, kami merasakan
semangat baru…” Xiao Shen Zhu mengangkat tangan “berhenti… Hua Zi gege,
bukankah mereka para jenderalmu ! kenapa para orang tua ini belajar merengek
kembali… aku merinding mendengarnya hiii…” memeluk dirinya sendiri. Meng Hao
tertawa terbahak-bahak “Shen Zhu, shushu hanya anak kecil dengan kumis dan
janggut tipis…” Xiao Shen Zhu menirukan gejala muntah-muntah “wuek… wuek… wuek…
Hua Zi gege, jauhkan mereka dariku… sangat menjijikkan…” Meng Hao dan Mu Rong
tertawa terbahak-bahak, lainnya cekikikan.
Dong Hua memeluk erat Xiao Shen Zhu yang menyembunyikan
dirinya dalam pelukannya “Feng Wei, tidak usah mempedulikan mereka…” Meng Hao
“haih… Shen Zhu, bagaimana tubuhmu ?” dengan suara lembut. Xiao Shen Zhu masih
menyembunyikan wajahnya “masih butuh banyak beristirahat…” Dong Hua menjawab.
Mu Rong “hmm… barat dan utara akan segera meletus…” Xiao Shen Zhu berbalik,
duduk di pangkuan Dong Hua. Dong Hua membelai kepalanya “tunggu sesaat lagi…”
“Hua Zi gege…” Xiao Shen Zhu dengan mata besarnya melihat Dong Hua.
Dong
Hua mengelus hidungnya “bukankah mau bermain ?” Xiao Shen Zhu segera berbinar,
mengangguk “siapa ? eh utara… apa dua Shan Xian itu ?” Xin Xin “wah Niang Qin,
kenapa begitu mudah ketebak olehmu !” Xiao Shen Zhu menjadi antusias “benar
mereka !!!” Dong Hua mengangguk, Xiao Shen Zhu tampak berfikir dengan wajah
usilnya “Hua Zi gege, aku mau bermain…” menarik-narik tangan Dong Hua. Dong Hua
mencium keningnya “tunggu beberapa saat lagi, pulihkan tubuhmu dahulu…” Xiao
Shen Zhu “tubuhku sudah sangat baik…” Xiong Xiong “Niang Qin…” Xiao Shen Zhu
“begini saja, kuajari kalian bermain, bagaimana ?” menatap semua dengan wajah
nakalnya yang sangat bersemangat.
Mu Rong
“aku ikut… Di Hou…” Meng Hao “shushu juga…” Ching Ching “nainai, apa
menggunakan tanaman dan bunga itu ?” Xiao Shen Zhu mengangguk cekikikan. Dong
Hua “kau melamun beberapa hari ini untuk menemukan target permainanmu ?”
menatap Xiao Shen Zhu yang mengangguk dengan cepat padanya “nakal…” Dong Hua
mengetuk kening Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu cemberut, menggosok-gosok
keningnya yang segera dikecup Dong Hua. Dong Hua “kalau kau ingin, kita bisa
kembali ke Tai Chen gong. Gun Gun sedang mengatur bersama Ye Hua dan Mo Yuan di
Jiu Jong Tian” Xiao Shen Zhu “beberapa hari lagi… aku akan membuat senjata
dahulu…” dengan senyum usilnya. Chang Chang antusias “waipo, senjata seperti
apa ?” Xiao Shen Zhu yang melihat antusiasme cucu dan anaknya “nanti akan
__ADS_1
memperlihatkannya pada kalian !”.