Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 248 - Beristirahat


__ADS_3

Begitu kembali ke alam dewa,


Dong Hua langsung membawa Xiao Shen Zhu ke Si Li Tao Ling. Zhe Yan langsung


memeriksa “Huo Feng kecilku, gadis kecilku yang luar biasa… untung saja tidak


terkena hawa dingin…” Xiao Shen Zhu cekikikan “kalian terlalu berlebihan


hihihi… aku baik-baik saja…” Bai Chen membelai kepalanya “bahagia ?” Xiao Shen


Zhu mengangguk-anggukkan kepalanya. Mi Gu datang, mengundang semua ke gua


rubah, untuk makan makanan yang sudah disiapkan Bai Yi Fu Ren dan Hu Hou.


            Setelah makan, Xiao Shen Zhu berbaring diatas batu dekat


danau, melihat bunga dan tanaman pencahar. Xin Xin dan Xiong Xiong meniru gaya


Xiao Shen Zhu “Niang Qin ingin membuatnya menjadi apa ?” Xiao Shen Zhu


tersenyum nakal “apa yang kalian inginkan ?” keduanya menggeleng “sesuatu yang


dikomsumsi ?” tanya Xin Xin. Xiao Shen Zhu menggeleng “terlalu lama prosesnya…”


Chang Chang “waipo, ingin bagaimana memainkannya ?” Xiao Shen Zhu menguap


“nanti… nanti saja difikirkan…” mengurung semua tanaman dan bunga dalam sihir


dan menghilangkannya. Xiao Shen Zhu memakai tangan sebagai bantal dan tertidur


diatas batu “nainai sudah tidur…” Ching Ching membelai kepala Xiao Shen Zhu “Fu


Qin, Ching Ching sayang nainai… nainai sangat cantik…” Gun Gun “Ching Ching,


biarkan nainai beristirahat…” Chang Chang “waigong, apa waipo sakit lagi ?”


Dong Hua menggeleng “tubuhnya masih lemah, hanya perlu beristirahat…”


menggendong Xiao Shen Zhu ke pelukannya “semoga hari-hari ini akan berlangsung


selamanya…” Wen Xin menyelimuti Xiao Shen Zhu.


            Semua melihat wajah tidur Xiao Shen Zhu yang damai “Di


Jun, apa yang kalian lakukan setelah ini ?” Dong Hua “membawanya ke Tai Chen


gong beristirahat…” membelai kepala Xiao Shen Zhu. Zhe Yan “tinggallah di Qing


Qiu beberapa hari…” Ling Ling menyambut “iya Fu Qin, tinggallah di Qing Qiu


sementara… Niang Qin bisa bermain di Mo Gu Jing… selain itu lebih leluasa buat


Zhe Yan memantau tubuh Niang Qin…” Wen Xin “aku akan membuatkan makanan-makanan


bergizi untuknya…” Dong Hua melihat Xiao Shen Zhu “baiklah, sementara kami akan


di Qing Qiu…” Ching Ching “yeye, apa kau tahu, apa yang akan dilakukan nainai


pada tanaman dan bunga itu ?” Dong Hua tersenyum “suatu senjata untuk


permainannya…”.


            Gun Gun “Fu Qin, kami akan kembali ke Tai Chen gong,


mungkin ada perkembangan dari daerah barat dan utara itu !” Dong Hua


mengangguk, Ching Ching cemberut “Fu Qin, aku masih ingin bersama yeye nainai…”


Xin Xin “Da ge, biarkan Ching Ching disini saja !” Long Nu “Ching Ching, jangan


nakal… lindungi nainai…” Ching Ching mengangguk. Gun Gun meninggalkan Qing Qiu


bersama Xiao Long Nu, berdua ke Tai Chen gong. Mereka tinggal di Dong Feng Yuan


selama di Qing Qiu. Xiao Shen Zhu berdiam, melamun melihat tanaman dan bunga

__ADS_1


selama beberapa hari “belum menemukan ide ?” Ching Ching bertanya pada Chang


Chang yang menggeleng padanya. Ching Ching “shushu, gugu, apa yang dilamunkan


nainai ?” bertanya pada Xiong Xiong dan Xin Xin yang hanya mengangkat bahu


mereka.


            Dong Hua “Feng Wei, jangan melihatnya lagi…


istirahatlah…” Xiao Shen Zhu menghilangkan tanaman dan bunga, merenggangkan


tubuhnya “ah… huk… huk… huk…” terbatuk karena merasakan sakit di dadanya “Feng


Wei, apa kau tidak apa-apa ?” Dong Hua segera merangkulnya. Xiao Shen Zhu


menggeleng, Xin Xin memberikan minum “Niang Qin, tubuhmu masih sangat lemah…


beristirahatlah…” Xiao Shen Zhu cekikikan “kenapa aku merasa ayahku semakin


banyak hihihi…” semua tersenyum “karena kami semua menyayangi Niang Qin…” Xin


Xin memeluk Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu “Xin Xin, walau usia kita tidak


berbeda jauh tapi tubuhmu lebih besar dariku…” mendorong Xin Xin. Xin Xin


melerai pelukan, mengamati Xiao Shen Zhu “hmm… benar, kenapa tubuh Niang Qin


kecil sekali…” membolak balikkan tubuh Xiao Shen Zhu.


            Dong Hua segera mengambil kembali Xiao Shen Zhu yang


cekikikan dengan tingkah Xin Xin “Niang Qin, bahkan dengan Ching Ching dan


Chang Chang pun, tubuh Niang Qin jauh lebih kecil…” Xiong Xiong protes. Xiao


Shen Zhu memeletkan lidahnya “yang mulia menyukai tubuh kecilku yang ulet


wuek…” Dong Hua tersenyum “Di Hou-ku, mau bagaimanapun tetap yang terbaik…”


sekolah ?” Bai Yi yang baru masuk menyarankan. Xiao Shen Zhu “diedie… aku ke


sekolah, mereka tidak akan belajar hihihi…” Zhe Yan “kalau begitu, kau saja


yang jadi gurunya !” Xiao Shen Zhu menggeleng “tidak… tidak… aku tidak mau lagi


mengajar…” Bai Chen “ooo… apa ada kejadian menarik ?” Xiao Shen Zhu “wah sishu,


apa kau tidak menyadari pesonaku ? yang mulia yang cantik ini mengajar, para


pelajar itu bukan mendengarkanku malah memelototiku, belum lagi berubah menjadi


lalat-lalat pengganggu… iuh…” memberikan tampang jijik.


            Bai Yi cekikikan “memang putriku sangat cantik…” “jika


begitu, kami saja yang menjadi muridmu Shen Zhu…” Meng Hao masuk pondok bersama


Mu Rong, memberi salam pada semua “wah shushu, apalagi yang kau inginkan !”


Xiao Shen Zhu mencibir “Shen Zhu, sudah lama kami menantikan pengajaranmu


kembali…” “tidak, tubuh Feng Wei masih lemah…” Dong Hua langsung protes. Xiao


Shen Zhu memajukan bibirnya “shushu, ingin menjadi murid yang mulia tidak


semudah itu wuek…” Meng Hao segera duduk di hadapan Xiao Shen Zhu “aiyo, Shen


Zhu-ku yang agung… anda sudah pernah mengajari kami, sekali murid akan


selamanya menjadi murid… shifu…” “eh… eh… kapan aku menerimamu yang tua ini


menjadi muridku !” Dong Hua “Feng Wei hanya guruku…” Xiao Shen Zhu memutar bola


matanya.

__ADS_1


            Mu Rong “Xiao Di Hou, kami menantikan pengajaran anda…”


Xiao Shen Zhu “wah wah… Mu Rong shushu, sejak kapan mengikuti jejak Meng Hao


shushu ?” Mu Rong cekikikan “Shen Zhu, sejak mengenal anda, kami merasakan


semangat baru…” Xiao Shen Zhu mengangkat tangan “berhenti… Hua Zi gege,


bukankah mereka para jenderalmu ! kenapa para orang tua ini belajar merengek


kembali… aku merinding mendengarnya hiii…” memeluk dirinya sendiri. Meng Hao


tertawa terbahak-bahak “Shen Zhu, shushu hanya anak kecil dengan kumis dan


janggut tipis…” Xiao Shen Zhu menirukan gejala muntah-muntah “wuek… wuek… wuek…


Hua Zi gege, jauhkan mereka dariku… sangat menjijikkan…” Meng Hao dan Mu Rong


tertawa terbahak-bahak, lainnya cekikikan.


            Dong Hua memeluk erat Xiao Shen Zhu yang menyembunyikan


dirinya dalam pelukannya “Feng Wei, tidak usah mempedulikan mereka…” Meng Hao


“haih… Shen Zhu, bagaimana tubuhmu ?” dengan suara lembut. Xiao Shen Zhu masih


menyembunyikan wajahnya “masih butuh banyak beristirahat…” Dong Hua menjawab.


Mu Rong “hmm… barat dan utara akan segera meletus…” Xiao Shen Zhu berbalik,


duduk di pangkuan Dong Hua. Dong Hua membelai kepalanya “tunggu sesaat lagi…”


“Hua Zi gege…” Xiao Shen Zhu dengan mata besarnya melihat Dong Hua.


Dong


Hua mengelus hidungnya “bukankah mau bermain ?” Xiao Shen Zhu segera berbinar,


mengangguk “siapa ? eh utara… apa dua Shan Xian itu ?” Xin Xin “wah Niang Qin,


kenapa begitu mudah ketebak olehmu !” Xiao Shen Zhu menjadi antusias “benar


mereka !!!” Dong Hua mengangguk, Xiao Shen Zhu tampak berfikir dengan wajah


usilnya “Hua Zi gege, aku mau bermain…” menarik-narik tangan Dong Hua. Dong Hua


mencium keningnya “tunggu beberapa saat lagi, pulihkan tubuhmu dahulu…” Xiao


Shen Zhu “tubuhku sudah sangat baik…” Xiong Xiong “Niang Qin…” Xiao Shen Zhu


“begini saja, kuajari kalian bermain, bagaimana ?” menatap semua dengan wajah


nakalnya yang sangat bersemangat.


Mu Rong


“aku ikut… Di Hou…” Meng Hao “shushu juga…” Ching Ching “nainai, apa


menggunakan tanaman dan bunga itu ?” Xiao Shen Zhu mengangguk cekikikan. Dong


Hua “kau melamun beberapa hari ini untuk menemukan target permainanmu ?”


menatap Xiao Shen Zhu yang mengangguk dengan cepat padanya “nakal…” Dong Hua


mengetuk kening Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu cemberut, menggosok-gosok


keningnya yang segera dikecup Dong Hua. Dong Hua “kalau kau ingin, kita bisa


kembali ke Tai Chen gong. Gun Gun sedang mengatur bersama Ye Hua dan Mo Yuan di


Jiu Jong Tian” Xiao Shen Zhu “beberapa hari lagi… aku akan membuat senjata


dahulu…” dengan senyum usilnya. Chang Chang antusias “waipo, senjata seperti


apa ?” Xiao Shen Zhu yang melihat antusiasme cucu dan anaknya “nanti akan

__ADS_1


memperlihatkannya pada kalian !”.


__ADS_2