Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 384 - Mengendalikan


__ADS_3

Bab 384 –


Diantara semua pelajaran di sekolah, Putri Shen Yao paling


suka pelajaran berkuda dan bela diri bersama Hui Shi Da Ren. Selain pelajaran


dalam kelas yang berbeda, untuk kelas seni, semua kelas berkumpul dan belajar


bersama (ada 5 pembagian kelas : Huang, Jin, Hong, Yin, Lu). Sesuai dengan


perkataan Kaisar, semua keperluan Putri Shen Yao disediakan khusus untuknya,


termasuk kuda yang akan ditungganginya, adalah kuda terbaik di kerajaan.


“Shen Yao, kau sekecil itu, membawa kuda sebesar ini untuk


dijadikan pajangan !” “seharusnya kau belajar memakai anakan kuda di istal


belakang” beberapa siswa menertawakannya. Shen Yao hanya tersenyum dingin “Shen


Yao, kau tidak menunggang kah ? beri tamparan pada anak nakal itu !” Hao Cun


menggoda, Xi Juan “aih permainan anak-anak… aku merindukan Yang Yang-ku…”


menggerutu. Shen Yao “kenapa tidak membawanya ?” Xi Juan mengejek “aih apa kau


mengira semua memiliki hak istimewa sepertimu kah ? alangkah baiknya, kalau


bisa membawanya selalu disampingku.” Shen Yao membela diri “hei ini syarat dari


Fu Wang… jika tidak seperti ini, aku tidak akan bisa ke sekolah”.


Hao Cun


dan Xi Juan memainkan mata malasnya “iya… iya… Putri Mahkota ku, sungguh iri


padamu !” Shen Yao “cih aku malah iri dengan kebebasan kalian” Hao Cun “bukankah


Wang Jun sudah berjanji membawamu berkeliling ?” Shen Yao langsung tersenyum


ceria, mengangguk “aku berharap sekolah cepat-cepat libur… sudah tidak sabar


menunggu !” Xi Juan membelai kepala Shen Yao “aiyo… sepupuku yang cantik,


begitu senang akan berkeliling ? jangan lupa, Fu Wang-mu yang serba kolot


padamu itu akan membungkusmu dengan rapat !” Shen Yao langsung cemberut dengan


menggemaskan, keduanya menertawainya.


Di


dekat mereka, Tian Guang, Feng Ying, dan Xin Qian mendengar dengan sangat


jelas, semua pembicaraan mereka. Ada rasa iri melihat keakraban ketiganya, pertemanan


mereka dari kecil sudah diatur orang tua. Menjadi anak dari yang berkedudukan


dan memiliki status sosial tinggi, mereka tidak bisa sembarang memilih teman.


Selain itu, walaupun sudah berteman, mereka masih harus mempertahankan wibawa


dan sopan santun. Tidak bisa bercanda dan tertawa lepas seperti yang dilakukan


ketiga putri dan pangeran ini.


Sebelumnya


semua mengira, sebagai anggota kerajaan, sifat dan sikap mereka akan kurang


lebih sama seperti mereka. Mendengar pembicaraan mereka, walaupun berstatus,


mereka bisa bercanda ria dengan bebas. Sebenarnya hal ini juga adalah


pengaturan kaisar, yang kasihan melihat Shen Yao tidak mempunyai teman bermain.


Dari sekian banyak kerabat kerajaan, hanya Hao Cun dan Xi Juan yang terpilih.


Hal ini disebabkan mereka berdua memiliki ikatan darah yang masih kental dengan

__ADS_1


Shen Yao dan tidak ada kemungkinan menjadi pasangan.


Satu


persatu mempertunjukkan keahlian berkudanya, ada yang masih pemula, ada yang


hanya bisa menunggang, dan ada yang sudah bisa beratraksi di atas kuda “Putri


Mahkota yang terhormat, giliran anda !” salah satu siswa mengejek. Ketiganya


saling melihat “siapa yang duluan ?” Xi Juan bertanya “kita undi saja ?” Hao


Cun memberi ide. Mereka mengundi dengan permain telapak atas bawah, yang


pertama adalah Xi Juan, kedua Hao Cun, ketiga Shen Yao “aih kenapa aku yang


mendapat giliran pertama cih…” menggerutu, sambil berjalan ke arah kuda.


Putri


Xi Juan hanya berkeliling santai dengan kuda sekolah. Setelahnya, tiba giliran


Pangeran Hao Cun, menambah dengan panahan. Pada giliran ketiga, saat Shao Yao


melangkah menghampiri kudanya. Beberapa siswa usil, melepaskan semua kuda  sekolah, baik yang terjinak maupun terliar.


Semua kuda berlarian tak tentu arah, membuat kuda Shen Yao agak terpengaruh dan


ikut berlari.


Shen


Yao nyengir “aih permainan ini lagi !” melihat begitu banyak kuda yang menjadi


liar. “Putri…” Tian Guang mengerutkan kening dan menjadi khawatir. Disaat Tian


Guang dan Feng Ying akan maju, dihalangi Hao Cun dan Xi Juan yang nampak


tenang—tenang saja “jangan kesana…” Tian Guang “ini sangat berbahaya…” Hao Cun


“berbahaya untukmu, putri akan menyelesaikannya” berdiri di hadapan keduanya,


menghalangi mereka.


Shen


ke atas seekor kuda, menguasai kuda itu dan meloncat berpindah ke beberapa


kuda, hingga mendapatkan kudanya sendiri. Shen Yao menunggang kudanya, melesat


dengan cepat, mengurung semua kuda dalam sebuah lingkaran yang semakin lama


semakin kecil, memblokade jalan semua kuda. Disaat semua kuda sudah tidak


memiliki ruang gerak, semua kuda hanya bisa meloncat-loncat dan menjadi tenang


kembali di dalam lingkaran. Hanya dengan sebuah siulan, kuda Shen Yao lengsung


berhenti berlari.


Shen


Yao memandang santai ke semua kuda, menepuk-nepuk punggung kudanya “sangat


manis…” kudanya nyengir. “kalian semua, kembali ke istal !” menatap tajam ke


semua kuda yang berhasil ditenangkannya. Semua kuda memandang Shen Yao sesaat,


perlahan berbalik, secara teratur berjalan kembali ke istal. Shan Yao tersenyum


manis melihat ke semua kuda “hei, kenapa melarikan diri ? bukankah aku ada di


hadapanmu ?” membelai surai kudanya yang mengeluarkan suara-suara halusnya.


Semua


terpana melihat Shen Yao kecuali kedua sepupu nakalnya. Siswa-siswa yang


mengejek dan penyebab masalah ini terjadi gugup. Termasuk diantaranya adalah

__ADS_1


para guru ‘ini adalah Putri Mahkota kesayangan Kaisar. Jika terjadi sesuatu


padanya, kepala mereka susah dipertahankan.’ Shen Yao turun dari kuda,


menghampiri kedua sepupunya. Beberapa guru segera menghampiri “yang mulia, ini


adalah kelalaian hamba !” Shen Yao mengangkat tangannya, menghentikan kata-kata


guru “Si shifu, disini, aku hanya siswi sekolah… hal ini juga bukan kelalaian,


hanya beberapa siswa sekolah yang memberi pesta penyambutan untuk kami… pesta


sudah usai, tidak perlu dibahas lagi !” berbicara dengan sangat berwibawa.


Guru-guru tercengang ‘mereka sudah sangat takut, ternyata putri dengan entengnya


melepas semua’.


Hao Cun


mengejek “putriku, kenapa kau sangat lamban ?” Shen Yao mencibir “aih Fu Wang


salah mengirim Hu Lu kesini ! lihatlah, baru tiba sudah mengabaikanku mengejar


betinanya, cih…” menunjuk kudanya yang menghampiri dan mendorong-dorong Shen


Yao dengan kepalanya. Shen Yao melirik sinis “nakal, aku akan meminta Fu Wang


mengurungmu di istana !” sang kuda mengkiiik… kiiik… dan menggeleng.


Xi Juan


mengejek “Shen Yao, jangan mengatakan kau cemburu pada Hu Lu ?” Shen Yao “kau


cari mati ya ?” dengan kesal melihat Xi Juan yang memeletkan lidah padanya.


Shen Yao kembali melihat guru “Si shifu, aku memiliki satu permintaan, ingin


meminta persetujuan shifu” guru yang dipanggil Si shifu segera mempersila


“Putri ada permohonan apa ?” Shen Yao “tolong masukkan Hu Lu ke istal kuda


sekolah bersama kuda putih coklat gelap yang tadi” terdengar suara bersemangat


kuda di belakang Shen Yao. Si shifu segera mengerti “baik putri, akan


mencarikan keduanya istal yang sama” Shen Yao mengangguk “terima kasih ! sudah


senang ?” melirik sinis kuda Hu Lu yang mengusap-usapkan kepalanya ke tubuh


kecil Shen Yao.


Xi Juan


cekikikan “hanya Zhu Ren kau ini yang memahami keinginan peliharaanmu dan


memikirkan mereka dengan teliti” Shen Yao protes “mereka bukan peliharaanku, mereka


adalah temanku ! kaulah peliharaanku hahaha…” memeletkan lidah pada Xi Juan


yang langsung kesal “Song Shen Yao, hari ini aku akan memukul mulutmu yang


nakal itu” mengejar Shen Yao yang sudah lari sambil tertawa.


Guru-guru


tersenyum “dikatakan Putri Mahkota adalah putri yang manja, tidak bisa apapun


dan sombong. Ternyata gosip tidak bisa di percaya. Lihat senyum cerianya itu,


mana ada kearoganan !” “Putri Mahkota masih kecil. Jika dari kecil di didik


dengan baik, pasti akan menjadi ratu yang baik nantinya” “sepertinya 11 tahun


di istana, Putri bukanlah anak manja yang tidak tahu apapun. Dari segi sejarah,


logika, dan perkudaan, beliau sudah menunjukkan diri” “aku mendengar Putri


ingin bersekolah karena tertarik berguru pada Hui Shi Da Ren. 2 hari lagi adalah

__ADS_1


kelas Hui Shi Da Ren, sepertinya akan ada tontonan menarik nantinya” para guru


mengobrol sambil melihat ketiga remaja yang berstatus tinggi itu berlarian.


__ADS_2