Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 300 - Hukuman Ringan


__ADS_3

            Dong Hua membawa Cai Hong Huo Feng ke Bi Hai Cang Ling,


duduk di bawah pohon fuling hua dan fengwei hua “Feng Wei, kita sudah kembali


ke rumah… sangat lucu, selama hampir 500 tahun, aku diam-diam menemanimu… aku


takut saat Bi Huo Zi Yu Huang itu datang dan mengambilmu… aku takut kau segera


sadar dan tidak mengenaliku… Feng Wei, aku hanya bisa memberikan restuku untuk


kebahagiaanmu, walau hatiku hancur, tapi demi kebahagiaanmu, aku rela… aku akan


diam-diam menjaga dan melindungimu… ternyata, akulah Bi Huo Zi Yu Huang, akulah


pasanganmu… Feng Wei, setelah melihat ragamu, aku tidak memiliki ketenangan


lagi dalam diriku… Feng Wei, aku bodoh… aku tidak yakin padamu, tidak yakin


pada diriku sendiri, tidak yakin pada cincin ini…. Aku lupa, lupa Feng Wei-ku


adalah dewi luar biasa yang tidak pernah mengingkari janjinya… Feng Wei, tidak


akan lagi… aku tidak akan meragukan apapun lagi, aku akan yakin sepenuhnya


padamu, pada diriku sendiri… Feng Wei…” memeluk Cai Hong Huo Feng menikmati


kelopak-kelopak bunga yang berguguran.


            Setelah 6 bulan, semua luka di tubuh Dong Hua sudah


pulih. Sementara Cai Hong Huo Feng belum sadarkan diri, wajah masih pucat dan


detakan yang masih sangat lemah. Disaat ini, ada yang menyerang gunung Kun Lun,


membuat kejutan bagi Mo Yuan – Sou Wan. Ling Ling “Fu Qin, Niang Qin belum


sadar juga !” Dong Hua menggeleng “bagaimana gunung Kun Lun ?” “gege sau2 sudah


kesana… dari segi kekuatan, bukanlah lawan shifu… gege ingin memanfaatkan


penyerangan ini untuk melatih kekuatannya” Dong Hua “Meng Hao – Mu Rong ?” Ling


Ling “sudah ikut kesana, mana mungkin terlewat oleh mereka….” Dong Hua


menggeleng-gelengkan kepalanya.


            “emm…” Cai Hong Huo Feng membuka mata pada saat tidak ada


yang bersamanya. Dong Hua sedang diluar paviliun, membahas masalah penyerangan


gunung Kun Lun bersama Gun Gun dan Ye Hua. Cai Hong Huo Feng bangun “huk… huk…


huk…” mencari sendiri air minum untuknya. Perlahan berjalan ke dapur dan


tertidur di dapur karena tubuhnya yang masih lemah. Dong Hua yang masuk, tidak


menemukannya di kamar, terkejut dan panik. Saat menemukan Cai Hong Huo Feng


yang tertidur di dapur, Dong Hua segera memeluknya dan menggendongnya kembali


ke kamar.


            “emm…” “Feng Wei, sudah sadar…” Dong Hua membelai pipi


Cai Hong Huo Feng “Feng Wei…” memanggilnya dengan lembut “emm…” terlihat


kelopak mata yang bergerak lemah “masih sakitkah ? jika masih lelah, tidurlah


kembali…” Dong Hua membujuk. Gerakan kelopak mata semakin lambat dan tidak


bergerak. Dong Hua mengecup kening Cai Hong Huo Feng “tidurlah, istirahat yang


baik…” menemaninya istirahat. Semenjak menemukan Cai Hong Huo Feng di dapur,


Dong Hua tidak berani meninggalkannya lagi. “eng…” tangan Cai Hong Huo Feng


bergerak lemah ke dadanya “huk… huk… huk…” Dong Hua segera memapah dan


memberinya minum “masih sakit ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng.


            Cai Hong Huo Feng membuka mata, senyuman lembut Dong Hua

__ADS_1


yang masuk ke matanya “Fu Jun…” tersenyum lemah. Dong Hua berkaca-kaca,


memeluknya lembut “Fu Ren…” air matanya menetes turun. Dong Hua melerai


pelukan, mencium lembut bibir pucat yang dirindukannya “nakal…” Cai Hong Huo


Feng tersenyum “apa masih sakit ?” Dong Hua memegang dadanya “sesak…” menjawab


dengan suara lemah. Cai Hong Huo Feng mengangkat tangannya, melihat cincin baru


di jemarinya “hadiah ulang tahun…” Dong Hua mengambil tangan mungil itu dan


mengecupnya “aku mencintaimu…” “aku juga mencintaimu” dengan senyum manis.


            Dong Hua memeluk Cai Hong Huo Feng yang terlelap di bawah


pohon foling hua dan fengwei hua. Dong Hua membelai wajah pucat yang perlahan


memerah ‘hmm segera akan ada perang di gunung Kun Lun… Mo Yuan dan Gun Gun


pasti bisa mengatasinya… dengan sifat Feng Wei, dia pasti ingin melihatnya,


tapi tubuhnya… aku tidak mau melihat wajah kecewanya… hmm, jika menyuruhnya


berjanji tidak ikut perang, nanti dia bermain trik lagi haih… aku sudah


memutuskan yakin padanya, aku tidak boleh memiliki keraguan… lagipula aku akan


bersamanya, apa yang perlu ditakutkan !’


            Dong Hua “Feng Wei, kita melihatnya, tapi hanya melihat…


Gun Gun dan Mo Yuan ingin memanfaatkan perang ini untuk menguji kemampuan


mereka sendiri” Cai Hong Huo Feng mengangkat tangannya “bermain sedikit…”


dengan wajah memelas, Dong Hua menggeleng “jika kau terus membantu mereka,


kapan mereka menunjukkan diri mereka ?” Cai Hong Huo Feng cemberut, Dong Hua


mencium pipinya “kau harus segera sembuh, aku menunggumu…” “menunggu ?” Dong


Hua mengangguk, mengambil tangan Cai Hong Huo Feng “dia menunggumu…” “kau… kau


?” Dong Hua “menunjukan kemesuman Fu Jun…” “ah…” Cai Hong Huo Feng meronta,


Dong Hua cekikikan terus berjalan.


            Dong Hua “ini baru hukuman yang paling ringan… tunggu


saja, kesalahanmu padaku, aku akan menagihnya satu persatu gadis nakal…” Cai


Hong Huo Feng cemberut “kau selalu menindasku…”. Dong Hua mencium bibir “aku


akan selalu menindasmu…”, kembali turun ke leher mulusnya “ah… Hua Zi gege…”


Cai Hong Huo Feng merasakan sengatan listrik di seluruh tubuhnya, Dong Hua


membuatnya frustasi dengan godaannya “Feng Wei, kau semakin sempurna…” bermain


dengan tubuh mulusnya yang sudah menjadi wanita muda. Cai Hong Huo Feng,


melenguh, menerima semua sensasi yang diberikan Dong Hua “kau menyukainya ?”


Dong Hua ingin memuaskan istri tercintanya. Cai Hong Huo Feng mengangguk malu


“Hua Zi gege… ah…” Dong Hua menciumi inti Cai Hong Huo Feng membuatnya


bergeliat manja.


            Dong Hua “kau siap ?” Cai Hong Huo Feng mengangguk “aku akan


melakukan perlahan, kau nikmati saja…” sesuai kata-katanya, Dong Hua melakukan


perlahan, mengetahui tubuh Cai Hong Huo Feng yang belum pulih. Melihat wanita


yang dicintainya menikmati permainannya, Dong Hua tersenyum bangga “kau sangat


manis…” “aku lelah…” Dong Hua menutupi tubuh keduanya “tidurlah…” Cai Hong Huo


Feng merengek “keluarkan…” Dong Hua menggeleng “biarkan saja, aku ingin berada

__ADS_1


di dalam dirimu” “eng tidak nyaman…” merengek “apa kau menginginkannya lagi ?


weifu tidak keberatan !” Cai Hong Huo Feng merajuk, Dong Hua cekikikan,


menggoyangkan pinggulnya “ah… Hua Zi gege…” “sekali lagi untuk


mengeluarkannya…” bergoyang dengan cepat. Cai Hong Huo Feng hanya bisa


mengeluarkan suara indahnya tanpa dapat melawan keinginan suami nakalnya.


            Dong Hua menatap wajah terlelap Cai Hong Huo Feng yang


lelah setelah melayaninya “ini masih terlalu ringan buatmu… kau selalu


membuatku ketakutan… aku akan menghukummu di sepanjang hidupmu… aku


mencintaimu…” memegang dada Cai Hong Huo Feng, merasakan detakan teraturnya, Dong


Hua menitikkan air mata “jantung ini milikku…” mengecup dada Cai Hong Huo Feng


“Feng Wei, terima kasih… demiku, kau sudah sangat menderita… Feng Wei… jantung


ini akan kujaga selamanya… aku akan menjagamu… jangan melakukan apapun lagi…


sudah cukup… aku hanya perlu kau selalu disampingku… aku hanya memerlukanmu…” Dong


Hua memeluk erat tubuh polos istrinya.


            Setelah Cai Hong Huo Feng sadar, setiap hari keluarga Bai


dan Mu Yun membuatkan makanan bergizi dan penambah darah untuknya. Detakan di


jantungnya sudah mulai stabil walau masih sangat lemah. Cai Hong Huo Feng masih


sering merasakan sakit di dadanya, berkurang dengan semakin kuat jantungnya.


Dong Hua “Feng Wei, setelah ini selesai, aku menemanimu biguang” Cai Hong Huo


Feng tersenyum “baik… mendengarkanmu…” Dong Hua tersenyum manis, mengecup


keningnya. Wen Xin “Huo Feng, apa masih sakit ?” Cai Hong Huo Feng tersenyum


“niang, aku tidak apa-apa… sakit di dada sudah perlahan berkurang… penyatuannya


sudah sempurna hanya tinggal memulihkan diri saja…” Bai Yi “kau ini anak nakal…


kapan kau akan belajar untuk tidak mengorbankan dirimu sendiri ?” Cai Hong Huo


Feng memeletkan lidahnya.


            Bai Qian “Huo Feng, saat kau jatuh, apa kau tahu akan


kembali ?” begitu pertanyaan keluar, semua melihatnya. Cai Hong Huo Feng “gugu,


selama Hua Zi gege masih ada di semesta ini, maka aku akan selalu bersamanya”


Ling Ling “Gang Laba mengatakan Niang Qin bisa saja tersesat di ruang hampa


selamanya !” Cai Hong Huo Feng mengangguk “jika bukan panggilan saat itu, aku


tidak akan kembali ke raga ini !” Long Nu “Huo Feng niang, jadi saat kau jatuh,


jika kami memakai cara yang sama, bisa menyadarkanmu ?” Cai Hong Huo Feng


menggeleng “saat kalian memanggilku bertepatan saat aku menerima rintangan,


sehingga menyisakan sedikit kesadaran pada jiwaku !”


            Dong Hua “jadi kau bisa saja tidak kembali ?” menatap


kesal Cai Hong Huo Feng yang cekikikan padanya “jangan memasang wajah seperti


itu. Ikatan yang kulakukan, sudah memastikan kebersamaan kita. Aku selalu


berada disini !” memegang dada Dong Hua. Dong Hua mengambil dan mengecup


tangannya “awas kau melakukan sesuatu yang berbahaya lagi, aku akan membuatmu


tidak keluar kamar selamanya !” Cai Hong Huo Feng “wah Dong Hua Shen Jun, kau


mengancam Shen Zhu loh…” Dong Hua “bahkan Supreme Emperor pun harus mendengarkanku…”

__ADS_1


Cai Hong Huo Feng membuka sempurna mulutnya. Semua cekikikan melihat wajah


terkejut Shen Zhu kesayangan yang nakal ini.


__ADS_2