
Dong Hua membawa Cai Hong Huo Feng ke Bi Hai Cang Ling,
duduk di bawah pohon fuling hua dan fengwei hua “Feng Wei, kita sudah kembali
ke rumah… sangat lucu, selama hampir 500 tahun, aku diam-diam menemanimu… aku
takut saat Bi Huo Zi Yu Huang itu datang dan mengambilmu… aku takut kau segera
sadar dan tidak mengenaliku… Feng Wei, aku hanya bisa memberikan restuku untuk
kebahagiaanmu, walau hatiku hancur, tapi demi kebahagiaanmu, aku rela… aku akan
diam-diam menjaga dan melindungimu… ternyata, akulah Bi Huo Zi Yu Huang, akulah
pasanganmu… Feng Wei, setelah melihat ragamu, aku tidak memiliki ketenangan
lagi dalam diriku… Feng Wei, aku bodoh… aku tidak yakin padamu, tidak yakin
pada diriku sendiri, tidak yakin pada cincin ini…. Aku lupa, lupa Feng Wei-ku
adalah dewi luar biasa yang tidak pernah mengingkari janjinya… Feng Wei, tidak
akan lagi… aku tidak akan meragukan apapun lagi, aku akan yakin sepenuhnya
padamu, pada diriku sendiri… Feng Wei…” memeluk Cai Hong Huo Feng menikmati
kelopak-kelopak bunga yang berguguran.
Setelah 6 bulan, semua luka di tubuh Dong Hua sudah
pulih. Sementara Cai Hong Huo Feng belum sadarkan diri, wajah masih pucat dan
detakan yang masih sangat lemah. Disaat ini, ada yang menyerang gunung Kun Lun,
membuat kejutan bagi Mo Yuan – Sou Wan. Ling Ling “Fu Qin, Niang Qin belum
sadar juga !” Dong Hua menggeleng “bagaimana gunung Kun Lun ?” “gege sau2 sudah
kesana… dari segi kekuatan, bukanlah lawan shifu… gege ingin memanfaatkan
penyerangan ini untuk melatih kekuatannya” Dong Hua “Meng Hao – Mu Rong ?” Ling
Ling “sudah ikut kesana, mana mungkin terlewat oleh mereka….” Dong Hua
menggeleng-gelengkan kepalanya.
“emm…” Cai Hong Huo Feng membuka mata pada saat tidak ada
yang bersamanya. Dong Hua sedang diluar paviliun, membahas masalah penyerangan
gunung Kun Lun bersama Gun Gun dan Ye Hua. Cai Hong Huo Feng bangun “huk… huk…
huk…” mencari sendiri air minum untuknya. Perlahan berjalan ke dapur dan
tertidur di dapur karena tubuhnya yang masih lemah. Dong Hua yang masuk, tidak
menemukannya di kamar, terkejut dan panik. Saat menemukan Cai Hong Huo Feng
yang tertidur di dapur, Dong Hua segera memeluknya dan menggendongnya kembali
ke kamar.
“emm…” “Feng Wei, sudah sadar…” Dong Hua membelai pipi
Cai Hong Huo Feng “Feng Wei…” memanggilnya dengan lembut “emm…” terlihat
kelopak mata yang bergerak lemah “masih sakitkah ? jika masih lelah, tidurlah
kembali…” Dong Hua membujuk. Gerakan kelopak mata semakin lambat dan tidak
bergerak. Dong Hua mengecup kening Cai Hong Huo Feng “tidurlah, istirahat yang
baik…” menemaninya istirahat. Semenjak menemukan Cai Hong Huo Feng di dapur,
Dong Hua tidak berani meninggalkannya lagi. “eng…” tangan Cai Hong Huo Feng
bergerak lemah ke dadanya “huk… huk… huk…” Dong Hua segera memapah dan
memberinya minum “masih sakit ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng.
Cai Hong Huo Feng membuka mata, senyuman lembut Dong Hua
__ADS_1
yang masuk ke matanya “Fu Jun…” tersenyum lemah. Dong Hua berkaca-kaca,
memeluknya lembut “Fu Ren…” air matanya menetes turun. Dong Hua melerai
pelukan, mencium lembut bibir pucat yang dirindukannya “nakal…” Cai Hong Huo
Feng tersenyum “apa masih sakit ?” Dong Hua memegang dadanya “sesak…” menjawab
dengan suara lemah. Cai Hong Huo Feng mengangkat tangannya, melihat cincin baru
di jemarinya “hadiah ulang tahun…” Dong Hua mengambil tangan mungil itu dan
mengecupnya “aku mencintaimu…” “aku juga mencintaimu” dengan senyum manis.
Dong Hua memeluk Cai Hong Huo Feng yang terlelap di bawah
pohon foling hua dan fengwei hua. Dong Hua membelai wajah pucat yang perlahan
memerah ‘hmm segera akan ada perang di gunung Kun Lun… Mo Yuan dan Gun Gun
pasti bisa mengatasinya… dengan sifat Feng Wei, dia pasti ingin melihatnya,
tapi tubuhnya… aku tidak mau melihat wajah kecewanya… hmm, jika menyuruhnya
berjanji tidak ikut perang, nanti dia bermain trik lagi haih… aku sudah
memutuskan yakin padanya, aku tidak boleh memiliki keraguan… lagipula aku akan
bersamanya, apa yang perlu ditakutkan !’
Dong Hua “Feng Wei, kita melihatnya, tapi hanya melihat…
Gun Gun dan Mo Yuan ingin memanfaatkan perang ini untuk menguji kemampuan
mereka sendiri” Cai Hong Huo Feng mengangkat tangannya “bermain sedikit…”
dengan wajah memelas, Dong Hua menggeleng “jika kau terus membantu mereka,
kapan mereka menunjukkan diri mereka ?” Cai Hong Huo Feng cemberut, Dong Hua
mencium pipinya “kau harus segera sembuh, aku menunggumu…” “menunggu ?” Dong
Hua mengangguk, mengambil tangan Cai Hong Huo Feng “dia menunggumu…” “kau… kau
?” Dong Hua “menunjukan kemesuman Fu Jun…” “ah…” Cai Hong Huo Feng meronta,
Dong Hua cekikikan terus berjalan.
Dong Hua “ini baru hukuman yang paling ringan… tunggu
saja, kesalahanmu padaku, aku akan menagihnya satu persatu gadis nakal…” Cai
Hong Huo Feng cemberut “kau selalu menindasku…”. Dong Hua mencium bibir “aku
akan selalu menindasmu…”, kembali turun ke leher mulusnya “ah… Hua Zi gege…”
Cai Hong Huo Feng merasakan sengatan listrik di seluruh tubuhnya, Dong Hua
membuatnya frustasi dengan godaannya “Feng Wei, kau semakin sempurna…” bermain
dengan tubuh mulusnya yang sudah menjadi wanita muda. Cai Hong Huo Feng,
melenguh, menerima semua sensasi yang diberikan Dong Hua “kau menyukainya ?”
Dong Hua ingin memuaskan istri tercintanya. Cai Hong Huo Feng mengangguk malu
“Hua Zi gege… ah…” Dong Hua menciumi inti Cai Hong Huo Feng membuatnya
bergeliat manja.
Dong Hua “kau siap ?” Cai Hong Huo Feng mengangguk “aku akan
melakukan perlahan, kau nikmati saja…” sesuai kata-katanya, Dong Hua melakukan
perlahan, mengetahui tubuh Cai Hong Huo Feng yang belum pulih. Melihat wanita
yang dicintainya menikmati permainannya, Dong Hua tersenyum bangga “kau sangat
manis…” “aku lelah…” Dong Hua menutupi tubuh keduanya “tidurlah…” Cai Hong Huo
Feng merengek “keluarkan…” Dong Hua menggeleng “biarkan saja, aku ingin berada
__ADS_1
di dalam dirimu” “eng tidak nyaman…” merengek “apa kau menginginkannya lagi ?
weifu tidak keberatan !” Cai Hong Huo Feng merajuk, Dong Hua cekikikan,
menggoyangkan pinggulnya “ah… Hua Zi gege…” “sekali lagi untuk
mengeluarkannya…” bergoyang dengan cepat. Cai Hong Huo Feng hanya bisa
mengeluarkan suara indahnya tanpa dapat melawan keinginan suami nakalnya.
Dong Hua menatap wajah terlelap Cai Hong Huo Feng yang
lelah setelah melayaninya “ini masih terlalu ringan buatmu… kau selalu
membuatku ketakutan… aku akan menghukummu di sepanjang hidupmu… aku
mencintaimu…” memegang dada Cai Hong Huo Feng, merasakan detakan teraturnya, Dong
Hua menitikkan air mata “jantung ini milikku…” mengecup dada Cai Hong Huo Feng
“Feng Wei, terima kasih… demiku, kau sudah sangat menderita… Feng Wei… jantung
ini akan kujaga selamanya… aku akan menjagamu… jangan melakukan apapun lagi…
sudah cukup… aku hanya perlu kau selalu disampingku… aku hanya memerlukanmu…” Dong
Hua memeluk erat tubuh polos istrinya.
Setelah Cai Hong Huo Feng sadar, setiap hari keluarga Bai
dan Mu Yun membuatkan makanan bergizi dan penambah darah untuknya. Detakan di
jantungnya sudah mulai stabil walau masih sangat lemah. Cai Hong Huo Feng masih
sering merasakan sakit di dadanya, berkurang dengan semakin kuat jantungnya.
Dong Hua “Feng Wei, setelah ini selesai, aku menemanimu biguang” Cai Hong Huo
Feng tersenyum “baik… mendengarkanmu…” Dong Hua tersenyum manis, mengecup
keningnya. Wen Xin “Huo Feng, apa masih sakit ?” Cai Hong Huo Feng tersenyum
“niang, aku tidak apa-apa… sakit di dada sudah perlahan berkurang… penyatuannya
sudah sempurna hanya tinggal memulihkan diri saja…” Bai Yi “kau ini anak nakal…
kapan kau akan belajar untuk tidak mengorbankan dirimu sendiri ?” Cai Hong Huo
Feng memeletkan lidahnya.
Bai Qian “Huo Feng, saat kau jatuh, apa kau tahu akan
kembali ?” begitu pertanyaan keluar, semua melihatnya. Cai Hong Huo Feng “gugu,
selama Hua Zi gege masih ada di semesta ini, maka aku akan selalu bersamanya”
Ling Ling “Gang Laba mengatakan Niang Qin bisa saja tersesat di ruang hampa
selamanya !” Cai Hong Huo Feng mengangguk “jika bukan panggilan saat itu, aku
tidak akan kembali ke raga ini !” Long Nu “Huo Feng niang, jadi saat kau jatuh,
jika kami memakai cara yang sama, bisa menyadarkanmu ?” Cai Hong Huo Feng
menggeleng “saat kalian memanggilku bertepatan saat aku menerima rintangan,
sehingga menyisakan sedikit kesadaran pada jiwaku !”
Dong Hua “jadi kau bisa saja tidak kembali ?” menatap
kesal Cai Hong Huo Feng yang cekikikan padanya “jangan memasang wajah seperti
itu. Ikatan yang kulakukan, sudah memastikan kebersamaan kita. Aku selalu
berada disini !” memegang dada Dong Hua. Dong Hua mengambil dan mengecup
tangannya “awas kau melakukan sesuatu yang berbahaya lagi, aku akan membuatmu
tidak keluar kamar selamanya !” Cai Hong Huo Feng “wah Dong Hua Shen Jun, kau
mengancam Shen Zhu loh…” Dong Hua “bahkan Supreme Emperor pun harus mendengarkanku…”
__ADS_1
Cai Hong Huo Feng membuka sempurna mulutnya. Semua cekikikan melihat wajah
terkejut Shen Zhu kesayangan yang nakal ini.