
Bab 382 –
Sebelum tertidur, Huo Feng membuat jiejue pelangi, melapisi
Bi Hai Cang Ling, memastikan keamanan mereka. Seperti sebelumnya, hanya keempat
anak, Dong Hua dan kedua Zhu Wang yang bisa keluar masuk. Setelah semua berada
di posisinya dan tertidur, terlihat satu persatu cahaya yang keluar dari tubuh
mereka, terbang keluar Bi Hai Cang Ling. Setelah memastikan semua cahaya keluar
Bi Hai Cang Ling dan kenyamanan keenam tubuh yang terbaring, Gun Gun membawa
semua keluar Bi Hai Cang Ling.
Mereka bekerja sama, mengawasi begitu banyak alam fana,
menemukan tanda-tanda keberadaan keenamnya. Cahaya yang pertama memberi
petunjuk pada mereka, adalah cahaya keemasan yang turun ke salah satu alam
fana. Diikuti dengan cahaya lainnya yang turun pada satu alam fana dengan
beberapa wilayah berbeda. Yang terakhir tentu saja adalah cahaya pelangi, yang
masuk ke kandungan istri dari putra mahkota, paling terkenal dan disegani di
wilayahnya. Ada yang menjaga keenamnya, mulai dari saat mereka di lahirkan.
Gun Gun “hmm… semua sudah terlahir ? bagaimana dengan Bie
Sheng ? apakah Niang Qin tidak jadi membawanya ?” Long Nu melihat sekeluarga di
hadapannya “hmm… Gun Gun, mungkin…” Gun Gun “apa sudah menemukan Bie Sheng ?
dia adalah arahat, seharusnya…” Long Nu menggeleng “aku tidak begitu yakin !
kita lihat saja bagaimana !” semua memperhatikan perkembangan keenam bayi.
Keenamnya kultivasi di beberapa wilayah Kerajaan Song,
semua memiliki status yang tinggi terutama Huo Feng yang terlahir menjadi Putri
Song Shen You. Dong Hua terlahir sebagai salah satu putra bangsawan yang paling
tersohor di Kerajaan Song, memiliki hubungan persahabatan dengan anggota
kerajaan Chen Tian Guang. Demikian juga keempat lainnya, merupakan keturunan
dari bangsawan maupun keluarga jauh kerajaan. Long Jin Shan Zuo Zun – Pangeran
Song Hao Cun dan Feng Huo Huang You Zun – Putri Song Xi Juan, adalah sepupu
Putri Song Shen You. Sementara Xiong Xiong – Bei Feng Ying dan Xin Xin – Lou
Xin Qian adalah putra putri dari para saudagar kaya raya.
Putra makhota Song Cao Chen, ayah Putri Song Shen You,
adalah seseorang yang memiliki hati welas asih dan mencintai seluruh rakyatnya.
Song Cao Chen, tidak pernah tertarik dengan hubungan pria dan wanita, membuat
raja dan ratu sangat risau. Istrinya ini adalah istri yang dijodohkan oleh yang
__ADS_1
mulia raja dan ratu. Hubungan putra mahkota dan istrinya putri mahkota, walau
tidak memiliki cinta tapi mempunyai kasih sayang dan sikap saling menghormati.
Selama hidup 24 tahun, Putra Mahkota tidak pernah
memperlihatkan perubahan emosi, selalu begitu baik dan tidak memiliki amarah. Diwajahnya
hanya ada senyuman dan keramahan, sangat berbakat dan sangat pintar. Bisa
menyelesaikan segala masalah dengan baik, tanpa menyinggung pihak manapun.
Beberapa mencoba untuk memancing emosi lain darinya tapi selalu menemui
kegagalan. Semua berjalan begitu damai, hingga sang putri terlahir ke dunia.
Untuk pertama kalinya, semua bisa melihat perubahan emosi
pada wajah sang putra mahkota. Untuk pertama kalinya, ada airmata yang jatuh
dari mata sang putra mahkota, mendekap bayi mungil yang baru saja terlahir.
Melihat perubahan pada sang putra mahkota, sang putri di beri nama ‘Shen You’.
Semenjak lahir, Putri Shen You menjadi kesayangan semua di istana terutama
ayahnya. Putri Shen You sangat ceria, pintar, cantik, kuat dan nakal. Walau
memiliki kenakalan diatas rata-rata, semua sangat menyayanginya dan selalu
mengalah padanya. Ayahnya sangat menyayangi dan memanjakannya, bahkan melebihi
dari perhatian ayah-ayah lainnya.
Diusia 35 tahun, Putra Mahkota Song Cao Chen di nobatkan
Wang – Wang Shui Wang Shui Wang Wang Shui…” Putri Shen You memberi hormat
dengan senyum cerianya. “Shen You, kemari…” sang kaisar memanggil. Putri Shen
You dengan kaki kecilnya, segera berlari dan naik ke atas pangkuan ayahanda-nya
dengan senyum manis. Sang kaisar tersenyum manis “pao pei, apa yang putri
kesayanganku ini inginkan ?” Putri Shen You cekikikan “hihihi memang Fu Wang
paling mengerti diriku…” “Wang Jun, jangan terlalu memanjakannya !” Sang
Permaisuri menggoda “aaa… Fu Wang, Mu Hou menggodaku…” sang putri merengek.
Sang kaisar tidak terpengaruh dengan permaisuri, membelai
kepala sang putri dengan sayang “sudah, pao pei-ku, apa yang kau inginkan ?
katakan pada Fu Wang !” sang putri segera berbinar “tapi janji dulu, Fu Wang
harus mengiyakannya, tidak boleh mengingkari !” memelototkan matanya pada sang
kaisar. Sang kaisar cekikikan “putri kesayanganku sedang merencanakan hal nakal
apa lagi ?” “aiyo Fu Wang, berjanjilah padaku !” sang putri merengek. Sang
kaisar akhirnya mengangguk “baik… baik… Fu Wang berjanji padamu ! lagipula Fu
Wang adalah kaisar… walaupun pao peiku ini membuat masalah, ada Fu Wang yang
__ADS_1
akan mengatasinya…” “Wang Jun…” permaisuri memperingati.
Sang permaisuri bukannya tidak menyukai putrinya ini, tapi
kasih sayang sang kaisar padanya benar-benar sangat kelewat batas. Untungnya
sang putri sendiri, tidak menjadi keterlaluan dengan semua yang dipunyainya.
Selain kenakalannya yang berlebihan dalam mengusili semua, tidak pernah
melakukan sesuatu yang membahayakan. Segalanya hanya kenakalan anak-anak yang
tidak mencelakakan. Sang putri sendiri sangat perhatian dan menyayangi semua
makhluk, membuatnya memiliki banyak peliharaan dan kekuatan sendiri.
Putri Shen You memegang kedua pipi Sang Kaisar,
mempertemukan tatapannya dan tatapan sang ayahandanya “Fu Wang, yang mulia,
tuan putri yang terhormat ini, akan masuk ke sekolah kerajaan dan berguru pada
Hui Sin Da Ren” dengan mata penuh tekad. Setelah kata-katanya keluar, wajah
sang kaisar langsung mengkerut “tidak… tidak boleh…” langsung menolak. Sang
permaisuri malah mendukung “Wang Jun, ide Yao er ini bagus. Yao er bisa belajar
lebih dalam lagi. Wang Jun, pengetahuan Yao er tidak kalah dari semua, pasti bisa
mengikuti pelajaran. Hui Sin Da Ren adalah seorang guru yang baik. Yang mulia
percaya, dibawah pengajaran Hui Sin Da Ren, bela diri Yao er akan lebih
berkembang. Wang Jun, walaupun Yao er adalah seorang perempuan, tapi dia juga
adalah calon ratu masa depan, tentu harus memiliki kemampuan” memberikan
pendapatnya.
Sang putri tersenyum manis mendengar ibunya yang
mendukungnya “Fu Wang, anda sudah berjanji padaku !” sang kaisar cemberut “Yao
er, di sekolah, ada banyak murid lelaki, Fu Wang tidak ingin mereka melihatmu
!” berbicara sesuai kata hatinya “aiyo Fu Wang, bukankah disini juga ada para
dayang lelaki, masih ada Pangeran Hao Cun, bukankah kami semua berhubungan
dengan baik ! lagipula, aku pergi sekolah juga bukan sendirian, ada Hao Cun ge
dan Xi Juan jie menemaniku, tidak akan ada masalah” “tapi…” sang kaisar masih
ingin protes “aiyo Fu Wang, jangan tapi-tapi lagi… dengan kemampuanku saat ini,
apa Fu Wang masih takut para murid itu bisa menindasku ?”
Sang permaisuri cekikikan “ya… ya… ya… Yao er kami sangat
hebat, adanya Putri Yao er yang menindas orang bukan sebaliknya” Sang putri
membusungkan dada, membanggakan diri, membuat sang permaisuri tertawa “Yao er,
Fu Wang mu ini bukan takut kau ditindas, tapi takut kau diambil orang” Sang
__ADS_1
putri membujuk “Fu Wang, aku ingin sekolah ! Fu Wang…” merengek.