
Bab 412 –
Kaisar sudah mondar mandir di depan istana “wah wah apa
yang membuat Wang Jun tampan ini mondar mandir seperti ini ?” suara merdu
mematahkan kegelisahan Kaisar. Kaisar langsung tersenyum melihat Shen Yao yang
menghampirinya, memeluknya “Yao er, Fu Wang sangat merindukanmu !” Shen Yao
melerai pelukan “Fu Wang, bagaimanapun saat ini aku adalah seorang gadis, sudah
bukan anak kecil !” memeletkan lidahnya. Kaisar cemberut “kau selamanya adalah
Yao er-ku…” Shen Yao berlagak berfikir “hmm… ini masih bisa difikirkan…” “Yao
er…” Kaisar protes. Shen Yao tertawa “hahaha…”
Permaisuri menghampiri dan memeluk Shen Yao “Yao er, baru
saja kembali… sudah lelahkan ?” Shen Yao “Mu Hou, sudah lama tidak bertemu.”
tersenyum dalam pelukan. Permaisuri melerai pelukan “semakin cantik !” Shen Yao
mengangguk dan tertawa “ayo… Mu Hou sudah menyiapkan makanan kesukaanmu. Kau
harus menceritakan semua perjalananmu !” Shen Yao “baik, ayo Fu Wang… kita
makan…” menggandeng Kaisar, merubah wajah cemberut Kaisar menjadi senyuman.
Mereka makan sekeluarga dengan riang gembira “Yao er,
bagaimana lukamu ?” Kaisar masih khawatir. Shen Yao “Fu Wang, luka itu sudah
lama sembuh. Ah mengenai itu, ada yang perlu ku bicarakan dengan Fu Wang, Paman
Kaisar dan Kakek Kaisar” Paman Kaisar “Hui Shi ?” Shen Yao mengangguk. Kaisar
menghela nafas “Yao er, kau ingin bagaimana ?” Shen Yao “Fu Wang, bagaimanapun
Hui Shi adalah seorang Pangeran. Dia sudah membuat pilihan, bisa
mempercayainya” Paman Kaisar mengejek “melihat aksimu, siapa yang berani
menentangmu ! dia tidak mau pun, tetap akan tunduk padamu !”
Shen Yao tersenyum sinis “tidak perlu merendah dihadapan
pemberontak. Siapapun dia, salah tetap salah. Sudah berani menargetkanku dan
mengambil dariku, maka mereka harus merasakan akibatnya” Paman Kaisar bergidik
“iuh Putri Mahkota bergerak, semua harus menunduk !” Shen Yao hanya tersenyum
dingin. Kaisar mempersila “Yao er, kau atur saja… Fu Wang tidak keberatan… apa
Hui Shi mau tinggal di istana ?” Shen Yao mengangkat bahu “Hui Shi mempelajari
Tao, lebih baik menempatkan di bidannya. Oh benar Fu Wang, aku rasa anda cocok
dengan Hui Shi.” Kaisar mengerutkan kening “pemahamannya dan pemahaman Fu Wang
saling mendukung. Kalian bisa lebih berkembang dengan menggabungkan kedua
pemahaman kalian”.
Paman kaisar menggoda “Shen Yao, kakek dengar, Hui Shi juga
menyukaimu…” Shen Yao “kakek tua, siapa yang tidak menyukaiku ?” Kakek kaisar
ikutan “nah bagaimana Tian Guang ? Yao er sudah memilihnya…” Shen Yao “kakek,
aku berhutang budi padanya !” Paman Kaisar “hanya sebatas hutang budi ?” Kaisar
__ADS_1
bersemangat “Yao er, kalau hanya hutang budi, Fu Wang bisa menghadiahinya
sesuatu atau memberinya gelar !” Shen Yao “Fu Wang, apa yang bisa anda berikan
padanya ? dia memiliki kekayaannya dan kekuatannya sendiri, tidak tertarik pada
gelar” Kaisar cemberut.
Paman Kaisar “jadi kau menyerahkan dirimu padanya untuk
membalas budinya ?” Shen Yao “apa yang dikatakan menyerahkan diriku. Aku hanya
mengabulkan permintaannya” Kaisar “apa permintaannya ?” Shen Yao “Tian Guang
meminta untuk menjaga hatiku !” Kaisar tercengang, lainnya tersenyum.
Kakek Kaisar penasaran “Yao er, apa kau sama sekali tidak
tergugah ?” Shen Yao hanya mengerutkan kening melihat Kakek Kaisar. Permaisuri
memegang tangan Shen Yao “Yao er, apa yang kau fikirkan untuk kelangsungan
hubunganmu dengan Tian Guang ?” Paman Kaisar “Yao er, Tian Guang adalah anak
yang baik. Latar belakangnya juga baik, sudah mempunyai prestasi yang
membanggakan dari usia muda.” Shen Yao “sudah beberapa kali Tian Guang melamarku
!” kecuali Kaisar yang cemberut, semua sangat antusias “jadi, apa jawabanmu ?”
Kakek Kaisar tidak dapat menahan diri.
Shen Yao “kakek, aku tidak mau menariknya turun kedalam
masalahku.” Kakek Kaisar membujuk “Yao er, usiamu juga sudah cukup untuk menikah.
Sudah 4 tahun lebih kalian berhubungan, kau pasti sudah mengetahui luar
dalamnya. Setidaknya kau harus memiliki status untuk hubungan kalian kan !”
perlu dipertimbangkan !” langsung menolak.
Shen Yao tersenyum usil “jadi apa yang diinginkan Fu Wang
ku ?” Kaisar “yang mulia akan memberinya sejumlah harta untuk membalas budinya
padamu. Dia tidak dalam kapasitas menolaknya.” Kakek Kaisar “ada apa denganmu ?
apa kau mau putrimu ini tidak memiliki jodoh selamanya ? walaupun tidak ada
cinta, tapi dengan adanya budi, Yao er bisa perlahan menumbuhkan perasaannya.
Apa yang kau inginkan dari menutup pintu jodoh putrimu ?” Kaisar cemberut
“sudah 4 tahun lebih, Yao er tidak memiliki perasaan padanya. Untuk apa memaksa
mereka berhubungan ? Yao er juga masih kecil, tidak perlu menikah secepat ini
!”
Shen Yao menghela nafas “Fu Wang, bukankah dari kecil kau
sudah mengetahui kesamaan kita. Lagipula, tidak akan ada kedua kalinya aku
berhutang budi pada seseorang” Kaisar cemberut “Yao er, Fu Wang tidak rela…”
Shen Yao tersenyum mengangguk “tentu saja, siapa yang rela melepasku !” Paman
Kaisar mencibir “cih… kenapa kenarcisanmu tidak berkurang !”
Shen Yao cekikikan “sudah, masalah ini tidak perlu dibahas.
Kakek, Hui Shi mau bertemu denganmu. Sekalian kakek bisa memberitahunya
__ADS_1
pengangkatan sebagai pangeran” Paman Kaisar membuka matanya “kenapa kau tidak
mengatakannya sendiri ?” Shen Yao “memberimu kerjaan. Jika semua kuselesaikan
sendiri, lalu untuk apa gunanya anda” Paman Kaisar mendengus.
Setelahnya, Kaisar memanggil Shen Yao berbicara berdua,
tapi apapun bujuk rayu Kaisar. Sesuatu yang sudah diputuskan Shen Yao, tidak
akan bisa diganggu gugat. Kaisar hanya bisa menerimanya dengan berat hati.
Setengah
bulan kemudian, Hui Shi menerima statusnya sebagai Pangeran Song Hui Shi,
memiliki istana sendiri. Hui Shi menjadi pendukung Shen Yao dan penenang bagi
Kaisar yang cemburu melihat kebersamaan Tian Guang dan Shen Yao.
Setelah
pengangkatan Hui Shi, 7 hari kemudian adalah batas waktu janji Shen Yao pada
Kakek Li. Semuanya kembali bertemu di rumah Li Suen “Shen Yao, sudah lama tidak
bertemu” Mei Gui segera menyapa “hai, mana kakek ?” Li Suen menyapa semua
“kakek di dalam, sedang bermain dengan cicitnya” Hao Cun menggoda “wah Li Suen
hebat, benar-benar langsung membuahkan hasil…” Li Suen membalas “jadi kapan
kami menerima undangan kalian ? ah aku belum memberi selamat. Salam hormat
Pangeran Hui Shi…” Hui Shi mencibir “rupanya lama tidak bertemu, kenakalanmu
semakin bertambah…” mereka bercanda tawa dengan riang gembira.
Kakek
Li sangat senang bertemu Shen Yao, apalagi memakan masakannya “Tuan Putri-ku,
bagaimana luka anda ?” “yah Shen Yao, kakek sangat mencemaskanmu… begitu
mendengar beritamu terluka, ingin segera bertemu denganmu !” Shen Yao “aku
baik-baik saja, hanya luka kecil…” “kau ini, seperti itu masih bilang luka
kecil. Jika bukan Tian Guang, hampir saja nyawa kecilmu ini melayang” Xi Juan
protes.
Kakek
Li “Tuan Putri, jangan bermain dengan hidupmu…” Shen Yao tersenyum “aiyo kakek,
aku mana bermain dengan hidupku. Mereka yang datang, cari masalah denganku,
tapi mereka juga sudah menerima akibatnya. Masalah ini sudah lama
terselesaikan. Tenang saja, tidak akan terjadi hal seperti itu lagi !” Tian
Guang “yah, aku akan selalu menjagamu !” Shen Yao nyengir.
Kakek
Li melihat 3 pasangan di depannya “jadi, kapan kakek bisa meminum arak
pernikahan kalian ? Pangeran Hui Shi, bagaimana denganmu ?” Hui Shi melirik
Shen Yao “setelah menyelesaikan semua urusan istana, aku akan ke Shaolin,
disana juga memerlukan bantuanku” Li Suen “Hui Shi, kau bukan ingin menjadi
__ADS_1
biarawan kan ?” Hui Shi cekikikan “aku masih belum sesuci itu hihihi…”