Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 412 - Belum sesuci itu


__ADS_3

Bab 412 –


          Kaisar sudah mondar mandir di depan istana “wah wah apa


yang membuat Wang Jun tampan ini mondar mandir seperti ini ?” suara merdu


mematahkan kegelisahan Kaisar. Kaisar langsung tersenyum melihat Shen Yao yang


menghampirinya, memeluknya “Yao er, Fu Wang sangat merindukanmu !” Shen Yao


melerai pelukan “Fu Wang, bagaimanapun saat ini aku adalah seorang gadis, sudah


bukan anak kecil !” memeletkan lidahnya. Kaisar cemberut “kau selamanya adalah


Yao er-ku…” Shen Yao berlagak berfikir “hmm… ini masih bisa difikirkan…” “Yao


er…” Kaisar protes. Shen Yao tertawa “hahaha…”


          Permaisuri menghampiri dan memeluk Shen Yao “Yao er, baru


saja kembali… sudah lelahkan ?” Shen Yao “Mu Hou, sudah lama tidak bertemu.”


tersenyum dalam pelukan. Permaisuri melerai pelukan “semakin cantik !” Shen Yao


mengangguk dan tertawa “ayo… Mu Hou sudah menyiapkan makanan kesukaanmu. Kau


harus menceritakan semua perjalananmu !” Shen Yao “baik, ayo Fu Wang… kita


makan…” menggandeng Kaisar, merubah wajah cemberut Kaisar menjadi senyuman.


          Mereka makan sekeluarga dengan riang gembira “Yao er,


bagaimana lukamu ?” Kaisar masih khawatir. Shen Yao “Fu Wang, luka itu sudah


lama sembuh. Ah mengenai itu, ada yang perlu ku bicarakan dengan Fu Wang, Paman


Kaisar dan Kakek Kaisar” Paman Kaisar “Hui Shi ?” Shen Yao mengangguk. Kaisar


menghela nafas “Yao er, kau ingin bagaimana ?” Shen Yao “Fu Wang, bagaimanapun


Hui Shi adalah seorang Pangeran. Dia sudah membuat pilihan, bisa


mempercayainya” Paman Kaisar mengejek “melihat aksimu, siapa yang berani


menentangmu ! dia tidak mau pun, tetap akan tunduk padamu !”


          Shen Yao tersenyum sinis “tidak perlu merendah dihadapan


pemberontak. Siapapun dia, salah tetap salah. Sudah berani menargetkanku dan


mengambil dariku, maka mereka harus merasakan akibatnya” Paman Kaisar bergidik


“iuh Putri Mahkota bergerak, semua harus menunduk !” Shen Yao hanya tersenyum


dingin. Kaisar mempersila “Yao er, kau atur saja… Fu Wang tidak keberatan… apa


Hui Shi mau tinggal di istana ?” Shen Yao mengangkat bahu “Hui Shi mempelajari


Tao, lebih baik menempatkan di bidannya. Oh benar Fu Wang, aku rasa anda cocok


dengan Hui Shi.” Kaisar mengerutkan kening “pemahamannya dan pemahaman Fu Wang


saling mendukung. Kalian bisa lebih berkembang dengan menggabungkan kedua


pemahaman kalian”.


          Paman kaisar menggoda “Shen Yao, kakek dengar, Hui Shi juga


menyukaimu…” Shen Yao “kakek tua, siapa yang tidak menyukaiku ?” Kakek kaisar


ikutan “nah bagaimana Tian Guang ? Yao er sudah memilihnya…” Shen Yao “kakek,


aku berhutang budi padanya !” Paman Kaisar “hanya sebatas hutang budi ?” Kaisar

__ADS_1


bersemangat “Yao er, kalau hanya hutang budi, Fu Wang bisa menghadiahinya


sesuatu atau memberinya gelar !” Shen Yao “Fu Wang, apa yang bisa anda berikan


padanya ? dia memiliki kekayaannya dan kekuatannya sendiri, tidak tertarik pada


gelar” Kaisar cemberut.


          Paman Kaisar “jadi kau menyerahkan dirimu padanya untuk


membalas budinya ?” Shen Yao “apa yang dikatakan menyerahkan diriku. Aku hanya


mengabulkan permintaannya” Kaisar “apa permintaannya ?” Shen Yao “Tian Guang


meminta untuk menjaga hatiku !” Kaisar tercengang, lainnya tersenyum.


          Kakek Kaisar penasaran “Yao er, apa kau sama sekali tidak


tergugah ?” Shen Yao hanya mengerutkan kening melihat Kakek Kaisar. Permaisuri


memegang tangan Shen Yao “Yao er, apa yang kau fikirkan untuk kelangsungan


hubunganmu dengan Tian Guang ?” Paman Kaisar “Yao er, Tian Guang adalah anak


yang baik. Latar belakangnya juga baik, sudah mempunyai prestasi yang


membanggakan dari usia muda.” Shen Yao “sudah beberapa kali Tian Guang melamarku


!” kecuali Kaisar yang cemberut, semua sangat antusias “jadi, apa jawabanmu ?”


Kakek Kaisar tidak dapat menahan diri.


          Shen Yao “kakek, aku tidak mau menariknya turun kedalam


masalahku.” Kakek Kaisar membujuk “Yao er, usiamu juga sudah cukup untuk menikah.


Sudah 4 tahun lebih kalian berhubungan, kau pasti sudah mengetahui luar


dalamnya. Setidaknya kau harus memiliki status untuk hubungan kalian kan !”


perlu dipertimbangkan !” langsung menolak.


          Shen Yao tersenyum usil “jadi apa yang diinginkan Fu Wang


ku ?” Kaisar “yang mulia akan memberinya sejumlah harta untuk membalas budinya


padamu. Dia tidak dalam kapasitas menolaknya.” Kakek Kaisar “ada apa denganmu ?


apa kau mau putrimu ini tidak memiliki jodoh selamanya ? walaupun tidak ada


cinta, tapi dengan adanya budi, Yao er bisa perlahan menumbuhkan perasaannya.


Apa yang kau inginkan dari menutup pintu jodoh putrimu ?” Kaisar cemberut


“sudah 4 tahun lebih, Yao er tidak memiliki perasaan padanya. Untuk apa memaksa


mereka berhubungan ? Yao er juga masih kecil, tidak perlu menikah secepat ini


!”


          Shen Yao menghela nafas “Fu Wang, bukankah dari kecil kau


sudah mengetahui kesamaan kita. Lagipula, tidak akan ada kedua kalinya aku


berhutang budi pada seseorang” Kaisar cemberut “Yao er, Fu Wang tidak rela…”


Shen Yao tersenyum mengangguk “tentu saja, siapa yang rela melepasku !” Paman


Kaisar mencibir “cih… kenapa kenarcisanmu tidak berkurang !”


          Shen Yao cekikikan “sudah, masalah ini tidak perlu dibahas.


Kakek, Hui Shi mau bertemu denganmu. Sekalian kakek bisa memberitahunya

__ADS_1


pengangkatan sebagai pangeran” Paman Kaisar membuka matanya “kenapa kau tidak


mengatakannya sendiri ?” Shen Yao “memberimu kerjaan. Jika semua kuselesaikan


sendiri, lalu untuk apa gunanya anda” Paman Kaisar mendengus.


          Setelahnya, Kaisar memanggil Shen Yao berbicara berdua,


tapi apapun bujuk rayu Kaisar. Sesuatu yang sudah diputuskan Shen Yao, tidak


akan bisa diganggu gugat. Kaisar hanya bisa menerimanya dengan berat hati.


Setengah


bulan kemudian, Hui Shi menerima statusnya sebagai Pangeran Song Hui Shi,


memiliki istana sendiri. Hui Shi menjadi pendukung Shen Yao dan penenang bagi


Kaisar yang cemburu melihat kebersamaan Tian Guang dan Shen Yao.


Setelah


pengangkatan Hui Shi, 7 hari kemudian adalah batas waktu janji Shen Yao pada


Kakek Li. Semuanya kembali bertemu di rumah Li Suen “Shen Yao, sudah lama tidak


bertemu” Mei Gui segera menyapa “hai, mana kakek ?” Li Suen menyapa semua


“kakek di dalam, sedang bermain dengan cicitnya” Hao Cun menggoda “wah Li Suen


hebat, benar-benar langsung membuahkan hasil…” Li Suen membalas “jadi kapan


kami menerima undangan kalian ? ah aku belum memberi selamat. Salam hormat


Pangeran Hui Shi…” Hui Shi mencibir “rupanya lama tidak bertemu, kenakalanmu


semakin bertambah…” mereka bercanda tawa dengan riang gembira.


Kakek


Li sangat senang bertemu Shen Yao, apalagi memakan masakannya “Tuan Putri-ku,


bagaimana luka anda ?” “yah Shen Yao, kakek sangat mencemaskanmu… begitu


mendengar beritamu terluka, ingin segera bertemu denganmu !” Shen Yao “aku


baik-baik saja, hanya luka kecil…” “kau ini, seperti itu masih bilang luka


kecil. Jika bukan Tian Guang, hampir saja nyawa kecilmu ini melayang” Xi Juan


protes.


Kakek


Li “Tuan Putri, jangan bermain dengan hidupmu…” Shen Yao tersenyum “aiyo kakek,


aku mana bermain dengan hidupku. Mereka yang datang, cari masalah denganku,


tapi mereka juga sudah menerima akibatnya. Masalah ini sudah lama


terselesaikan. Tenang saja, tidak akan terjadi hal seperti itu lagi !” Tian


Guang “yah, aku akan selalu menjagamu !” Shen Yao nyengir.


Kakek


Li melihat 3 pasangan di depannya “jadi, kapan kakek bisa meminum arak


pernikahan kalian ? Pangeran Hui Shi, bagaimana denganmu ?” Hui Shi melirik


Shen Yao “setelah menyelesaikan semua urusan istana, aku akan ke Shaolin,


disana juga memerlukan bantuanku” Li Suen “Hui Shi, kau bukan ingin menjadi

__ADS_1


biarawan kan ?” Hui Shi cekikikan “aku masih belum sesuci itu hihihi…”


__ADS_2