
Tibalah hari peperangan,
karena sudah pernah mengalaminya sekali, Song Xuan Ren sudah mengetahui gerakan
musuh. Song Xuan Ren mengikuti kejadian sebelumnya, sambil mengamati sekitar,
mencari keberadaan Xiao Jiu. Xiao Jiu bersama ketujuh saudaranya bersembunyi di
dalam hutan “hmm… putra mahkota itu lumayan juga, bisa membaca gerakan lawan !”
Xiao Jiu memuji “wah xiao meimei, jangan mengatakan kau terpesona pada putra
mahkota !” Dian Lan menggoda, Xiao Jiu berdecak kesal “Qi Jie, kalian kapan
selesainya menggodaku !” Shui Lan “aiyo xiao meimei berwajah merah, sudah malu
hihihi…” Xiao Jiu semakin kesal, memakai topi prajurit masuk ke medan perang
“meimei…” Huang Guang teriak “semua karena kalian ! kalau Xiao Jiu terjadi
sesuatu, lihat bagaimana da ge menghukum kalian…” ikut masuk ke medan perang.
Xiao Jiu yang masuk medan perang, melihat Song Xuan Ren
yang terdesak, segera membantunya “taizi, anda tidak apa-apa kan ?” Song Xuan
Ren terpana, menggeleng “kau menyelamatkanku, apa namamu ?” “Xiao Jiu…” segera
meninggalkan Song Xuan Ren dan memukul musuh “Xiao Jiu…” Song Xuan Ren
berteriak, dihadapannya ada prajurit musuh yang menyerang. Disaat Xiao Jiu
terdesak, menerima satu pukulan, membuatnya muntah darah “Xiao Jiu…” terdengar
teriakan dari beberapa arah. Jing Guang menggila, segera memukul mundur musuh
dan memapah Xiao Jiu “Xiao Jiu… Xiao Jiu… bagaimana denganmu ?” Xiao Jiu “erge,
dadaku sakit sekali…” jatuh tidak sadarkan diri “Xiao Jiu… da ge, Xiao Jiu
tidak sadarkan diri…” Huang Guang segera mendekat “bawa Xiao Jiu kembali…” Jing
Guang menggendong Xiao Jiu.
Song Xuan Ren melihat semuanya, segera menangkap Huang
Guang “apa yang kau lakukan ?” Huang Guang melihat Song Xuan Ren “taizi, disini
sudah terkendali, kami pamit dulu…” segera berlalu “da ge, bagaimana Xiao Jiu
?” terdengar teriakan seorang wanita “wu mei, Xiao Jiu menerima satu pukulan”
Song Xuan Ren, tidak mau kehilangan Xiao Jiu, segera mengejar sampai ke Desa
Bai Ling “taizi, anda ?” “aku ingin melihat Xiao Jiu, dia adalah penyelamat
jiwaku…” semua yang khawatir dengan Xiao Jiu tidak menyulitkannya ‘Xiao Jiu,
apa kau berasal dari sini ? pohon bunga asoka… sepertinya benar, untung aku
mengikuti mereka… tapi apa hubungan mereka dengan Xiao Jiu, kenapa begitu
mengkhawatirkannya ?’ sambil mengikuti sambil mengamati sekitar.
Hingga ke kediaman pemilik desa, semua segera masuk ke
kamar Xiao Jiu “die, bagaimana Xiao Jiu ?” Bai Liu Dong berbalik, belum
menjawab pertanyaan Huang Guang, sudah melihat Song Xuan Ren, segera memberi
hormat “taizi, maaf tidak tahu anda kesini…” Song Xuan Ren “tidak masalah,
bagaimana Xiao Jiu ?” Bai Liu Dong “tidak ada masalah, menerima serangan
mendadak, jadi energinya agak kacau…” Huang Guang “semua karena kalian”
__ADS_1
memarahi Dian Lan dan Shui Lan “maaf da ge…” Bai Liu Dong “sudah, ada taizi
disini, jangan tidak sopan…” Song Xuan Ren “kalian dengan Xiao Jiu ?” Bai Liu
Dong “taizi, ini adalah anak-anak hamba Huang Guang, Jing Guang, Lu Teng, Ye
Xing, Tian Ling, Shui Lan, Dian Lan, Xiao Jiu adalah anak terkecil” Song Xuan
Ren segera berbinar ‘Xiao Jiu, kali ini tidak ada lagi yang akan menghalangi
kita. Saat Mu Hou dan Fu Wang tahu identitasmu, mereka tidak akan melarang
lagi’.
Bai Liu Dong “taizi, anda…” Song Xuan Ren “oh Xiao Jiu
menyelamatkanku di medan perang… belum sempat berterima kasih, mereka sudah
membawanya pergi, jadi aku mengikuti kemari !” Bai Liu Dong menganggukkan
kepala “sudah menyusahkan anda ! kalian tidak menjelaskan ?” Huang Guang “maaf
taizi, die, aku mengkhawatirkan xiao mei, jadi tidak sempat menjelaskan !” Bai
Liu Dong “bukankah die menyuruh kalian hanya mengawasi dan menyelamatkan
korban, kenapa ikut masuk ke medan perang ?” Huang Guang melirik sinis ke dua
adiknya “semua karena mereka, terus menggoda dan membuat Xiao Jiu kesal” “maaf
da ge, die, kami juga tidak menyangka Xiao Jiu akan langsung masuk ke medan
perang !” Jing Guang “jika terjadi sesuatu pada Xiao Jiu, aku akan menjemur
kalian 7 hari di lapangan” keduanya menunduk merasa bersalah.
Song Xuan Ren melihat interaksi satu keluarga, hatinya
menghangat ‘Xiao Jiu, pantas kau begitu tidak menyukai istana, keluargamu
padaku. Haih Xiao Jiu, kenapa kau begitu bodoh… aku tidak akan menghalangi
kebahagiaanmu… di kehidupan ini, aku akan lebih memperhatikanmu…’ Bai Liu Dong
melihat kondisi Song Xuan Ren “taizi, anda terluka, mari… obati luka anda,
tabib !” mempersila Song Xuan Ren ke ruangan lainnya. Song Xuan Ren meminta
tolong seseorang memberitahu Ye Qing Ti kondisi dan keberadaannya “Tuan Bai, kulihat
sepanjang jalan kemari terdapat beberapa perangkap…” Bai Liu Dong tersenyum
membanggakan “itu semua ide Xiao Jiu… dia yang membuatnya, untuk melindungi
desa kami dari para pencuri dan penjahat…” Song Xuan Ren tersenyum lembut ‘Xiao
Jiu, kau memang sangat pintar, tidak heran kau dapat membuat desain pisau
pendek dan perangkap untuk melindungi batu Ling Bi’ “Tuan Bai, nyonya anda ?”
wajah Bai Liu Dong menjadi sendu “sudah tiada, 3 tahun setelah melahirkan Xiao
Jiu” Song Xuan Ren merasa bersalah “maaf…”
Bai Liu Dong menggeleng “tidak masalah… hanya saja, jangan
pernah mengungkit hal ini pada Xiao Jiu” Song Xuan Ren penasaran “kenapa ?” Bai
Liu Dong “Xiao Jiu melihat sendiri kematian ibunya, membuatnya trauma dan
menyalahkan diri sendiri” Song Xuan Ren “ kalau boleh aku tahu, apa penyebab
kematian nyonya ?” Bai Liu Dong “malam itu, Xiao Jiu rewel karena sedang demam
tinggi. Istriku menggendong Xiao Jiu yang sedang memakan ubi bakar kesukaannya,
__ADS_1
menenangkannya. Tidak menyangka perampok berhasil masuk ke desa dan melukai
banyak warga. Untuk melindungi Xiao Jiu, istriku mendapat 2 tikaman, darahnya
terpercik ke wajah Xiao Jiu. Xiao Jiu yang masih kecil dan belum mengerti
apapun, memanggil-manggil ibunya yang perlahan melemah dan mati di hadapannya.
Xiao Jiu yang shok, tidak sadarkan diri seminggu, setelahnya berdiam diri
selama 3 bulan sebelum mulai berkomunikasi lagi dengan lainnya.”
Song
Xuan Ren mencerna semua cerita “ubi bakar ?” Bai Liu Dong tersenyum “Xiao Jiu
sangat suka ubi bakar… setiap sakit atau tidak ada nafsu makan, hanya ubi bakar
yang mau dimakannya” Song Xuan Ren “ooo… apa ada cerita di balik ubi bakar ?” Bai
Liu Dong tersenyum “Xiao Jiu pertama kali memakan ubi bakar pemberian kakeknya,
hasil kebun sendiri. Itu adalah ubi pertama yang ditanamnya sendiri atas
pengajaran kakeknya, sangat berkesan untuknya” Song Xuan Ren tersenyum “kakek…”
‘rupanya orang yang dimaksud Xiao Jiu adalah kakeknya… hahaha… pantas saja dia
mengatakan orang itu jauh di langit dan dekat di mata… aku cemburu pada kakeknya
sendiri… hahaha… aku benar-benar konyol…’ menertawakan kebodohannya
sendiri.
Bai
Liu Dong “taizi, anda…” Song Xuan Ren tersenyum “Tuan Bai, terus terang aku
jatuh cinta pada pandangan pertama pada Xiao Jiu… kuharap anda bisa merestui…”
Bai Liu Dong terkejut “taizi, anda…” Song Xuan Ren “Tuan Bai, aku tahu Xiao Jiu
adalah seorang gadis, tadi mendengar saudaranya sempat memanggilnya xiao mei.
Sebelumnya aku masih curiga perasaanku salah, tapi ternyata Xiao Jiu adalah
seorang gadis” tersenyum ceria. Bai Liu Dong mengangguk “Xiao Jiu memang gadis,
dia juga adalah kesayangan keluarga kami. Taizi, maafkan aku orang tua, aku
tidak bisa melihat Xiao Jiu menderita, apalagi kehidupan di istana” Song Xuan
Ren “Tuan Bai tenang saja, aku janji hanya akan ada Xiao Jiu untukku, Xiao Jiu
akan menjadi Wang Hou-ku satu-satunya. Aku akan mencintai, menyayangi, dan
memanjakannya, tidak akan membuatnya bersedih”.
Bai
Liu Dong “taizi, maafkan hamba… mendapat janji seperti ini dari anda, tentu
saja hamba sangat terharu… tapi semua harus melihat keinginan Xiao Jiu, kami
tidak pernah memaksanya melakukan sesuatu… jika Xiao Jiu menyukai anda, itu
akan sangat baik, tapi kalau Xiao Jiu tidak memiliki perasaan itu, hamba
berharap anda jangan menyusahkannya !” Song Xuan Ren “tentu saja… aku akan
berusaha agar layak menjadi orang yang disukai Xiao Jiu” Bai Liu Dong “taizi,
anda juga sudah lelah, beristirahatlah, hamba permisi…” meninggalkan ruangan
Song Xuan Ren.
__ADS_1