Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 33 - Memulihkan Diri


__ADS_3

Kesembilan kepala


melihat ke segala penjuru “giliran kalian…” bersama mengeluarkan suara


mengerikan dengan nafas api. Dong Hua “Xiao Bai, sadarlah, lihat baik-baik


siapa aku ?” lainnya khawatir dan cemas, mereka tidak dapat berbuat apapun


terkurung dalam jiejue, sekali kepala naga menghembuskan apinya maka tamatlah


riwayat mereka semua. Sang naga menurunkan salah satu kepalanya melihat Dong


Hua dengan seksama “pembangkang harus dihukum…” berdiri tegak, cahaya keemasan


sudah mengalir di tenggorokan bersiap disemburkan keluar. Semua menutup mata,


menanti kematian mereka, sesaat kemudian, semua jiejue terbuka. Sang singa naga


sudah membalikkan badan, berjalan menjauh dengan sayap yang mulai bergoyang-goyang


“Xiao Bai… Xiao Bai… jangan pergi… jangan pergi…” Dong Hua berlutut menitikkan


air mata, sepasang tangan merangkulnya, memasukkannya ke dalam pelukan hangat


“bodoh, aku tidak akan mengingkari janjiku padamu…” Dong Hua gemetar, memeluk


tubuh Feng Jiu “Xiao Bai, Xiao Bai, kau mengagetkanku… Xiao Bai, aku sangat


merindukanmu…” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, aku juga merindukanmu…” berpelukan


berdua.


            Feng Jiu “kau sangat nakal…” Dong Hua melerai pelukan,


melihat Feng Jiu, Feng Jiu melihatnya dengan ketidaksenangan “siapa yang


mengijinkanmu berperang ? apa yang sebelumnya kukatakan ! kenapa kau tidak bisa


tenang-tenang di Bi Hai Cang Ling menungguku saja ?” Dong Hua menundukkan


kepala, seperti anak nakal yang baru melakukan kesalahan dan sangat menyesal


“maaf Fu Ren, tidak akan lagi…” Feng Jiu “kau ini, mana kata-katamu yang asli


dan yang palsu ? dulu juga kau katakan tidak akan mengulanginya, apa yang


terjadi hari ini ?” Dong Hua mengeluarkan tampang memelas “tidak berani lagi,


selanjutnya tidak berani lagi…” Feng Jiu “masih ada selanjutnya ?” Dong Hua


segera menggeleng “tidak ada, tidak ada selanjutnya… Fu Ren, bisakah tidak


begitu galak, aku takut…” Feng Jiu mencibir “cih, kau juga tahu takut !” Dong


Hua mengeluarkan tampang polosnya mengangguk, Feng Jiu membuang muka, tidak mau


melihat Dong Hua. Dong Hua merengek “Fu Ren… Fu Ren Fu Ren Fu Ren… jangan


mengabaikanku… Fu Ren…” memegang dagu Feng Jiu dan membaliknya “awas kau nakal


lagi, aku akan betul-betul meninggalkanmu…” Dong Hua menggeleng “tidak nakal


lagi… Fu Ren, tidak nakal lagi… Fu Ren tidak boleh meninggalkanku…”. Semua yang


disana terbelalak melihat interaksi keduanya, mereka seperti tersetrum bisa


melihat Dong Hua Di Jun yang memelas, merengek, menyesal, takut, merayu, dan


manja. Bagi Dong Hua Di Jun, dia bisa melakukan apapun untuk wanita ini,


jangankan merengek dan merayu, suruh dia matipun tidak akan berfikir dua kali. Dong


Hua tidak pernah peduli tanggapan orang lain padanya, yang penting wanita ini


selalu disisinya, dia bisa melakukan apa saja.


            Zhe Yan menghampiri “yatou, kau betul-betul mengejutkan


kita semua… kemarilah…” memeriksa tangan Feng Jiu, Feng Jiu mencibir “lao feng


huang, begini saja sudah membuatmu terkejut !” Zhe Yan “ya ya ya, kau paling


hebat… Xiao Jiu, kau masih perlu istirahat, baru chuguang harus banyak


beristirahat…” Feng Jiu melirik sinis “bukankah karena kalian, membuatku tidak


bisa beristirahat…” Zhe Yan cekikikan “hihihi… maaf, kami salah tidak


memperhatikan kata-kata Nu Jun dengan baik…” Sou Wan “Xiao Jiu, kau tiba-tiba


menghilang dari gua untuk kesini ?” Feng Jiu “Sou Wan, gugu, kalian terlalu


terburu-buru pergi… aku masih di Bi Hai Cang Ling…”


            Gun Gun berlarian “Niang Qin Niang Qin…” langsung masuk

__ADS_1


ke pelukan Feng Jiu. dibelakangnya ada Chong Lin yang mengikuti “Niang Qin,


rupamu tadi sangat menakutkan…” Feng Jiu memeluk Gun Gun “mengagetkan Gun Gun !”


Gun Gun menggeleng “tidak, Niang Qin sangat hebat, sangat berkharisma…” Feng


Jiu membelai kepala Gun Gun. Dong Hua mengecup keningnya “kita pulang ?” Feng


Jiu mengangguk. Dong Hua tersenyum, menggendong Gun Gun, menggandeng Feng Jiu,


menghilang kembali ke Bi Hai Cang Ling, diikuti lainnya.


            Dong Hua “Xiao Bai, tadi kau kemana ? kenapa Sou Wan


mengatakan kau menghilang ?” Feng Jiu “shigong… saat keluar, aku melihat Gun


Gun yang memapah Niang Qin beserta Ali, Chong Lin, Sie Ming, dan 2 anak kecil…


Chong Lin yang mengatakan kalian ke medan perang, takut kau tidak berfikiran


terbuka. Gun Gun memaksa ikut, jadi membawanya bersama Chong Lin, lainnya masih


di Bi Hai Cang Ling” Dong Hua cemberut “Xiao Bai, aku…” Feng Jiu tersenyum


lembut memegang wajah Dong Hua “Dong Hua, jika suatu saat aku hilang, kau masih


memiliki Gun Gun…” Dong Hua menggeleng “Xiao Bai, aku tidak bisa kehilanganmu


lagi… aku tidak bisa tanpamu… tidak ada dirimu, sama saja tidak ada aku…” Gun


Gun “Niang Qin, Gun Gun juga tidak bisa tanpa Niang Qin. Jadi Niang Qin harus


selalu bersama kami” Feng Jiu membelai kepala Gun Gun “baik, selalu bersama…”


Dong Hua tersenyum, menatap Feng Jiu penuh kasih sayang. Bergandengan tangan


dengan senyuman kembali ke Bi Hai Cang Ling.


            Wen Xin sudah menunggu mereka dengan makanan kesukaan


Feng Jiu “Xiao Jiu, kau sudah kembali… Di Jun… ayo Niang Qin sudah menyiapkan


makanan kesukaanmu…” “terima kasih Niang Qin…” Lian Song “wah Di Hou, berkatmu


kami mendapat keberuntungan makan enak hari ini…” Dong Hua mencibir “kau bisa


kembali ke Jiu Jong Tian…” Lian Song menggerakkan kipasnya “Dong Hua, sudah


lapar, makan dulu sebelum jalan…” Dong Hua melirik sinis. Semuapun berkumpul


makanan, hingga Feng Jiu kekenyangan dan menolak semuanya.


            Selesai makan, mereka bercengkrama di bawah pohon bunga


fuling. Meng Hao “Zheng Zhu, kemampuan meningkat lagi ?” Feng Jiu “tentu saja,


shushu, mau tidak bertanding denganku ? sudah lama kita tidak bertanding…” Meng


Hao “baik, terakhir kali kau baru 19.000 tahun, tidak pernah datang menemui


shushu lagi…” Feng Jiu cekikikan “hihihi maaf shushu…” Lian Song “Di Hou, apa


yang anda lakukan pada Su Yang dan Nie Chu Ying ?” Feng Jiu “Su Yang


terperangkap dalam Yao Chu Xin, Nie Chu Ying sama seperti Ji Heng” Dong Hua


“Xiao Bai, Yao Chu Xin ?” Feng Jiu “kau ingin bertanya bagaimana aku menjadi


pemilik Yao Chu Xin dan bisa mengeluarkan kekuatannya ?” Dong Hua mengangguk.


Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, kau pasti tahu Yao Chu Xin adalah jantung dari


Jiu Tou Long Zi !” Dong Hua mengangguk, Feng Jiu meneruskan “saat aku kecil


menyelinap ke kaum siluman, tanpa sengaja tanganku tergores dan beberapa tetes


darah jatuh di Yao Chu Xin. Saat itu, hong chi Miao Luo masih ada ditubuhku, Yao


Chu Xin mungkin mengenalinya, menjadikanku pemilik Yao Chu Xin. Saat itu,


tubuhku seperti terhisap masuk kedalam Yao Chu Xin, aku melihat semua sejarah


dan ingatan Yao Chu Xin. Yao Chu Xin berbeda dari Suo Hun Yu, sebagai jantung


Jiu Tou Long Zhi sudah memiliki kekuatan, selain pemilik, setiap yang berusaha


menggunakan kekuatannya, berarti menyerahkan jiwa mereka secara sukarela.” Bai


Ce “Xiao Jiu, bagaimana kau bisa dengan mudah menyesatkan diri dan kembali


normal ?” Feng Jiu tersenyum “yeye, aku bukan menyesatkan diri tapi mengirim


energi membangkitkan Yao Chu Xin” Dong Hua memeluk erat Feng Jiu “kau


mengagetkanku…” Feng Jiu membelai tangan Dong Hua, menenangkannya.

__ADS_1


            Lian Song “Di Hou, sebelumnya kau dimana ? kenapa hanya


mendengar suaramu ?” Feng Jiu melirik Dong Hua “menurutmu aku dimana ?” Dong


Hua cemberut “memelukku dalam sihir tak terlihat… aku sudah tahu salah Fu Ren…”


Feng Jiu sewot melihat Dong Hua “baru tiba, sudah melihatmu yang tersesat…


bagaimana aku tenang melepasmu ? sebelumnya Xing Guang Jiejue - Miao Luo,


kemudian Ji Heng, hari ini Nie Chu Ying, nanti kau akan bertempur dengan siapa


lagi ?” Dong Hua tersenyum “jadi Fu Ren tidak boleh melepasku… aku tidak akan


bertempur jika ada Fu Ren disisiku…” memeluk dan mengecup pipi Feng jiu dengan


mata berbinar, semua menggelengkan kepala mendengar jawaban Dong Hua ‘dewa tua


ini sangat tidak punya malu’.


            Zhe Yan “hebat yatou, kau bisa dengan mudah mengembalikan


Dong Hua… kami saja tidak bisa dekat dengannya…” Feng Jiu “tinggal menemukan


celahnya, bukan hal yang susah…” acuh tak acuh. Bai Ce “Xiao Jiu, celah apa ?


bagaimana kau menenangkan Di Jun ?” Feng Jiu mengangkat jarinya “aku punya


ini…” Sou Wan “hebat Xiao Jiu, disaat semua sudah tidak memiliki cara, kau


selalu dengan tenang menyelesaikan semuanya. apa benar kau baru 33.000 tahun ?


kenapa kau punya begitu banyak cara yang tidak biasa ?” Feng Jiu “hihihi Sou


Wan, bukan tidak biasa, hanya cara-cara sederhana membuat malu dihadapan tetua


sekalian. Oh benar, dua putri yang cantik ini anak siapa ?” melihat kedua anak


yang berusia 200 tahun sedang berlarian menuju mereka bersama Gun Gun dan Ali.


            Xiao Long Nu berlarian mengejar Gun Gun yang berlari


masuk ke pelukan Feng Jiu, Asiang pun mengikutinya bersama Ali. Feng Jiu


tersenyum, mengelap keringat Gun Gun. Kedua putri terbengong melihat Feng Jiu


“Ali gege, dia sangat cantik, siapa dia ? kenapa begitu lembut pada Gun Gun ?”


Ali “ini Feng Jiu jiejie, istri Dong Hua jiefu, putri Bai Yi shushu dan Wen Xin


ayi, ibu Gun Gun, Qing Qiu Nu Jun – Bai Feng Jiu” Feng Jiu tersenyum menunjuk


Asiang “gugu, aku mempunyai adik baru, rubah abu ekor sembilan… rubah ekor


sembilan sudah memiliki penerus baru… meimei, bagaimana jiejie memanggilmu ?”


Asiang maju mengambil tangan Feng Jiu “jiejie, Asiang sudah sering mendengar


Niang Qin menyebut jiejie, jiejie sangat cantik… Jiejie bisa memanggilku


Asiang…” Feng Jiu mencium pipinya “Asiang juga sangat cantik… nah yang satunya…


ehm… Sou Wan…” Dong Hua mengecup kening Feng Jiu “kau sudah menebaknya…” Feng


Jiu “selamat Sou Wan… Mo Yuan Shan Shen… tidak tahu siapa yang dulu tidak mau


menikah ! sekarang sudah memiliki anak hihihi…” wajah Sou Wan memerah,


mengingat dipermainkan Feng Jiu. Mo Yuan memangku putrinya “Xiao Jiu, semuanya


masih harus berterima kasih padamu… ini putriku Xiao Long Nu” Feng Jiu


cekikikan “hihihi… Mo Yuan Shan Shen, tidak perlu begitu sungkan… kalian tidak


marah karena keusilanku sudah baik hihihi…”


            Bai Chen “Xiao Jiu, melihatmu seperti ini sungguh


melegakan hati” Zhe Yan mengikuti “betul, yatou, kau harus beristirahat…


kurangi menantang bahaya, biarkan orang tua ini tenang sedikit…” Feng Jiu


cekikikan “hihihi… bukankah aku sudah baik-baik saja… haih… aku sekarang hanya


ingin mandi dan menikmati tidur yang nyenyak…” merenggangkan otot-ototnya. Dong


Hua “Zhe Yan, coba periksa Xiao Bai lagi !” Zhe Yan mengangguk segera memeriksa


“nadi sudah stabil, energimu luar biasa, hanya tubuh masih sedikit lemah…


yatou, kau harus istirahat dan berlatih memulihkan tubuhmu, aku ada ini,


minumlah sehari 1 pil, dalam 3 bulan disertai istirahat dan latihan, tubuhmu


akan pulih” Feng Jiu mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2