Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 20 – Feng Wei hua terjatuh – kembalinya Qing Qiu Nu Jun


__ADS_3

Tiba-tiba Yan Ci Wu


datang “Dong Hua, ada apa ini ? tempat Nie Chu Ying bergetar. Ji Heng !”


melihat ke Ji Heng. Yan Ci Wu “Ji Heng ! apa yang kau lakukan disini ? Suo Hun


Yu ! apa yang kau lakukan pada Suo Hun Yu ?” Ji Heng “haih Xiao Yan, kau


benar-benar bodoh, apa yang kulakukan apa masih belum jelas bagimu ? aku sudah


menguasai Suo Hun Yu, sudah menyerap semua jiwa iblis didalamnya…” Yan Ci Wu


“tapi kau bukan pemiliknya, tidak mungkin dapat menggunakannya !” Ji Heng


tertawa terbahak-bahak “hahaha Xiao Yan, akulah pemilik Suo Hun Yu… tunggu,


dari mana kau tahu pemilik Suo Hun Yu ?” Yan Ci Wu sadar dirinya keceplosan


“aku pernah mendengar Nie Chu Ying mengatakan pemilik batu Ling Bi adalah


makhluk fana…” Ji Heng pun tidak banyak berfikir “kau betul-betul sangat bodoh,


manusia fana hanya memiliki usia berapa tahun ! tentu sudah mati dan


bereinkarnasi berkali-kali, bahkan mungkin jiwanya sudah musnah ! ah sudahlah,


minggirlah, jika menghalangi langkahku, aku pun akan membunuhmu.”


            Dong Hua teringat jebakan Feng Jiu tapi tidak bisa


memastikan Suo Hun Yu masih akan menjadi jalan buntu atau menjadi bantuan untuk


Ji Heng. Ji Heng berteriak “hari ini adalah kekalahan klan langit… prajurit


silumanku, habisi klan langit, balaskan dendam Yao Jun… kita akan menguasai Si


Hai Ba Huang !” semua prajurit klan siluman, mengulang-ulang perkataan Ji Heng,


mengatur posisi dan bersiap menyerang. Segera perang terjadi, 50.000 prajurit


klan langit melawan 80.000 prajurit klan siluman, sementara Dong Hua melawan Ji


Heng. Ji Heng menggunakan ilmu Miao Luo melawan Dong Hua dan menggunakan


seluruh jiwa iblis untuk melindunginya. Ilmu Ji Heng walaupun berasal dari Miao


Luo tapi tidak sehebat Miao Luo. Kekuatan Miao Luo dulu menjadi sangat hebat


karena adanya San Duo Chuo Shi yang menyatu dengan kekuatannya. Ji Heng sangat


mengandalkan Suo Hun Yu dalam pertarungan, ratusan ribu jiwa iblis menjadi


tamengnya menghadapi Dong Hua. Ilmu Miao Luo pada Ji Heng hanyalah masalah


sepele buat Dong Hua, yang membuatnya kesusahan menghabisi Ji Heng adalah jiwa


iblis Suo Hun Yu. Terlalu banyaknya jiwa iblis Suo Hun Yu sangat menguras


tenaga Dong Hua, ditambah lagi Ji Heng juga menggunakan sihir Chi Luan untuk


berusaha menyesatkan Dong Hua. Sihir Chi Luan adalah sihir yang dapat membuat


seseorang berhalusinasi, saat kelelahan, dengan mudah menyesatkannya menjadi


iblis. Jiwa yang sudah tersesat akan terombang ambing, perlahan kehilangan


keinginan dan jati dirnya, menjadi prajurit boneka. Sihir yang dikuasai Ji Heng


walau dari luar kelihatannya sangat kuat sebenarnya sangat lemah, karena Ji


Heng tidak melalui tahap-tahap dan tergesa-gesa menguasainya. Tanpa bantuan Suo

__ADS_1


Hun Yu, Ji Heng bukanlah apa-apa.


            Terlihat prajurit klan siluman yang mulai berkurang lebih


banyak dibandingkan prajurit klan langit. Ji Heng segera mengirimkan jiwa-jiwa


iblis Suo Hun Yu kedalam sisa prajurit untuk membalik keadaan. Ji Heng pun


sebenarnya kehabisan banyak energi karena mengontrol jiwa iblis Suo Hun Yu dan


mengerahkan sihir menyerang Dong Hua. Saat ini, Dong Hua dan Ji Heng hanya


bertarung energi mana yang lebih dulu habis. Bagaimanapun Dong Hua seorang


sangat susah melawan ratusan ribu jiwa iblis. Saat di Shi E Lian Hua, kalau


bukan bantuan tiba-tiba dari rubah kecil, energi Dong Hua bisa habis menghadapi


semua jiwa iblis, tidak akan bisa keluar dari sana. Saat ini Suo Hun Yu sudah


jauh lebih hebat karena ketambahan jiwa iblis yang diserap Miao luo sebelumnya.


            Ji Heng memperhatikan Dong Hua yang mulai goyah, dengan


memanfaatkan jiwa iblis dan satu serangan menusuk dada Dong Hua. Tanpa terduga,


bertepatan saat ujung pedang berada didepan dada Dong Hua, tiba-tiba ada sebuah


cahaya merah keemasan yang menahan laju pedang. Semua prajurit klan siluman


yang dimasuki jiwa iblis berhenti bergerak, Suo Hun Yu pun mengeluarkan cahaya


terang. Cahaya merah keemasan menghancurkan pedang Ji Heng membuatnya muntah


darah, mundur beberapa langkah. Semua yang ada di medan perang berhenti, melihat


apa yang terjadi. Bai Chen “Zhe Yan, ini tanda Zun Shen kembali… siapa yang


Mereka semua seakan-akan mendapat pemahaman yang sama melihat cahaya merah


keemasan di dada Dong Hua.


            Dari langit turun hujan feng wei hua beserta 9981 burung


yang berterbangan dilangit. Dong Hua merasakan kehangatan di dadanya, memegang


dadanya yang bercahaya merah keemasan “Xiao Bai…”. Cahaya merah keemasan keluar


dari dada Dong Hua dan melayang diangkasa, berputar dan membentuk bola cahaya.


Suo Hun Yu terlepas dari tangan Ji Heng dan melayang sejajar dengan bola


cahaya. Suo Hun Yu berputar hebat dan sebuah cahaya merah keemasan perlahan


keluar, menyatu dengan bola cahaya. Setelah mengeluarkan cahaya merah keemasan,


Suo Hun Yu bercahaya perak dan berhenti di angkasa. Perlahan bola cahaya


menghilang, menampakkan sesosok dewi cantik dengan tanda feng wei hua


dikeningnya. Cahaya kemuliaan bersinar terang dari tubuhnya. Dewi cantik


perlahan membuka mata, melihat semua yang ada dibawahnya, mengulurkan tangan


menggenggam Suo Hun Yu.


            Semua tercengang, Ji Heng lah yang pertama bersuara “Bai


Feng Jiu...” Feng Jiu melihat Ji Heng dengan dingin tanpa mengatakan apapun


“bagaimana bisa kau masih hidup ! aku jelas-jelas sudah melihatmu yuhua !

__ADS_1


bagaimana kau bisa kembali lagi ?” Dong Hua tersadar dari kejutannya, segera


melayang memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, akhirnya kau kembali…” mencium bibir merah


Feng Jiu dan menempelkan kening mereka “Xiao Bai, kau kembali… kau kembali…” terdengar


jelas kebahagiaan dalam setiap katanya, Dong Hua memeluk erat Feng Jiu. Yang


melihat mereka, ada yang terharu, ada yang terkejut, ada yang bahagia, ada yang


kebingungan dan ada yang murka.


            Feng Jiu tersenyum manis melerai pelukan “Dong Hua, aku


merindukanmu…” Dong Hua mengecup kening Feng Jiu “Xiao Bai, aku juga, aku


sangat merindukanmu…” Feng Jiu tersenyum “istirahatlah… aku akan menyelesaikan


permainan…” Dong Hua menegang “Xiao Bai, tidak… tidak boleh… kau tidak bisa


menantang bahaya lagi,,, aku tidak mengizinkannya…” Feng Jiu mengecup bibir


Dong Hua menghentikan perkataannya “tidak akan ada masalah” memperlihatkan Suo


Hun Yu dalam genggamannya, Dong Hua segera mengerti “baiklah, aku akan


menemanimu…” merangkul pinggang Feng Jiu.


            Feng Jiu mengangguk, beralih melihat dingin ke Ji Heng


“Ji Heng, sudah lama tidak bertemu…” Ji Heng melihat Feng Jiu agak ketakutan


“bagai… bagaimana mungkin kau masih hidup ? saat itu kau sudah yuhua” Feng Jiu


acuh tak acuh “kau saja masih hidup, bagaimana bisa aku yuhua ! oh selain aku,


yang lain juga sudah kembali…” Ji Heng terkejut “yang lain ? siapa maksudmu ?”


Feng Jiu mencibir “hmm, sebentar lagi dia akan tiba… Ji Heng, kau cukup berani


masuk ke klan siluman, apa kau tidak takut mereka menghabisimu saat tahu yang


sebenarnya ?” Ji Heng bergidik “apa maksudmu ?” Feng Jiu melihatnya dingin “apa


yang sudah kau lakukan, kau sendiri sangat jelas !” mengangkat Suo Hun Yu,


semua jiwa iblis yang masuk ke tubuh prajurit klan siluman, keluar dan masuk


kembali ke Suo Hun Yu.


            Ji Heng terkejut “apa ? apa yang kau lakukan ? Suo Hun Yu


kemari…” Suo Hun Yu tidak bergeming di tangan Feng Jiu. Feng Jiu menggelengkan


kepala “haih Ji Heng, kau sangat licik tetapi juga sangat bodoh, kau fikirkan


saja perlahan…” turun bersama Dong Hua menginjak tanah medan perang. Gun Gun


melepaskan diri dari genggaman Bai Yi berlari memeluk Feng Jiu “Niang Qin, Niang


Qin, kau kembali… hua… Niang Qin kembali… hua…” Feng Jiu menggendong Gun Gun


“Gun Gun, selama ini sudah menurut, sangat baik. Niang Qin merindukan Gun Gun”


mencium kening dan kedua pipinya “Gun Gun ikut Fu Qin dulu, Niang Qin masih


perlu mengurus medan perang ini” Gun Gun menggenggam erat Feng Jiu “Niang Qin,


bahaya…” Feng Jiu membelai kepala Gun Gun “tidak ada bahaya, Gun Gun tenang


saja” menyerahkan Gun Gun pada Dong Hua “Mo Yuan Shan Shen, tarik semua

__ADS_1


prajurit” segera semua prajurit kembali ke posisi masing-masing.


__ADS_2