
Tiba-tiba Yan Ci Wu
datang “Dong Hua, ada apa ini ? tempat Nie Chu Ying bergetar. Ji Heng !”
melihat ke Ji Heng. Yan Ci Wu “Ji Heng ! apa yang kau lakukan disini ? Suo Hun
Yu ! apa yang kau lakukan pada Suo Hun Yu ?” Ji Heng “haih Xiao Yan, kau
benar-benar bodoh, apa yang kulakukan apa masih belum jelas bagimu ? aku sudah
menguasai Suo Hun Yu, sudah menyerap semua jiwa iblis didalamnya…” Yan Ci Wu
“tapi kau bukan pemiliknya, tidak mungkin dapat menggunakannya !” Ji Heng
tertawa terbahak-bahak “hahaha Xiao Yan, akulah pemilik Suo Hun Yu… tunggu,
dari mana kau tahu pemilik Suo Hun Yu ?” Yan Ci Wu sadar dirinya keceplosan
“aku pernah mendengar Nie Chu Ying mengatakan pemilik batu Ling Bi adalah
makhluk fana…” Ji Heng pun tidak banyak berfikir “kau betul-betul sangat bodoh,
manusia fana hanya memiliki usia berapa tahun ! tentu sudah mati dan
bereinkarnasi berkali-kali, bahkan mungkin jiwanya sudah musnah ! ah sudahlah,
minggirlah, jika menghalangi langkahku, aku pun akan membunuhmu.”
Dong Hua teringat jebakan Feng Jiu tapi tidak bisa
memastikan Suo Hun Yu masih akan menjadi jalan buntu atau menjadi bantuan untuk
Ji Heng. Ji Heng berteriak “hari ini adalah kekalahan klan langit… prajurit
silumanku, habisi klan langit, balaskan dendam Yao Jun… kita akan menguasai Si
Hai Ba Huang !” semua prajurit klan siluman, mengulang-ulang perkataan Ji Heng,
mengatur posisi dan bersiap menyerang. Segera perang terjadi, 50.000 prajurit
klan langit melawan 80.000 prajurit klan siluman, sementara Dong Hua melawan Ji
Heng. Ji Heng menggunakan ilmu Miao Luo melawan Dong Hua dan menggunakan
seluruh jiwa iblis untuk melindunginya. Ilmu Ji Heng walaupun berasal dari Miao
Luo tapi tidak sehebat Miao Luo. Kekuatan Miao Luo dulu menjadi sangat hebat
karena adanya San Duo Chuo Shi yang menyatu dengan kekuatannya. Ji Heng sangat
mengandalkan Suo Hun Yu dalam pertarungan, ratusan ribu jiwa iblis menjadi
tamengnya menghadapi Dong Hua. Ilmu Miao Luo pada Ji Heng hanyalah masalah
sepele buat Dong Hua, yang membuatnya kesusahan menghabisi Ji Heng adalah jiwa
iblis Suo Hun Yu. Terlalu banyaknya jiwa iblis Suo Hun Yu sangat menguras
tenaga Dong Hua, ditambah lagi Ji Heng juga menggunakan sihir Chi Luan untuk
berusaha menyesatkan Dong Hua. Sihir Chi Luan adalah sihir yang dapat membuat
seseorang berhalusinasi, saat kelelahan, dengan mudah menyesatkannya menjadi
iblis. Jiwa yang sudah tersesat akan terombang ambing, perlahan kehilangan
keinginan dan jati dirnya, menjadi prajurit boneka. Sihir yang dikuasai Ji Heng
walau dari luar kelihatannya sangat kuat sebenarnya sangat lemah, karena Ji
Heng tidak melalui tahap-tahap dan tergesa-gesa menguasainya. Tanpa bantuan Suo
__ADS_1
Hun Yu, Ji Heng bukanlah apa-apa.
Terlihat prajurit klan siluman yang mulai berkurang lebih
banyak dibandingkan prajurit klan langit. Ji Heng segera mengirimkan jiwa-jiwa
iblis Suo Hun Yu kedalam sisa prajurit untuk membalik keadaan. Ji Heng pun
sebenarnya kehabisan banyak energi karena mengontrol jiwa iblis Suo Hun Yu dan
mengerahkan sihir menyerang Dong Hua. Saat ini, Dong Hua dan Ji Heng hanya
bertarung energi mana yang lebih dulu habis. Bagaimanapun Dong Hua seorang
sangat susah melawan ratusan ribu jiwa iblis. Saat di Shi E Lian Hua, kalau
bukan bantuan tiba-tiba dari rubah kecil, energi Dong Hua bisa habis menghadapi
semua jiwa iblis, tidak akan bisa keluar dari sana. Saat ini Suo Hun Yu sudah
jauh lebih hebat karena ketambahan jiwa iblis yang diserap Miao luo sebelumnya.
Ji Heng memperhatikan Dong Hua yang mulai goyah, dengan
memanfaatkan jiwa iblis dan satu serangan menusuk dada Dong Hua. Tanpa terduga,
bertepatan saat ujung pedang berada didepan dada Dong Hua, tiba-tiba ada sebuah
cahaya merah keemasan yang menahan laju pedang. Semua prajurit klan siluman
yang dimasuki jiwa iblis berhenti bergerak, Suo Hun Yu pun mengeluarkan cahaya
terang. Cahaya merah keemasan menghancurkan pedang Ji Heng membuatnya muntah
darah, mundur beberapa langkah. Semua yang ada di medan perang berhenti, melihat
apa yang terjadi. Bai Chen “Zhe Yan, ini tanda Zun Shen kembali… siapa yang
Mereka semua seakan-akan mendapat pemahaman yang sama melihat cahaya merah
keemasan di dada Dong Hua.
Dari langit turun hujan feng wei hua beserta 9981 burung
yang berterbangan dilangit. Dong Hua merasakan kehangatan di dadanya, memegang
dadanya yang bercahaya merah keemasan “Xiao Bai…”. Cahaya merah keemasan keluar
dari dada Dong Hua dan melayang diangkasa, berputar dan membentuk bola cahaya.
Suo Hun Yu terlepas dari tangan Ji Heng dan melayang sejajar dengan bola
cahaya. Suo Hun Yu berputar hebat dan sebuah cahaya merah keemasan perlahan
keluar, menyatu dengan bola cahaya. Setelah mengeluarkan cahaya merah keemasan,
Suo Hun Yu bercahaya perak dan berhenti di angkasa. Perlahan bola cahaya
menghilang, menampakkan sesosok dewi cantik dengan tanda feng wei hua
dikeningnya. Cahaya kemuliaan bersinar terang dari tubuhnya. Dewi cantik
perlahan membuka mata, melihat semua yang ada dibawahnya, mengulurkan tangan
menggenggam Suo Hun Yu.
Semua tercengang, Ji Heng lah yang pertama bersuara “Bai
Feng Jiu...” Feng Jiu melihat Ji Heng dengan dingin tanpa mengatakan apapun
“bagaimana bisa kau masih hidup ! aku jelas-jelas sudah melihatmu yuhua !
__ADS_1
bagaimana kau bisa kembali lagi ?” Dong Hua tersadar dari kejutannya, segera
melayang memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, akhirnya kau kembali…” mencium bibir merah
Feng Jiu dan menempelkan kening mereka “Xiao Bai, kau kembali… kau kembali…” terdengar
jelas kebahagiaan dalam setiap katanya, Dong Hua memeluk erat Feng Jiu. Yang
melihat mereka, ada yang terharu, ada yang terkejut, ada yang bahagia, ada yang
kebingungan dan ada yang murka.
Feng Jiu tersenyum manis melerai pelukan “Dong Hua, aku
merindukanmu…” Dong Hua mengecup kening Feng Jiu “Xiao Bai, aku juga, aku
sangat merindukanmu…” Feng Jiu tersenyum “istirahatlah… aku akan menyelesaikan
permainan…” Dong Hua menegang “Xiao Bai, tidak… tidak boleh… kau tidak bisa
menantang bahaya lagi,,, aku tidak mengizinkannya…” Feng Jiu mengecup bibir
Dong Hua menghentikan perkataannya “tidak akan ada masalah” memperlihatkan Suo
Hun Yu dalam genggamannya, Dong Hua segera mengerti “baiklah, aku akan
menemanimu…” merangkul pinggang Feng Jiu.
Feng Jiu mengangguk, beralih melihat dingin ke Ji Heng
“Ji Heng, sudah lama tidak bertemu…” Ji Heng melihat Feng Jiu agak ketakutan
“bagai… bagaimana mungkin kau masih hidup ? saat itu kau sudah yuhua” Feng Jiu
acuh tak acuh “kau saja masih hidup, bagaimana bisa aku yuhua ! oh selain aku,
yang lain juga sudah kembali…” Ji Heng terkejut “yang lain ? siapa maksudmu ?”
Feng Jiu mencibir “hmm, sebentar lagi dia akan tiba… Ji Heng, kau cukup berani
masuk ke klan siluman, apa kau tidak takut mereka menghabisimu saat tahu yang
sebenarnya ?” Ji Heng bergidik “apa maksudmu ?” Feng Jiu melihatnya dingin “apa
yang sudah kau lakukan, kau sendiri sangat jelas !” mengangkat Suo Hun Yu,
semua jiwa iblis yang masuk ke tubuh prajurit klan siluman, keluar dan masuk
kembali ke Suo Hun Yu.
Ji Heng terkejut “apa ? apa yang kau lakukan ? Suo Hun Yu
kemari…” Suo Hun Yu tidak bergeming di tangan Feng Jiu. Feng Jiu menggelengkan
kepala “haih Ji Heng, kau sangat licik tetapi juga sangat bodoh, kau fikirkan
saja perlahan…” turun bersama Dong Hua menginjak tanah medan perang. Gun Gun
melepaskan diri dari genggaman Bai Yi berlari memeluk Feng Jiu “Niang Qin, Niang
Qin, kau kembali… hua… Niang Qin kembali… hua…” Feng Jiu menggendong Gun Gun
“Gun Gun, selama ini sudah menurut, sangat baik. Niang Qin merindukan Gun Gun”
mencium kening dan kedua pipinya “Gun Gun ikut Fu Qin dulu, Niang Qin masih
perlu mengurus medan perang ini” Gun Gun menggenggam erat Feng Jiu “Niang Qin,
bahaya…” Feng Jiu membelai kepala Gun Gun “tidak ada bahaya, Gun Gun tenang
saja” menyerahkan Gun Gun pada Dong Hua “Mo Yuan Shan Shen, tarik semua
__ADS_1
prajurit” segera semua prajurit kembali ke posisi masing-masing.