Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 260 - Taman Sesat


__ADS_3

Sekali lagi, Xiao Shen Zhu


membawa semua ke Feng Huo Cang Ling. Mu Rong “Shen Zhu, apa bentuk latihan kami


?” Xiao Shen Zhu menyihir sebuah taman sesat yang sangat besar (seperti taman


sesat di dunia dimensi) “kalian ingin melatih ketelitian kan… masuklah kedalam…


hingga kalian bisa keluar tanpa terluka sama sekali. Di dalam taman sesat ini,


ada banyak perangkap dan senjata penyerang…” Meng Hao “Shen Zhu, selamatkan


kumis dan jenggotku ya…” Xiao Shen Zhu cekikikan “bukankah sudah menyerahkan


keduanya padaku !” Meng Hao merengek “Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu “sudah, masuk


saja, kau merengek lagi, yang mulia akan menghukummu…” Meng Hao menelan ludah,


segera mengangguk.


            Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, kau juga masuklah…” Dong Hua


“apa yang akan kau lakukan ?” Xiao Shen Zhu “menyelesaikan laporan-laporan…


tenang saja, aku akan disini saat kau keluar… 200 tahun ini, aku hanya akan


bersantai dengan semua perkamen-perkamen itu.” Dong Hua “jika lelah,


istirahatlah… Mu Yun, perhatikan Di Hou…” Mu Yun “baik Di Jun…” Dong Hua


memeluk Xiao Shen Zhu “aku akan keluar secepatnya ! aku mencintaimu” Xiao Shen


Zhu “aku mencintaimu…” Dong Hua mencium kening gadis ciliknya dan masuk kedalam


taman sesat bersama lainnya, meninggalkan Xiao Shen Zhu bersama Wen Xin dan Mu


Yun.


            Mu Yun “Di Hou, ramuan anda !” memberikan semangkuk


ramuan. Xiao Shen Zhu cemberut “Mu Yun, aku tidak mau minum ramuan lagi… ramuan


ini sangat pahit…” Wen Xin “Huo Feng, ini baik untuk tubuhmu…” Xiao Shen Zhu


merengek “aniang, pahit…” Wen Xin tersenyum “ini untukmu…” memberikan manisan


anggur “tapi habiskan ramuannya…” Xiao Shen Zhu merengek “sedikit saja…” Wen


Xin menggeleng “setengah mangkuk…” Wen Xin menggeleng lagi. Xiao Shen Zhu


merengek “ah… aniang… sangat pahit… aku tidak mau… tidak suka ramuan pahit…” Mu


Yun cekikikan melihat Di Hou-nya yang sangat hebat ini. Satu-satunya yang


membuatnya mati kutu hanya ramuan pahit. Setiap kali memberinya sesuatu yang


pahit, selalu diikuti dengan drama penolakan. Hanya pada saat seperti inilah,


dia terlihat seperti anak manja yang kekanakan.


            Mu Yun membawakan gula batu “Di Hou, minum dengan ini,


tidak pahit lagi…” Xiao Shen Zhu membuang muka “tidak mau, tetap pahit…” Wen


Xin “Huo Feng, ayo cepat diminum, dingin akan semakin pahit…” Xiao Shen Zhu


kesal dan merajuk “aniang… aku tidak mau… berikan pada adie saja, dia yang suka


ramuan pahit…” Wen Xin tersenyum menatap gadis kecil yang merajuk “ayo, jika


kau meminumnya, aniang akan membuatkanmu ubi bakar dengan madu !” mata Xiao


Shen Zhu membesar “aniang membawanya ?” Wen Xin mengeluarkan beberapa ubi


mentah “nah, ayo diminum…” Xiao Shen Zhu segera berbinar “yey… ubi bakar dengan

__ADS_1


madu… Mu Yun, mana gula batunya…” Mu Yun segera memasukkan gula batu ke mulut


Xiao Shen Zhu yang menutup hidung memakai tangannya dan langsung meminum habis


ramuan pahitnya “wuek… pahit sekali… aniang, mana manisanku ?” Wen Xin


memberikan manisan anggur. Wen Xin dan Mu Yun tersenyum dambil menggelengkan


kepala melihat tingkah menggemaskan Xiao Shen Zhu kesayangan mereka. Xiao Shen


Zhu menatap Wen Xin dengan mata berbinar “aniang, ubi… ubi bakar…” Wen Xin


cekikikan “kau tunggu disini, aniang akan membuatkannya untukmu…” Xiao Shen Zhu


mengangguk antusias dan menunggu dengan patuh.


            Mu Yun “Di Hou, begini banyak laporan !” Xiao Shen Zhu “ini


hanya beberapa, Qing Yun akan membawanya bertahap…” Mu Yun “Di Hou,


beristirahatlah… tubuh anda masih sangat lemah…” Xiao Shen Zhu tersenyum “Mu


Yun, aku tidak selemah itu…” Mu Yun “tapi anda…” Xiao Shen Zhu “Mu Yun, aku


yang dulu tidak pernah bersantai seperti ini ! aku selalu bergerak kemana saja


walau sedang sakit… aku tidak menyukai semua laporan-laporan ini. Tapi jika aku


tidak membacanya, akan ada banyak yang kecewa. Aku hanya membagikan sedikit


waktu untuk menghargai usaha mereka.” Berbicara tanpa melihat Mu Yun “Di Hou,


anda memang sangat baik… dari menjadi Mu Feng tie, aku sudah tahu hati malaikat


anda…” Xiao Shen Zhu tersenyum.


            Xiao Shen Zhu mengangkat kepala “apa kau tahu membuat


layangan ?’ Mu Yun mengangguk “pernah diajari Chong Lin Xian Guang, membuat


pergilah, buatkan aku layangan… setelah makan ubi bakar, aku mau bermain


layangan…” Mu Yun tersenyum “baik, Mu Yun akan membuatkannya untuk anda…”


segera pergi dari hadapan Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu meneruskan membaca


laporan-laporannya.


            Mu Yun menemani Xiao Shen Zhu bermain, sedangkan Wen Xin


memastikan asupan makanan dan ramuannya diminum tepat waktu. Dong Hua dan


lainnya setiap beberapa hari, keluar sekali dari taman sesat. Semuanya membawa


luka keluar, belum ada yang berhasil keluar tanpa luka. Dong Hua keluar


langsung mencari Xiao Shen Zhu “mana Feng Wei ?” Wen Xin “Di Jun perlahan, Huo


Feng baru saja terlelap… sebaiknya anda mengobati luka anda terlebih dahulu…”


Dong Hua “aku hanya melihatnya sesaat…” Wen Xin mengangguk, mempersila Dong Hua


melihat putri cantiknya yang sedang terlelap dengan wajah polosnya. Dong Hua


tersenyum, mengecup kening Xiao Shen Zhu “Feng Wei, aku sangat merindukanmu…”


‘aku harus membersihkan diri… malam ini aku ingin tidur bersamanya…’ segera


membersihkan diri dan berbaring disamping Xiao Shen Zhu. Dong Hua menarik Xiao


Shen Zhu masuk ke pelukannya “Feng Wei, aku sangat merindukanmu… aku


mencintaimu…” sekali lagi mengecup kening Xiao Shen Zhu dan terlelap dengan


memeluk kesayangannya.

__ADS_1


            Sou Wan “Huo Feng, sebenarnya tempat apa ini ?” Xiao Shen


Zhu cekikikan “belum bisa meloloskan diri tanpa terluka !” Xin Xin “Niang Qin,


kau pernah melaluinya ?” Xiao Shen Zhu menggeleng, wajahnya berubah nakal “aku


akan menemani kalian masuk kali ini !” Dong Hua “tidak perlu… Feng Wei…” Xiao


Shen Zhu cekikikan “tubuhku sudah jauh membaik, aku ingin merenggangkan


otot-ototku… ayo, kita lihat, siapa diantara kalian yang bisa mengikuti


langkahku tanpa terluka hihihi…” Dong Hua “baik, jangan kelelahan !” Xiao Shen


Zhu mengangguk dengan kedipan mata nakalnya.


            Meng Hao “Shen Zhu, shushu akan mengikutimu…” Mu Rong


“aku juga…” Xiao Shen Zhu nyengir “tunggu sudah berhasil baru berbicara…” Wen


Xin “Huo Feng, kau ingin masuk, minum ramuanmu terlebih dahulu…” wajah Xiao


Shen Zhu langsung berubah cemberut “aniang, aku sudah pulih…” Wen Xin “pulih


juga harus minum… ayo…” Xiao Shen Zhu merengek “ah… tidak mau… tidak mau lagi…


ramuannya sangat pahit… tidak mau…” Bai Yi “Huo Feng, ini untuk kebaikanmu…


jangan nakal, ayo minumlah…” Xiao Shen Zhu kesal “tidak mau… tidak mau… tidak


mau…” semua cekikikan melihatnya. Wen Xin mengeluarkan sebuah bungkusan “nah


minum ramuannya, aniang memberikanmu bekal ini, bagaimana !” Xiao Shen Zhu


berbalik “ah selalu memakai cara ini… tidak mau…”


            Dong Hua mengambil bungkusan dari tangan Wen Xin “hmm…


wangi sekali… ini pasti baru selesai di bakar… ditambahkan sedikit madu, pasti


enak…” Xiao Shen Zhu tidak bergeming “ah Xiao Shen Zhu tidak mau, buatku saja…”


membuka bungkusan, wanginya keluar. Xiao Shen Zhu berdecak kesal “tidak


pedulikan kalian…” berjalan pergi. Dong Hua segera mengejar memegang ramuan


“baik… baik… tidak mengerjaimu lagi… ini ubi bakarmu… ayo kesayanganku, diminum


ramuannya…” Xiao Shen Zhu “aku sudah pulih…” kesal. Dong Hua cemberut “lihat


aku sudah terluka berada di taman sesat, aku tidak mau kesayanganku melemah


lagi… minumlah, biar kecemasanku berkurang ya, bagaimana !” Xiao Shen Zhu


berdecak kesal, menghentakkan kakinya “kalian menjengkelkan !” Dong Hua


mengangguk dengan cemberut. Xiao Shen Zhu mengambil ramuan, langsung meminumnya


habis, mengembalikan mangkuknya ke Dong Hua “ubi bakarku…” mengambil bungkusan


dan langsung berjalan pergi ke depan pintu masuk taman sesat.


Semua


menggelengkan kepala melihat tingkahnya “siapa yang bisa menyangka, Shen Zhu


yang terhebat itu tidak menyukai rasa pahit hihihi…” “ayo, nanti kita


tertinggal…” semua bergegas mengikuti Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu mengambil


sebuah permen madu rubah merah dan menaruhnya di bibir mungilnya “Feng Wei, aku


juga mau…” Dong Hua merengek. Xiao Shen Zhu memberikan 1 permen madu rubah


merah ke Dong Hua, menyimpan bungkusan ubi bakar di dalam kantong bajunya.

__ADS_1


__ADS_2