
Sekali lagi, Xiao Shen Zhu
membawa semua ke Feng Huo Cang Ling. Mu Rong “Shen Zhu, apa bentuk latihan kami
?” Xiao Shen Zhu menyihir sebuah taman sesat yang sangat besar (seperti taman
sesat di dunia dimensi) “kalian ingin melatih ketelitian kan… masuklah kedalam…
hingga kalian bisa keluar tanpa terluka sama sekali. Di dalam taman sesat ini,
ada banyak perangkap dan senjata penyerang…” Meng Hao “Shen Zhu, selamatkan
kumis dan jenggotku ya…” Xiao Shen Zhu cekikikan “bukankah sudah menyerahkan
keduanya padaku !” Meng Hao merengek “Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu “sudah, masuk
saja, kau merengek lagi, yang mulia akan menghukummu…” Meng Hao menelan ludah,
segera mengangguk.
Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, kau juga masuklah…” Dong Hua
“apa yang akan kau lakukan ?” Xiao Shen Zhu “menyelesaikan laporan-laporan…
tenang saja, aku akan disini saat kau keluar… 200 tahun ini, aku hanya akan
bersantai dengan semua perkamen-perkamen itu.” Dong Hua “jika lelah,
istirahatlah… Mu Yun, perhatikan Di Hou…” Mu Yun “baik Di Jun…” Dong Hua
memeluk Xiao Shen Zhu “aku akan keluar secepatnya ! aku mencintaimu” Xiao Shen
Zhu “aku mencintaimu…” Dong Hua mencium kening gadis ciliknya dan masuk kedalam
taman sesat bersama lainnya, meninggalkan Xiao Shen Zhu bersama Wen Xin dan Mu
Yun.
Mu Yun “Di Hou, ramuan anda !” memberikan semangkuk
ramuan. Xiao Shen Zhu cemberut “Mu Yun, aku tidak mau minum ramuan lagi… ramuan
ini sangat pahit…” Wen Xin “Huo Feng, ini baik untuk tubuhmu…” Xiao Shen Zhu
merengek “aniang, pahit…” Wen Xin tersenyum “ini untukmu…” memberikan manisan
anggur “tapi habiskan ramuannya…” Xiao Shen Zhu merengek “sedikit saja…” Wen
Xin menggeleng “setengah mangkuk…” Wen Xin menggeleng lagi. Xiao Shen Zhu
merengek “ah… aniang… sangat pahit… aku tidak mau… tidak suka ramuan pahit…” Mu
Yun cekikikan melihat Di Hou-nya yang sangat hebat ini. Satu-satunya yang
membuatnya mati kutu hanya ramuan pahit. Setiap kali memberinya sesuatu yang
pahit, selalu diikuti dengan drama penolakan. Hanya pada saat seperti inilah,
dia terlihat seperti anak manja yang kekanakan.
Mu Yun membawakan gula batu “Di Hou, minum dengan ini,
tidak pahit lagi…” Xiao Shen Zhu membuang muka “tidak mau, tetap pahit…” Wen
Xin “Huo Feng, ayo cepat diminum, dingin akan semakin pahit…” Xiao Shen Zhu
kesal dan merajuk “aniang… aku tidak mau… berikan pada adie saja, dia yang suka
ramuan pahit…” Wen Xin tersenyum menatap gadis kecil yang merajuk “ayo, jika
kau meminumnya, aniang akan membuatkanmu ubi bakar dengan madu !” mata Xiao
Shen Zhu membesar “aniang membawanya ?” Wen Xin mengeluarkan beberapa ubi
mentah “nah, ayo diminum…” Xiao Shen Zhu segera berbinar “yey… ubi bakar dengan
__ADS_1
madu… Mu Yun, mana gula batunya…” Mu Yun segera memasukkan gula batu ke mulut
Xiao Shen Zhu yang menutup hidung memakai tangannya dan langsung meminum habis
ramuan pahitnya “wuek… pahit sekali… aniang, mana manisanku ?” Wen Xin
memberikan manisan anggur. Wen Xin dan Mu Yun tersenyum dambil menggelengkan
kepala melihat tingkah menggemaskan Xiao Shen Zhu kesayangan mereka. Xiao Shen
Zhu menatap Wen Xin dengan mata berbinar “aniang, ubi… ubi bakar…” Wen Xin
cekikikan “kau tunggu disini, aniang akan membuatkannya untukmu…” Xiao Shen Zhu
mengangguk antusias dan menunggu dengan patuh.
Mu Yun “Di Hou, begini banyak laporan !” Xiao Shen Zhu “ini
hanya beberapa, Qing Yun akan membawanya bertahap…” Mu Yun “Di Hou,
beristirahatlah… tubuh anda masih sangat lemah…” Xiao Shen Zhu tersenyum “Mu
Yun, aku tidak selemah itu…” Mu Yun “tapi anda…” Xiao Shen Zhu “Mu Yun, aku
yang dulu tidak pernah bersantai seperti ini ! aku selalu bergerak kemana saja
walau sedang sakit… aku tidak menyukai semua laporan-laporan ini. Tapi jika aku
tidak membacanya, akan ada banyak yang kecewa. Aku hanya membagikan sedikit
waktu untuk menghargai usaha mereka.” Berbicara tanpa melihat Mu Yun “Di Hou,
anda memang sangat baik… dari menjadi Mu Feng tie, aku sudah tahu hati malaikat
anda…” Xiao Shen Zhu tersenyum.
Xiao Shen Zhu mengangkat kepala “apa kau tahu membuat
layangan ?’ Mu Yun mengangguk “pernah diajari Chong Lin Xian Guang, membuat
pergilah, buatkan aku layangan… setelah makan ubi bakar, aku mau bermain
layangan…” Mu Yun tersenyum “baik, Mu Yun akan membuatkannya untuk anda…”
segera pergi dari hadapan Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu meneruskan membaca
laporan-laporannya.
Mu Yun menemani Xiao Shen Zhu bermain, sedangkan Wen Xin
memastikan asupan makanan dan ramuannya diminum tepat waktu. Dong Hua dan
lainnya setiap beberapa hari, keluar sekali dari taman sesat. Semuanya membawa
luka keluar, belum ada yang berhasil keluar tanpa luka. Dong Hua keluar
langsung mencari Xiao Shen Zhu “mana Feng Wei ?” Wen Xin “Di Jun perlahan, Huo
Feng baru saja terlelap… sebaiknya anda mengobati luka anda terlebih dahulu…”
Dong Hua “aku hanya melihatnya sesaat…” Wen Xin mengangguk, mempersila Dong Hua
melihat putri cantiknya yang sedang terlelap dengan wajah polosnya. Dong Hua
tersenyum, mengecup kening Xiao Shen Zhu “Feng Wei, aku sangat merindukanmu…”
‘aku harus membersihkan diri… malam ini aku ingin tidur bersamanya…’ segera
membersihkan diri dan berbaring disamping Xiao Shen Zhu. Dong Hua menarik Xiao
Shen Zhu masuk ke pelukannya “Feng Wei, aku sangat merindukanmu… aku
mencintaimu…” sekali lagi mengecup kening Xiao Shen Zhu dan terlelap dengan
memeluk kesayangannya.
__ADS_1
Sou Wan “Huo Feng, sebenarnya tempat apa ini ?” Xiao Shen
Zhu cekikikan “belum bisa meloloskan diri tanpa terluka !” Xin Xin “Niang Qin,
kau pernah melaluinya ?” Xiao Shen Zhu menggeleng, wajahnya berubah nakal “aku
akan menemani kalian masuk kali ini !” Dong Hua “tidak perlu… Feng Wei…” Xiao
Shen Zhu cekikikan “tubuhku sudah jauh membaik, aku ingin merenggangkan
otot-ototku… ayo, kita lihat, siapa diantara kalian yang bisa mengikuti
langkahku tanpa terluka hihihi…” Dong Hua “baik, jangan kelelahan !” Xiao Shen
Zhu mengangguk dengan kedipan mata nakalnya.
Meng Hao “Shen Zhu, shushu akan mengikutimu…” Mu Rong
“aku juga…” Xiao Shen Zhu nyengir “tunggu sudah berhasil baru berbicara…” Wen
Xin “Huo Feng, kau ingin masuk, minum ramuanmu terlebih dahulu…” wajah Xiao
Shen Zhu langsung berubah cemberut “aniang, aku sudah pulih…” Wen Xin “pulih
juga harus minum… ayo…” Xiao Shen Zhu merengek “ah… tidak mau… tidak mau lagi…
ramuannya sangat pahit… tidak mau…” Bai Yi “Huo Feng, ini untuk kebaikanmu…
jangan nakal, ayo minumlah…” Xiao Shen Zhu kesal “tidak mau… tidak mau… tidak
mau…” semua cekikikan melihatnya. Wen Xin mengeluarkan sebuah bungkusan “nah
minum ramuannya, aniang memberikanmu bekal ini, bagaimana !” Xiao Shen Zhu
berbalik “ah selalu memakai cara ini… tidak mau…”
Dong Hua mengambil bungkusan dari tangan Wen Xin “hmm…
wangi sekali… ini pasti baru selesai di bakar… ditambahkan sedikit madu, pasti
enak…” Xiao Shen Zhu tidak bergeming “ah Xiao Shen Zhu tidak mau, buatku saja…”
membuka bungkusan, wanginya keluar. Xiao Shen Zhu berdecak kesal “tidak
pedulikan kalian…” berjalan pergi. Dong Hua segera mengejar memegang ramuan
“baik… baik… tidak mengerjaimu lagi… ini ubi bakarmu… ayo kesayanganku, diminum
ramuannya…” Xiao Shen Zhu “aku sudah pulih…” kesal. Dong Hua cemberut “lihat
aku sudah terluka berada di taman sesat, aku tidak mau kesayanganku melemah
lagi… minumlah, biar kecemasanku berkurang ya, bagaimana !” Xiao Shen Zhu
berdecak kesal, menghentakkan kakinya “kalian menjengkelkan !” Dong Hua
mengangguk dengan cemberut. Xiao Shen Zhu mengambil ramuan, langsung meminumnya
habis, mengembalikan mangkuknya ke Dong Hua “ubi bakarku…” mengambil bungkusan
dan langsung berjalan pergi ke depan pintu masuk taman sesat.
Semua
menggelengkan kepala melihat tingkahnya “siapa yang bisa menyangka, Shen Zhu
yang terhebat itu tidak menyukai rasa pahit hihihi…” “ayo, nanti kita
tertinggal…” semua bergegas mengikuti Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu mengambil
sebuah permen madu rubah merah dan menaruhnya di bibir mungilnya “Feng Wei, aku
juga mau…” Dong Hua merengek. Xiao Shen Zhu memberikan 1 permen madu rubah
merah ke Dong Hua, menyimpan bungkusan ubi bakar di dalam kantong bajunya.
__ADS_1