
Xiao Shen Zhu menikmati
hari-harinya di Jiu Jong Tian dengan bermain. Xiong Xiong, Xin Xin, Ching Ching
dan Chang Chang menemaninya berlarian kemana-mana. Tubuhnya yang paling kecil,
seakan tidak mengenal lelah. Jiu Jong Tian dipenuhi suara tawa mereka dalam
beberapa bulan. Dong Hua yang tidak bisa mengikuti karena mengurus berbagai
laporan dan masalah kecil bersama Ye Hua, hanya bisa cemberut merindukan Xiao
Shen Zhu. Dong Hua paling kesal saat Hai Long Wang membawa Yuan Sheng bertamu. Yuan
Sheng selalu ikut bermain bersama Xiao Shen Zhu karena usia mereka yang
berdekatan.
Dong Hua “Feng Wei, setelah semua laporan ini selesai,
kita ke Bi Hai Cang Ling !” Xiao Shen Zhu sambil menggambar tanpa melihat Dong
Hua menjawab “baik…” Dong Hua cemberut, langsung menggendong Xiao Shen Zhu ke
kamar mereka “jangan mengabaikanku !” Xiao Shen Zhu terkejut “aku hanya
menggambar…” Dong Hua “kau sudah sering mengabaikanku…” memasukkan wajahnya ke
dada kecil Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu protes “aiyo kepalamu berat… aku hanya
pergi bermain, Hua Zi gege kan masih memiliki laporan untuk dikerjakan” Dong
Hua “tidak kerja lagi… aku hanya ingin bersamamu !” memindahkan kepalanya, memeluk
tubuh kecil Xiao Shen Zhu.
Xiao Shen Zhu cekikikan, Dong Hua kesal “kau tertawa… apa
yang ditertawakan !” Xiao Shen Zhu tertawa terbahak-bahak “masih tertawa…”
berbalik, memunggungi Xiao Shen Zhu yang tertawa “yow mengabaikanku lagi…
permainan ini belum kita selesaikan… Hua Zi gege…” mengintip wajah Dong Hua
yang cemberut menutup mata. Xiao Shen Zhu menusuk-nusuk pipi Dong Hua “Hua Zi
gege… sudah marah… hmm… cup…” satu kecupan turun di pipi Dong Hua. Dong Hua
masih tidak bergeming “masih kesal… cup… cup… cup…” Xiao Shen Zhu mencium wajah
Dong Hua bertubi-tubi. Ada senyuman muncul di wajah Dong Hua “masih
mengabaikanku…”.
Dong Hua berbalik kembali, menunjuk bibinya “cup…” satu
kecupan manis mendarat di bibirnya. Dong Hua tersenyum, memeluk Xiao Shen Zhu
“Feng Wei… aku mencintaimu…” tidak mendapat jawaban, Dong Hua menunduk, melihat
Xiao Shen Zhu yang sudah tertidur dengan senyuman. Dong Hua menggelengkan
kepalanya “sudah lelah bermainkan ! tidurlah kesayanganku…” mengecup keningnya
dan tertidur bersama.
Saat mereka ke Bi Hai Cang Ling, Yuan Sheng bingung
mencarinya di Jiu Jong Tian. Dong Hua menutup Bi Hai Cang Ling, selain keluarga
__ADS_1
dan teman dekat, tidak ada yang bisa masuk. Bai Ce “Huo Feng, kapan kalian akan
ke Bing Huo Dao ?” Xiao Shen Zhu “2 bulan lagi, aku masih ingin bermain…” sibuk
menata kelopak fuling hua dan fengwei hua. Dong Hua membantunya mengumpulkan
banyak kelopak. Sou Wan “apa yang Huo Feng buat ?” Dong Hua mengangkat bahunya.
Dihadapan mereka, ada sebuah lembaran yang besar, terbuat dari dedaunan kering.
Xiao Shen Zhu menatap kelopak-kelopak bunga berwarna merah pucat dan merah muda
di atasnya.
Perlahan, sebuah gambar rubah merah berekor sembilan
terbentuk. Rubah merah yang tampak sangat hidup, dengan kelopak bunga yang bisa
bergoyang-goyang di terpa angin. Xiao Shen Zhu menempel setiap kelopak dengan
kuat “yey… sudah selesai…” bersorak gembira dengan senyum ceria. Dong Hua
tersenyum memeluk Xiao Shen Zhu “cantik sekali…” semua melihat hasil karya Xiao
Shen Zhu “jika tidak melihat prosesnya, aku akan mengira ini rubah hidup yang
sedang tidur” Xiao Shen Zhu mengerahkan sihir, rubah merah keluar dari
lembarannya, melompat-lompat dan berputar-putar dihadapan mereka, kembali ke
lembaran daun “hihihi…” tertawa ceria.
Dong Hua melindungi gambaran itu dalam sihir “hmm… akan
kutempatkan di dalam ruang baca…” seketikan gambaran menghilang. Xiao Shen Zhu
cemberut “rubahku… Hua Zi gege, rubahku…” Dong Hua menggoda “rubahku…” Xiao
jadi gambar rubah itu milikku…” Xiao Shen Zhu kesal, menghentakkan kakinya “ah
kau menjengkelkan,,,” berlari pergi deiantar suara cekikikan Dong Hua. Zhe Yan
“dia sama saja seperti dulu hahaha…” Sou Wan “Dong Hua, kau mengusilinya, tidak
takut dia meninggalkanmu…” Dong Hua tersenyum lembut “tidak akan kuijinkan dia
meninggalkanku.”
Sesaat kemudian sudah terdengar suara tawa Xiao Shen Zhu
yang berlarian bersama lainnya. Bai Chen “dia tidak bisa diam…” Bai Qian “lebih
baik seperti itu… jika dia diam, dia terluka lagi…” Sou Wan “dia lebih seperti
anak manusia di alam fana…” Dong Hua “dia sangat menyukai permainan tanpa
sihir…” Mu Yun “Di Hou, sudah saatnya meminum ramuanmu…” Xiao Shen Zhu berhenti
berlari dan datang ke Mu Yun meminum ramuannya “terima kasih…” berlarian lagi.
Zhe Yan “semenjak mengganti ramuannya, dia tidak menolak lagi…” Dong Hua
cekikikan “dia menambahkan sendiri bahan-bahannya…” Zhe Yan menatapnya “Di Jun,
ramuan anda…” Chong Lin memberikan semangkuk ramuan. Sou Wan “kau juga minum ?”
Chong Lin “ini ramuan yang dicampur khusus oleh Di Hou…” semua melihat ramuan
yang berwaarna kemerahan dan tampak menggoda itu.
__ADS_1
Zhe Yan mengambil mangkok “bagikan sedikit padaku…” Dong
Hua mengangguk, Chong Lin menuang sebagian ke mangkok Zhe Yan “hmm… sangat
menyegarkan… apa bahan yang ditambahkan kedalamnya ?” Chong Lin “kelopak
fengwei hua dan embun pagi” Zhe Yan “embun pagi ?” Chong Lin mengangguk “Di Hou
mengumpulkannya sendiri. Setiap jam 3 subuh, Di Hou sudah keluar mengumpulkan setetes
demi setetes embun pagi” Dong Hua meminum ramuannya “Feng Wei mengatakan, embun
pagi adalah embun yang membawa kemurnian, pendukung kehidupan alam semesta” Zhe
Yan “hmm… benar yang dikatakannya… ramuan ini sangat menyegarkan !” Dong Hua
tersenyum lembut.
Gun Gun “Fu Qin, bisakah kau membujuk Niang Qin, aku
ingin ikut dalam perang !” Dong Hua “Gun Gun, kau tahu kemampuan Yu Zhou Da
Lu…” Gun Gun “aku akan berusaha masuk standar Di Xian selama 5.000 tahun ini…
Fu Qin…” Dong Hua “coba katakan pada Feng Wei jika kau yakin !” Gun Gun
berbinar, melihat Xiao Shen Zhu yang belum berhenti berlarian. Ching Ching
“hosh… hosh… hosh… nainai tidak lelah-lelah…” mendatangi Gun Gun. Gun Gun
tersenyum menggendong putrinya “Ching Ching kalah ?” “siapa bilang kalah ! yang
mulia hanya kurang cepat sedikit !” Ching Ching membantah membuat semua tertawa
terbahak-bahak.
Dong Hua berdiri, menghentikan Xiao Shen Zhu yang masih
bersemangat, langsung menggendongnya “keringatmu sudah sangat banyak…” Xiao
Shen Zhu cekikikan “ayo… bersihkan dirimu…” membawanya membersihkan diri. Long
Nu mengambil Ching Ching “sudah mengatakannya ?” bertanya pada Gun Gun yang
menggeleng “semoga berhasil !” Long Nu memberinya semangat. Setelah selesai
membersihkan diri, mereka kembali berkumpul bersama dengan perut kecil Xiao
Shen Zhu yang minta diisi.
Gun Gun “Niang Qin…” “hmm…” hanya tanggapan ringan tanpa
melihat Gun Gun “Niang Qin, Gun Gun akan berusaha melampaui peringkat Di Xian
dalam 5.000 tahun” Xiao Shen Zhu mengangkat kepala “Niang Qin, Gun Gun ingin
ikut dalam perang Yu Zhou Da Lu…” Ling Ling juga sangat berharap bisa
diijinkan. Xiao Shen Zhu menunduk kembali tanpa menjawab, melanjutkan makannya.
Gun Gun cemberut, menatap Dong Hua meminta bantuan “Feng Wei…” “hmm…”. Xiao
Shen Zhu akhirnya mengambil permen madu, menaruhnya di mulut kecilnya,
mengangkat mata melihat Gun Gun “apa yang membuatmu berfikir, menjadi Di Xian
sudah bisa mengikuti perang di Yu Zhou Da Lu ?” Gun Gun “Niang Qin, jika aku
hanya berlatih tanpa menerapkannya, bagaimana aku bisa belajar kekuranganku !
__ADS_1
Niang Qin mengajarkan untuk jangan selalu berpaku pada kekuatan, aku yakin aku
bisa menghadapinya !” Xiao Shen Zhu memainkan bibirnya.