Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 263 - Embun Pagi


__ADS_3

Xiao Shen Zhu menikmati


hari-harinya di Jiu Jong Tian dengan bermain. Xiong Xiong, Xin Xin, Ching Ching


dan Chang Chang menemaninya berlarian kemana-mana. Tubuhnya yang paling kecil,


seakan tidak mengenal lelah. Jiu Jong Tian dipenuhi suara tawa mereka dalam


beberapa bulan. Dong Hua yang tidak bisa mengikuti karena mengurus berbagai


laporan dan masalah kecil bersama Ye Hua, hanya bisa cemberut merindukan Xiao


Shen Zhu. Dong Hua paling kesal saat Hai Long Wang membawa Yuan Sheng bertamu. Yuan


Sheng selalu ikut bermain bersama Xiao Shen Zhu karena usia mereka yang


berdekatan.


            Dong Hua “Feng Wei, setelah semua laporan ini selesai,


kita ke Bi Hai Cang Ling !” Xiao Shen Zhu sambil menggambar tanpa melihat Dong


Hua menjawab “baik…” Dong Hua cemberut, langsung menggendong Xiao Shen Zhu ke


kamar mereka “jangan mengabaikanku !” Xiao Shen Zhu terkejut “aku hanya


menggambar…” Dong Hua “kau sudah sering mengabaikanku…” memasukkan wajahnya ke


dada kecil Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu protes “aiyo kepalamu berat… aku hanya


pergi bermain, Hua Zi gege kan masih memiliki laporan untuk dikerjakan” Dong


Hua “tidak kerja lagi… aku hanya ingin bersamamu !” memindahkan kepalanya, memeluk


tubuh kecil Xiao Shen Zhu.


            Xiao Shen Zhu cekikikan, Dong Hua kesal “kau tertawa… apa


yang ditertawakan !” Xiao Shen Zhu tertawa terbahak-bahak “masih tertawa…”


berbalik, memunggungi Xiao Shen Zhu yang tertawa “yow mengabaikanku lagi…


permainan ini belum kita selesaikan… Hua Zi gege…” mengintip wajah Dong Hua


yang cemberut menutup mata. Xiao Shen Zhu menusuk-nusuk pipi Dong Hua “Hua Zi


gege… sudah marah… hmm… cup…” satu kecupan turun di pipi Dong Hua. Dong Hua


masih tidak bergeming “masih kesal… cup… cup… cup…” Xiao Shen Zhu mencium wajah


Dong Hua bertubi-tubi. Ada senyuman muncul di wajah Dong Hua “masih


mengabaikanku…”.


            Dong Hua berbalik kembali, menunjuk bibinya “cup…” satu


kecupan manis mendarat di bibirnya. Dong Hua tersenyum, memeluk Xiao Shen Zhu


“Feng Wei… aku mencintaimu…” tidak mendapat jawaban, Dong Hua menunduk, melihat


Xiao Shen Zhu yang sudah tertidur dengan senyuman. Dong Hua menggelengkan


kepalanya “sudah lelah bermainkan ! tidurlah kesayanganku…” mengecup keningnya


dan tertidur bersama.


            Saat mereka ke Bi Hai Cang Ling, Yuan Sheng bingung


mencarinya di Jiu Jong Tian. Dong Hua menutup Bi Hai Cang Ling, selain keluarga

__ADS_1


dan teman dekat, tidak ada yang bisa masuk. Bai Ce “Huo Feng, kapan kalian akan


ke Bing Huo Dao ?” Xiao Shen Zhu “2 bulan lagi, aku masih ingin bermain…” sibuk


menata kelopak fuling hua dan fengwei hua. Dong Hua membantunya mengumpulkan


banyak kelopak. Sou Wan “apa yang Huo Feng buat ?” Dong Hua mengangkat bahunya.


Dihadapan mereka, ada sebuah lembaran yang besar, terbuat dari dedaunan kering.


Xiao Shen Zhu menatap kelopak-kelopak bunga berwarna merah pucat dan merah muda


di atasnya.


            Perlahan, sebuah gambar rubah merah berekor sembilan


terbentuk. Rubah merah yang tampak sangat hidup, dengan kelopak bunga yang bisa


bergoyang-goyang di terpa angin. Xiao Shen Zhu menempel setiap kelopak dengan


kuat “yey… sudah selesai…” bersorak gembira dengan senyum ceria. Dong Hua


tersenyum memeluk Xiao Shen Zhu “cantik sekali…” semua melihat hasil karya Xiao


Shen Zhu “jika tidak melihat prosesnya, aku akan mengira ini rubah hidup yang


sedang tidur” Xiao Shen Zhu mengerahkan sihir, rubah merah keluar dari


lembarannya, melompat-lompat dan berputar-putar dihadapan mereka, kembali ke


lembaran daun “hihihi…” tertawa ceria.


            Dong Hua melindungi gambaran itu dalam sihir “hmm… akan


kutempatkan di dalam ruang baca…” seketikan gambaran menghilang. Xiao Shen Zhu


cemberut “rubahku… Hua Zi gege, rubahku…” Dong Hua menggoda “rubahku…” Xiao


jadi gambar rubah itu milikku…” Xiao Shen Zhu kesal, menghentakkan kakinya “ah


kau menjengkelkan,,,” berlari pergi deiantar suara cekikikan Dong Hua. Zhe Yan


“dia sama saja seperti dulu hahaha…” Sou Wan “Dong Hua, kau mengusilinya, tidak


takut dia meninggalkanmu…” Dong Hua tersenyum lembut “tidak akan kuijinkan dia


meninggalkanku.”


            Sesaat kemudian sudah terdengar suara tawa Xiao Shen Zhu


yang berlarian bersama lainnya. Bai Chen “dia tidak bisa diam…” Bai Qian “lebih


baik seperti itu… jika dia diam, dia terluka lagi…” Sou Wan “dia lebih seperti


anak manusia di alam fana…” Dong Hua “dia sangat menyukai permainan tanpa


sihir…” Mu Yun “Di Hou, sudah saatnya meminum ramuanmu…” Xiao Shen Zhu berhenti


berlari dan datang ke Mu Yun meminum ramuannya “terima kasih…” berlarian lagi.


Zhe Yan “semenjak mengganti ramuannya, dia tidak menolak lagi…” Dong Hua


cekikikan “dia menambahkan sendiri bahan-bahannya…” Zhe Yan menatapnya “Di Jun,


ramuan anda…” Chong Lin memberikan semangkuk ramuan. Sou Wan “kau juga minum ?”


Chong Lin “ini ramuan yang dicampur khusus oleh Di Hou…” semua melihat ramuan


yang berwaarna kemerahan dan tampak menggoda itu.

__ADS_1


            Zhe Yan mengambil mangkok “bagikan sedikit padaku…” Dong


Hua mengangguk, Chong Lin menuang sebagian ke mangkok Zhe Yan “hmm… sangat


menyegarkan… apa bahan yang ditambahkan kedalamnya ?” Chong Lin “kelopak


fengwei hua dan embun pagi” Zhe Yan “embun pagi ?” Chong Lin mengangguk “Di Hou


mengumpulkannya sendiri. Setiap jam 3 subuh, Di Hou sudah keluar mengumpulkan setetes


demi setetes embun pagi” Dong Hua meminum ramuannya “Feng Wei mengatakan, embun


pagi adalah embun yang membawa kemurnian, pendukung kehidupan alam semesta” Zhe


Yan “hmm… benar yang dikatakannya… ramuan ini sangat menyegarkan !” Dong Hua


tersenyum lembut.


            Gun Gun “Fu Qin, bisakah kau membujuk Niang Qin, aku


ingin ikut dalam perang !” Dong Hua “Gun Gun, kau tahu kemampuan Yu Zhou Da


Lu…” Gun Gun “aku akan berusaha masuk standar Di Xian selama 5.000 tahun ini…


Fu Qin…” Dong Hua “coba katakan pada Feng Wei jika kau yakin !” Gun Gun


berbinar, melihat Xiao Shen Zhu yang belum berhenti berlarian. Ching Ching


“hosh… hosh… hosh… nainai tidak lelah-lelah…” mendatangi Gun Gun. Gun Gun


tersenyum menggendong putrinya “Ching Ching kalah ?” “siapa bilang kalah ! yang


mulia hanya kurang cepat sedikit !” Ching Ching membantah membuat semua tertawa


terbahak-bahak.


            Dong Hua berdiri, menghentikan Xiao Shen Zhu yang masih


bersemangat, langsung menggendongnya “keringatmu sudah sangat banyak…” Xiao


Shen Zhu cekikikan “ayo… bersihkan dirimu…” membawanya membersihkan diri. Long


Nu mengambil Ching Ching “sudah mengatakannya ?” bertanya pada Gun Gun yang


menggeleng “semoga berhasil !” Long Nu memberinya semangat. Setelah selesai


membersihkan diri, mereka kembali berkumpul bersama dengan perut kecil Xiao


Shen Zhu yang minta diisi.


            Gun Gun “Niang Qin…” “hmm…” hanya tanggapan ringan tanpa


melihat Gun Gun “Niang Qin, Gun Gun akan berusaha melampaui peringkat Di Xian


dalam 5.000 tahun” Xiao Shen Zhu mengangkat kepala “Niang Qin, Gun Gun ingin


ikut dalam perang Yu Zhou Da Lu…” Ling Ling juga sangat berharap bisa


diijinkan. Xiao Shen Zhu menunduk kembali tanpa menjawab, melanjutkan makannya.


Gun Gun cemberut, menatap Dong Hua meminta bantuan “Feng Wei…” “hmm…”. Xiao


Shen Zhu akhirnya mengambil permen madu, menaruhnya di mulut kecilnya,


mengangkat mata melihat Gun Gun “apa yang membuatmu berfikir, menjadi Di Xian


sudah bisa mengikuti perang di Yu Zhou Da Lu ?” Gun Gun “Niang Qin, jika aku


hanya berlatih tanpa menerapkannya, bagaimana aku bisa belajar kekuranganku !

__ADS_1


Niang Qin mengajarkan untuk jangan selalu berpaku pada kekuatan, aku yakin aku


bisa menghadapinya !” Xiao Shen Zhu memainkan bibirnya.


__ADS_2