Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 11 – Bangunnya Mo Zu Shizu Sou Wan


__ADS_3

Bersama


masuk ke gua melihat Mo Zu Shizu Sou Wan yang masih terbaring, hawa merah pekat


mengelilinginya. Feng Jiu tersenyum melihatnya “Shizu, sudah waktunya bangun,


jangan tidur terus…” mengirimkan sihir ke tubuh Sou Wan. Mo Yuan paling pertama


terkejut dengan tindakan Feng Jiu. Gua bergetar, tubuh Sou Wan berubah menjadi


cahaya merah terbang keluar gua. Semua mengikuti keluar gua, melihat cahaya


merah yang berputar-putar di angkasa, berubah menjadi phoenix emas. Setelah berputar-putar,


phoenix emas turun ke hadapan mereka berubah menjadi seorang wanita centik


memakai pakaian merah “Qin Jie, sudah lama tak bertemu ! eh siapa ini ?”


melihat Feng Jiu yang dipeluk Dong Hua. Feng Xin segera berlutut memberi hormat


“menyambut kembalinya Shizu…” Sou Wan “Feng Xin berdirilah, selama ini sudah


menyusahkanmu…” Feng Xin berdiri menggeleng “Shizu, ini adalah Zheng Zhu, anda


harus berterima kasih padanya, karena dialah anda bisa kembali secepat ini”


Feng Jiu “Feng Xin shushu, jangan sembarang bicara…” Feng Xin memeletkan lidahnya


“maaf Zheng Zhu, keceplosan !”


Sou


Wan “kau bilang apa ? dia yang membangunkanku ? siapa dia ? aku seperti


melihatnya di mimpiku. Qin Jie, kenapa kau memeluknya ?” Zhe Yan “Sou Wan,


kemari kuperiksa…” memeriksa Sou Wan. Dong Hua “Xiao Bai, apa yang telah kau


lakukan ?” Feng Jiu cekikikan “aku hanya menusuknya hihihi…” Sou Wan terbelalak


“barusan, kau yang menusukku ?” Feng Jiu mengangguk, Dong Hua tersenyum mengelus


hidungnya. Sou Wan masih mau bicara, sudah didahului Zhe Yan “Sou Wan, kau


masih perlu biguang…” Mo Yuan “Wan Wan, ada long dong di Kun Lun, sangat baik


untuk biguang” Dong Hua “Mo Yuan, kuserahkan dia padamu…” menggandeng Feng Jiu


pergi. Mo Yuan dan Zhe Yan membawa Sou Wan ke gunung Kun Lun, yang lain pun


ikut Dong Hua dan Feng Jiu kembali ke Qing Qiu.


Sesampai


di Qing Qiu, Feng Jiu mengajak Bai Chen ke gunung Tang Ting “sishu, silahkan…”


mengeluarkan pedang sambil tersenyum menghadap Bai Chen. Bai Chen pun


mengeluarkan pedang menghunuskannya ke Feng Jiu, yang lain duduk diatas


menonton mereka. Segera mereka mengeluarkan jurus masing-masing, bertarung di


lapangan, terlihat tingkatan penguasaan Feng Jiu yang lebih tinggi dari Bai


Chen. Terlihat dengan jelas, Bai Feng Jiu yang membantu menyempurnakan ilmu Bai


Chen “si shu, berlatihlah dengan cara yang kuberikan…” Bai Chen tersenyum


membelai kepala Feng Jiu “Xiao Jiu-ku paling hebat…” Feng Jiu cekikikan “sudah


kukatakan si shu akan kalah hihihi…” Dong Hua menghampiri “sudah lelah ?”


sambil mengelap keringatnya. Feng Jiu menggeleng “sudah lapar…” dengan senyum


menawan.


            Beberapa hari Feng Jiu habiskan di Qing Qiu, mengurusi


persoalan Qing Qiu dan bertemu Jie Lu. Jie Lu menitikkan air mata melihat Feng


Jiu “Jiu Ge, akhirnya kau sembuh… jika Meng Shao melihatmu sekarang ini, pasti


akan sangat bahagia untukmu…” Feng Jiu memeluk Jie Lu “Jie Lu, terima kasih…


kau juga sangat luar biasa sekarang… bagaimana di Qing Qiu ?”. Feng Jiu baru


mengetahui apa yang terjadi pada kaum Biyiniao dan Meng Shao setelah tiba


kembali di Qing Qiu. Feng Jiu tidak pernah menyangka, pertemuannya dengan Meng


Shao saat itu adalah pertemuan terakhir mereka. Feng Jiu merasa bersalah pada

__ADS_1


Meng Shao karena menyembunyikan identitasnya dan mematahkan harapan Meng Shao.


Jie Lu “kami sangat baik, hanya saja…” Feng Jiu “ada apa ? katakan saja ? Jie


Lu, kita adalah teman selamanya, ada apa katakan saja padaku.” Jie Lu “Jiu Ge,


kau tahu masa hidup Biyiniao tidak sepanjang dewa dewi lainnya, tinggal di Qing


Qiu walau sangat baik, tapi aku takut…” Feng Jiu melihat Jie Lu, segera


mengerti permasalahannya “Jie Lu, kau ingin kembali ke Fan Yin Gu ?” Jie Lu


mengangguk perlahan “Jiu Ge, aku tahu kau dan Di Jun dengan tidak mudah bisa


selamat berdua… sebagai Biyiniao Nu Jun, aku harus memikirkan kelangsungan


hidup kaumku, aku…” tertunduk sedih.


            Feng Jiu berjalan mondar mandir “baiklah Jie Lu, masalah


ini serahkan padaku… kupastikan kau dan seluruh kaummu akan kembali ke Fan Yin


Gu…” Jie Lu berbinar memegang tangan Feng Jiu “bisakah ? Jiu Ge, terima kasih…”


Feng Jiu tersenyum “Jie Lu, kita adalah teman, tidak perlu berterima kasih”


‘dengan begini, apakah aku sudah membayar kesalahanku pada Meng Shao ! Meng


Shao tenanglah, aku akan membantu Jie Lu dan kaum Biyiniao, walaupun…’


tersenyum ceria “Jie Lu, sebelumnya kau harus menghadiri pernikahanku… seminggu


setelah pernikahan, aku akan menjemputmu dan kaum Biyiniao kembali ke Fan Yin


Gu… oh hal ini jangan sampai ketahuan yang lain dulu hihihi… aku mau memberi


mereka kejutan…” Jie Lu tanpa memikirkan apapun segera mengangguk “baik Jiu Ge,


ini rahasia kita berdua, aku akan menyiapkan kaum Biyiniao, terima kasih Jiu


Ge…” mereka berpelukan dan berpisah.


            Feng Jiu yang kembali ke gua rubah melihat Dong Hua yang


sudah menunggunya, tersenyum, berjalan masuk ke pelukannya. Dong Hua memeluk


erat Feng Jiu “sudah selesai dengan Jie Lu ?” Feng Jiu mengangguk “Dong Hua,


Shao… aku bersalah menyembunyikan kebenaran selama itu darinya… haih…” Dong Hua


mengangkat wajah Feng Jiu “Xiao Bai, segala yang terjadi adalah takdir… Meng


Shao dan tetua Biyiniao sudah berkorban untuk Si Hai Ba Huang, jasa mereka akan


selalu dikenang… kau tidak berhutang apapun pada mereka, itu pilihan mereka


sendiri…” Feng Jiu kembali memeluk Dong Hua “aku tahu… hanya saja Dong Hua,


jika aku tidak mencarimu ke Xing Guang Jiejue, kita…” Dong Hua mencium kening Feng


Jiu “Xiao Bai, aku mencintaimu… tidak akan pernah lagi terjadi hal seperti


itu…” Feng Jiu mengangguk ‘Dong Hua, kau harus hidup dengan baik… hutangku


harus aku yang membayarnya…’ menitikkan air mata, segera tersenyum ceria “Fu


Jun, disini sudah selesai, bagaimana kalau kita kealam fana ?” Dong Hua


tercengang “Xiao Bai, 10 hari lagi pernikahan kita… selesai pernikahan, weifu


akan menemanimu kemanapun yang kau inginkan…” Feng Jiu tersenyum “baiklah…”.


            Beberapa hari Feng Jiu fokus mengurus urusan Qing Qiu,


merubah beberapa sistem di Qing Qiu. Suatu hari datang Yan Ci Wu menemui Dong


Hua dan Feng Jiu di Qing Qiu “Xiao Jiu, wajah es, ee…” Feng Jiu melihat Yan Ci


Wu yang terbata-bata “Xiao Yan, ada apa katakan saja ! terbata-bata seperti ini


tidak mirip dengan dirimu” Yan Ci Wu “haih baik aku katakan… wajah es, bisakah


kau memaafkan Ji Heng ? Ji Heng ingin keluar dari suku iblis” Feng Jiu “Xiao


Yan, Ji Heng bukannya sudah bersamamu ?” Yan Ci Wu tertunduk “Xiao Jiu, kau


bukan tidak tahu bagaimana Ji Heng…” Feng Jiu menggeleng “haih… Xiao Yan, tidak


usah sedih, suatu saat kau akan menemukan yang cocok denganmu… apa kau tahu Ji


Heng ingin melakukan apa ?” Yan Ci Wu menggeleng “berulang kali dia meminta

__ADS_1


keluar dari suku iblis… haih wajah es…” Dong Hua dengan dingin “ucapanku tidak


akan pernah berubah…” Feng Jiu “Dong Hua, sudahlah… Bagaimanapun dia anak Meng


Hao ! tapi Xiao Yan, apa kau pernah memikirkan, Ji Heng begitu ingin keluar


dari suku iblis untuk apa !” Dong Hua pun dingin “sekali lagi, dia berbuat


sesuatu, tiada ampun baginya… Xiao Bai, dia tidak pantas menjadi anak Meng


Hao…” memeluk erat Feng Jiu ‘Xiao Yan, ini otak bodoh… Ji Heng ingin keluar,


entah apa lagi yang direncanakannya…’. Yan Ci Wu tertunduk “wajah es, aku tahu…


ini juga adalah bantuan terakhirku untuknya, setelah ini, apapun yang terjadi


padanya tidak ada hubungan denganku. Xiao Jiu, aku tahu Ji Heng sudah sangat


bersalah pada kalian, tapi ini adalah janjiku pada Su Yang sebelumnya. Dengan


membantunya kali ini, termasuk aku juga sudah menunaikan janjiku. Dong Hua,


terima kasih, aku pergi dulu…”. Dong Hua menahannya “Yan Ci Wu tidak


terburu-buru, kau bisa memberitahunya setelah pernikahan kami” dengan tegas.


Yan Ci Wu mengangguk dan berlalu.


Dong


Hua dan Feng Jiu melihat punggung Yan Ci Wu “akhirnya Xiao Yan bisa


menyadarinya… Ji Heng, semoga kali ini kau sudah sadar…” Dong Hua melihat Feng


Jiu, merasa ada sesuatu dengan kata-katanya “Xiao Bai…” memeluknya “apapun yang


akan terjadi, kita akan selalu bersama…” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, kau juga


sudah mengetahuinya…” melepas pelukan, saling bertatapan. Dong Hua melihat Feng


Jiu dengan pandangan rumit, perlahan tersenyum mengangguk “Xiao Bai sangat


pintar… sejak kapan kau tahu ?” Feng Jiu “saat mendengar kata-katamu setelah


memperoleh tubuhku kembali di dunia mimpi Aranjo” Dong Hua “kenapa kau tidak


memberitahuku ?” Feng Jiu “Dong Hua, saat itu aku masih susah mempercayaimu…


kukira kau menyukai Ji Heng dari saat masih seekor rubah kecil… saat itu kita


masih dalam dunia mimpi Aranjo, kukira…” Dong Hua “kau mengira semua hanya


mimpimu, jadi saat keluar, kau sengaja melupakanku !” Feng Jiu mengangguk.


Dong


Hua memeluk Feng Jiu “gadis bodoh… sejak kau menjadi xiao hu li, hatiku sudah


menjadi milikmu… kau begitu pintar, apa kau tidak menyadari perasaanku padamu ?


di Fan Yin Gu, aku selalu bersamamu, selalu memperhatikanmu…” Feng Jiu menunduk


“tapi kau sebelumnya akan menikahi Ji Heng, kalau bukan dia menghilang saat


pernikahan kalian…” Dong Hua “Xiao Bai, aku tidak pernah menyukai Ji Heng…


pernikahan itu adalah pernikahan palsu, aku hanya menunaikan permintaan Meng


Hao menjaga Ji Heng. Saat itu, Ji Heng ingin melarikan diri dengan pengawalnya


Ming Su, tapi terhalang oleh kakaknya Su Yang. Pernikahan itu adalah jalan


keluar untuknya dan Ming Su. Aku mengurungmu saat itu, karena aku tahu kau


tidak menyukai Ji Heng. Rencananya setelah Ji Heng pergi, aku akan merawatmu


kembali, tapi tidak menyangka kau menghilang tanpa sepengetahuanku. Aku sudah


mencarimu di berbagai penjuru, ke Qing Qiu saat itu juga untuk mencarimu.


Semenjak mengenalmu sebagai putri Qing Qiu, aku tidak bisa melepaskan


pandanganku darimu. Dari Jiu Jong Tian hingga Fan Yin Gu, aku selalu


memperhatikanmu, apa kau tidak menyadarinya ?” Feng Jiu menitikkan air mata


“maaf Dong Hua… maaf…” Dong Hua mengecup keningnya “Xiao Bai, kau adalah


satu-satunya bagiku, tidak ada yang lain… semenjak mengenalmu, aku sudah tidak


bisa tanpamu… tidak ada dirimu disisiku, hatiku gelisah tidak tenang…” menaruh

__ADS_1


tangan Feng Jiu di dadanya.


__ADS_2