Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 390 - Li Suen mundur


__ADS_3

Bab 390 –


          Tian Guang “Shen Yao sudah memiliki perencanaan sebelumnya


?” Shen Yao tersenyum “fikiran kalian yang sederhana ini, mana mungkin yang


mulia tidak mengetahuinya.” Xin Qian “jadi dari awal kau sudah memikirkannya !”


Shen Yao mengangguk “haih… pesona yang mulia terlalu kuat, siapa yang tidak mau


menempel pada yang mulia !” Hao Cun berdecak “cih… iya… kau paling mempesona !”


semua tertawa.


          Hari ketiga kelulusan, keputusan Kaisar membuat Paman


Kaisar terkejut hingga tidak sadarkan diri 3 hari “Para pejabat, yang mulia


akan melakukan perjalanan dengan Putri Mahkota. Urusan kerajaan sementara akan


di pegang oleh Paman Kaisar. Paman, anda sudah mengatakan sebelumnya ‘masalah


ini diserahkan pada anda !’. Yang mulia memberikan anda kesempatan untuk


membuktikan diri.” Saat Paman Kaisar masih tidak sadarkan diri, Kaisar sudah


membawa Shen Yao pergi berkeliling. Disaat Paman Kaisar sadar, kesal hingga


tidak berselera makan “SONG SHEN YAO, ini pasti idemu lagi !!! ah… aku yang


paling menyukai kebebasan malah harus terkurung dalam istana ini selama mereka


pergi argh… Putri Mahkota-ku, bisa tidak mengganti hukumannya argh…”


          Shen Yao yang sedang berjalan-jalan bersama Kaisar,


bersin-bersin sambil cekikikan “diedie, saat ini pamanmu itu pasti sedang


mengumpatku hihihi… hachu… hachu…” Kaisar tersenyum “nanti akan membantumu


menghukumnya” tertawa berdua. Keduanya berkeliling hanya membawa beberapa


pengawal dan dayang. Mereka berbaur dengan masyarakat sebagai saudagar kecil


dari kota tetangga. Seorang Tuan yang membawa putranya berkeliling, makan dan


melihat kehidupan rakyatnya. Sifat welas asih keduanya, membuat mereka disambut


dengan ramah. Dalam perjalanan kali ini, kaisar hanya membawa Shen Yao ke


beberapa tempat, karena menyimpan kekhawatiran pada Paman Kaisar yang penyuka


kebebasan itu.


          Sementara mereka berkeliling, teman-teman Shen Yao di


ibukota menjadi lesu. Hao Cun dan Xi Juan sering di istana membantu Paman


Kaisar secara sembunyi-sembunyi. Hui Shi sementara bersama Pangeran Ketiga,


sambil menunggu Shen Yao kembali ke ibukota. Sebelumnya, Shen Yao sudah


mendapat persetujuan Kaisar, dengan susah payah.


          Saat meminta ijin, Shen Yao bahkan mendiamkan Kaisar


seminggu. Kaisar yang tidak dapat membujuk Shen Yao, akhirnya mengiyakan. Dalam


perjalanan kali ini, Kaisar terus berupaya membujuk Shen Yao. Shen Yao bagai


gunung, tidak bergerak sama sekali. Kaisar tahu, teman-teman Shen Yao rata-rata


menyukainya bahkan yang dikatakan Hui Shi Da Ren itu. Kaisar paling mengenal


sifat Shen Yao yang tidak akan terpengaruh apapun. Yang dikatakannya pasti


dilakukannya, diinginkannya pasti didapatkannya. Tidak akan ada yang bisa


menghalanginya. Daripada menentangnya, lebih baik mendukungnya, Shen Yao akan


lebih mendengarnya.

__ADS_1


Shen


Yao sudah mengatakan tidak memiliki ketertarikan pada siapapun baik teman-teman


kelas Huang maupun lainnya. Kaisarpun mengalah, mendukung keputusannya untuk


berkeliling bersama teman-temannya, tentu saja dengan beberapa syarat. Shen Yao


dengan terus terang mengatakan pada Kaisar, tentang keinginannya untuk


berkeliling, tidak menutupi apapun.


Tian


Guang tidak bertemu Shen Yao, sangat merindukannya, beberapa kali berjalan dan


mondar mandir di depan gerbang ibukota. “Tian Guang, kau kesini lagi. Kenapa ?


tidak bertemu Shen Yao, sudah tidak bisa hidup ?” Fang Ying menghampiri


“bagaimana kau tahu aku disini ?” Tian Guang bertanya dingin. Fang Ying


berdecak “cih, ini bukan pertama kalinya aku melihatmu mondar mandir disini.


Aku hanya tidak mau mengganggumu saja.”


Tian


Guang melihat ke kejauhan “menurutmu, kapan Shen Yao kembali ?” Fang Ying


“bukankah Shen Yao sudah mengatakan akan pergi 6 bulan hingga setahun. Begitu


menyukainya, kenapa kau tidak memberitahunya ?” Tian Guang menggeleng “dia tidak


menyukaiku !” Fang Ying “omong kosong… kau begitu baik padanya, semua juga bisa


melihatnya. Shen Yao juga memiliki hati, bagaimana mungkin tidak tahu” Tian


Guang “dia tahu… Shen Yao memiliki hati, tapi tidak untuk satu orang. Aku hanya


berharap bisa selalu melihatnya, diam-diam menjaganya, tetap berhubungan walau


hanya sebagai teman”.


Fang


suatu hari Shen Yao menemukan pasangannya, kau menyesal pun sudah tidak ada


gunanya. Apakah kau tidak apa-apa melihat kedekatan Shen Yao dan Hui Shi ?”


Tian Guang mengangkat kepala melihat Fang Ying, ada emosi yang tersirat “lihat,


hanya mengungkitnya saja, kau sudah seperti ini ! kau sangat cemburu kan ? dari


pada menyesal, kenapa tidak mencobanya ?”


Tian


Guang “aku takut !” Fang Ying mengerutkan kening “takut apa ? dari mulutmu


mendengar kata ‘takut’ sungguh tidak mirip denganmu” Tian Guang “aku takut


tidak dapat mengendalikan diriku !” Fang Ying tercengang “Tian Guang, sudah


seberapa dalam kau menyukai Shen Yao ?” Tian Guang menggeleng “aku bukan saja


menyukainya, aku sangat mencintainya. Sejak awal dia memasuki hatiku, aku sudah


menyimpannya dengan rapat disana.” Fang Ying memegang pundaknya “sangat


beresiko ! Tian Guang, aku bertanya padamu. Jika suatu hari Shen Yao menyukai


yang lain, apa yang terjadi padamu ?”


Tian


Guang menatap Fang Ying “jika sudah seperti ini, kenapa kau tidak mencobanya ? daripada


kau mati sia-sia, setidaknya masih ada secercah harapan ! Dengar, kau tidak


kekurangan apapun, dari segi kekayaan, dari segi tampan, karakter, apa lagi

__ADS_1


yang kau takutkan ?” Tian Guang “aku merindukannya… saat sekolah, masih bisa


setiap hari melihatnya. Semenjak perayaan kelulusan itu, sudah 4 bulan tidak


melihatnya.” menunduk sedih.


Fang Ying


“sudah, kau tidak boleh seperti ini. Shen Yao sudah mengatakan akan pergi


bersama kita, dia pasti menepatinya. Jangan sampai tiba saatnya, kau malah


sakit dan tidak bisa ikut. Ayo, aku mentraktirmu makan. Lihat tampangmu, kau


tidak kekurangan uang tapi sudah mengurus hingga seperti ini” menarik Tian


Guang meninggalkan gerbang ibukota.


          Selama Shen Yao tidak ada, mereka berdelapan kadang


bertemu, sekedar minum, berbincang, atau makan bersama. Suatu hari Li Suen


menyatakan mundur dari perjalanan “maaf, kali ini aku tidak bisa berjalan


bersama kalian, aku harus mulai perjalanan sendiri.” “Li Suen, semua adalah


pilihanmu sendiri. Kami hanya bisa mendukungmu !” Li Suen tersenyum


“sebenarnya, aku datang selain mengatakan hal ini, aku juga mempunyai hal lain”


“ooo…” semua menatap Li Suen, menunggu hal lain itu.


          Li Suen dengan membusungkan dada, berkata bangga “aku akan


menikah !” “ha… kau jangan bercanda, siapa yang mau dengan bocah bau kencur


sepertimu !” Fang Ying mengejek. Li Suen nyengir “kalian hanya iri padaku kan


!” Hao Cun “eh Li Suen, bukankah kau menyukai Shen Yao ? secepat ini sudah


berpindah hati !” Li Suen cekikikan “Shen Yao ? aku memang menyukinya tapi


hanya sebagai teman. Dari awal aku sudah tahu diri, tidak membiarkan perasaan


itu tumbuh” Hui Shi langsung berkomentar “sangat bagus ! jadi katakan, siapa


calon istrimu ini ?”


          Li Suen “kalian mengenal orangnya !” semua menunggunya “calon


istriku adalah Mei Gui” menarik Mei Gui ke sampingnya. Semua membulatkan mata


“kalian !” Hao Cun mencibir “cih, kukira kalian masih ingin berpura-pura hingga


kapan !” Mei Gui “siapa yang berpura-pura ?” Xi Juan “kalian berdua, masih ada


siapa lagi ? bukankah kalian masuk sekolah memang untuk menyelidiki satu sama


lain ? dari awal sudah terikat perjodohan tapi berulah cih…”


          Wajah keduanya memerah “Xi Juan, bagaimana kau tahu ?” Xi


Juan “aku memiliki Shen Yao sebagai pemimpin !” Fang Ying “maksudmu Shen Yao


juga mengetahuinya ?” Hao Cun dan Xi Juan mengangguk “lirikan mata kalian,


gerakan tubuh kalian, tindakan kalian, dari pertama bertemu, Shen Yao sudah


bisa melihat semuanya. Hal yang kami perlu mengamati 2-3 x, Shen Yao hanya


perlu sekali melihatnya” Mei Gui “memang Putri Mahkota… aku sudah lama ingin


menanyakannya. Awal Shen Yao masuk, kenapa dia sangat pendiam, bahkan terkena


permainan para siswa beberapa kali ?” Hao Cun menjawab “sehebat apapun Shen


Yao, dia juga masih remaja, kadang suasana hatinya masih labil. Kalian jangan


salah mengartikan kata labil ini, Shen Yao memang selalu sesuai suasana


hatinya. Dia memang diam, tapi sudah mengamati semuanya. Masuk dalam permainan

__ADS_1


hanya ingin mengukur seberapa tinggi tingkatan kalian saja. Disaat dia sudah


mengetahui semuanya, sudah kehilangan minat”


__ADS_2