
Bab 376 –
Mereka juga melihat bagaimana perjuangan Huo Feng di Bing
Huo Dao. Dong Hua dikejutkan berulang kali dengan kenyataan yang ada. Saat dia
biguang dengan tenang, Huo Feng sudah berulang kali berada di ambang kematian
bahkan tertimbun di dalam salju selama beberapa tahun. Dong Hua dipenuhi
penyesalan dan sakit hati akan perjuangan Huo Feng.
Huo Feng bergerak dalam pelukan Dong Hua “em…” Dong Hua
menepuk-nepuk lembut punggungnya dan membelai wajahnya. Huo Feng yang merasakan
kenyamanan, melanjutkan tidurnya, merapatkan wajahnya pada dada Dong Hua.
Begitu Huo Feng bergerak, semua mata memandang, melihatnya tidak terbangun,
semua kembali menatap cermin.
Kisah di cermin di tutup dengan pemandangan wanita cantik
itu yang sedang terbaring dalam pelukan Dong Hua. Walaupun gambar-gambar di
cermin berputar lumayan cepat tapi semua sudah dapat mengerti sejarah seorang
Cai Hong Huo Feng. Setelah selesai, cermin menghilang dari pandangan semua,
berubah menjadi cahaya, masuk ke kepala Huo Feng.
Ling Ling mengerahkan sihir, membungkus Cai Hong Huo Feng.
Dong Hua mengerutkan kening melihatnya. Ling Ling menangis tersedu-sedu dalam
pelukan Jin Cheng “sudah… jangan sampai Huo Feng niang melihatmu seperti ini !”
Ling Ling “Niang Qin sangat menderita… aku tidak pernah menyangka hidup Niang
Qin seperti itu ! Jin Cheng, katakan padaku, apa kita sekarang sama seperti Hei
Ye bagi Niang Qin ?” semua terkejut dengan pertanyaan Ling Ling.
Lian Song melihat Dong Hua yang terus menunduk menatap Huo
Feng, dengan mata berkaca-kaca “Dong Hua, apa kau baik-baik saja ?” Dong Hua
menggeleng “dia sangat menderita ! cintaku satu-satunya… ada diriku, tidak akan
membiarkanmu menderita lagi… Feng Wei, jangan menderita lagi !” air mata
menetes turun di wajah Dong Hua, Dong Hua segera menghapusnya. Bai Yi pun
meneteskan air mata “putriku, kau sudah menderita ! maafkan diedie yang
menambah penderitaanmu !” Zu Zhe “tapi Huo Feng sangat tabah, semua dihadapinya
tanpa keluhan sama sekali” Sou Wan “haih gadis kecil ini, kenapa sangat tahu
membuat yang lain sakit hati dengannya !”
Huo Feng mulai merasa tak nyaman dengan pelukan erat Dong
Hua “egh… em…” bergerak-gerak, menyadarkan Dong Hua. Dong Hua segera
memperbaiki posisinya, tapi sudah terlambat, Huo Feng sudah terbangun. Huo Feng
__ADS_1
mengucek-ucek matanya “em… aku tidur berapa lama ?” “Niang Qin…” “nainai…” Ling
Ling dan Ching Ching langsung menyerbu dan memeluk erat tubuh kecil itu,
membuat Huo Feng terkejut, membulatkan matanya “a… ada apa ini ? Ling Ling…
Ching Ching… aaa… lepaskan aku...”.
Ling Ling dan Ching Ching tidak melepaskan pelukan, hanya
melonggarkannya sedikit “Niang Qin, aku menyayangi Niang Qin… Niang Qin, aku
akan berusaha lebih keras lagi…” “nainai, aku sangat menyayangi nainai…” Huo
Feng terbengong mendengar kata-kata kedua wanita yang memeluknya. Sesaat
kemudian, kesadaran memasuki Huo Feng, menatap semua mata sembab di depannya
“haiya, apa yang perlu dibesar-besarkan ! semua sudah berlalu, lagipula kalian
sudah mengetahuinya di kitab sejarahku ! tidak perlu berlebihan seperti ini kan
!” mendorong mundur kedua wanita yang tubuhnya lebih besar dari dirinya itu.
Huo Feng merenggangkan tubuhnya “ah tubuhku yang segar bisa
patah karena kalian !” Dong Hua menariknya, masuk dalam pelukan. Dong Hua
menangis dalam diam sambil memeluk erat Huo Feng. Huo Feng tercengang, perlahan
membalas pelukan Dong Hua “ada apa ? apa perlu seperti ini ?” Dong Hua
mengangguk “aku ingin memelukmu, biarkan aku memelukmu !” ‘Feng Wei, aku bukan
Hei Ye, tidak akan menjadi Hei Ye… Feng Wei, aku sangat mencintaimu… Feng Wei,
yang harus kulakukan untuk mengganti semua penderitaanmu ! Feng Wei-ku, Feng
Wei-ku, cintaku… aku mencintaimu, aku mencintaimu…’.
Huo Feng membelai kepala Dong Hua “sudah, semua sudah
berlalu, aku baik-baik saja di sisimu kan !” Dong Hua mengangguk “bukankah
katamu selanjutnya hidupku akan sangat bahagia ?” Dong Hua mengangguk dan
melerai pelukannya “aku akan memberikan semua kebahagiaan padamu ! mulai
sekarang, bersandarlah padaku !” Huo Feng tersenyum manis, mengangguk.
Ling Ling kembali menarik Huo Feng dan memeluknya “betul,
semuanya sudah berlalu… mulai saat ini, Niang Qin hanya perlu berbahagia…” Huo
Feng tersenyum “sebelum aku berbahagia, sudah mati tercekik oleh -mu terlebih dahulu,
anak nakal” Dong Hua segera menarik Huo Feng keluar dari pelukan Ling Ling. Huo
Feng cemberut “hentikan, aku disini ditarik kalian kanan kiri, tidak lama
tubuhku yang mulus ini akan tercabik-cabik oleh kalian cih !” berdecak kesal,
berbalik, menjauhi semua, ke dapur.
Dong Hua melirik sinis Ling Ling yang mengangkat tangan,
tanda menyerah padanya “aiyo Fu Qin, aku kan spontan…” menggerutu. Semua
__ADS_1
tersenyum “oh Dong Hua, besok datanglah ke pertemuan !” Lian Song buka suara
untuk mendamaikan suasana “tidak tertarik !” Dong Hua menjawab ketus. Lian Song
“hei… Tian Di Gong Zhu -ku yang terhormat, semua sudah menunggumu dan Di Hou
niangniang. Dari aksi Huo Feng di perayaan buah persik, semua ingin bertemu
dengan kalian. Kau tahu sendiri para dewa-dewa itu !”
Sou Wan “Dong Hua, kau sudah kembali ke sini… bukan
berencana menyembunyikan diri terus menerus kan !” Dong Hua acuh tak acuh “eh
bukannya kau dari kebun buah persik !” Sou Wan mengingatkan. Chang Chang “ah
benar, waigong, Huang Shen Mu niangniang tadi mencari waigong waipo.” Dong Hua
hanya melirik sejenak, matanya terus memandang pintu dapur.
Ling Ling melihat arah tatapan Dong Hua “Fu Qin, Niang Qin
hanya ke dapur… ini Tai Chen gong, tidak akan ada apapun yang terjadi !” Long
Nu cekikikan “Ling Ling, diedie, bukan takut ada sesuatu. Diedie merasa tidak
nyaman, tidak ada niang di sisinya !” Gun Gun membelai kepala Long Nu. Lian
Song mencibir “tapi ya kulihat kalian ini para Zun Wang memiliki sifat yang
sama, sangat posesif pada pasangan. Lihatlah Jin Shan, semenjak menikah, selalu
menempel dan tidak melepas Xin Xin. Sementara Xiong Xiong, mewarisi sifat Fu
Qin-mu ini, menganggap Huo Huang sebagai harta tak ternilai !” Long Nu mencibir
“Lian Song shushu, bukankah Jin Cheng juga sama saja… hanya anda yang kalah
pada Zu Zhe ayi” mengejek. Lian Song melirik Zu Zhe, salah tingkah dan
mengipas-ngipaskan kipasnya.
Mo Yuan “kalian semua sudah memiliki pasangan !” Sou Wan
mengangguk “hanya menunggu kedua bocah ini saja ! Chang Chang, kapan giliranmu
? Ching Ching juga sudah memiliki pasangan, hanya tinggal dirimu…” Chang Chang
kesal “Sou Wan ayi, jiujiu dan ayi baru saja menikah !” Zu Zhe “hei benar juga,
dari Bai Feng Jiu, sepertinya keluarga kalian semua menikah pada usia muda. Dilihat
dari sini, Gun Gun dan Ling Ling yang paling tua menikah !” wajah Ching Ching
memerah “haih entah apa yang kalian bicarakan !”
Dong Hua hanya melirik sana sini “kalau sudah yakin, tidak
ada salahnya !” Lian Song langsung menunjuk “nah bahkan Di Jun pun sudah
mengatakannya ! tidak akan ada yang menghentikan kalian !” Zhe Yan “hmm…
tampaknya akan ada pernikahan lagi !” melirik Bai Chen “dari dulu sangat
sedikit keturunan wanita di suku keluarga kita. Lihatlah 4 generasi Nu Jun,
hanya ada kalian saja !”
__ADS_1