
Dong Hua langsung membawa Cai
Hong Huo Feng beristirahat “bagaimana ? sakit ?” Cai Hong Huo Feng tersenyum,
menggeleng “aku baik-baik saja…” mengalungkan tangannya ke pundak Dong Hua “Hua
Zi gege, sudah mengejutkanmu…” mencium kening Dong Hua “Hua Zi gege, siapa aku
?” Dong Hua tersenyum “Shen Zhu yang agung…” Cai Hong Huo Feng mengangguk “Hua
Zi gege, sebelum kelahiran kembali, aku tidak pernah berfikir akan ada
kehidupan berikutnya… karena aku sudah terlahir kembali dan berjanji padamu, maka
apapun yang terjadi aku akan menunaikan janjiku padamu… jangan merasa takut
ataupun cemas, sudah kukatakan sebelumnya ‘cinta kasihku adalah senjata
terkuatmu’. Kuatkan hatimu, yakinlah pada dirimu dan janjiku, kita akan bersama
selamanya…” Dong Hua berkaca-kaca “Feng Wei…” mengecup lembut bibirnya.
Dong Hua menempelkan keningnya “Feng Wei, aku diciptakan
untukmu… kelahiranmu pun untukku… aku menginginkanmu seutuhnya… aku sangat
lemah dan sangat egois, aku menginginkanmu hanya untukku… Feng Wei, aku percaya
dan yakin padamu… tapi tidak merasakan keberadaanmu di sisiku, aku… aku bisa
gila… Feng Wei… aku akan selalu menjaga jiwa dan jantungmu… bisakah memberikan
ragamu juga untukku ? aku tidak mau kehilangan sedikitpun… Feng Wei…” Cai Hong
Huo Feng tersenyum “Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin Shen Jun, kau sangat serakah…”
Dong Hua mengangguk.
Cai Hong Huo Feng membelai wajah Dong Hua “kau takut
ragaku tidak mampu menahan rintangan terakhir ?” Dong Hua mengangguk lagi. Cai
Hong Huo Feng tersenyum “jadi apa yang akan Dong Hua Shen Jun lakukan ?” Dong
Hua menatap Cai Hong Huo Feng intens, tidak tahu bagaimana menjawabnya, karena
mereka belum menemukan caranya. Cai Hong Huo Feng “hmm…” Dong Hua cemberut
“Feng Wei, kau pasti sudah menemukan caranya… katakan padaku…” merengek.
Cai
Hong Huo Feng “hmm Fu Jun-ku, entah kenapa aku bisa begitu mencintaimu… jangan
mengatakan Jin Shan dan Huo Huang yang kebingungan, akupun tidak dapat
memikirkan apapun…” Dong Hua tersenyum “Feng Wei, cinta sejati tidak memerlukan
alasan apapun… aku dulu juga tidak mengerti apa arti cinta. Setelah mengenalmu
dan jatuh cinta darimu, akupun masih tidak dapat mengartikan cinta. Yang
kutahu, kau sudah menjadi alasanku untuk tetap hidup… jika tidak ada dirimu,
sudah tidak ada artinya aku hidup… Dulu Meng Hao rela mengorbankan nyawanya
demi cinta… aku sudah mengerti sikapnya… saat tidak mengenal cinta, semua hanya
kehampaan… cinta adalah kehidupan… kehilangan cinta sama saja dengan kehilangan
kehidupan”.
Cai
Hong Huo Feng membelai kepala Dong Hua “Fu Jun, aku sangat mencintaimu…” Dong
Hua mengecup bibir yang sudah menjadi candunya “aku juga sangat mencintaimu…
katakan padaku !” Cai Hong Huo Feng “Hua Zi gege, tujuanku berlatih di Bing Huo
Dao adalah menyiapkan tubuhku untuk Ikatan Tubuh Suci… setelah berhasil di Bing
Huo Dao, tubuhku memiliki ketahanan seperti dewi 200.000 – 250.000 tahun. Saat
kelahiran kembali, adalah jiwa suciku yang menghadapi rintangan sehingga
__ADS_1
menghasilkan tubuh baruku… demimu, aku akan bertahan…” Dong Hua mengecup
keningnya “terima kasih…”.
Cai
Hong Huo Feng “walau aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi jiwaku sudah
menyatu padamu… tidak perlu khawatir, sama seperti sebelumnya, jika ragaku
hancur, suatu saat aku akan kembali dengan tubuh baru… hanya percaya pada
dirimu sendiri, aku akan selalu hidup dalam dirimu…” Dong Hua berkaca-kaca
“Feng Wei, aku akan menunggumu… apapun yang terjadi, aku akan menunggumu…
setelah melalui ini semua, jangan ada lagi… aku tidak sanggup menghadapinya…” Cai
Hong Huo Feng tersenyum, mengecup bibirnya.
Cai
Hong Huo Feng beristirahat setelah pergumulan mereka “Feng Wei, cinta sucimu
tidak perlu alasan apapun… aku tidak perlu alasan apapun untuk mencintaimu… semenjak
mengenalmu, kau sudah membawa masuk kehidupan dalam kehampaanku… aku mencintaimu,
ingin kau selalu aman dan bahagia di sisiku… demimu, aku bisa mengorbankan
apapun bahkan nyawaku… Feng Wei… Feng Wei-ku… inikali apapun yang terjadi, aku
akan mempercayaimu… aku tidak akan mengulang kesalahan dan membuat sihirmu
mengambil ingatanku lagi… Feng Wei, bertahanlah…” Dong Hua mengecup kening Cai
Hong Huo Feng.
Cai
Hong Huo Feng mendengarkan rencana Gun Gun dan Mo Yuan, tanpa memberi masukan.
Sebelum menjelaskan rencana yang disusun kepada Cai Hong Huo Feng, Gun Gun
pengaturannya. Cai Hong Huo Feng “kalian sudah siap… aku tidak akan melakukan
apapun sesuai permintaan kalian…” semua tersenyum manis. Dong Hua merangkulnya
“jangan bermain trik…” Cai Hong Huo Feng tersenyum mengangguk. Semua melihat
persetujuannya, tersenyum manis.
“Shen
Zhu…” Cai Hong Huo Feng melirik dingin pada Meng Hao yang langsung cemberut
“haih… maaf, shushu sudah keterlaluan…” Cai Hong Huo Feng memainkan bibirnya
dan santai “jangan sampai kehilangan kumis dan janggutmu di medan perang”.
berkata dingin. Cai Hong Huo Feng berdiri dan berjalan keluar aula, menatap
langit “turunlah…” berkata ringan. Beberapa cahaya menembus langit dan berubah,
berlutut di hadapan Cai Hong Huo Feng “ada apa ?” menatap yang datang dengan
dingin. “Zhu Ren…” Gang Laba hanya berkata dan langsung mendapat anggukan dari
Cai Hong Huo Feng “tidak perlu ikut campur… mereka mampu melakukannya…”.
Dong
Hua merangkulnya “ada yang bermain…” Cai Hong Huo Feng “ini ujian kalian…
sesuai permintaan, yang mulia hanya akan menjadi penonton…” Huo Fei berdiri
“kami bisa bermain ?” merajuk. Dong Hua menggeleng “tidak…” Shanguang “Shen
Jun…” merajuk. Dong Hua menggeleng “kalian sudah mendapatkan permainan kalian…
ini adalah urusan Si Hai Ba Huang, jadi biarkan kami yang bermain…” ketujuhnya
cemberut “Shen Jun, kami tidak ikut tapi buatkan kami ubi bakar…” Man Dong
dengan mata berbinar merengek.
__ADS_1
Cai
Hong Huo Feng cemberut “yang mulia belum membuat perhitungan masalah ubi bakar
yang dulu, sekarang minta lagi… minta dihajar…” Bai Yin
menggoyang-goyangkan tangan Cai Hong Huo
Feng “Zhu Ren… kami menyukainya… ubi bakar… wangi… lembut… manis… Zhu Ren…”
sambil membayangkan, liur ketujuhnya sudah hampir menetes. Dong Hua cekikikan
“baiklah… kalian akan mendapatkan ubi bakar…” Cai Hong Huo Feng cemberut,
membuang muka, ketujuhnya mendekati Dong Hua “Shen Jun yang banyak ya ya ya…
yang banyak…” merajuk seperti anak kecil. Dong Hua cekikikan “yang mulia pernah
menjanjikan kalian, jadi kali ini yang mulia akan membakarkannya. Selanjutnya
jika menginginkan sesuatu, mintalah pada Chong Lin…” “yey ubi bakar… ubi
bakar…” ketujuhnya bersorak, Dong Hua menggelengkan kepalanya.
Dong
Hua merangkul istrinya “Feng Wei, sebelumnya, apa mereka seperti ini ?” Cai
Hong Huo Feng menggeleng, tersenyum “mereka masih anak-anak di tubuh ini…
biarkan mereka menikmati masa bahagianya…” Dong Hua “kau juga… Feng Wei, tidak
hanya mereka… di kehidupanmu ini, aku akan mengisinya dengan kebahagiaan…” Cai
Hong Huo Feng tersenyum mengangguk “Hua Zi gege akan ikut dalam perang ini !”
Dong Hua “bukankah mereka datang bermain karenaku dan anak-anak ! mana mungkin
perang ini kekurangan diriku !” Cai Hong Huo Feng tersenyum “kalau begitu, aku
akan melihatmu sambil memakan ubi bakar…” Dong Hua mengangguk.
“Zhu
Ren, bagaimana lukamu ?” Hui Sheng bertanya “tidak masalah…” Cai Hong Huo Feng
menepuk pundak Hui Sheng “kau yang menyerang terlebih dahulu !” Hui Sheng
cekikikan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Cai Hong Huo Feng
nyengir “sudah semakin pintar…” Tian Xing “Zhu Ren, luka rintanganmu ?” Cai
Hong Huo Feng “sudah menutup sempurna…” Gang Laba “saat anda kembali, apa anda
tahu Shen Jun akan menjalani rintangan Shan Shen ?” Cai Hong Huo Feng
menggeleng “aku bahkan tidak sadar menerima rintangan di ruang hampa… jika bukan
luka dan rasa sakit itu, jiwaku masih tertidur…” Bai Yin “Zhu Ren, kita ke
dunia ilusi !” Dong Hua mengerutkan kening “sebenarnya ada apa di dunia ilusi
?” ketujuhnya saling melihat.
Cai
Hong Huo Feng memegang tangan Dong Hua “Hua Zi gege, mereka bertujuh pemilik
setiap aura dari Zuan Bao Shi Dao… di dunia ilusi, ada rumah mereka
masing-masing yang sudah dipenuhi aura mereka. Masih ingat tempat mereka
menunggu saat evolusi ?” Dong Hua mengangguk “itu adalah titik dimana semua
aura mereka berkumpul menjadi satu. Memanfaatkan aura itu, ketahanan tubuhku
akan lebih cepat meningkat” Dong Hua “jadi saat itu mereka terus menawarkan
rumah mereka, untukmu beristirahat dan memulihkan diri ?” Cai Hong Huo Feng
mengangguk “saat itu aku tidak bisa ke dunia ilusi… bukan hanya karena tidak
mau meninggalkanmu, tapi juga karena jiwaku sedang sakit dan tercabik-cabik…
aku tidak akan kuat sampai ke tempat itu.”
__ADS_1