
Sesampai
di Qing Qiu, xiao Zheng Zhu tidak ke gua rubah melainkan ke Wang Sheng Hai. Bai
Qian bertanya “Xiao Jiu, kau ke Wang Sheng Hai untuk apa ?” xiao Zheng Zhu langsung
menjawab “mengambil kembali milikku…” berdiri di tepi Wang Sheng Hai. Wang Sheng
Hai yang awalnya tenang, bergejolak dengan kedatangan xiao Zheng Zhu. Xiao Zheng
Zhu tersenyum mengeluarkan kata “keluarlah…”. Sebuah cahaya ungu keluar dari
Wang Sheng Hai mengintari xiao Zheng Zhu berkali-kali. Xiao Zheng Zhu memijat
pelipisnya “kalian masih mau berulah berapa lama ?” cahaya itu berhenti di
hadapan xiao Zheng Zhu, seperti sedang mengamati gadis dihadapannya benar atau
tidak orang yang dikenalnya. Seketika itu cahaya ungu terpecah menjadi cahaya
merah dan cahaya biru, menjelma menjadi sepasang wanita dan pria berlutut
dihadapan xiao Zheng Zhu “Hong Hu / Lan Hu memberi hormat pada Zheng Zhu” xiao Zheng
Zhu “berdirilah…”
Wanita
yang menyebut diri Hong Hu segera memeluk xiao Zheng Zhu “Zhu Ren, akhirnya kau
kembali… Zhu Ren… kami sangat merindukanmu… Zhu Ren…” xiao Zheng Zhu mencibir
‘cih… sudah ada Lan Hu yang menemanimu, mana mengingatku !” keduanya merengek
“Zhu Ren, kami selalu merindukanmu…” cemberut. Xiao Zheng Zhu tersenyum nakal “haih…
lihat kalian seperti benar saja… sudah tertidur begini lama, masih mau
mengembara ?” keduanya bersama menjawab “mau… kami akan selalu menemani Zhu Ren
kemanapun…” akhirnya xiao Zheng Zhu tertawa “hahaha… kalian yakin bersedia
meninggalkan kedamaian kalian ?” “yakin… asal bersama Zhu Ren…” xiao Zheng Zhu
“benarkah ? pengembaraan pertama akan menghadapi gua hitam huangjing, masih
yakin ?” “yakin…” keduanya lebih bersemangat “Zhu Ren, kami sudah menunggu
begitu lama, kapan kita berangkat ?” xiao Zheng Zhu tersenyum “beberapa hari
lagi ! aku sudah lelah hari ini…” keduanya menampilkan wajah khawatir “Zhu Ren,
kau tidak apa-apakan ?” xiao Zheng Zhu menggeleng “hanya kelelahan…”.
Yang
lain yang mendengarnya menjadi cemas, terutama Dong Hua Di Jun. Dong Hua Di Jun
segera memapah xiao Zheng Zhu, tidak menerima penolakan segera menyuruh Zhe Yan
memeriksanya “Xiao Jiu, Zheng Zhu, kau harus banyak beristirahat…” sepasang
wanita pria itu terkejut dengan tindakan Dong Hua Di Jun, belum melawan sudah
melihat Zhe Yan yang memeriksa Zhu Ren mereka. Sudah sekian lama di Qing Qiu,
mereka tentu tahu siapa Dong Hua Di Jun dan Zhe Yan Shan Shen, juga tahu alasan
mereka melakukan hal ini. Xiao Zheng Zhu terkejut, belum protes sudah diperiksa
__ADS_1
Zhe Yan “terima kasih… urusanku disini sudah selesai, permisi dulu…” Dong Hua
Di Jun menahan tangannya “Jiu er harus istirahat…” belum protes, sudah dipotong
Bai Qian “Xiao Jiu, istirahat dulu di gua rubah…” Zheng Zhu menghela nafas
kelelahan “kalian ini sudah memutuskan untuk menahanku disini dengan cara apapun
ya !” semuanya tersenyum mengangguk “haih… sudahlah… mengalah pada kalian…”
Dong
Hua Di Jun segera menggendong xiao Zheng Zhu “tenang saja, yang mulia tidak
akan melakukan apapun padamu… Zheng Zhu bisa beristirahat dengan tenang…” xiao Zheng
Zhu sewot “kau ini sekali demi sekali mengambil keuntungan dariku, mau yang
mulia menghukummu…” Dong Hua Di Jun mengangguk “hukum aku untuk selalu
disampingmu dan menemanimu…” xiao Zheng Zhu terbelalak. Dong Hua Di Jun
cekikikan “sudah… istirahatlah… tidak usah memikirkan apapun… aku akan
membawamu ke gua rubah…” karena sudah lelah, juga percaya pada orang-orang ini
yang masih menganggapnya Bai Feng Jiu, akhirnya terlelap di gendongan Dong Hua
Di Jun. Dong Hua Di Jun tersenyum melihatnya dengan penuh kasih sayang, Hong Hu
dan Lan Hu mengikuti mereka dari belakang sebagai cahaya.
Dong
Hua Di Jun menaruh xiao Zheng Zhu di gua rubah kamar Bai Feng Jiu “Zhe Yan,
bagaimana dengan Jiu er ?” Zhe Yan “tidak apa-apa… dia hanya kelelahan…
kenapa Xiao Jiu bisa menjadi Zheng Zhu ?” Lian Song “Bai Feng Jiu adalah
kultivasi Xiao Zheng Zhu ini… Dong Hua, kali ini apa rencanamu ?” Dong Hua Di
Jun melihat xiao Zheng Zhu “jaga dia sebentar untukku, jangan sampai dia pergi…
aku akan segera kembali…” menghilang dari gua rubah.
Dong
Hua Di Jun ke batu 3 kehidupan, memastikan tebakannya tidak salah, segera
menggerakkan batu mencari namanya. Sesuai dugaannya, nama yang kabur sebelumnya
sudah tertera dengan jelas ‘Cai Hong Huo Feng’ disamping ‘Dong Hua Zi Fu Shao
Yang Jin’. Dong Hua Di Jun tersenyum melihatnya ‘ternyata mau di kehidupan
manapun, kaulah jodohku… Jiu er, kali ini kita akan bersama… tampaknya Jiu er
masih menyimpan luka kultivasi tidak mau menerimaku…’ berfikir bagaimana bisa
bersama xiao Zheng Zhu. Dong Hua Di Jun segera kembali ke gua rubah, keluarga
Bai sedang berdiskusi tentang xiao Zheng Zhu. Sebuah cahaya muncul dari dalam
gua rubah, semuapun berlarian masuk, hanya menemukan secarik kertas, xiao Zheng
Zhu sudah menghilang ‘terima kasih atas keramahannya, sampai jumpa’.
Bai
__ADS_1
Qian “ini Xiao Jiu, pergi kemana lagi !” Ye Hua “Qian Qian, dia adalah Zheng
Zhu, menahannya disini, dia pasti merasa tidak nyaman…” Lian Song “Dong Hua,
tampaknya xiao Zheng Zhu ini tidak gampang ditangkap…” Dong Hua Di Jun berwajah
dingin, melihat surat dan ranjang yang kosong. Sie Ming “ingin mencari xiao
dianxia ! mungkin bisa mencarinya di Huang Jing” Lian Song “benar, Sie Ming
tidak sangka otakmu jalan juga… Dong Hua, bukankah xiao Zheng Zhu ini berjanji
akan menyelesaikan masalah gua hitam bersama Budha. Ingin mencarinya, ke Huang
Jing pasti dapat menemukannya !” Bai Chen “Xiao Jiu mau berbuat apa di
huangjing ? gua hitam apa ?” Dong Hua mengerutkan wajahnya “gua hitam…”
tercengang, matanya terbelalak “Jiu er…” Zhe Yan “ada apa Dong Hua ?” Dong Hua
“kalau aku tidak salah, gua hitam itu adalah gua kesesatan para mahkluk suci…”
Bai
Qian “apa yang mau dilakukan Xiao Jiu disana ?” Dong Hua “tampaknya Budha
meminta bantuannya untuk menyelesaikan gua hitam itu ! hanya spiritual murni
yang dapat memurnikan tempat itu… Jiu er adalah pencipta Si Hai Ba Huang
membuatnya menjadi aura termurni yang pernah ada !” Zhe Yan “bukankah kau dan
Budha juga aura murni ?” Dong Hua mengangguk “spiritualku belum cukup mampu
menetralisir efeknya… spiritual Budha tampaknya berada di posisi seimbang…” Bai
Qian “tidak bisa membiarkan Xiao Jiu menghadapi bahaya lagi… apapun
identitasnya, aku tidak mau Xiao Jiu menghadapi bahaya lagi…” Ye Hua “Qian Qian…
kita harus kembali ke Jiu Jong Tian…” Zhe Yan “Qian Qian, kembalilah dengan Ye
Hua, Ye Hua juga masih terluka, kau perlu merawatnya… aku akan pergi bersama
Dong Hua…”
Mo
Yuan “Qian Qian, dengarkan Zhe Yan… jika seperti yang dikatakan Dong Hua, Huang
Jing akan sangat berbahaya… kau pergi masih membutuhkan seseorang untuk
menjagamu… seperti sebelumnya, Xiao Jiu pasti akan lebih mementingkan
keselamatanmu daripada dirinya sendiri…” Bai Qian tercengang “aku akan menunggu
di Jiu Jong Tian… Di Jun, Zhe Yan, tolong bawa Xiao Jiu dengan selamat
kembali…” pinta Bai Qian. Zhe Yan “kami akan mengusahakan yang terbaik !”.
mendengar Bai Feng Jiu yang kembali sebagai Zheng Zhu, semua keluarga Bai
berkumpul di Qing Qiu. 2 hari kemudian Dong Hua, Zhe Yan, dan Bai Ce ke Huang
Jing. Mo Yuan terluka pada pertarungan dengan Qing Cang, tidak ingin
menyusahkan, lebih memilih merawat diri di gunung Kun Lun. Sementara lainnya,
bukanlah dewa dewi prasejarah, tidak ingin membebani lainnya jadi hanya bisa
__ADS_1
menunggu kabar dengan cemas di tempat masing-masing.