Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 37 - Zhi He berulah


__ADS_3

Selesai


acara pertunjukan, masih ada perjamuan malam, Dong Hua membawa Feng Jiu dan Gun


Gun berjalan-jalan hingga ke Feng Tou Li Zi. Gun Gun berlatih bersama Dong Hua,


Feng Jiu duduk santai menonton mereka. Feng Jiu mengelap keringat Gun Gun dan


Dong Hua “masih ada waktu, kita kembali ke istana Tai Chen, kalian perlu


membersihkan diri…” keduanya menggandeng tiap tangan Feng Jiu, bersama ke


istana Tai Chen. Chong Lin menyambut mereka dan mengantar Gun Gun membersihkan


diri.


Dong Hua menarik Feng Jiu “Fu Ren, temani weifu


mandi…” Feng Jiu tidak sempat menolak. Dong Hua memandikan Feng Jiu “Dong Hua,


bukankah kau yang mau mandi, kenapa jadi memandikanku ?” Dong Hua tersenyum “Fu


Ren, ini juga tubuhku… aku memandikan tubuhku apa ada yang salah ?” Feng Jiu


memerah “kau… kau mesum…” Dong Hua mulai menciumi tubuh Feng Jiu “Fu Ren, weifu


hanya mesum padamu seorang… Fu Ren, bisakah ?” Feng Jiu “bukankah lao feng


huang mengatakan 3 bulan ?” Dong Hua cemberut “haih… bukankah ini menginginkan


nyawaku…” Feng Jiu tidak tahan melihat Dong Hua yang memelas “baiklah, tapi


perlahan, xiao paopao masih sangat kecil…” Dong Hua segera berbinar “Fu Ren


paling baik…” mendapatkan keinginannya.


Setelahnya, Feng Jiu yang kelelahan, tertidur dan


bersandar di tubuh Dong Hua. Dong Hua tersenyum, mengalirkan energi ke tubuh


Feng Jiu dan menggendongnya beristirahat ke kamar. Dong Hua hanya berbaring


menyamping melihat wajah tidur Feng Jiu, sekali-kali mencium bagian wajahnya ‘Xiao


Bai, kau yang paling menyayangiku… dari pertama melihatmu, aku sudah jatuh


cinta padamu… Xiao Bai, apa kau tahu, pertama kali menyelamatkanmu di suku


iblis, walau aku hanya melihat sekilas saat itu hati ini tiba-tiba bergetar…


melihat rubah kecil saat itu, walaupun aku tidak tahu rubah itu adalah dirimu,


aku sangat menyayangimu, bahkan aku tidak suka Ji Heng memegangmu… bertemu


kembali di Qing Qiu, hati ini berdebar-debar… saat itu aku masih tidak tahu


perasaan apa ini, berkali-kali bertemu di Jiu Jong Tian, aku ingin kau lebih


memperhatikanku… kemudian di Fan Yin Gu, itulah pertama kalinya aku merasa apa


itu perasaan cemburu hahaha… segala sesuatu yang terjadi dari awal hingga saat


ini… Xiao Bai, walaupun aku melewatkan banyak hal sebelumnya, tapi aku janji


kedepannya akan selalu berada disisimu, menemanimu selamanya. Hati ini hanya


akan berdetak untukmu…’ mencium tangan Feng Jiu dan menaruhnya diatas dadanya


‘cintaku satu-satunya…’ tersenyum melihat Feng Jiu.


Mereka menghadiri perjamuan malam, Dong Hua


sedang bercengkrama dengan Hu Di dan Zhe Yan. Feng Jiu bercengkrama bersama


para wanita, melihat seseorang yang terus memandanginya. Feng Jiu


menghampirinya “Zhi He, ada masalah ?” Zhi He “Bai Feng Jiu, kaukan yang


menyuruh yi siong menolak ide Tian Jun sebelumnya ?” Feng Jiu tidak faham “ide


Tian Jun ?” Zhi He mencibir “jangan pura-pura tidak tahu…” Feng Jiu “Zhi He,


ada apa ? katakan saja !” Zhi He “Bai Feng Jiu, aku sebelumnya sudah pernah


memberitahumu jauhi yi siong… sekarang kau melarang yi siong untuk menikahiku


sebagai Di Fei… kalian ini suku rubah sangat suka menipu para pria…” Feng Jiu


mendengarnya pun faham “Zhi He, aku sudah mengalah padamu selama ini hanya

__ADS_1


karena kau adalah Dong Hua yi mei… kau tidak saja menyadari kesalahanmu, tetapi


kesini berulah lagi… kau mengira aku begitu mudah untuk kau tindas ya…” Zhi He


marah “Bai Feng Jiu, apa yang kau lakukan hingga membuat yi siong begitu


tergila-gila padamu ? apa yang sudah kau lakukan pada yi siong ? yi siong


adalah milikku” menyerang Feng Jiu. Feng Jiu terkejut Zhi He berani


menyerangnya, dengan santai menghindar. Feng Jiu menggelengkan kepala “Zhi He,


yang mulia penasaran siapa yang mengajarimu, menghasilkan dirimu yang seperti


ini !” Zhi He semakin marah, mulai mengeluarkan sihir airnya menyerang Feng


Jiu. Gun Gun yang pertama menyadari Feng Jiu keluar dari ruang perjamuan,


segera mengikutinya.


Disaat Gun Gun tiba melihat Zhi He yang menyerang


Feng Jiu terus menerus, Feng Jiu hanya menghindar. Melihat Zhi He menyerang


Feng Jiu memakai sihir air, Gun Gun segera berlari kedepannya melindungi Feng


Jiu. Feng Jiu terkejut Gun Gun tiba-tiba muncul, tidak sempat memakai sihir,


akhirnya menarik Gun Gun dan memeluknya. Sebuah kilatan ungu menghancurkan sihir


Zhi He sebelum menghantam punggung Feng Jiu. Dong Hua sudah melindungi Feng Jiu


dan Gun Gun di pelukannya “Xiao Bai, kau tidak apa-apa ?” Feng Jiu menggeleng


“Gun Gun tidak apa-apa kan ?” Gun Gun “tidak apa-apa Niang Qin” Feng Jiu lega


dan menutup mata, tidak sadarkan diri di pelukan Dong Hua “Xiao Bai… Xiao Bai… Zhe


Yan…” Zhe Yan segera memeriksa “tidak apa-apa, hanya terkejut”.


Dong Hua menggendong Feng Jiu “Zhi He mencelakai


Di Hou dan Xiao Di… 15 petir kultivasi 100 tahun di alam fana” Zhi He berlutut


“yi siong yi siong… Bai Feng Jiu itu apa baiknya ? yi siong bagaimana bisa kau


seperti ini padaku ? begitu tidak berperasaan padaku !” Dong Hua menatap tajam


puluhan ribu tahun, budi mereka sudah terbalaskan. Kau tidak pantas


dibandingkan dengan Xiao Bai. Xiao Bai adalah permata tak ternilai, lebih


penting dari nyawaku, kau hanya setitik debu, Kau kira kalau bukan mengingat


budi orang tuamu padaku, Xiao Bai akan begitu mengalah padamu ! kau hanya


setitik debu baginya, dia mengeluarkan sihir kecil saja sudah bisa membuatmu


hidup segan mati tak bisa. Aku sudah berulang kali memberimu kesempatan, tapi


kau terus berbuat ulah. Mulai saat ini aku umumkan, aku Dong Hua Di Jun dan


putri Zhi He tidak mempunyai hubungan apapun. Selanjutnya hidup matimu tidak


berhubungan lagi denganku” melangkah pergi. Zhi He disana menangis berteriak


memanggil ‘yi siong’ hingga beberapa pengawal membawanya pergi menerima


hukuman.


          Dong Hua membawa Feng Jiu kembali ke istana Tai Chen,


mengalirkan energi dan memeriksa seluruh tubuhnya. Tidak mendapati adanya luka


membuat Dong Hua lega. Feng Jiu sadar sudah di hari berikutnya “sudah bangun,


ada yang sakit ?” melihat Dong Hua yang melihatnya dan bertanya dengan


kekhawatiran yang jelas. Feng Jiu menggeleng “aku tidak apa-apa, Gun Gun ?”


Dong Hua memeluk Feng Jiu “Gun Gun tidak apa-apa, masih tertidur di kamarnya. Xiao


Bai, lainkali jangan pergi sendiri.” Feng Jiu tersenyum manja “maaf, aku tidak


mengira Zhi He begitu berani menyerangku. Oh mana dia ?” Dong Hua “aku sudah


menghukumnya kultivasi 100 tahun, selanjutnya dia tidak ada hubungan lagi


denganku. Budi orang tuanya padaku juga sudah terbalaskan, kami sudah impas.”

__ADS_1


Feng Jiu mengangguk. Dong Hua mengelus-ngelus punggungnya “Xiao Bai, aku harus


bagaimana terhadapmu ?” Feng Jiu acuh tak acuh “Xiao Bai, kau tidak perlu


mewakiliku membalas budi. Jika kemarin aku tidak tiba tepat waktu, akibatnya


tidak terbayangkan. Jika sesuatu terjadi padamu, aku…” Feng Jiu mencium bibir


Dong Hua menghentikan kata-katanya “tidak ada yang akan terjadi padaku…” Dong


Hua “lainkali kau harus memberitahuku semua yang ingin kau lakukan…” Feng Jiu


mengangguk.


          Semua kembali melakukan rutinitas seperti biasanya, Gun Gun


sudah ikut Mo Yuan kembali ke gunung Kun Lun. Dong Hua – Feng Jiu menikmati


masa kehamilan Feng Jiu. Feng Jiu sangat manja selama hamil kedua ini, selalu


menempel pada Dong Hua. Dong Hua sangat senang melihat Feng Jiu yang


membutuhkannya, sering kali Feng Jiu lah yang berinisiatif padanya. Selain


sangat memilih makanan dan manja pada Dong Hua, tidak ada gejala lain selama


kehamilan ini. Awalnya Dong Hua melarang Feng Jiu masuk ke dapur, tapi tidak ada


makanan buatan lain yang bisa bertahan dimakan Feng Jiu. Setelah berganti juru


masak berkali-kali, akhirnya Feng Jiu turun tangan sendiri memasak makanannya


dan Dong Hua. itupun dia biasa hanya duduk menonton Dong Hua makan masakannya.


Selain perutnya yang membentuk bola maju kedepan, tubuh Feng Jiu masih tetap


kecil seperti sebelumnya. Kehamilan suku rubah rata-rata 3 tahun, Feng Jiu


hamil Gun Gun sebelumnya juga menghabiskan 3 tahun dan sakit selama 7 hari 7


malam melahirkan Gun Gun.


          Dong Hua paling suka duduk di pangkuan Feng Jiu berbicara


pada perut Feng Jiu yang membesar. Feng Jiu “Dong Hua, kau menginginkan putri


atau putra ?” Dong Hua langsung menjawab “putri, aku menginginkan putri yang


sepertimu Xiao Bai, benarkan putri kecil Fu Qin !” mengelus perut Feng Jiu dan


dibalas tendangan oleh si janin “lihatlah, paopao menyetujui ucapanku…” Feng


Jiu cekikikan “kalau putri, kau ingin menamainya apa ?” Dong Hua berfikir “Dong


Hua, anak-anak harus memakai margamu. Kau juga harus memberikan nama besar


untuk Gun Gun” Dong Hua “Xiao Bai, kau tahu aku tidak mempunyai orang tua,


darimana ada marga. Menurutku memakai marga Bai juga baik” Feng Jiu berfikir


“Dong Hua, Dong sebagai margamu, Hua sebagai namamu… dengan begitu kau sudah


mempunyai marga.” Dong Hua tersenyum “baik Dong margaku Hua namaku…” Feng Jiu


“jadi ingin memberi nama apa pada anak ini ?” Dong Hua berfikir “Ling Ling


bagaimana ? nama kecil Bai Ling Ling, nama besar Dong Yue Ling” Feng Jiu


tersenyum “Ling Ling, Dong Yue Ling, Yue Ling hua, sangat bagus, bagaimana


dengan Gun Gun ?” Dong Hua “Xiao Bai, biarkan saja, nama Gun Gun sudah bagus”


Feng Jiu menggeleng “tidak, Gun Gun harus mempunyai nama besar menggunakan


margamu. Aku ingin semua tahu Gun Gun adalah putramu” Dong Hua bangun membelai


kepala Feng Jiu ‘Xiao Bai, kau bukan ingin semua tahu, kau ingin aku tahu tidak


sendiri lagi kan !’ “baik, nanti weifu akan mencarikan nama besar untuk Gun


Gun” memeluk Feng Jiu ‘Xiao Bai, kau memberikanku semua, kau juga harus


menyadari tidak sendiri lagi. kau selalu memikirkanku, bagaimana denganmu


sendiri ? kau tidak pernah memikirkan dirimu sendiri… Xiao Bai, sepertimu yang


sangat menyayangiku, aku juga sangat menyayangimu, selalu ingin memberikanmu


sesuatu. Selain cincin ini, aku sepertinya tidak dapat melakukan apapun

__ADS_1


untukmu. Xiao Bai, beritahu padaku, apa yang dapat kulakukan untukmu ?’.


__ADS_2