
Selesai
acara pertunjukan, masih ada perjamuan malam, Dong Hua membawa Feng Jiu dan Gun
Gun berjalan-jalan hingga ke Feng Tou Li Zi. Gun Gun berlatih bersama Dong Hua,
Feng Jiu duduk santai menonton mereka. Feng Jiu mengelap keringat Gun Gun dan
Dong Hua “masih ada waktu, kita kembali ke istana Tai Chen, kalian perlu
membersihkan diri…” keduanya menggandeng tiap tangan Feng Jiu, bersama ke
istana Tai Chen. Chong Lin menyambut mereka dan mengantar Gun Gun membersihkan
diri.
Dong Hua menarik Feng Jiu “Fu Ren, temani weifu
mandi…” Feng Jiu tidak sempat menolak. Dong Hua memandikan Feng Jiu “Dong Hua,
bukankah kau yang mau mandi, kenapa jadi memandikanku ?” Dong Hua tersenyum “Fu
Ren, ini juga tubuhku… aku memandikan tubuhku apa ada yang salah ?” Feng Jiu
memerah “kau… kau mesum…” Dong Hua mulai menciumi tubuh Feng Jiu “Fu Ren, weifu
hanya mesum padamu seorang… Fu Ren, bisakah ?” Feng Jiu “bukankah lao feng
huang mengatakan 3 bulan ?” Dong Hua cemberut “haih… bukankah ini menginginkan
nyawaku…” Feng Jiu tidak tahan melihat Dong Hua yang memelas “baiklah, tapi
perlahan, xiao paopao masih sangat kecil…” Dong Hua segera berbinar “Fu Ren
paling baik…” mendapatkan keinginannya.
Setelahnya, Feng Jiu yang kelelahan, tertidur dan
bersandar di tubuh Dong Hua. Dong Hua tersenyum, mengalirkan energi ke tubuh
Feng Jiu dan menggendongnya beristirahat ke kamar. Dong Hua hanya berbaring
menyamping melihat wajah tidur Feng Jiu, sekali-kali mencium bagian wajahnya ‘Xiao
Bai, kau yang paling menyayangiku… dari pertama melihatmu, aku sudah jatuh
cinta padamu… Xiao Bai, apa kau tahu, pertama kali menyelamatkanmu di suku
iblis, walau aku hanya melihat sekilas saat itu hati ini tiba-tiba bergetar…
melihat rubah kecil saat itu, walaupun aku tidak tahu rubah itu adalah dirimu,
aku sangat menyayangimu, bahkan aku tidak suka Ji Heng memegangmu… bertemu
kembali di Qing Qiu, hati ini berdebar-debar… saat itu aku masih tidak tahu
perasaan apa ini, berkali-kali bertemu di Jiu Jong Tian, aku ingin kau lebih
memperhatikanku… kemudian di Fan Yin Gu, itulah pertama kalinya aku merasa apa
itu perasaan cemburu hahaha… segala sesuatu yang terjadi dari awal hingga saat
ini… Xiao Bai, walaupun aku melewatkan banyak hal sebelumnya, tapi aku janji
kedepannya akan selalu berada disisimu, menemanimu selamanya. Hati ini hanya
akan berdetak untukmu…’ mencium tangan Feng Jiu dan menaruhnya diatas dadanya
‘cintaku satu-satunya…’ tersenyum melihat Feng Jiu.
Mereka menghadiri perjamuan malam, Dong Hua
sedang bercengkrama dengan Hu Di dan Zhe Yan. Feng Jiu bercengkrama bersama
para wanita, melihat seseorang yang terus memandanginya. Feng Jiu
menghampirinya “Zhi He, ada masalah ?” Zhi He “Bai Feng Jiu, kaukan yang
menyuruh yi siong menolak ide Tian Jun sebelumnya ?” Feng Jiu tidak faham “ide
Tian Jun ?” Zhi He mencibir “jangan pura-pura tidak tahu…” Feng Jiu “Zhi He,
ada apa ? katakan saja !” Zhi He “Bai Feng Jiu, aku sebelumnya sudah pernah
memberitahumu jauhi yi siong… sekarang kau melarang yi siong untuk menikahiku
sebagai Di Fei… kalian ini suku rubah sangat suka menipu para pria…” Feng Jiu
mendengarnya pun faham “Zhi He, aku sudah mengalah padamu selama ini hanya
__ADS_1
karena kau adalah Dong Hua yi mei… kau tidak saja menyadari kesalahanmu, tetapi
kesini berulah lagi… kau mengira aku begitu mudah untuk kau tindas ya…” Zhi He
marah “Bai Feng Jiu, apa yang kau lakukan hingga membuat yi siong begitu
tergila-gila padamu ? apa yang sudah kau lakukan pada yi siong ? yi siong
adalah milikku” menyerang Feng Jiu. Feng Jiu terkejut Zhi He berani
menyerangnya, dengan santai menghindar. Feng Jiu menggelengkan kepala “Zhi He,
yang mulia penasaran siapa yang mengajarimu, menghasilkan dirimu yang seperti
ini !” Zhi He semakin marah, mulai mengeluarkan sihir airnya menyerang Feng
Jiu. Gun Gun yang pertama menyadari Feng Jiu keluar dari ruang perjamuan,
segera mengikutinya.
Disaat Gun Gun tiba melihat Zhi He yang menyerang
Feng Jiu terus menerus, Feng Jiu hanya menghindar. Melihat Zhi He menyerang
Feng Jiu memakai sihir air, Gun Gun segera berlari kedepannya melindungi Feng
Jiu. Feng Jiu terkejut Gun Gun tiba-tiba muncul, tidak sempat memakai sihir,
akhirnya menarik Gun Gun dan memeluknya. Sebuah kilatan ungu menghancurkan sihir
Zhi He sebelum menghantam punggung Feng Jiu. Dong Hua sudah melindungi Feng Jiu
dan Gun Gun di pelukannya “Xiao Bai, kau tidak apa-apa ?” Feng Jiu menggeleng
“Gun Gun tidak apa-apa kan ?” Gun Gun “tidak apa-apa Niang Qin” Feng Jiu lega
dan menutup mata, tidak sadarkan diri di pelukan Dong Hua “Xiao Bai… Xiao Bai… Zhe
Yan…” Zhe Yan segera memeriksa “tidak apa-apa, hanya terkejut”.
Dong Hua menggendong Feng Jiu “Zhi He mencelakai
Di Hou dan Xiao Di… 15 petir kultivasi 100 tahun di alam fana” Zhi He berlutut
“yi siong yi siong… Bai Feng Jiu itu apa baiknya ? yi siong bagaimana bisa kau
seperti ini padaku ? begitu tidak berperasaan padaku !” Dong Hua menatap tajam
puluhan ribu tahun, budi mereka sudah terbalaskan. Kau tidak pantas
dibandingkan dengan Xiao Bai. Xiao Bai adalah permata tak ternilai, lebih
penting dari nyawaku, kau hanya setitik debu, Kau kira kalau bukan mengingat
budi orang tuamu padaku, Xiao Bai akan begitu mengalah padamu ! kau hanya
setitik debu baginya, dia mengeluarkan sihir kecil saja sudah bisa membuatmu
hidup segan mati tak bisa. Aku sudah berulang kali memberimu kesempatan, tapi
kau terus berbuat ulah. Mulai saat ini aku umumkan, aku Dong Hua Di Jun dan
putri Zhi He tidak mempunyai hubungan apapun. Selanjutnya hidup matimu tidak
berhubungan lagi denganku” melangkah pergi. Zhi He disana menangis berteriak
memanggil ‘yi siong’ hingga beberapa pengawal membawanya pergi menerima
hukuman.
Dong Hua membawa Feng Jiu kembali ke istana Tai Chen,
mengalirkan energi dan memeriksa seluruh tubuhnya. Tidak mendapati adanya luka
membuat Dong Hua lega. Feng Jiu sadar sudah di hari berikutnya “sudah bangun,
ada yang sakit ?” melihat Dong Hua yang melihatnya dan bertanya dengan
kekhawatiran yang jelas. Feng Jiu menggeleng “aku tidak apa-apa, Gun Gun ?”
Dong Hua memeluk Feng Jiu “Gun Gun tidak apa-apa, masih tertidur di kamarnya. Xiao
Bai, lainkali jangan pergi sendiri.” Feng Jiu tersenyum manja “maaf, aku tidak
mengira Zhi He begitu berani menyerangku. Oh mana dia ?” Dong Hua “aku sudah
menghukumnya kultivasi 100 tahun, selanjutnya dia tidak ada hubungan lagi
denganku. Budi orang tuanya padaku juga sudah terbalaskan, kami sudah impas.”
__ADS_1
Feng Jiu mengangguk. Dong Hua mengelus-ngelus punggungnya “Xiao Bai, aku harus
bagaimana terhadapmu ?” Feng Jiu acuh tak acuh “Xiao Bai, kau tidak perlu
mewakiliku membalas budi. Jika kemarin aku tidak tiba tepat waktu, akibatnya
tidak terbayangkan. Jika sesuatu terjadi padamu, aku…” Feng Jiu mencium bibir
Dong Hua menghentikan kata-katanya “tidak ada yang akan terjadi padaku…” Dong
Hua “lainkali kau harus memberitahuku semua yang ingin kau lakukan…” Feng Jiu
mengangguk.
Semua kembali melakukan rutinitas seperti biasanya, Gun Gun
sudah ikut Mo Yuan kembali ke gunung Kun Lun. Dong Hua – Feng Jiu menikmati
masa kehamilan Feng Jiu. Feng Jiu sangat manja selama hamil kedua ini, selalu
menempel pada Dong Hua. Dong Hua sangat senang melihat Feng Jiu yang
membutuhkannya, sering kali Feng Jiu lah yang berinisiatif padanya. Selain
sangat memilih makanan dan manja pada Dong Hua, tidak ada gejala lain selama
kehamilan ini. Awalnya Dong Hua melarang Feng Jiu masuk ke dapur, tapi tidak ada
makanan buatan lain yang bisa bertahan dimakan Feng Jiu. Setelah berganti juru
masak berkali-kali, akhirnya Feng Jiu turun tangan sendiri memasak makanannya
dan Dong Hua. itupun dia biasa hanya duduk menonton Dong Hua makan masakannya.
Selain perutnya yang membentuk bola maju kedepan, tubuh Feng Jiu masih tetap
kecil seperti sebelumnya. Kehamilan suku rubah rata-rata 3 tahun, Feng Jiu
hamil Gun Gun sebelumnya juga menghabiskan 3 tahun dan sakit selama 7 hari 7
malam melahirkan Gun Gun.
Dong Hua paling suka duduk di pangkuan Feng Jiu berbicara
pada perut Feng Jiu yang membesar. Feng Jiu “Dong Hua, kau menginginkan putri
atau putra ?” Dong Hua langsung menjawab “putri, aku menginginkan putri yang
sepertimu Xiao Bai, benarkan putri kecil Fu Qin !” mengelus perut Feng Jiu dan
dibalas tendangan oleh si janin “lihatlah, paopao menyetujui ucapanku…” Feng
Jiu cekikikan “kalau putri, kau ingin menamainya apa ?” Dong Hua berfikir “Dong
Hua, anak-anak harus memakai margamu. Kau juga harus memberikan nama besar
untuk Gun Gun” Dong Hua “Xiao Bai, kau tahu aku tidak mempunyai orang tua,
darimana ada marga. Menurutku memakai marga Bai juga baik” Feng Jiu berfikir
“Dong Hua, Dong sebagai margamu, Hua sebagai namamu… dengan begitu kau sudah
mempunyai marga.” Dong Hua tersenyum “baik Dong margaku Hua namaku…” Feng Jiu
“jadi ingin memberi nama apa pada anak ini ?” Dong Hua berfikir “Ling Ling
bagaimana ? nama kecil Bai Ling Ling, nama besar Dong Yue Ling” Feng Jiu
tersenyum “Ling Ling, Dong Yue Ling, Yue Ling hua, sangat bagus, bagaimana
dengan Gun Gun ?” Dong Hua “Xiao Bai, biarkan saja, nama Gun Gun sudah bagus”
Feng Jiu menggeleng “tidak, Gun Gun harus mempunyai nama besar menggunakan
margamu. Aku ingin semua tahu Gun Gun adalah putramu” Dong Hua bangun membelai
kepala Feng Jiu ‘Xiao Bai, kau bukan ingin semua tahu, kau ingin aku tahu tidak
sendiri lagi kan !’ “baik, nanti weifu akan mencarikan nama besar untuk Gun
Gun” memeluk Feng Jiu ‘Xiao Bai, kau memberikanku semua, kau juga harus
menyadari tidak sendiri lagi. kau selalu memikirkanku, bagaimana denganmu
sendiri ? kau tidak pernah memikirkan dirimu sendiri… Xiao Bai, sepertimu yang
sangat menyayangiku, aku juga sangat menyayangimu, selalu ingin memberikanmu
sesuatu. Selain cincin ini, aku sepertinya tidak dapat melakukan apapun
__ADS_1
untukmu. Xiao Bai, beritahu padaku, apa yang dapat kulakukan untukmu ?’.