
Hua Zi dan Feng Wei
duduk ditepi danau, melihat banyak pasangan muda dan anak-anak yang bermain
kapal-kapalan “Feng Wei, kau ingin bermain ?” Feng Wei menggeleng “besok saja,
aku hanya ingin melihat mereka…” Hua Zi merangkul Feng Wei “suatu saat, kita
juga akan memiliki anak-anak… Feng Wei, setelah chuguang, kita menikah…” Feng
Wei melotot melihat Hua Zi, Hua Zi tersenyum lembut “Feng Wei, aku mencintaimu,
aku ingin memilikimu seutuhnya, kau Feng Wei hanya bisa menjadi milik Hua Zi…
Feng Wei…” mengambil tangan kecil, menaruh didadanya “apa kau merasakannya ?
jantungku berdetak hanya untukmu… Feng Wei, aku tidak punya siapa-siapa, tapi
semenjak kehadiranmu, aku tahu aku tidak lagi seorang diri. Kau adalah orang
yang ingin kujaga seumur hidupku, yang pantas untuk kupertaruhkan nyawa demi
melindungimu… Feng Wei…” Feng Wei meneteskan airmata “Hua Zi gege, aku juga
mencintaimu…” berciuman di tepi danau tanpa menyadari beberapa pasang mata yang
melihat mereka.
Sou Wan “ini wajah batu, kenapa masih remaja saja sudah
begini mesum…” Mo Yuan “Wan Wan, jangan mengganggu mereka, dengan tidak mudah
mereka bersama. Yu Huang akan menjaga Hong Ling dengan baik, tidak akan
merusaknya” Lian Song “apa tadi kalian mendengar kata-katanya ?” Zhe Yan mengangguk
“mereka mau biguang…” Bai Chen “apa mereka terluka ? Zhe Yan, kau harus segera
memeriksa mereka” Zhe Yan “tapi kalau dilihat dari wajah dan kondisi mereka,
tidak seperti sedang terluka” Ling Ling menghampiri “siapa yang terluka ? eh
ternyata mereka disini… Hong Ling…” kedua remaja terkejut dengan suara Ling
Ling “ah kalian ini kemana ? susah sekali mencari kalian” Feng Wei cekikikan
“bukankah Qing Qiu milikmu, rakyatmu begini banyak, kami begini kecil, tentu
tidak kelihatan di kerumunan hihihi” Ling Ling mengangguk “eh apa kau terluka
?” Feng Wei bingung menggeleng “kenapa ?” Ling Ling “oh bukan kalian ! tadi aku
mendengar Zhe Yan mengatakan ada yang terluka, kukira kalian. Baguslah kalau
bukan kalian…” Gun Gun “kau ini, baru ketemu, mulutmu sudah tidak bisa
berhenti…” mengetuk kepala Ling Ling, Hua Zi dan Feng Wei tersenyum melihat
kakak adik yang saling menyayangi ini.
Gun Gun “eh walau kalian tidak terluka, mumpung ada Zhe Yan
disini, bagaimana kalau biarkan dia memeriksa kalian ?” Hua Zi “tidak perlu…”
Ling Ling segera memotong “perlu… perlu… Zhe Yan, periksa mereka… aku tidak mau
temanku sakit apalagi terluka…” Feng Wei “Ling Ling, kami baik-baik saja…” Zhe
Yan “belum tentu, kalian suka tidur di udara terbuka, sangat gampang masuk
angin…” sudah memegang tangan Hua Zi. Hua Zi saling menatap dengan Feng Wei,
hanya bisa pasrah. Setelah memeriksa Hua Zi, Zhe Yan memeriksa Feng Wei
__ADS_1
“ditubuh kalian berdua sedang berputar energi yang berusaha keluar, kalian
harus biguang secepatnya…” Ling Ling tampak khawatir “apa mereka terluka ? Zhe
Yan, kau berikanlah obat terbaik untuk mereka” Zhe Yan “haih kau ini, aku belum
selesai berbicara… energi itu tidak membahayakan saat ini, tampaknya kalian
akan menembus suatu pencapaian yang baru… hanya jangan sering tidur diudara
terbuka, bagaimanapun tubuh kalian masih remaja, masih masa pertumbuhan, masih
rentan. Ini untuk kalian, ini pil Lian Hua dan Hong Dan” Feng Wei melirik Hua
Zi “ini…” Gun Gun segera mengambil menaruhnya di tangan Hua Zi “kalian adalah
teman kami, jangan begitu sungkan, anggap saja hadiah perkenalan…” Feng Wei
tersenyum “terima kasih…”
Ling Ling “nah kau dengarkan, tidak baik bagi kalian terus
tidur dialam terbuka, jadi malam ini, kalian ikut aku ke gua rubah ya…” Feng
Wei “tapi…” Gun Gun “Ling Ling, kalau Hong Ling tidak mau, bagaimana kalau kita
menemaninya tidur di atas gunung ? sudah lama juga, kita tidak bersantai
melihat langit berbintang” Ling Ling segera bersorak “baik, baik, lebih baik
lagi sambil minum arak dan makan kue… baik, Hong Ling, kami akan menemani
kalian diatas gunung malam ini… aku akan membawa arak Zhe Yan dan kue-kue” Feng
Wei menggeleng “kenapa aku merasa kau lebih kekanakan dari padaku ya !” melihat
Hua Zi yang tersenyum mengangguk. Gun Gun “wah ini masih belum seberapa, hati-hati
saja kalau dia mabuk, beh…” semua menertawakan Ling Ling, Hua Zi dan Feng Wei
Jadilah malam ini semua melewatkan diatas gunung, minum
arak dan makan kue. Seperti yang dikatakan Gun Gun, Ling Ling mulai meracau
disaat mabuk. Hua Zi merangkul Feng Wei “minumlah, aku akan menjagamu…” Feng
Wei “kalau aku mabuk, bagaimana ?” Hua Zi “tidak apa, ada weifu disini…” Feng
Wei cekikikan “hihihi…” “Hong Ling Hong Ling” Ling Ling menarik Feng Wei mematahkan
pembicaraan mereka. Ling Ling memeluk Feng Wei “ehm… Ling Ling, kau sudah mabuk…”,
Ling Ling menggeleng “Hong Ling, sejak pertama mengenalmu, aku sangat
menyukaimu… semua mengatakan tanda fengwei hua di keningmu sama seperti milik
niang qin…” Feng Wei terkejut, melirik Hua Zi “oh ya benar, Ling Ling dimana
orang tuamu ?”
Ling
Ling menangis “Fu Qin Niang Qin sudah tidak ada, mereka yuhua saat aku masih
berumur 1.000 tahun hiks…” Feng Wei merasa sedih “maaf…” Ling Ling menggeleng
“jangan minta maaf, mereka sangat hebat… mereka menyelamatkan Si Hai Ba Huang…
Fu Qin Niang Qin saling mencintai, tidak bisa tanpa yang lain, mereka yuhua
bersama… ” Hua Zi memeluk Feng Wei dari belakang “aku juga akan melakukan hal
yang sama, jika sesuatu terjadi padamu…” berbisik di telinganya, Feng Wei
__ADS_1
melirik “Hua Zi gege…”.
Ling
Ling meletakkan kepalanya di pangkuan Feng Wei “tapi aku sangat ingin bertemu
mereka, semua memiliki ayah ibu, hanya aku dan gege yang tidak ada hiks…” Feng
Wei membelai kepala Ling Ling “Ling Ling, kamu masih mempunyai banyak keluarga
dan teman yang menyayangimu…” Ling Ling menggeleng “itu tidak sama, aku juga
ingin memiliki Fu Qin Niang Qin…” Feng Wei kebingungan, akhirnya menghela nafas
“Ling Ling, jangan bersedih, walau orang tuamu sudah yuhua, tapi mereka pernah
ada. Kau pernah berada dalam kandungan ibumu, pernah merasakan kasih sayangnya.
Ada yang tidak memiliki orang tua dan keluarga sejak lahir, hanya bisa belajar
menempa diri agar bisa hidup. Kau mempunyai kasih sayang dan perlindungan
keluarga, mempunyai penghormatan dari rakyatmu.” Ada yang berkaca-kaca
mendengar kata-kata Feng Wei, Hua Zi semakin mengeratkan pelukannya “aku
memiliki dirimu…” Feng Wei tersenyum, sebuah ciuman mendarat di keningnya.
Ling
Ling meracau “Hong Ling, walau kau lebih kecil dariku, aku merasa kau seperti
ibuku… seperti ini, aku seperti berada dalam kasih sayang ibuku…” Feng Wei
tersenyum, membelai kepala Ling Ling. Gun Gun melihat mereka, merasa iri pada
Ling Ling, dia juga ingin mendapat perlakuan seperti itu dari Feng Wei. Ling
Ling “Hong Ling, apa kalian harus pergi ? aku tidak ingin kalian pergi !” Hua
Zi “Ling Ling, bukankah tadi Zhe Yan Shan Shen mengatakan kami harus biguang
secepatnya, setelah chuguang, kami akan mengunjungi kalian” Ling Ling
mengangkat kepalanya sesaat sebelum kembali berbaring di paha Feng Wei “oh
betul, kalian harus datang, kalian akan menikah, aku akan menikahkan kalian
hihihi…” Feng Wei menggelengkan kepalanya.
Hua Zi melihat Gun Gun “apa Ling Ling sering seperti ini ?”
Gun Gun menggeleng “hanya ketika sedang sedih saja, biasanya dia anak yang
ceria dan manja. Sudah lama dia tidak mabuk-mabukan seperti ini !” Hua Zi dan
Feng Wei menggeleng tersenyum melihat Ling Ling. Zhe Yan “bagaimana arakku ?”
Hua Zi “lumayan…” Zhe Yan tersenyum ‘memang reinkarnasi Dong Hua’ “berapa lama
kalian akan biguang ? biguang dimana ?” Hua Zi tersenyum melihat Feng Wei
“tidak tahu berapa lama, kami akan biguang bersama” Sou Wan sudah tidak tahan “sejak
kapan kalian bersama ?” keduanya melihat Sou Wan “maksudku, kalian masih
remaja, biasanya seumuran kalian ini hanya memikirkan main dan main. Tapi
kalian berdua sudah mengenal cinta dan seperti tidak dapat terpisahkan” Hua Zi
mengangguk melihat Feng Wei “tidak terpisahkan” Sou Wan “jadi kapan kalian
mulai bersama, sejak kapan kalian saling mengenal ?” Feng Wei “bersama ?
__ADS_1
sebulan ini. Sudah lama kami saling mengenal” “14.000 tahun…” Hua Zi
melanjutkan.