Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 66 - Cerita diatas gunung


__ADS_3

Hua Zi dan Feng Wei


duduk ditepi danau, melihat banyak pasangan muda dan anak-anak yang bermain


kapal-kapalan “Feng Wei, kau ingin bermain ?” Feng Wei menggeleng “besok saja,


aku hanya ingin melihat mereka…” Hua Zi merangkul Feng Wei “suatu saat, kita


juga akan memiliki anak-anak… Feng Wei, setelah chuguang, kita menikah…” Feng


Wei melotot melihat Hua Zi, Hua Zi tersenyum lembut “Feng Wei, aku mencintaimu,


aku ingin memilikimu seutuhnya, kau Feng Wei hanya bisa menjadi milik Hua Zi…


Feng Wei…” mengambil tangan kecil, menaruh didadanya “apa kau merasakannya ?


jantungku berdetak hanya untukmu… Feng Wei, aku tidak punya siapa-siapa, tapi


semenjak kehadiranmu, aku tahu aku tidak lagi seorang diri. Kau adalah orang


yang ingin kujaga seumur hidupku, yang pantas untuk kupertaruhkan nyawa demi


melindungimu… Feng Wei…” Feng Wei meneteskan airmata “Hua Zi gege, aku juga


mencintaimu…” berciuman di tepi danau tanpa menyadari beberapa pasang mata yang


melihat mereka.


          Sou Wan “ini wajah batu, kenapa masih remaja saja sudah


begini mesum…” Mo Yuan “Wan Wan, jangan mengganggu mereka, dengan tidak mudah


mereka bersama. Yu Huang akan menjaga Hong Ling dengan baik, tidak akan


merusaknya” Lian Song “apa tadi kalian mendengar kata-katanya ?” Zhe Yan mengangguk


“mereka mau biguang…” Bai Chen “apa mereka terluka ? Zhe Yan, kau harus segera


memeriksa mereka” Zhe Yan “tapi kalau dilihat dari wajah dan kondisi mereka,


tidak seperti sedang terluka” Ling Ling menghampiri “siapa yang terluka ? eh


ternyata mereka disini… Hong Ling…” kedua remaja terkejut dengan suara Ling


Ling “ah kalian ini kemana ? susah sekali mencari kalian” Feng Wei cekikikan


“bukankah Qing Qiu milikmu, rakyatmu begini banyak, kami begini kecil, tentu


tidak kelihatan di kerumunan hihihi” Ling Ling mengangguk “eh apa kau terluka


?” Feng Wei bingung menggeleng “kenapa ?” Ling Ling “oh bukan kalian ! tadi aku


mendengar Zhe Yan mengatakan ada yang terluka, kukira kalian. Baguslah kalau


bukan kalian…” Gun Gun “kau ini, baru ketemu, mulutmu sudah tidak bisa


berhenti…” mengetuk kepala Ling Ling, Hua Zi dan Feng Wei tersenyum melihat


kakak adik yang saling menyayangi ini.


          Gun Gun “eh walau kalian tidak terluka, mumpung ada Zhe Yan


disini, bagaimana kalau biarkan dia memeriksa kalian ?” Hua Zi “tidak perlu…”


Ling Ling segera memotong “perlu… perlu… Zhe Yan, periksa mereka… aku tidak mau


temanku sakit apalagi terluka…” Feng Wei “Ling Ling, kami baik-baik saja…” Zhe


Yan “belum tentu, kalian suka tidur di udara terbuka, sangat gampang masuk


angin…” sudah memegang tangan Hua Zi. Hua Zi saling menatap dengan Feng Wei,


hanya bisa pasrah. Setelah memeriksa Hua Zi, Zhe Yan memeriksa Feng Wei

__ADS_1


“ditubuh kalian berdua sedang berputar energi yang berusaha keluar, kalian


harus biguang secepatnya…” Ling Ling tampak khawatir “apa mereka terluka ? Zhe


Yan, kau berikanlah obat terbaik untuk mereka” Zhe Yan “haih kau ini, aku belum


selesai berbicara… energi itu tidak membahayakan saat ini, tampaknya kalian


akan menembus suatu pencapaian yang baru… hanya jangan sering tidur diudara


terbuka, bagaimanapun tubuh kalian masih remaja, masih masa pertumbuhan, masih


rentan. Ini untuk kalian, ini pil Lian Hua dan Hong Dan” Feng Wei melirik Hua


Zi “ini…” Gun Gun segera mengambil menaruhnya di tangan Hua Zi “kalian adalah


teman kami, jangan begitu sungkan, anggap saja hadiah perkenalan…” Feng Wei


tersenyum “terima kasih…”


          Ling Ling “nah kau dengarkan, tidak baik bagi kalian terus


tidur dialam terbuka, jadi malam ini, kalian ikut aku ke gua rubah ya…” Feng


Wei “tapi…” Gun Gun “Ling Ling, kalau Hong Ling tidak mau, bagaimana kalau kita


menemaninya tidur di atas gunung ? sudah lama juga, kita tidak bersantai


melihat langit berbintang” Ling Ling segera bersorak “baik, baik, lebih baik


lagi sambil minum arak dan makan kue… baik, Hong Ling, kami akan menemani


kalian diatas gunung malam ini… aku akan membawa arak Zhe Yan dan kue-kue” Feng


Wei menggeleng “kenapa aku merasa kau lebih kekanakan dari padaku ya !” melihat


Hua Zi yang tersenyum mengangguk. Gun Gun “wah ini masih belum seberapa, hati-hati


saja kalau dia mabuk, beh…” semua menertawakan Ling Ling, Hua Zi dan Feng Wei


          Jadilah malam ini semua melewatkan diatas gunung, minum


arak dan makan kue. Seperti yang dikatakan Gun Gun, Ling Ling mulai meracau


disaat mabuk. Hua Zi merangkul Feng Wei “minumlah, aku akan menjagamu…” Feng


Wei “kalau aku mabuk, bagaimana ?” Hua Zi “tidak apa, ada weifu disini…” Feng


Wei cekikikan “hihihi…” “Hong Ling Hong Ling” Ling Ling menarik Feng Wei mematahkan


pembicaraan mereka. Ling Ling memeluk Feng Wei “ehm… Ling Ling, kau sudah mabuk…”,


Ling Ling menggeleng “Hong Ling, sejak pertama mengenalmu, aku sangat


menyukaimu… semua mengatakan tanda fengwei hua di keningmu sama seperti milik


niang qin…” Feng Wei terkejut, melirik Hua Zi “oh ya benar, Ling Ling dimana


orang tuamu ?”


Ling


Ling menangis “Fu Qin Niang Qin sudah tidak ada, mereka yuhua saat aku masih


berumur 1.000 tahun hiks…” Feng Wei merasa sedih “maaf…” Ling Ling menggeleng


“jangan minta maaf, mereka sangat hebat… mereka menyelamatkan Si Hai Ba Huang…


Fu Qin Niang Qin saling mencintai, tidak bisa tanpa yang lain, mereka yuhua


bersama… ” Hua Zi memeluk Feng Wei dari belakang “aku juga akan melakukan hal


yang sama, jika sesuatu terjadi padamu…” berbisik di telinganya, Feng Wei

__ADS_1


melirik “Hua Zi gege…”.


Ling


Ling meletakkan kepalanya di pangkuan Feng Wei “tapi aku sangat ingin bertemu


mereka, semua memiliki ayah ibu, hanya aku dan gege yang tidak ada hiks…” Feng


Wei membelai kepala Ling Ling “Ling Ling, kamu masih mempunyai banyak keluarga


dan teman yang menyayangimu…” Ling Ling menggeleng “itu tidak sama, aku juga


ingin memiliki Fu Qin Niang Qin…” Feng Wei kebingungan, akhirnya menghela nafas


“Ling Ling, jangan bersedih, walau orang tuamu sudah yuhua, tapi mereka pernah


ada. Kau pernah berada dalam kandungan ibumu, pernah merasakan kasih sayangnya.


Ada yang tidak memiliki orang tua dan keluarga sejak lahir, hanya bisa belajar


menempa diri agar bisa hidup. Kau mempunyai kasih sayang dan perlindungan


keluarga, mempunyai penghormatan dari rakyatmu.” Ada yang berkaca-kaca


mendengar kata-kata Feng Wei, Hua Zi semakin mengeratkan pelukannya “aku


memiliki dirimu…” Feng Wei tersenyum, sebuah ciuman mendarat di keningnya.


Ling


Ling meracau “Hong Ling, walau kau lebih kecil dariku, aku merasa kau seperti


ibuku… seperti ini, aku seperti berada dalam kasih sayang ibuku…” Feng Wei


tersenyum, membelai kepala Ling Ling. Gun Gun melihat mereka, merasa iri pada


Ling Ling, dia juga ingin mendapat perlakuan seperti itu dari Feng Wei. Ling


Ling “Hong Ling, apa kalian harus pergi ? aku tidak ingin kalian pergi !” Hua


Zi “Ling Ling, bukankah tadi Zhe Yan Shan Shen mengatakan kami harus biguang


secepatnya, setelah chuguang, kami akan mengunjungi kalian” Ling Ling


mengangkat kepalanya sesaat sebelum kembali berbaring di paha Feng Wei “oh


betul, kalian harus datang, kalian akan menikah, aku akan menikahkan kalian


hihihi…” Feng Wei menggelengkan kepalanya.


          Hua Zi melihat Gun Gun “apa Ling Ling sering seperti ini ?”


Gun Gun menggeleng “hanya ketika sedang sedih saja, biasanya dia anak yang


ceria dan manja. Sudah lama dia tidak mabuk-mabukan seperti ini !” Hua Zi dan


Feng Wei menggeleng tersenyum melihat Ling Ling. Zhe Yan “bagaimana arakku ?”


Hua Zi “lumayan…” Zhe Yan tersenyum ‘memang reinkarnasi Dong Hua’ “berapa lama


kalian akan biguang ? biguang dimana ?” Hua Zi tersenyum melihat Feng Wei


“tidak tahu berapa lama, kami akan biguang bersama” Sou Wan sudah tidak tahan “sejak


kapan kalian bersama ?” keduanya melihat Sou Wan “maksudku, kalian masih


remaja, biasanya seumuran kalian ini hanya memikirkan main dan main. Tapi


kalian berdua sudah mengenal cinta dan seperti tidak dapat terpisahkan” Hua Zi


mengangguk melihat Feng Wei “tidak terpisahkan” Sou Wan “jadi kapan kalian


mulai bersama, sejak kapan kalian saling mengenal ?” Feng Wei “bersama ?

__ADS_1


sebulan ini. Sudah lama kami saling mengenal” “14.000 tahun…” Hua Zi


melanjutkan.


__ADS_2