Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 272 - Pertarungan Dewa Dewi Mabuk


__ADS_3

Di tengah medan perang, mulai


terlihat tumpukan tubuh para prajurit. Sementara kepala kedelapan muda mudi ini


semakin pusing pengaruh arak “kenapa para prajurit itu memiliki tambah banyak


kepala…” “argh kepalaku pusing…” “bugh…” terlihat Man Dong muntah darah “Shui


Lan Da Ren, kenapa gerakanmu semakin lambat ?” “karena namanya Man Dong


hahaha…” “haih… Yang Guang Da Ren, bisakah menambah keseruan permainan ?” “wah


wah Shui Lan Da Ren, anda menantang yang mulia… baik, berikan kalian kesenangan


tertinggi…” ditangan masing-masing langsung muncul 1 kendi arak “hahaha… Yang


Guang Da Ren, anda memang yang terbaik…” “para Da Ren, kesenangan tertinggi…”


kedelapannya berteriak dan meminum araknya hingga habis, memecahkan kendi


araknya “hahaha… hahaha…” terdengar tawa ceria ke delapannya.


            “mereka memang gila…” You Zun datang, melihat dari sisi


Xin Xin “ayi, Niang Qin sudah mabuk…” “mereka sangat bersenang-senang… tidak


sia-sia usaha selama ini hihihi…” “tapi mereka sudah mabuk… mereka tidak akan


tahan… “ Xiong Xiong berkata cemas “hihihi… walaupun mabuk, mereka akan


menyelesaikan permainan… walau setelah itu kepalanya akan pecah hahaha…” Zuo


Zun tertawa riang. Disaat kedua Zun Wang menikmati peperangan, semua yang


datang dari Si Hai Ba Huang merasa hati yang cemas dan getar getir ketakutan


melihat kedelapan muda mudi yang tanpa henti bertarung dengan gaya berantakan.


Mereka sangat jarang menggunakan sihir, lebih banyak memanfaatkan sihir yang


ditujukan pada mereka.


            “Gunung… mana gunungku ? gunungku…” dibawah pengaruh arak,


emosi Cai Hong Huo Feng sudah mulai naik, melempar-lempar tubuh para prajurit


dan panglima yang sudah terkapar. “Dia… dia pasti Shen Zhu… dia pasti Shen


Zhu…” para panglima dan prajurit mulai bergidik ngeri “yang mana Shen Zhu ?


yang mana ? mereka semua gila…” sebagian ingin melarikan diri tapi tidak


berhasil. Kedelapan muda mudi akan menghalangi jalan mereka dan menjadikan


mereka pondasi gunung “itu… yang itu… yang mereka panggil Yang Guang Da Ren…


pasti dia pasti dia…” “ha… pemuda kecil itu ? tidak mungkin…” “yang itu ! yang


berpakaian putih !” “tidak yang itu…” sembarang menebak dari ke 13 dewa dewi


yang masuk ke medan perang.


            Disekitar mereka mulai berdatangan banyak dewa dewi,


menyaksikan perang. Para prajurit langsung bermunculan menghalangi para dewa


dewi masuk ke arena perang. “You Zun, kami sudah mengamankan medan perang…


akhirnya Shen Zhu kembali…” beberapa jenderal besar sudah tiba di medan perang.


“bukankah dia Si Hai Ba Huang – Dong Hua Di Jun ? kenapa bisa muncul disini ?”


salah seorang jenderal bersuara “tidak… dia sudah melampaui itu… auranya itu


mendekati Shan Shen Yu Zhou Da Lu…” “kenapa dia bisa disini ? bagaimana mungkin


dewa dewi Si Hai Ba Huang memiliki standar kekuatan Yu Zhou Da Lu ?” “lihat,

__ADS_1


mereka semua sudah memilikinya. Keempat dewa dewi itu sudah melampaui tingkat


Di Xian” “itu… itu sepertinya ketujuh hewan mistis ?” “auranya tidak terasa… tapi,


bukankah ketujuh hewan mistis tidak memiliki wujud manusia ?” berbagai macam


spekulasi terjadi diantara para jenderal dan lainnya.


            Cai Hong Huo Feng dan ketujuh kesayangannya sangat


berperan melawan para panglima. Dong Hua berhasil mengalahkan 3 panglima


tingkat 2 dan 8 wakil panglima tingkat 3 beserta puluhan ribu prajurit. Ling


Ling dan Gun Gun berhasil mengalahkan 3 panglima tingkat 3 beserta puluhan ribu


prajurit. Mo Yuan dan Bai Ce berhasil mengalahkan 1 panglima tingkat 3 dan ribuan


prajurit. Pasukan Xin Xin dan Xiong Xiong berhasil membantu, memberi mereka


ruang bertarung yang nyaman, mengalahkan ribuan prajurit. Sisanya adalah bagian


kedelapan Da Ren yang mabuk hingga tidak jelas gerakannya sendiri. Beberapa


dari mereka sempat lengah dan kena pukulan, tapi mereka selalu kembali


bertarung dengan gaya gila. Disamping kegilaan mereka, mereka tetap sadar


memberikan ruang bertarung untuk Dong Hua dan lainnya.


            “apa yang mereka lakukan ?” “tumpukan itu tinggi sekali…”


terkejut dan takjub melihat tumpukan tubuh para prajurit yang semakin tinggi


“kemampuan Dong Hua Di Jun, tidak bisa dianggap remeh…” “sepertinya dia


mendapat pengajaran dari Shen Zhu… ditubuhnya ada aura Shen Zhu…” “tidak itu


bukan aura Shen Zhu, dia memiliki unsur api dan alam dalam tubuhnya !”


bumi… auranya tidak bisa dipandang sebelah mata…” “Si Hai Ba Huang melahirkan


dewa dewi berbakat… kedua dewa dewi itu juga sangat kuat” “mereka yang membantu


itu… bukankah itu ide permainan Shen Zhu ?” “senjatanya berbeda tapi idenya


hampir sama… sepertinya mereka semua berhubungan dengan Shen Zhu…”


            “mana Shen Zhu ? yang mana Shen Zhu ?” “diantara


kedelapan anak muda itu, yang mana Shen Zhu ?” “yang itu ! gerakannya sangat


bebas dan luwes…” “tidak… Shen Zhu yang disana ! Shen Zhu – Yang Guang Da Ren…”


“sepertinya Shen Zhu sudah membuat keajaiban baru… ketujuh hewan mistis sudah


memiliki wujud manusia.” “pantas saja Zun Wang tidak membahas penanganan untuk


perang ini…” “perang ini disiapkan untuk Shen Zhu… tempat bermain untuk


mereka”.


            “Qing Yun, sudah hampir selesai… siapkan ramuan


penghilang mabuk, cepatlah !” Qing Yun “semua sudah siap You Zun…” You Zun


nyengir “kau memang paling mengetahui watak Zhu Ren-mu itu” Qing Yun “dari


melihat kendi arak yang tiba-tiba hilang, aku sudah menyiapkannya hihihi…” Xin


Xin “apa Niang Qin bisa bertahan ? langkahnya sudah semakin kacau !” “apa


sampai sekarang, kalian masih meragukannya ?” Zuo Zun nyengir bertanya kearah


kedua anak. Keduanya menggeleng “kami tidak meragukan kemampuan bertarung Niang


Qin, tapi kemampuan minumnya sangat buruk…”

__ADS_1


            “kepalaku pusing…” Cai Hong Huo Feng meracau. Walau


tangan dan kakinya tidak berhenti bertarung, tapi pandangannya sudah mulai


kabur. “siapa ? siapa yang tadi memberi 2 kendi arak ? akan yang mulia hukum…


argh… kepalaku sakit…” “Da Ren, aku mengantuk…” “mereka bergoyang terus hik…”


mulai meracau dan berguman. “perutku panas… aku mau muntah…” Man Dong bertarung


sambil memegang perutnya “wuek… wuek…” memuntahi para prajurit “iuh Tian Lan Da


Ren, kau sangat menjijikkan… wuek… wuek…” satu persatu mulai muntah-muntah “ah…


perutku berputar… hiks…” “argh… aku menginginkan jeramiku…” “ah danauku…” “Hua


Zi gege… Hua Zi gege, aku ingin berendam… mereka sangat bau…” kedelapannya


meracau dan muntah-muntah.


            “haih sudah pernah sekali, masih mereka ulangi…” Zhe Yan


menghela nafas kasar. Kedua Zun Wang menggelengkan kepala “mabuk masuk ke medan


perang, mereka benar-benar gila… mabuk sampai seperti ini… besok jika bangun


dengan sakit kepala, siapa lagi yang menjadi korbannya haih…” Ching Ching “tapi


walau mabuk, tumpukan itu sangat rapi dan kokoh” Chang Chang “waigong tidak


bisa mendekati waipo… waipo masih bertarung dengan kedua panglima itu… waigong


tertahan pada wakil panglima…” Xiong Xiong “Niang Qin memanggil Fu Qin…” Xin


Xin “Fu Qin mulai kehilangan ketenangannya…” terlihat Dong Hua yang berusaha


mendekati Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, bertahanlah…” setelah berhasil


mengalahkan wakil panglima, bergabung bersama Cai Hong Huo Feng melawan 2


panglima.


            “Hua Zi gege, kepalaku pusing…” Dong Hua “bertahanlah,


setelah ini minum ramuan penghilang mabuk…” Cai Hong Huo Feng ngamuk “ramuan


itu lagi… pahit… tidak mau… tidak mau…” dalam sekejab, kedua panglima sudah


terkapar. Dong Hua segera memeluk Cai Hong Huo Feng “ayo, membawamu minum


ramuan penghilang mabuk…” Cai Hong Huo Feng mengamuk, mendorong Dong Hua,


menghentak-hentakkan kakinya “tidak mau… tidak mau… tidak mau… ramuan itu


pahit… tidak mau…” merajuk seperti anak kecil, berbalik, berlari menjauhi Dong


Hua, kembali bertarung dengan para prajurit. Dong Hua mengejarnya dan


menemaninya bertarung.


            Zuo Zun cekikikan “hihihi… dihadapan ayahmu, dia jadi


anak kecil hihihi…” You Zun “bagaimana membujuk mereka minum ramuan ?” Zuo Zun


memegang kepalanya “aiyo, kau tidak mengatakan, aku sudah melupakannya… benar,


bagaimana membujuk mereka ? Huo Feng ada Di Jun, nah ketujuh bocah itu haih…”


Xin Xin “kenapa mereka semua tidak suka ramuan ?” You Zun “mereka semua tidak


suka pahit hihihi… kalau mereka sakit, sudah terbiasa makan gula batu… walau


sesakit atau luka separah apapun, tidak ada yang membuatkan ramuan, bertahan


dengan madu… jadi ketika merasakan pahit, mereka akan menolaknya hihihi” semua


berooo ria.

__ADS_1


__ADS_2