
Cai Hong Huo Feng tersenyum dan
mengangguk, menatap Dong Hua. Dong Hua tersenyum dan membelai kepalanya “Jie
Cho, kau pasti sudah mendengar tentang cerita ‘Dunia Mimpi Aranjo’. Kau masih
ingat, bagaimana yang mulia membongkar dan menyelesaikan masalah !” Jie Cho “Di
Jun, Dunia Mimpi Aranjo adalah dunia yang diciptakan bayangan anda untuk
bayangan Di Hou. Anda memecahkan ‘Dunia Mimpi Aranjo’ setelah masuk dan
mengikuti cerita Shen Ye Da Ren didalam dunia itu” Dong Hua mengangguk “yang
kau tidak sebutkan adalah sebelum yang mulia menghancurkannya, yang mulia sudah
membuat ‘Cermin Miao Hua’ untuk mengerti hal yang terjadi di baliknya. Apa kali
ini, yang mulia juga perlu menggunakannya ?”.
Cai Hong Huo Feng melirik Jie Cho yang menatapnya seperti
singa yang akan menerkam mangsanya, menatap Dong Hua kembali. “Di Jun…” Han
Wang yang menjadi pemimpin Bi Yi Niao Zhu memberi hormat. Dong Hua hanya
menatap acuh tak acuh “Han Wang, apa posisi Fan Yin Gu di Si Hai Ba Huang, anda
pasti mengetahuinya ! yang mulia bisa memberi Fan Yin Gu untuk dijaga Bi Yi
Niao Zhu, juga bisa mengambilnya kembali.” Han Wang bergetar “Han Wang, Jie Cho
Da Ren, jangan melupakan tempat kalian !” Gun Gun berkata dingin “yang kalian
lakukan sekarang hanya akan membawa kehancuran bagi Fan Yin Gu…”.
Ling Ling “apa kalian tahu, kenapa dulu Jie Lu Nu Jun
meminta kembali ke Fan Yin Gu ?” keduanya mengangkat kepala melihat Ling Ling
“jika bukan Di Hou mengembalikan kalian ke Fan Yin Gu, sudah lama kaum kalian
musnah dari Si Hai Ba Huang… walau dengan buah bin po, bisa meningkatkan
kekuatan kalian, tapi diluar Fan Yin Gu, kalian tidak akan bertahan !” Long Nu
“jangan menyalahi aturan yang sudah dibuat, kalian akan lebih cepat musnah”
Dong Hua berdiri, menggenggam tangan Cai Hong Huo Feng “ayo…” berkata dengan
lembut dan senyum memanjakan.
Mereka kembali ke lembah ular, melihat keempat raja ular
yang sudah kembali dan berdiam diri dalam lembah. Cai Hong Huo Feng bersama
Dong Hua masuk ke lembah ular. Keempat raja ular langsung bersimpuh di kaki Cai
Hong Huo Feng. Han Wang dan Jie Cho yang melihatnya terkejut dan ketakutan.
Mereka tidak dapat mendengar pembicaraan didalam, hanya terlihat Di Hou dan Di
Jun yang membelai kepala ular-ular itu “bu… bukankah Di Hou takut ular !” Han
Wang berbicara terbata-bata. Keempat pasangan tersenyum sinis melihat mereka,
tanpa ada yang menjawab.
__ADS_1
Setelah selesai bersama keempat raja ular, Di Hou terbang
ke tempat pohon pin bo, membuat sihir di sekitarnya dan kembali turun ke Di
Jun, bersama keluar dari lembah ular. “bagaimana ? apa mau ke perayaan wanita
?” terdengar pembicaraan keduanya. Di Hou mengangguk antusias, Di Jun merangkul
dan tersenyum manis padanya. Kedua pemimpin Fan Yin Gu terbelalak melihatnya.
Dong Hua membawa Cai Hong Huo Feng melangkah tanpa mempedulikan mereka. Mereka
menikmati perayaan wanita dan berjalan-jalan di pasar malam.
Dong
Hua membawa Cai Hong Huo Feng ke gua, tempat Dong Hua menyatakan perasaannya
“aku akan membangun sebuah rumah kita disini, bagaimana ?” Cai Hong Huo Feng
menggeleng “biarkan begini saja ! apa yang akan kau lakukan pada Han Wang dan
Jie Cho ?” Dong Hua berbaring di pangkuan Cai Hong Huo Feng “Fu Ren ingin
bagaimana ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng “mereka mengulang sejarah yang sama,
hanya kali ini melibatkan Jie Cho. Kali ini tidak ada Aranjo yang menjadi
kambing hitam.” Dong Hua “hmm biarkan saja, tidak perlu mempedulikan mereka !”
Cai Hong Huo Feng mengangguk.
Dong
Hua memeluk Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, Fan Yin Gu kembali berkatmu, aku ingin
menjaga tempat ini !” Cai Hong Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege, dulu aku
diantara kami sudah impas.” Dong Hua “ingat, apapun yang ingin kau lakukan, kau
harus memberitahukannya padaku… apa kau tahu betapa putus asanya aku
kehilanganmu ? aku lebih baik yuhua daripada kehilanganmu !” Cai Hong Huo Feng
cekikikan “itu sudah masa lalu… kita sudah bersama saat ini !” Dong Hua
mengangguk, mengecup keningnya dan memeluk erat gadisnya “kita akan bersama
selamanya !”
Cai
Hong Huo Feng bangun “oh… saat kau cemburu pada Shen Ye, apa yang kau lakukan ?
kenapa berbasah-basahan ?” Dong Hua cemberut “kau memeluknya !” membuang
mukanya. Cai Hong Huo Feng “itukan hanya akting ! lagipula itu adalah
bayanganmu !” Dong Hua “walaupun hanya bayanganku juga tidak boleh… kau milikku
! tidak boleh ada yang menyentuhmu selain aku !” Cai Hong Huo Feng cekikikan
“begitu mencintaiku !” Dong Hua berbalik dan mengangguk “mencintaimu hingga
ingin memasukkanmu kedalam diriku… mencintaimu hingga melupakan diriku sendiri…
mencintaimu… sangat sangat mencintaimu… Feng Wei, kau tahu aku tidak tahu
__ADS_1
berkata-kata manis… aku tidak tahu bagaimana membuatmu mengerti perasaanku…
tapi aku sangat mencintaimu…”.
Dong
Hua memegang kedua tangan Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, aku tidak bisa
mengatakan cintaku adalah cinta suci sepertimu… karena aku egois… aku
menginginkanmu hanya untuk diriku sendiri… Feng Wei, mencintaimu sudah menjadi
kemampuanku satu-satunya, alasanku untuk hidup di semesta ini… Feng Wei, aku
tahu kau sudah berjanji padaku, tapi hatiku masih sangat takut…” “takut apa ?”
Cai Hong Huo Feng menatap Dong Hua “aku takut kau meninggalkanku dan… dan aku
melupakanmu… Feng Wei…” Cai Hong Huo Feng tersenyum “kau tahu sihir di
cincinmu…” Dong Hua mengangguk.
Cai
Hong Huo Feng “Hua Zi gege, sihir itu tidak berarti apapun, hanya untuk
melindungimu… selama kau masih ada di semesta ini, maka aku akan selalu
menemanimu walaupun hanya tersisa nafas terakhir… aku sudah mengatakan ‘cintaku
adalah senjata terkuatmu’. Tidak usah takut, apapun yang terjadi, aku akan
selalu disisimu menemanimu” Dong Hua “hilangkan sihir dari cincin ini !” Cai
Hong Huo Feng tersenyum “cincin itu terikat dengan jantung kita berdua… apa kau
yakin mau aku melepasnya ?” Dong Hua menatap cincinnya, menggeleng “tidak,
biarkan saja !” ada senyuman di wajahnya “tapi kau tidak boleh menggunakan
sihir di dalamnya !” Cai Hong Huo Feng “jika cincin itu terlepas maka
menandakan di hatimu sudah tidak ada aku… sihir didalamnya hanya akan bekerja
jika kau mengalami kesedihan berlebihan dan putus asa karenaku… hmm… apa yang
akan membuatmu merasakan kesedihan itu jika aku selalu bersamamu ? yakin pada
dirimu sendiri, yakinlah pada cinta kita… aku tidak akan pernah mengingkari
janji yang sudah kubuat”.
Dong
Hua tersenyum “ini kau yang mengatakannya… yang mulia akan memegang kata-katamu
!” Cai Hong Huo Feng tersenyum manis. Dong Hua memeluk erat tubuh kecil Cai
Hong Huo Feng ‘Feng Wei, aku akan memegang kata-katamu, memegang janjimu,
memegang cintamu dengan erat… tidak akan membiarkan sihir itu bekerja… kau
adalah nyawaku… sihir itu hanya akan bekerja jika kau meninggalkanku… Feng Wei,
aku sangat yakin padamu… aku tidak yakin pada diriku sendiri… aku sangat takut
tidak dapat menggenggam erat dirimu… aku takut kau merasa diriku tidak cukup
__ADS_1
baik… Feng Wei, jika kau meninggalkanku, aku akan mati… seluruh diriku adalah
milikmu…’ “Feng Wei, aku mencintaimu… kau adalah cintaku satu-satunya…”.