
Bab 359 –
Cai Hong Huo Feng memegang dadanya dan memucat, kembali
terbatuk dan muntah darah “kalian semua menyimpan satu orang yang sama dalam
hati kalian… kami penasaran tapi tidak tertarik…” berdiri tegak “kalian ingin
melindungi, maka kami akan menghancurkannya hahaha… hahaha…” Cai Hong Huo Feng
tertawa terbahak-bahak. Cai Hong Huo Feng “kau yang memiliki milik kami… kami
akan memberimu kesempatan untuk melawan kami…” membebaskan Dong Hua tapi
mengurungnya dalam jiejue “kau bisa mengumpulkan energimu untuk melawan kami…
kami menunggumu ! semakin lama kau membutuhkan waktu maka semakin banyak
kehancuran yang akan terjadi diikuti kematian mereka hahaha… hahaha…” berbalik
meninggalkan Dong Hua dengan tawa menyeramkan.
Dong Hua menatap punggung Cai Hong Huo Feng yang menjauh
“Feng Wei… Feng Wei… aku tidak akan mengecewakanmu…” segera meditasi. Cai Hong
Huo Feng nyengir “masih membutuhkan meditasi… baik, maka saksikanlah kehancuran
ini hahaha… hahaha…” mengerahkan sihir, mulai menghancurkan Yu Zhou Da Lu. Dong
Hua berusaha konsentrasi mengumpulkan energinya, bertekad akan mendekati Cai
Hong Huo Feng. Semua menyaksikan kehancuran Yu Zhou Da Lu tanpa bisa berbuat
apapun.
Luka Cai Hong Huo Feng membuatnya terhenti beberapa kali,
tapi kembali melanjutkan kehancuran Yu Zhou Da Lu hingga rata oleh tanah, hanya
meninggalkan sedikit area tempat Dong Hua dan lainnya berada. (Cai Hong gong
aman karena sebelumnya sudah dilindungi dan berada di ruang lain. Huo Feng
sudah mempersiapkan segala kemungkinan untuk menjaga keamanan) Cai Hong Huo
Feng tertawa sinis “hahaha… benar-benar tidak terpengaruh… hebat….” Melayang ke
hadapan Dong Hua “sekarang kami akan memulai dengan mereka… kami akan lihat
seberapa baik ketahananmu…” berbalik.
Dong Hua berdiri “Feng Wei…” Cai Hong Huo Feng berhenti dan
berbalik “Feng Wei ? apakah itu nama wanita di hati kalian ?” Dong Hua
tersenyum lembut “yah, dia adalah wanitaku…” “kalau begitu kamu tunggu saja,
aku akan menghancurkan semesta ini dan juga Feng Wei kalian hahaha… hahaha…”
berbalik pergi.
Cai Hong Huo Feng kembali mengerahkan sihir, mengarahkannya
ke Bing Yu Hai. Dari istana megah, tercipta cahaya kehitaman yang berputar
membentuk tornado naik ke langit. Langit terbuka menunjukkan berbagai susunan
alam semesta. Semua merasakan tarikan yang menghisap mereka semua untuk masuk
__ADS_1
ke dalam lubang terbuka di langit. Sihir yang mengikat mereka sudah terlepas,
masing-masing berusaha bertahan. Semua bahu membahu membuat jiejue agar tidak
terhisap masuk ke dalam lobang.
Dong Hua melihat semua dengan air mata yang menetes dari
matanya. Dong Hua berjalan selangkah demi selangkah dalam jiejue api abadi,
mendekati Cai Hong Huo Feng, memegang pedang Cang He. Cai Hong Huo Feng tertawa
sinis merasakan kehadiran Dong Hua “apa kami mendapatkan perhatianmu sekarang
?” Dong Hua “kau selalu menjadi perhatianku…” Cai Hong Huo Feng tertawa
menyeramkan, tidak putus mengalirkan energi.
Dong Hua berdiri di jarak terdekat yang bisa ditempuhnya
“Feng Wei, aku mencintaimu… aku selalu berharap bisa berjuang bersama denganmu…
Feng Wei, dalam taman bunga di hatiku selalu ada dirimu… hanya Feng Wei-ku,
xiao hu li-ku yang menempatinya, tidak akan ada lainnya… Feng Wei, permintaanmu
adalah perintah mutlak bagiku… Feng Wei, aku sangat mencintaimu…” mengarahkan
pedang Cang He ke jantungnya sendiri. Dengan satu hentakan, Dong Hua menusuk
dadanya hingga tembus ke belakang “Fu Qin…” semua berteriak.
Disaat Dong Hua menusuk dadanya, terjadi hentakan pada Cai
Hong Huo Feng hingga dirinya terjatuh dan muntah darah. Salah satu tangannya
Shen Jun, kau melakukannya dengan sangat baik !” Dong Hua yang terjatuh dan
muntah darah karena lukanya, terkejut mendengar kata-kata Cai Hong Huo Feng,
mengangkat kepala melihatnya.
Penampilan Cai Hong Huo Feng belum berubah, bahkan semakin
pekat, matanya menatap tajam Bing Yu Hai. Sihirnya semakin kuat, menghantam
istana megah di Bing Yu Hai. “Feng Wei… kau…” Dong Hua berusaha berdiri,
mendekati Cai Hong Huo Feng. Dong Hua terpental oleh energi Cai Hong Huo Feng.
Zuo Zun segera menyeretnya masuk ke jiejue “Fu Qin, bagaimana keadaanmu ?” Xin
Xin segera memapah Dong Hua, Zhe Yan segera memeriksa “ada apa ini ? kenapa Huo
Feng belum berhenti ?”
You Zun “Huo Feng akan memusnahkan Bing Yu Hai !” Ling Ling
“tapi Bing Yu Hai adalah pusat semesta.” Zuo Zun “Dong Hua, ada apa ini ?” Dong
Hua berdiri, memegang pedang Cang He yang masih tertancap di dadanya “kirim aku
kepadanya ?” Gun Gun “Fu Qin, apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua “harus menembus
dadanya !” semua terkejut menatap Dong Hua. You Zun “baik, Dong Hua, semua
bergantung padamu…” “Shen Jun, kami akan mengirimmu…” ketujuh kesayangan dan
You Zun sama-sama mengeluarkan sihir mengirim Dong Hua tepat di belakang Cai
__ADS_1
Hong Huo Feng.
Dengan memakai sihir, Dong Hua mencabut pedang Cang He.
Secepat kilat memeluk Cai Hong Huo Feng, memakai sihir, mengarahkan pedang Cang
He menusuk kembali dada Dong Hua dari punggung, hingga menembus dada Cai Hong
Huo Feng “Feng Wei, sudah selesai… hentikan !” Dong Hua merintih di telinga Cai
Hong Huo Feng.
Disaat pedang Cang He menembus dadanya, Cai Hong Huo Feng
muntah darah pelangi “selesai !” satu kata keluar dari bibirnya dan terjatuh. Pakaian
Cai Hong Huo Feng berubah kembali ke warna keemasan yang dipakainya masuk ke
Bing Yu Hai, dipenuhi noda darah dan hantaman rintangan. Cai Hong Huo Feng
tersenyum lembut dengan mata lelah, melihat kondisi Bing Yu Hai dan semua
perubahan yang terjadi. Dong Hua memeluknya “Feng Wei… bagaimana ? bagaimana
denganmu ?” bertanya dengan terbata-bata, menahan rasa sakit di dadanya dan
mata yang sudah memaksa untuk tertutup.
Cai Hong Huo Feng bersuara pelan “Hua Zi gege, terima
kasih… kau adalah dewa terhebat… terima kasih…” Dong Hua meneteskan air mata
“Feng Wei, sudah lelahkan ! tidurlah… setelah bangun, kita sudah di rumah !”
Cai Hong Huo Feng menutup mata dalam senyuman lembut.
Langit menggelap, tubuh Cai Hong Huo Feng terangkat dengan
posisi tertidur, melayang keatas istana megah. Dari lubang dilangit,
mengeluarkan petir dan bola api menghantam tubuh Cai Hong Huo Feng kembali. Rombongan
Budha tidak berhenti membacakan mantra-mantra Dhamma.
Saat Cai Hong Huo Feng menutup mata, pedang Cang He
tertarik keluar meninggalkan luka menganga di dada keduanya dan mendarat di
samping Dong Hua. Ketujuh kesayangan segera menarik tubuh Dong Hua masuk
kedalam jiejue “Shen Jun… Shen Jun…” “Shen Jun, anda melakukannya… anda
membebaskan Zhu Ren…” ketujuhnya menangis histeris “Zhu Ren… Zhu Ren…” Dong Hua
berusaha mempertahankan kesadarannya “Feng Wei, aku tidak mengecewakanmu kan !
Feng Wei, tunggu aku, aku datang menemanimu !” menutup mata jatuh tidak
sadarkan diri.
“Fu Qin… Fu Qin…” keempatnya memanggil dengan air mata yang
berlinang. Zhe Yan segera memeriksa “Dong Hua…” “Zhe Yan yeye, Fu Qin sudah
pergi menemani Niang Qin ?” Gun Gun memegang tangan Zhe Yan dengan gemetar. Zhe
Yan menggeleng “ada 2 detakan, yang satu semakin melemah…” “apa ? Fu Qin masih
hidup ?”
__ADS_1