Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 128 - Kelahiran Sang Penguasa 'The Supreme Emperor'


__ADS_3

Kedua Zun Wang segera ke Zuan Bao Shi


Dao begitu situasi Bing Yu Hai tidak menunjukkan perubahan apapun. Long Jin


Shan, Feng Huo Huang, dan Hua Zi menatap langit dengan aurora yang terus


berubah. Permata berlian pelangi terus mengeluarkan cahaya yang semakin terang.


Zuan Bao Shi Dao bersinar terang, aura kemuliaan, keanggunan, keagungan, kehidupan,


dan kehangatan terpancar jelas.


        Budha,


Dewi Kwam In, dan 108 arahat menunggangi awan melayang di angkasa membentuk


lingkaran mengelilingi Zuan Bao Shi Dao. Mereka membaca mantra keabadian yang


menambah kemuliaan momen itu.


        Hewan-hewan


mistis berdatangan mengeluarkan suara membentuk nyanyian merdu yang saling


bertautan.   Gun Gun datang bersama Xiao


Long Nu, Ling Ling, Jin Cheng, Bai Chen, dan Zhe Yan ke Bing Yu Hai menghampiri


Qing Yun “jiejie, apa yang terjadi ? bagaimana Fu Qin di Zuan Bai Shi Dao ?


langit Jiu Jong Tian terus berubah-ubah dan hujan bunga Feng Wei dimana-mana.”


Bai Chen ikut berkomentar “dewa Chang Yi datang melaporkan, seluruh alam fana


juga mengalami momen yang sama. Ada apa ini ?” terpana melihat pemandangan di


depannya. Tidak ada yang menjawab, mereka fokus melihat segala perubahan yang


terjadi. Semakin lama, semakin banyak yang berdatangan ke Bing Yu Hai. Di


langit Yu Zhou Da Lu, muncul pemandangan Zuan Bao Shi Dao.


        Permata


berlian pelangi mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata, semuanya memejamkan


mata. Terjadi perubahan cuaca panas dingin. Saat semua mata terpejam untuk


beberapa detik, terdengar bunyi ‘dar….’ yang memekikkan telinga. Bersamaan


dengan bunyi, hujan bunga Feng Wei berjatuhan. Sebuah cahaya pelangi terbang ke


langit dan menghilang.


Dari langit muncul cahaya


yang menyilaukan, dan sesosok wanita turun dari langit memancarkan sinar


pelangi. Semua tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok itu, itu adalah


sosok wanita yang sangat cantik berambut emas bersayap pelangi dengan tanda


bunga Feng Wei dan setengah lingkaran pelangi di keningnya. Tubuhnya bersinar


terang seperti air tembus cahaya. Semua melihat dengan tatapan tak percaya dan


terpukau.


        Wanita


itu perlahan membuka mata permata pelangi, memancarkan aura yang sangat


mendominasi penuh kemuliaan dan keagungan. Semua berlutut menghormat termasuk


hewan mistis. Dari mulut para arahat “Selamat datang The Supreme Emperor of all


Realms” diikuti oleh semua, terdengar hingga ke Yu Zhou Da Lu. Para hewan


menghormat mengeluarkan suara penyambutan. Semua menghadap ke pemandangan di


langit dan berlutut menghormat.


        Wanita


itu melayang di udara menatap dingin tanpa ekspresi semua yang didepannya,


menyapukan pandangannya ke seluruh area. Pandangannya terhenti dan bertemu

__ADS_1


dengan pandangan Hua Zi untuk sesaat. Mengangkat tangan menunjuk Bing Yu Hai,


cahaya pelangi keluar memancarkan aura kehidupan dan menyebar ke seluruh penjuru


Yu Zhou Da Lu. Segala yang rusak dan hancur sebelumnya kembali ke bentuk dan


posisi semula. Bing Yu Hai berputar memperbaiki diri menjadi lebih besar dari


bentuk semula dengan tambahan sebuah istana Kristal es di tempat pilar Kristal


Shen Zhu. Wanita itu turun, berdiri di sudut tertinggi permata berlian pelangi.


        Semua


melihat dengan mata terpukau. Kerusakan di Zuan Bao Shi Dao dan Yu Zhou Da Lu


yang sebelumnya seperti malapetaka membaik dalam sekejap. Dalam benak mereka


bertanya ‘seberapa tinggi tingkat kekuatan Shen Zhu sekarang ? Saat ini bahkan


semua bergabungpun tidak ada yang bisa memastikan bisa mengimbangi kekuatan


Shen Zhu.’ Mereka hanya berlutut terdiam ditempat dengan mata memandang segala


perubahan yang terjadi hanya dengan sebuah cahaya Shen Zhu. Aura yang


mendominasi tidak dapat mereka lawan.


        Beberapa


saat kemudian, pemandangan Zuan Bao Shi Dao menghilang dari Yu Zhou Da Lu. Di


Zuan Bao Shi Dao, dewi itu menggoyang-goyangkan tangan mengembalikan semua ke


bentuk semula. Bongkahan-bongkahan meteor hancur lebur, berubah menjadi


serpihan halus salju. Gunung salju abadi semakin tinggi. Feng Wei mengirim


sihir mengangkat batu hitam Hei Ye dari tempatnya semula, menghancurkannya.


Didalam batu hitam terdapat giok putih, Feng Wei tersenyum mengirim sihir


kedalamnya. Giok bergetar dan hancur, seekor bayi kirin putih muncul dihadapan


semua.


        Sebuah


melangkah turun menuju Hua Zi di kaki gunung salju abadi. Di setiap langkahnya


meninggalkan bunga teratai emas pada jembatan. Semakin jauh melangkah, tubuh


wanita itu mengecil menjadi sosok remaja dan anak-anak. Mendekati Hua Zi,


tubuhnya menjadi sosok bayi putih mulus dihantarkan jembatan pelangi ke pelukan


Hua Zi. Hua Zi yang melihat perubahan tubuh itu, maju membuka tangannya, menyambut


bayi bercahaya pelangi. Bayi berbalut jubah pelangi dalam pelukan Hua Zi


memancarkan cahaya terang selama beberapa saat.


        Budha


dan Dewi Kwam In turun ke hadapan Hua Zi, memegang kaki bayi dan membasuhnya.


Budha berpesan “Shao Yang, bayi ini adalah kelahiran Caihong Huo Feng Shen Zhu


sebagai The Supreme Emperor of all Realms. Peristiwa sebelumnya adalah


rintangan terakhirnya. Dia akan bertumbuh seperti bayi pada umumnya tetapi


dengan aura kekuatan The Supreme Emperor tanpa batas dan akan terus bertumbuh.


Bayi kirin ini adalah reinkarnasi Hei Ye, lahir dari jiwa yang sudah dimurnikan


Shen Zhu. Seperti kata Shen Zhu sebelumnya, Hei Ye adalah adiknya, sekarang dia


akan menjadi tunggangan terkuat Shen Zhu” Memberi hormat dan pergi bersama Dewi


Kwam In dan para arahat. 7 hewan turun mengitari Hua Zi, satu unicorn yang


pernah dilihat Hua Zi, menghampiri dan menggosok-gosokkan kepalanya sesaat di


tubuh bayi Feng Wei. Setelahnya, para hewan mistik pun memberi hormat dan


kembali berpencar.

__ADS_1


        Hua


Zi melihat bayi Feng Wei dengan penuh kasih sayang dan kerinduan “Feng Wei,


kamu kembali, kali ini kita tidak akan berpisah selamanya” menitikkan air mata


dan mencium kening bayi. Bayi Feng Wei tersenyum lembut padanya, memejamkan


mata, dan tertidur dalam pelukan Hua Zi. Kedua Zun Wang membawa Hua Zi, bayi


Feng Wei dan bayi kirin putih kembali ke Yu Zhou Da Lu.


        Perubahan


alam selama 1000 hari ini menjadi normal dengan sendirinya. Setelah melihat


kondisi Bing Yu Hai, kedua Zun Wang dan 3 asisten membubarkan kerumunan dan


menormalkan keadaan. Hua Zi dan lainnya membawa bayi Feng Wei kembali ke Cai


Hong gong. Bayi Feng Wei terlelap dalam gendongan, tidak terganggu dengan


segala suara.


        Zhe


Yan yang melihat kondisi semua yang lemah, segera menyiapkan ramuan pemulih


untuk semua. Kedua Zun Wang, 3 asisten, dan ke 10 jenderal berkumpul di Cai


Hong gong minum ramuan pemulih. Hua Zi menemani bayi Feng Wei di kamar, tidak


keluar menemui mereka. 3 asisten dan 10 jenderal besar berterima kasih pada Zhe


Yan dan keluar memeriksa keadaan diluar. Zhe Yan membawakan ramuan ke Hua Zi


“Yu Huang, kau juga harus meminumnya… kau membutuhkan staminamu untuk menjaga


Hong Ling…” Hua Zi tidak menurunkan Feng Wei dari gendongannya, menerima dan


langsung meminum habis ramuannya.


        Ling


Ling “Niang Qin sangat imut…” Bai Chen “sudah kukatakan, tidak ada yang bisa


menandingi kecantikannya walau masih bayi…” Zhe Yan “tidak menyangka dia bisa


kembali…” Hua Zi “dia pasti kembali… Feng Wei begitu pintar, selalu menemukan


jalan keluar, kali inipun tidak terkecuali…” Gun Gun “Fu Qin, bayi kirin ini ?”


Hua Zi “Hei Ye… dia akan mengikuti Feng Wei dan menjadi tunggangan pelindungnya…”


Long Nu menggendong bayi kirin putih “hmm dia begitu lucu, tidak cocok dengan


nama Hei Ye, bagaimana kalau memberinya nama baru…” Ling Ling berfikir “bulunya


putih bersih, bersinar keemasan, bagaimana jika namanya Bai Jin” semua


tersenyum “ya ya Bai Jin sangat cocok untuknya…”


Kirin putih membuka


matanya besar-besar melihat semua, berhenti di bayi Feng Wei, memberontak ke


samping bayi. Bayi kirin mendudukkan tubuhnya diatas bayi Feng Wei, memberinya


kehangatan. Ling Ling cekikikan “Fu Qin, kau memiliki saingan baru…” Hua Zi


cemberut. Xiao Long Nu “Fu Qin, tidak perlu cemburu, kurasa Bai Jin menganggap


Hong Ling niang sebagai pemiliknya dan akan selalu melindunginya” Gun Gun


tersenyum “Niang Qin, kami akan melindungimu, bertumbuhlah dengan bahagia…”


Hua Zi mengecup kening


bayi Feng Wei, bayi kirin mengraus-graus Hua Zi. Hua Zi membelai kepala bayi


kirin, sebuah kecupan pun jatuh ke kening bayi kirin. Bayi kirin


menggosok-gosok keningnya dan menjilati tangan Hua Zi, menandakan rasa senang


dan terima kasihnya. Bayi kirin menempatkan kepalanya di pelukan Hua Zi dan


badannya diatas bayi Feng Wei. Ling Ling “lihat Bai Jin juga menyukai Fu Qin…”

__ADS_1


Hua Zi tersenyum membelai bulu bayi kirin ‘Feng Wei, Bai Jin adalah adik yang


selalu kau lindungi… aku juga akan melindunginya untukmu…’


__ADS_2