
Kedua Zun Wang segera ke Zuan Bao Shi
Dao begitu situasi Bing Yu Hai tidak menunjukkan perubahan apapun. Long Jin
Shan, Feng Huo Huang, dan Hua Zi menatap langit dengan aurora yang terus
berubah. Permata berlian pelangi terus mengeluarkan cahaya yang semakin terang.
Zuan Bao Shi Dao bersinar terang, aura kemuliaan, keanggunan, keagungan, kehidupan,
dan kehangatan terpancar jelas.
Budha,
Dewi Kwam In, dan 108 arahat menunggangi awan melayang di angkasa membentuk
lingkaran mengelilingi Zuan Bao Shi Dao. Mereka membaca mantra keabadian yang
menambah kemuliaan momen itu.
Hewan-hewan
mistis berdatangan mengeluarkan suara membentuk nyanyian merdu yang saling
bertautan. Gun Gun datang bersama Xiao
Long Nu, Ling Ling, Jin Cheng, Bai Chen, dan Zhe Yan ke Bing Yu Hai menghampiri
Qing Yun “jiejie, apa yang terjadi ? bagaimana Fu Qin di Zuan Bai Shi Dao ?
langit Jiu Jong Tian terus berubah-ubah dan hujan bunga Feng Wei dimana-mana.”
Bai Chen ikut berkomentar “dewa Chang Yi datang melaporkan, seluruh alam fana
juga mengalami momen yang sama. Ada apa ini ?” terpana melihat pemandangan di
depannya. Tidak ada yang menjawab, mereka fokus melihat segala perubahan yang
terjadi. Semakin lama, semakin banyak yang berdatangan ke Bing Yu Hai. Di
langit Yu Zhou Da Lu, muncul pemandangan Zuan Bao Shi Dao.
Permata
berlian pelangi mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata, semuanya memejamkan
mata. Terjadi perubahan cuaca panas dingin. Saat semua mata terpejam untuk
beberapa detik, terdengar bunyi ‘dar….’ yang memekikkan telinga. Bersamaan
dengan bunyi, hujan bunga Feng Wei berjatuhan. Sebuah cahaya pelangi terbang ke
langit dan menghilang.
Dari langit muncul cahaya
yang menyilaukan, dan sesosok wanita turun dari langit memancarkan sinar
pelangi. Semua tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok itu, itu adalah
sosok wanita yang sangat cantik berambut emas bersayap pelangi dengan tanda
bunga Feng Wei dan setengah lingkaran pelangi di keningnya. Tubuhnya bersinar
terang seperti air tembus cahaya. Semua melihat dengan tatapan tak percaya dan
terpukau.
Wanita
itu perlahan membuka mata permata pelangi, memancarkan aura yang sangat
mendominasi penuh kemuliaan dan keagungan. Semua berlutut menghormat termasuk
hewan mistis. Dari mulut para arahat “Selamat datang The Supreme Emperor of all
Realms” diikuti oleh semua, terdengar hingga ke Yu Zhou Da Lu. Para hewan
menghormat mengeluarkan suara penyambutan. Semua menghadap ke pemandangan di
langit dan berlutut menghormat.
Wanita
itu melayang di udara menatap dingin tanpa ekspresi semua yang didepannya,
menyapukan pandangannya ke seluruh area. Pandangannya terhenti dan bertemu
__ADS_1
dengan pandangan Hua Zi untuk sesaat. Mengangkat tangan menunjuk Bing Yu Hai,
cahaya pelangi keluar memancarkan aura kehidupan dan menyebar ke seluruh penjuru
Yu Zhou Da Lu. Segala yang rusak dan hancur sebelumnya kembali ke bentuk dan
posisi semula. Bing Yu Hai berputar memperbaiki diri menjadi lebih besar dari
bentuk semula dengan tambahan sebuah istana Kristal es di tempat pilar Kristal
Shen Zhu. Wanita itu turun, berdiri di sudut tertinggi permata berlian pelangi.
Semua
melihat dengan mata terpukau. Kerusakan di Zuan Bao Shi Dao dan Yu Zhou Da Lu
yang sebelumnya seperti malapetaka membaik dalam sekejap. Dalam benak mereka
bertanya ‘seberapa tinggi tingkat kekuatan Shen Zhu sekarang ? Saat ini bahkan
semua bergabungpun tidak ada yang bisa memastikan bisa mengimbangi kekuatan
Shen Zhu.’ Mereka hanya berlutut terdiam ditempat dengan mata memandang segala
perubahan yang terjadi hanya dengan sebuah cahaya Shen Zhu. Aura yang
mendominasi tidak dapat mereka lawan.
Beberapa
saat kemudian, pemandangan Zuan Bao Shi Dao menghilang dari Yu Zhou Da Lu. Di
Zuan Bao Shi Dao, dewi itu menggoyang-goyangkan tangan mengembalikan semua ke
bentuk semula. Bongkahan-bongkahan meteor hancur lebur, berubah menjadi
serpihan halus salju. Gunung salju abadi semakin tinggi. Feng Wei mengirim
sihir mengangkat batu hitam Hei Ye dari tempatnya semula, menghancurkannya.
Didalam batu hitam terdapat giok putih, Feng Wei tersenyum mengirim sihir
kedalamnya. Giok bergetar dan hancur, seekor bayi kirin putih muncul dihadapan
semua.
Sebuah
melangkah turun menuju Hua Zi di kaki gunung salju abadi. Di setiap langkahnya
meninggalkan bunga teratai emas pada jembatan. Semakin jauh melangkah, tubuh
wanita itu mengecil menjadi sosok remaja dan anak-anak. Mendekati Hua Zi,
tubuhnya menjadi sosok bayi putih mulus dihantarkan jembatan pelangi ke pelukan
Hua Zi. Hua Zi yang melihat perubahan tubuh itu, maju membuka tangannya, menyambut
bayi bercahaya pelangi. Bayi berbalut jubah pelangi dalam pelukan Hua Zi
memancarkan cahaya terang selama beberapa saat.
Budha
dan Dewi Kwam In turun ke hadapan Hua Zi, memegang kaki bayi dan membasuhnya.
Budha berpesan “Shao Yang, bayi ini adalah kelahiran Caihong Huo Feng Shen Zhu
sebagai The Supreme Emperor of all Realms. Peristiwa sebelumnya adalah
rintangan terakhirnya. Dia akan bertumbuh seperti bayi pada umumnya tetapi
dengan aura kekuatan The Supreme Emperor tanpa batas dan akan terus bertumbuh.
Bayi kirin ini adalah reinkarnasi Hei Ye, lahir dari jiwa yang sudah dimurnikan
Shen Zhu. Seperti kata Shen Zhu sebelumnya, Hei Ye adalah adiknya, sekarang dia
akan menjadi tunggangan terkuat Shen Zhu” Memberi hormat dan pergi bersama Dewi
Kwam In dan para arahat. 7 hewan turun mengitari Hua Zi, satu unicorn yang
pernah dilihat Hua Zi, menghampiri dan menggosok-gosokkan kepalanya sesaat di
tubuh bayi Feng Wei. Setelahnya, para hewan mistik pun memberi hormat dan
kembali berpencar.
__ADS_1
Hua
Zi melihat bayi Feng Wei dengan penuh kasih sayang dan kerinduan “Feng Wei,
kamu kembali, kali ini kita tidak akan berpisah selamanya” menitikkan air mata
dan mencium kening bayi. Bayi Feng Wei tersenyum lembut padanya, memejamkan
mata, dan tertidur dalam pelukan Hua Zi. Kedua Zun Wang membawa Hua Zi, bayi
Feng Wei dan bayi kirin putih kembali ke Yu Zhou Da Lu.
Perubahan
alam selama 1000 hari ini menjadi normal dengan sendirinya. Setelah melihat
kondisi Bing Yu Hai, kedua Zun Wang dan 3 asisten membubarkan kerumunan dan
menormalkan keadaan. Hua Zi dan lainnya membawa bayi Feng Wei kembali ke Cai
Hong gong. Bayi Feng Wei terlelap dalam gendongan, tidak terganggu dengan
segala suara.
Zhe
Yan yang melihat kondisi semua yang lemah, segera menyiapkan ramuan pemulih
untuk semua. Kedua Zun Wang, 3 asisten, dan ke 10 jenderal berkumpul di Cai
Hong gong minum ramuan pemulih. Hua Zi menemani bayi Feng Wei di kamar, tidak
keluar menemui mereka. 3 asisten dan 10 jenderal besar berterima kasih pada Zhe
Yan dan keluar memeriksa keadaan diluar. Zhe Yan membawakan ramuan ke Hua Zi
“Yu Huang, kau juga harus meminumnya… kau membutuhkan staminamu untuk menjaga
Hong Ling…” Hua Zi tidak menurunkan Feng Wei dari gendongannya, menerima dan
langsung meminum habis ramuannya.
Ling
Ling “Niang Qin sangat imut…” Bai Chen “sudah kukatakan, tidak ada yang bisa
menandingi kecantikannya walau masih bayi…” Zhe Yan “tidak menyangka dia bisa
kembali…” Hua Zi “dia pasti kembali… Feng Wei begitu pintar, selalu menemukan
jalan keluar, kali inipun tidak terkecuali…” Gun Gun “Fu Qin, bayi kirin ini ?”
Hua Zi “Hei Ye… dia akan mengikuti Feng Wei dan menjadi tunggangan pelindungnya…”
Long Nu menggendong bayi kirin putih “hmm dia begitu lucu, tidak cocok dengan
nama Hei Ye, bagaimana kalau memberinya nama baru…” Ling Ling berfikir “bulunya
putih bersih, bersinar keemasan, bagaimana jika namanya Bai Jin” semua
tersenyum “ya ya Bai Jin sangat cocok untuknya…”
Kirin putih membuka
matanya besar-besar melihat semua, berhenti di bayi Feng Wei, memberontak ke
samping bayi. Bayi kirin mendudukkan tubuhnya diatas bayi Feng Wei, memberinya
kehangatan. Ling Ling cekikikan “Fu Qin, kau memiliki saingan baru…” Hua Zi
cemberut. Xiao Long Nu “Fu Qin, tidak perlu cemburu, kurasa Bai Jin menganggap
Hong Ling niang sebagai pemiliknya dan akan selalu melindunginya” Gun Gun
tersenyum “Niang Qin, kami akan melindungimu, bertumbuhlah dengan bahagia…”
Hua Zi mengecup kening
bayi Feng Wei, bayi kirin mengraus-graus Hua Zi. Hua Zi membelai kepala bayi
kirin, sebuah kecupan pun jatuh ke kening bayi kirin. Bayi kirin
menggosok-gosok keningnya dan menjilati tangan Hua Zi, menandakan rasa senang
dan terima kasihnya. Bayi kirin menempatkan kepalanya di pelukan Hua Zi dan
badannya diatas bayi Feng Wei. Ling Ling “lihat Bai Jin juga menyukai Fu Qin…”
__ADS_1
Hua Zi tersenyum membelai bulu bayi kirin ‘Feng Wei, Bai Jin adalah adik yang
selalu kau lindungi… aku juga akan melindunginya untukmu…’