
Bab 400 –
Shen Yao tersenyum “kalau begitu, kakek, aku keluar dulu…”
Kakek Li menahan “gadis kecil, kau mau kemana ?” Shen Yao “kakek, kau mau
mencambuk anak bodoh ini. Kalau aku disini, pasti akan melihat wajah
menyeramkannya yang ingin memakanku hiii…” menampilkan wajah ketakutannya.
Kakek Li cekikikan “baik-baik, pergilah istirahat tapi jangan pergi. Kakek
masih ingin berbincang denganmu” Shen Yao tersenyum manis “baik… rasakan anak
bodoh…” berdiri sambil tersenyum usil pada Li Suen.
Shen Yao keluar dari kamar, melihat tabib yang mengikutinya
“Putri, anda sangat hebat. Selama hamba disini, tidak pernah melihat Kakek Li
seceria itu” Shen Yao “bagaimana kondisinya ? apa masih ada kemungkinan sembuh
?” Tabib menjelaskan “Putri, penyakit ini karena usianya. Jika dari Kakek Li
sendiri, mau merawat diri, hatinya senang dan memiliki semangat hidup. Beliau
masih bisa bertahan beberapa tahun lagi” Shen Yao mengangguk “selama beberapa
hari ini, apa yang terjadi ?” Tabib menjawab “Kakek Li sangat susah diberi
makan, beliau sering menolak dengan segala alasan ! obat yang diberikanpun,
jika tidak mengawasinya minum, pasti dibuang !” Shen Yao tersenyum miring
“kakek yang nakal… sudah menyusahkan tabib !” Tabib tersenyum “yah, kakek yang
nakal.”
Tabib melihat Shen Yao “putri, wajah anda pucat, apa anda
sakit ?” Shen Yao menggeleng “hanya agak lelah saja !” Tabib meminta ijin
“Putri, meminta ijin memeriksa anda !” “ayo tabib, cepat periksa dia” Xi Juan
mengangkat tangan Shen Yao untuk diperiksa tabib. Tabib langsung memeriksa
“Putri, tubuh anda sangat kelelahan, anda tidak beristirahat dengan baik
beberapa hari ini !” Xi Juan “Tabib, bukakan obat untuknya…” Shen Yao protes
“Xi Juan jie…” Xi Juan “Shen Yao…” belum mengatakan apapun, Shen Yao tiba-tiba
menutup mata, jatuh tidak sadarkan diri.
Hao Cun langsung menggendongnya “haih… dia terlalu memaksakan
dirinya.” Tian Guang “apa ada kamar untuknya beristirahat ?” Li Suen langsung
keluar “ada apa ? ayo, bawa Shen Yao beristirahat !” melihat Hao Cun menggendong
Shen Yao, segera memahami situasi. Hao Cun menggendong Shen Yao mengikuti Li
Suen. Xi Juan “tabib, periksa Shen Yao dengan baik… beberapa hari ini tubuhnya
sangat kelelahan. Dari kemarin malam, terus memacu kuda hingga tiba disini,
bahkan melewatkan sarapan dan makan siang.”
__ADS_1
Tabib langsung mengikuti “Putri, jika Wang Jun mengetahui
hal ini, bagaimana baiknya ? Putri adalah Putri kesayangan Wang Jun, haih…”
setelah Shen Yao dibaringkan, Tabib segera melakukan pemeriksaan menyeluruh
“masih baik… masih baik… tidak ada luka… putri hanya kurang istirahat dan
terlalu lelah saja. Hamba akan menyiapkan ramuan untuk merawat tubuhnya” Hao
Cun menyela “tabib, siapkan untuk semua…” Tabib segera mengangguk dan pergi
bersiap-siap.
Hao Cun melihat Li Suen “Li Suen, beberapa hari ini akan
mengganggumu. Jika tidak leluasa, kami akan mencari tempat lain” Li Suen
langsung tidak senang “Hao Cun, apa yang kau katakan ! aku bahkan berharap
selamanya bersama kalian. Selama kalian di Lu Guo, kalian harus tinggal disini.
Tidak ada yang tidak leluasa, kami sangat berharap kalian tinggal disini !” Mei
Gui “Hao Cun, Shen Yao seperti ini juga karena memperjuangkan kami. Jangan
seperti ini, kami bahkan memohon padanya untuk bisa tinggal disini. Dia ada
disini, adalah keberuntungan buat kami” Li Suen “sudah, hal ini tidak perlu
dibicarakan lagi. Semuanya juga sudah kelelahan, aku akan membawa kalian ke
kamar masing-masing.”
Xi Juan menyela “Li Suen, Mei Gui, kami sangat berterima
kasih. Aku akan sekamar dengan Shen Yao, siapkan untuk yang lain saja.” Hao Cun
kata-kataku menyinggung. Sebaiknya jangan beritahu kakekmu, jangan sampai
membuatnya orang tua cemas” Li Suen mengangguk “aku tahu yang harus kulakukan
!”
Demi tidak membuat khawatir satu dengan yang lain, semua
langsung beristirahat. Mereka kembali berkumpul di saat makan malam “masih
belum bangun ?” Hao Cun bertanya, setelah melihat Shen Yao yang masih
berbaring. Xi Juan “biarkan saja dia tidur dan bangun dengan sendirinya.” Hui
Shi “tapi Shen Yao belum makan seharian. Sebaiknya bangunkan dia, dia
memerlukan asupan makanan. Jika menunggunya bangun sendiri, takutnya ini malam,
dia tidak akan dapat tidur kembali” Xin Qian mengangguk “aku setuju ide Hui
Shi. Dia sudah melewatkan 2x makan.”
Hao Cun “bangunkan saja !” Xi Juan mengangguk, dengan
perlahan membangunkan Shen Yao “Shen Yao… Shen Yao… ayo bangunlah, waktunya
makan malam…” gadis di ranjang, bergoyang-goyang “eng… jangan ribut…” berbalik
membelakangi mereka. Xi Juan tersenyum “ayo gadis cilik… kalau tidak makan, kau
__ADS_1
akan sakit… jika sampai sakit, harus minum obat pahit dan tidak jadi
berkeliling” berbisik di telinganya. Shen Yao mengerucutkan bibirnya “hanya
tahu menindasku… aku akan meminta Fu Wang menghukum kalian !” masih tidak mau
membuka mata.
Hao Cun “gadis nakal, ayahmu itu jauh dari sini. sebelum
ayahmu itu menghukum kami, kami akan memberimu obat pahit yang banyak” Shen Yao
ngambek “ah kalian ribut sekali !” semua cekikikan. Tian Guang dengan lembut
“Putriku yang manis… ayo bangun… Li Suen sudah menyiapkan Kue Ango yang khas
dari Lu Guo. Kita akan susah menemukannya diluar tempat ini, apa tidak mau
mencicipinya ?” Hui Shi “ah kalau begitu jatahmu untukku saja !” Shen Yao
membuka mata, terduduk dengan wajah cemberut “kalian hanya tahu menindasku !”
semua cekikikan. Bersama-sama keluar, menuju ruang makan., sudah ada tabib,
Kakek Li, Li Suen, dan Mei Gui menunggu mereka.
Shen Yao duduk bersama lainnya “eh… kenapa kalian semua
belum berganti baju ?” Kakek Li bertanya, setelah melihat penampilan semua. Mei
Gui cekikikan “kakek ingin melihat rupa kalian dalam pakaian gadis !” Shen Yao
menggoda “kakek, ingin melihat tampang putri cantik ini, bisa saja ! tapi malam
ini kakek harus makan 2 mangkok dan minum obat sendiri, bagaimana ?” Kakek Li
cemberut “gadis cilik, kenapa berganti kau yang menindas kakek !” Xi Juan “eh
ini ide yang bagus, Kakek Li meminum obatnya, kau juga harus meminum ramuanmu
tanpa rewelan” Shen Yao langsung tercengang, cemberut “ah aku menggali lubangku
sendiri” semua cekikikan.
Kakek Li sudah tahu masalah Shen Yao, makanya memaksakan
diri keluar, menjamu semua “ah baik, gadis kecil, kakek akan menemanimu minum
obat.” Shen Yao mencibir “Kakek Li, sudah belajar nakal pada cucu bodohmu”
Kakek Li cekikikan. Mei Gui mempersila “ayo, ayo, kita makan malam. Shen Yao,
ini cicipilah, makanan-makanan ini adalah makanan khas keluarga Li, semoga
sesuai dengan seleramu” Shen Yao melihat macam-macam makanan di atas meja “ehm…
yang mana Kue Ango ?” Mei Gui mengambil sebuah piring kue, menaruhnya di
hadapan Shen Yao “nah ini Kue Ango, kue khas dari Lu Guo. Cicipilah…”
Shen Yao mengambil 1 dan langsung mencicipinya “hmm… apa
memang rasanya seperti ini ?” Kakek Li menjelaskan “sebenarnya ini sudah
berbeda dengan rasa aslinya. Semenjak Nenek Ango meninggal, tidak ada lagi yang
bisa membuat Kue Ango selezat buatannya” Li Suen “kenapa ? tidak sesuai dengan
__ADS_1
seleramu ?” Shen Yao menggeleng “seperti ada yang kurang dengan kue ini. Ayo
kalian cicipilah !” semua mencicipi tapi tidak mengerti apa yang kurang.