
Hua Zi melepasnya dengan
tidak rela, saat Feng Wei sudah hampir kehabisan nafas “huh… huh… huh… Hua Zi
gege, ada apa denganmu ?” Hua Zi masih cemberut, mengambil tangan Feng Wei dan
menciumnya berulang kali “siapa lagi yang pernah menyentuhmu ?” mata Feng Wei
membola “ha ?” Hua Zi “selama tidak bersamaku, siapa saja yang pernah
menyentuhmu ?” Feng Wei kebingungan, Hua Zi melihat tampangnya yang polos, tahu
kalau Feng Wei tidak faham kecemburuannya “Feng Wei, selain aku, tidak boleh
ada yang menyentuhmu, ingatlah…” Feng Wei “ada apa ?” bingung. Hua Zi menghela
nafas, walau sangat pintar dan hebat, Feng Wei-nya masih sangat polos. Bukankah
dia juga seperti itu, jika bukan sudah mengingat hal sebelumnya, mana mungkin
seperti ini. Hua Zi menggeleng “kau hanya perlu ingat, selain aku, tidak boleh
ada yang menyentuhmu !” Feng Wei “ooo…”.
Hua Zi “selain itu, apa lagi yang pernah terjadi ?” Feng
Wei “oh aku sudah tidak ingat, kebanyakan pasti ada perkelahian. Setelah
berkelahi, aku berpindah ke tempat lain, lewat puluhan atau ratusan tahun baru
kembali, sudah tidak ada yang mengingatku” Hua Zi tersenyum “kenapa berkelahi
?” Feng Wei menghela nafas “bukan aku yang mencari masalah, mereka yang selalu
menggangguku jadi kuhajar… kadang juga karena menyelamatkan orang lain, ah aku
sudah tidak mengingat…” Hua Zi “kalau sering berkelahi, kenapa suka kealam fana
?” Feng Wei “karena usia makhluk fana tidak panjang, jika dialam dewa, walau
lewat ribuan tahunpun masih ada yang mengingatnya !” Hua Zi mengingat “oh Dewi
Hong Ling” Feng Wei menatapnya “Hua Zi gege mengetahuinya ?” Hua Zi mengangguk
“pernah mendengarnya, Dewi cilik yang gagah berani, menghajar ribuan prajurit
siluman dan menolong putri Lan Ting dari kebengisan ayah dan calon suaminya…
hmm… sepertinya masih banyak lagi…” Feng Wei cekikikan “aku juga pernah
mendengar cerita Dewa Misterius yang tampan tetapi dinginnya bak gunung salju
hihihi…” Hua Zi menyentil keningnya, kemudian mengecupnya.
Hua Zi memeluk Feng Wei, makan dari suapannya dan melihat
orang-orang yang berjalan. Pelayan membawakan minuman untuk mereka “pelanggan,
ini arak dari meja disana…” menunjuk salah satu meja. Hua Zi dan Feng Wei
melihat meja yang sudah kosong “dimana orangnya ?” pelayan berbalik “baru saja
ada disana, entah kemana mereka !” Feng Wei menerima “terima kasih… Hua Zi
gege, menurutmu siapa yang memberi arak ini ?” Hua Zi tersenyum “mungkin
pengagummu…” Feng Wei “kita baru sampai, mana mungkin ada pengagum…” Hua Zi
“sudah biarkan saja… lelahkan !” Feng Wei menguap “agak mengantuk, Hua Zi gege,
__ADS_1
aku tidur sebentar, sebentar saja ya… Hua Zi gege harus membangunkanku, aku
masih mau berjalan-jalan…” Hua Zi tersenyum memanjakan “baik… tidurlah…”
memberi posisi yang nyaman di pelukannya.
Setelah memastikan Feng Wei tertidur “keluarlah…” Hua Zi
dengan santai, tanpa melihat mengeluarkan kata. 2 pria keluar dengan senyuman,
menghampiri mereka “Yu Huang, tidak menyangka akan bertemu kalian disini !” Hua
Zi “ada apa kalian ke sini ?” “ehm… apa…” Hua Zi menggeleng “dia tidak
mengingatnya !” tampak raut kecewa di wajah pemuda itu “yang penting Hong Ling
sehat dan bahagia” Hua Zi “jadi, ada apa kalian turun kali ini ?” kedua pria
itu adalah Gun Gun dan Zhe Yan “ada anak-anak yang hilang secara misterius,
Ling Ling curiga sama seperti yang terjadi di Qing Qiu. Yu Huang, apa ?” Hua Zi
menggeleng “kami baru tiba hari ini, tidak melihat ada yang aneh…” Zhe Yan
“menurutmu, kasus Jiu Jong Tian berhubungan dengan kasus ini ?” Hua Zi “apa ada
lagi yang hilang di Qing Qiu ?” Gun Gun “semenjak kejadian itu, Ling Ling
memerintahkan untuk anak-anak selalu berada dalam pengawasan hingga dia
mengumumkan sebaliknya. Hanya saja beberapa hari yang lalu Xiao Yan shushu ke
Qing Qiu, dia mengatakan ada yang memintanya datang atas undangan Ling Ling”
Hua Zi “Yan Ci Wu ?” Gun Gun mengangguk.
“setelah mendapat konfirmasi salah panggilan, Xiao Yan shushu terburu-buru
kembali ke Mo Zhu, katanya akan datang beberapa hari lagi !” Hua Zi “sudah
berapa lama kalian disini ?” Gun Gun “disini baru tiba, sebelumnya sudah
berkeliling di beberapa desa, ini tempat terakhir” Zhe Yan mengambil tangan
Feng Wei “sudah tidak ada masalah… kapan kalian akan kembali ?” Gun Gun
“paviliun utama Tai Chen gong sudah selesai, Ling Ling juga merindukan kalian”
Hua Zi melihat Feng Wei “saat dia ingin kembali… aku tidak berniat membuatnya
terlibat dengan semua masalah itu !” Zhe Yan “bagaimanapun kalian harus
menampakkan wajah di Qing Qiu, semua sangat merindukannya ! apa Hong Ling masih
marah ?” Hua Zi menggeleng.
Gun Gun “kami menginap di penginapan ini, aku sudah
mengambilkan kalian kamar !” Hua Zi mengangguk “baiklah… kalian pergilah
mengurus urusan kalian, Hong Ling masih tidur, biarkan dia beristirahat, dia masih
ingin bermain…” Gun Gun dan Zhe Yan pun berpamitan, Hua Zi membawa Feng Wei ke
kamar penginapan, membiarkannya beristirahat “Feng Wei, aku akan menjagamu… ini
adalah hidup baru kita, tidak perlu terlibat dengan semua masalah itu…” ‘Feng
Wei, aku berharap kau tidak pernah mengingat hal sebelumnya… cukup nikmati saja
__ADS_1
hidup baru ini… tidak perlu mengingat semua ikatan lama’.
Feng Wei tertidur 2 jam “ei… Hua Zi gege, sudah mengambil
penginapan…” Hua Zi “sudah bangun !” Feng Wei mengangguk “agak lapar, ayo kita
mencari makanan… diluar sudah mulai gelap, biasanya banyak pedagang makanan
kecil sudah bermunculan…” mereka turun. Bukan keramaian yang terlihat tetapi malah
jalanan yang sangat sepi, seorang pelayan menghampiri “pelanggan, apa yang
kalian inginkan ?” Feng Wei “ehm… kenapa sepi sekali ? bukankah biasanya jam
begini banyak yang berjualan dan lalu lalang dijalanan ?” pelayan menjelaskan
“anda dari luar kota tidak mengetahuinya, sudah 3 bulan ini diberlakukan jam
malam. Dulu memang sangat ramai, tapi semenjak banyak anak-anak dan pemuda
hilang secara tiba-tiba, tidak ada yang berani keluar menjelang petang” Feng
Wei “anak-anak dan pemuda ?” pelayan mengangguk.
Feng Wei menghela nafas “jadi, apa kah tidak ada penjual
jajanan keliling lagi ?” pelayan “ada, tapi hanya di jalan utara…” Feng Wei
segera berbinar “jalan utara ?” pelayan itu mengangguk “biasanya hanya yang
berpasangan yang berani kesana… jika anda berdua mau kesana silahkan, bagi
pasangan masih aman jalan kesana… tapi nona tuan, kalian berdua benar pasangan
suami istri kan ?” Hua Zi mengangguk, sang pelayan mengelus dada “syukurlah,
karena kelihatannya kalian masih sangat muda… pergilah, hanya hati-hati,
takutnya ada yang menganggap kalian hanya muda mudi bukan pasangan !” Feng Wei
“terima kasih tuan, kami permisi !” menarik Hua Zi pergi.
Dipertengahan jalan, sudah merasa mereka diikuti “Hua Zi
gege, kau ingin makan apa ?” Feng Wei dengan senyum ceria bertanya, Hua Zi “apa
yang dipilihkan Fu Ren, weifu akan memakan semuanya…” Feng Wei cekikikan,
mengajak Hua Zi membeli beberapa jajanan kecil yang menggiurkan “ayi, aku ingin
ini…” “oh nona, anda datang tepat waktu, ini baru matang, masih hangat… ini,
hati-hati panas…” Feng Wei menerima dan kelimpungan dengan panasnya kue yang
diterima, berusaha meniup untuk mendinginkan kue, Hua Zi melihatnya dengan
senyum memanjakan. Si penjual tersenyum “kalian pasangan baru ya ?” Hua Zi
mengangguk, Feng Wei sambil meniup kuenya sambil menjawab “ayi, kami baru
setahun menikah hihi huh… huh… huh…” Hua Zi mengecup kening Feng Wei
“pelan-pelan saja, tidak ada yang berebutan denganmu…” Feng Wei cekikikan
“kalian tampaknya sangat saling mencintai…” Hua Zi mengangguk “semoga kalian
segera diberkahi bayi yang lucu…” wajah Feng Wei memerah, Hua Zi hanya
tersenyum lembut.
__ADS_1