
Gun Gun “Ling Ling, ini
pemuda yang gege ceritakan padamu… tidak sangka tanpa bantuan, kalian sudah
bertemu… “ Hua Zi pun lebih santai, segera Ling Ling dan Feng Wei menjadi akrab
karena sifat keduanya yang hampir sama. Bai Chen “wah sangat jarang melihat
Ling Ling begitu akrab dengan seseorang” Ling Ling cemberut “si shu gong, kau
menertawakanku… nona Feng jangan masukkan dalam hati” Feng Wei tersenyum “tidak
perlu begitu sungkan, kalian bisa memanggilku Hong Ling” Ling Ling “kalau
begitu, kau juga tidak perlu memanggilku Nu Jun, panggil Ling Ling saja,
panggil dia - Gun Gun. ingat jangan pake Nu Jun, jie, atau gege, seperti kami
sudah sangat tua saja” Zhe Yan mencibir “bukankah kau memang jauh lebih tua
yatou, paling tidak, usiamu sudah 2 x lipat dibanding mereka hahaha” Ling Ling
merengek ke Bai Chen “si shu gong, kau lihat Zhe Yan yeye terus menertawakanku…
si shu gong harus membalasnya untukku…” Feng Wei dan Hua Zi tersenyum melihat
perdebatan mereka.
Gun Gun menggeleng “ehm Hong Ling, Hua Zi, jangan merasa
aneh, anak ini memang seperti ini, jika diluar menjadi Qing Qiu Nu Jun, didalam
keluarga menjadi gadis yang tidak pernah dewasa” Feng Wei dan Hua Zi hanya
mengangguk tersenyum ‘ini adalah kehidupan keluarga yang tidak pernah mereka
rasakan’. Zhe Yan “ehm karena semua sudah akrab, Hong Ling, Hua Zi, tanda di
kening kalian ?” Feng Wei memegang tanda fengwei hua di keningnya “oh ini
adalah tanda lahir” Bai Chen “ibu dan ayah kalian ?” Hua Zi “kami tidak
mempunyai ayah dan ibu…” semua mengira kedua orang tua mereka telah meninggal
“oh maaf…” Hua Zi “tidak perlu minta maaf, kami memiliki satu sama lain, itu
sudah cukup” menatap lembut Feng Wei. Ling Ling “kalian berdua ?” Hua Zi tanpa
malu “Hong Ling adalah calon istriku, saat kami dewasa, akan segera menikah”
Zhe Yan melirik Bai Chen ‘kenapa sifat tidak tahu malunya, sama persis seperti
Dong Hua !’ Ling Ling dan Gun Gun berooo ria “wah tidak menyangka, kalian sudah
mengenal cinta dari kecil… ehm begini saja, karena kalian tidak mempunyai orang
tua, bagaimana kalau saat menikah, kalian menikah di Qing Qiu ? kami akan
berperan menjadi keluarga kalian” Feng Wei terharu “terima kasih Ling Ling,
tapi itu masih lama, tidak perlu dibahas sekarang” Ling Ling menggeleng “tidak-tidak,
Hong Ling, kau harus berjanji padaku !” Feng Wei terbengong, karena tidak bisa
menolak, hanya bisa pasrah.
Walaupun
baru pertama bertemu, tapi karena keramahan dan keceriaan Feng Wei dan Ling
Ling membuat suasana canggung diantara mereka langsung hilang. Setelah larut,
mereka berpamitan, walaupun Ling Ling dan Gun Gun sudah menawari mereka untuk
tinggal di gua rubah tapi mereka tetap memilih kembali ke atas gunung. Hua Zi
menggandeng tangan Feng Wei berjalan ke atas gunung “Feng Wei, kenapa memakai
nama Feng Huo Cai Hong Ling ?” Feng Wei cekikikan “Feng Wei adalah nama pertama
yang kupilih karena tanda fengwei hua ini, selain Hua Zi gege, sudah tidak ada
__ADS_1
yang mengingat nama itu. Setelah aku menjadi Shan Shen, kupikir aku harus
memiliki satu nama yang bagus. Akupun memakai nama Feng Huo Cai Hong Ling, Feng
Huo dari Feng Huo Cang Ling dan fengwei hua sebagai marga, Cai Hong dari batu
permata, dan Ling dari Ling chi” Hua Zi berfikir “hmm kalau begitu, aku juga
harus mencari nama yang bagus untukku… biar Hua Zi hanya untukmu saja” Feng Wei
cekikikan “Feng Wei, pilihkan nama untukku…” Hua Zi merengek.
Feng
Wei berfikir “Hua Zi gege berasal dari Bi Hai Cang Ling di Dong Huang, tapi
tidak bisa memakai nama Dong Hua” Hua Zi “kenapa ?” Feng Wei “dengar-dengar
dulu ada seorang Tian Di Gong Zhu bernama Dong Hua Di Jun, Dong Hua Zi Fu Shao
Yang Jun” Hua Zi mengangguk “jadi Feng Wei ingin memberiku nama apa ?” Feng Wei
“karena Hua Zi gege berasal dari Bi Hai Cang Ling, bagaimana kalau mengambil Bi
sebagai marga ?” Hua Zi berfikir “Feng Wei memakai Feng Huo, aku memakai Bi Huo”
Feng Wei mengangguk “terus namanya ?” Feng Wei berfikir bersama Hua Zi “Bi Huo
Zi Yu Huang bagaimana ?” Hua Zi mengangguk “baik, Fu Ren mengatakan apapun,
weifu akan menurut…” mencium keningnya, wajah Feng Wei memerah “kau… kau jangan
sembarang memanggil… siapa Fu Ren-mu !” Hua Zi memeluknya “tentu saja Feng Wei
kesayanganku ini ! Feng Wei, aku tidak sabar menjadi dewasa dan menjadikanmu
milikku seutuhnya…” wajah Feng Wei semakin memerah “kau… kau bicara lagi, aku
tidak mau mempedulikanmu lagi…” berlari pergi, Hua Zi segera mengejar dan
menggenggam tangannya.
Sementara
? apa kau yakin gadis itu mirip Xiao Jiu ?” Bai Chen “die, sifatnya, wajahnya,
tanda fengwei hua itu” Zhe Yan “Hua Zi pun sangat mirip Dong Hua, yang
membedakan hanya rambut hitam dan tanda fuling hua di keningnya” Bai Ce “apa
Ling Ling dan Gun Gun mengetahui hal ini ?” Bai Chen menggeleng “kami belum
memberitahu mereka, sebelum memastikannya, aku tidak mau melihat kekecewaan di
wajah mereka” Bai Ce mengangguk “dimana mereka saat ini ?” Zhe Yan “diatas gunung,
mereka akan di Qing Qiu sampai perayaan. Mereka tidak mengingat apapun, gadis
itu sangat pintar dan berhati-hati. oh dia adalah Dewi yang disebut-sebut Dewi
Hong Ling dan diusia muda mereka sudah menjadi Shan Shen” Bai Ce “sebaiknya
panggil Zu Zhe dan Mo Yuan, mungkin mereka bisa memastikan” Bai Chen tersenyum “walau
baru melihatnya, perasaanku mengatakan dia adalah Xiao Jiu, Xiao Jiu-ku sudah
kembali, bahkan lebih hebat dari sebelumnya”.
Ling
Ling “gege, aku merasa Hua Zi sangat mirip denganmu, wajah dan wataknya sangat
mirip…” Gun Gun “jangan sembarang bicara !” Ling Ling “aku tidak sembarang bicara
! aku sangat menyukai Hong Ling, dia memberikanku perasaan akrab…” Gun Gun
tidak berbicara ‘kenapa akupun merasa akrab dengan mereka ? dari saat pertama
melihat Hua Zi, kesan yang diberikannya padaku sangat akrab, seperti Fu Qin…
dan Hong Ling hari ini, mata itu, kesannya seperti Niang Qin… ada apa ini
__ADS_1
sebenarnya ? apa Fu Qin Niang Qin bisa terlahir kembali ?” melihat Ling Ling
‘Ling Ling hanya bersama Fu Qin - Niang Qin tidak 1.000 tahun, tidak mungkin
mengingat mereka. sebaiknya aku membicarakannya dengan Zhe Yan yeye dan tai lao
ye’ “Ling Ling, istirahatlah, sudah malam” tersenyum membelai kepala Ling Ling.
Feng
Wei berbaring bersama Hua Zi di ranjang yang disihir Hua Zi “Hua Zi gege,
memiliki keluarga sungguh sangat baik…” Hua Zi memeluknya “Feng Wei, kau sedih
melihat Ling Ling ?” Feng Wei menggeleng “entah kenapa, sejak pertama kali
bertemu mereka, aku merasakan perasaan hangat di dada ini. Ling Ling, Gun Gun.
Bai Chen shushu. Zhe Yan shushu, aku seperti sudah mengenal mereka sebelumnya”
Hua Zi mengangguk “akupun merasakan hal yang sama, tapi selain Gun Gun, aku
baru pertama bertemu lainnya hari ini” Feng Wei “ah sudahlah, tidak perlu
difikirkan… Hua Zi gege, perayaan masih 2 minggu lagi, bagaimana kalau besok
kita berjalan-jalan ke tempat lain ? kita bisa kembali kemari 3 hari sebelum
perayaan, bagaimana ?” Hua Zi “baik, Feng Wei, apapun yang kau inginkan, aku
akan berusaha mewujudkannya” memeluk erat Feng Wei. Feng Wei tersenyum “Hua Zi
gege, aku menyukaimu, dari pertama melihatmu sudah menyukaimu” Hua Zi
mengangkat wajah Feng Wei, matanya penuh kasih “Feng Wei, aku juga menyukaimu,
dari pertama melihatmu” mengecup singkat bibirnya.
Feng
Wei tercengang, matanya membola, tangannya menutup bibirnya “Hua Zi gege, kenapa
kau begini ? itu… itu ciuman pertamaku…” Hua Zi mengambil tangan Feng Wei,
menurunkannya dari bibir merah Feng Wei “Feng Wei, itu juga ciuman pertamaku…
aku ingin merasakan semua yang pertama denganmu” sekali lagi mencium bibir Feng
Wei, lebih lama dari sebelumnya. Feng Wei tidak berani bergerak, Hua Zi
tersenyum, menambah ciumannya, menuntun Feng Wei untuk membalasnya. Perlahan
Feng Wei membalas ciuman Hua Zi dengan wajah memerah hingga hampir kehabisan
nafas “huh… huh… Hua Zi gege… huh…” Hua Zi tersenyum lembut, mencium kening
Feng Wei dan menariknya masuk ke pelukannya “Feng Wei, aku mencintaimu…”.
Setelah
mengatur nafasnya, Feng Wei tersenyum “benarkah ? kukira Hua Zi gege tidak
menyukaiku, menganggapku pengganggu” Hua Zi cemberut, melerai pelukan “Feng
Wei, aku tidak pernah menganggapmu pengganggu. Apakah itu alasannya kau pergi
meninggalkanku di Bi Hai Cang Ling ?” Feng Wei mengangguk “sebelum aku banyak
berharap, sebaiknya aku pergi, aku tidak mau mengganggumu” Hua Zi memeluk Feng
Wei “Feng Wei, selanjutnya jangan pernah meninggalkanku lagi. kau tidak tahu
ribuan tahun ini, aku sangat merindukanmu. Saat kau ke Bi Hai Cang Ling menanam
pohon fengwei hua, aku sedang keluar mencarimu. Aku berusaha mencari kabarmu
dan keberadaan Feng Huo Cang Ling” Feng Wei terkejut “benarkah ?” Hua Zi
mengangguk “Hua Zi gege, aku akan membawamu ke Feng Huo Cang Ling besok” Hua Zi
mengecup kening Feng Wei “baik, sudah lelahkan ? tidurlah…” Feng Wei tersenyum
__ADS_1
manis, masuk ke pelukan Hua Zi. Hua Zi tersenyum lembut melihatnya, memejamkan
mata dan tertidur.