Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 159 - Serangan Lagi


__ADS_3

Raja dan Permaisuri


mendengar berita penyerangan Yang Guang, mengirimkan obat-obatan dan makanan


bergizi ke Akademi Kerajaan. Ketujuh wakil sangat memperhatikan kesembuhan Yang


Guang, membantunya mengawasi kinerja para pelajar. Yang Guang hanya sesekali menampakkan


wajahnya, lebih banyak meneliti adanya petunjuk yang dilewatkannya. Seperti


yang sudah diprediksinya, hari berikutnya datang prajurit yang melaporkan


kematian para pembunuh. Huang Guang “Yang er, apa yang kau rencanakan untuk


mereka yang disini ?” Yang Guang “tidak ada, semuanya menunggu setelah


kelulusan. Sebagai pelajar, mereka tidak memiliki kesalahan. Setelah kelulusan,


kita akan bermain…”


Lu


Teng “bagaimana setelah kelulusan ? apa kau akan tetap menjadi Pengawas Akademi


Kerajaan ?” Yang Guang menggeleng “aku tidak tahu, sungguh merepotkan status


ini, tapi disini juga adalah tempat terbaik mengumpulkan informasi” Tian Ling


“menurutku, masih ada waktu setahun, kau bisa tetap menjadi Pengawas Akademi


Kerajaan. Tidak perlu mempedulikan para pengagum itu, kami akan selalu berada


disisimu” Ye Xing “Yang er, kau tidak perlu mempedulikan mereka… mau dimanapun


memang pesonamu selalu terpancar, tidak terhindarkan !” Yang Guang cekikikan


“yang kau katakan benar juga hahaha…” semua tertawa. Shui Lan “sudah sibuk


setahun, bukankah kita belum bersenang-senang di ibukota ! Bagaimana jika


setahun kedepan kita bersenang-senang ?” semua tersenyum dengan wajah jahil.


Waktu


10 hari sudah selesai, Yang Guang mengajar dan mengawasi sendiri di hari ke-10


“baik, saat ujian, lakukan semampu kalian !” “baik Pengawas…” bergegas keluar


Akademi menikmati waktu santai mereka sebelum ujian kelulusan. Sementara Yang


Guang dan tujuh temannya kembali ke istana “ah, aku ingin makan kue kacang


hijau… ah manisan plum…” Yang Guang mengoceh tidak jelas sambil


berbayang-bayang sendiri, lainnya menggelengkan kepala “aku bingung melihatmu,


sebenarnya darimana asalmu ? nafsu makanmu begitu besar tapi badanmu begitu


kecil, lari kemana semua makanan itu ?” Tian Ling mencibir. Yang Guang “bilang


saja kalau iri… tubuh kalian tidak sebagus diriku hahaha…” Shui Lan “eh Da Ren,


kenapa semakin lama, anda semakin narsis saja ?”


Jing


Guang tersenyum “ayo, kutemani mencari makanan mengisi perut kecilmu itu…” Dian


Lan “enak aja, kami juga ikut…” berjalan berdelapan menelusuri pasar malam


ibukota dan kembali menemui penghadang “haih… aku masih ingin menikmati


malamku, kenapa kalian datang lagi cih…” Yang Guang menggerutu “nikmati dalam


kuburanmu…” jawab salah satu pembunuh, yang segera menyerang mereka “ayo kita


olahraga menurunkan makanan tadi…” Huang Guang dengan senyum sinisnya. Yang


Guang masih tidak terima “ah… makanan enakku…” Jing Guang “nanti akan kubelikan


lebih banyak…” Yang Guang “cih, kalian tidak bisa melihatku senang sebentar

__ADS_1


saja… 10 menit waktu kalian…” segera melawan.


Semua


masyarakat sudah menyingkir, memberi mereka ruang pertarungan. Yang Guang


memasukkan 1 tusuk manisan plum ke mulutnya, bertarung dengan cantik. Tidak


sampai 10 menit, semua penyerang sudah mereka jatuhkan “Shui Lan…” mendengar


namanya disebut, Shui Lan segera memeriksa semua pembunuh dan mengeluarkan


racun yang tersimpan di mulut mereka sebelum sempat digunakan. Yang Guang


tersenyum menyeramkan “bukankah kalian sangat suka bermain ? sekarang saatnya


kami bermain bersama kalian. Prajurit bawa mereka ke pengadilan, jika ada salah


satu yang hilang maka nyawa kalian taruhannya” mendengar kata-kata dingin Yang


Guang dan aura menyeramkan yang dikeluarkannya, para prajurit segera mematuhi


perintah.


Kali


ini, Huang Guang, Ye Xing, Lu Teng dan Shui Lan mengikuti para prajurit.


Sementara lainnya menemani Yang Guang membereskan tempat pertarungan dan


membeli makanan lainnya. Disaat Yang Guang sampai di pengadilan, semua sudah


menunggunya bahkan beberapa hakimpun sudah berdiri disana “apa yang kalian


lakukan disini ?” Yang Guang melihat ke beberapa hakim “Da Ren…” “Huang er,


bawa mereka semua ke tahanan. Mulai besok, beri mereka latihan Ba Li !” Huang er “Laksanakan Da


Ren…” sebelum dibawa pergi, terjadi pembicaraan di antara penyerang dan Yang


Guang “kau tidak membunuh kami ?” “apa keuntunganku membunuh kalian ?” “kau


tidak bertanya apapun ?” “kalau yang mulia bertanya, apa kalian akan menjawab


waktuku melakukan hal yang tidak berguna !”


“Putriku,


apa yang ingin kau lakukan ?” Raja bertanya begitu Yang Guang masuk ke istana.


Yang Guang acuh tak acuh “aiyo die, kau memanggilku datang hanya untuk bertanya


hal tidak penting begini !” Sang Raja tersenyum “ini bukankah die merindukan


masakanmu !” Yang Guang mencibir “cih, tidak masak hingga selesai kelulusan”


Sang Raja berkaca-kaca “aiyo putriku yang baik, kau lihat die sudah mengurus


menunggu masakanmu…” “ini buatmu…” Yang Guang memberi 1 bungkusan kue ke Raja.


Raja melihatnya dan menghela nafas “haih yang mulia terpaksa menerimanya”


sambil mulai memakan kue di tangannya.


“ayo


katakan, apa yang mau kau lakukan ?” Sang Raja bertanya santai. Yang Guang


minum tehnya dengan santai “hanya bersenang-senang… sudah selesai di Akademi


Kerajaan, waktunya aku bersenang-senang…” Sang Raja mengangguk “apa rencanamu


untuk Akademi Kerajaan ?” Yang Guang “selama masih pelajar di Akademi


Kerajaan,  mereka tidak bersalah. Yang


bersalah adalah status mereka diluar. Aku belum memulai, mereka sudah tidak


sabar. Jadi biarkan saja mereka masuk ke tanganku” Sang Raja mengangguk “tapi


orang tua, bukankah kau juga keterlaluan !” Sang Raja mengerutkan kening

__ADS_1


mendengar hardikan Yang Guang “itu semua bukanlah keinginanku Tuan Putriku…”


Yang Guang berdecak kesal “bukan keinginanmu tapi kau tetap mengizinkannya.


Jika tidak mau ya tolak saja, untuk apa peduli lainnya. Sekarang menghancurkan


berapa banyak, itu juga semua tidak lepas dari tanggung jawabmu…” Sang Raja


cemberut “aku sudah tahu salah Tuan Putri”


Permaisuri


tersenyum mendengar pembicaraan ayah dan anak “Yang Guang, jika saja kau lahir


lebih awal dan seorang pria, niang pasti menikahimu. Orang tua ini hanya punya


taring tapi tidak punya nyali…” “Rui er…” Sang Raja membelalakkan matanya


mendengar sindiran Permaisuri yang sedang cekikikan. Yang Guang “dengar itu


orang tua, pesonamu bahkan kalah olehku…” Sang Raja protes “eh, pesonamu ini


datangnya dariku dan ibumu.” Yang Guang mencibir “cih, apa yang kau berikan


padaku selain masalahmu ?” Sang Raja cemberut kembali “maaf Tuan Putri…” Yang


Guang “anda menyusun segala pengajaran seperti itu untukku, kenapa anda tidak


mencobanya sendiri ? mungkin saja bisa meningkatkan sedikit nyali kecilmu itu


hahaha…” Sang Raja “Rui er, ajari putrimu ini…” Permaisuri “yang dikatakan


putriku sangat benar, kau harusnya menjalani pengajaranmu sendiri !” Sang Raja


semakin cemberut melihat ibu dan anak yang menertawakannya.


  Yang


Guang lembali ke Yue Xing gong “Yang er, kapan mempersiapkan hutan kerajaan ?”


“aku sudah melihatnya 2 kali, tidak perlu melihat lagi” Yang Guang menjawab


acuh tak acuh “Da Ren, yang lain libur mempersiapkan diri. Kami malah harus


mengawasi latihan Ba Li” Tian Ling protes. “kalau kalian tidak bersedia juga


tidak masalah… aku yang akan mengawasi sendiri… lagipula aku malas keluar,


lalat-lalat itu tidak berhenti berisik di telingaku… aku ingin bersantai


sejenak dari kebisingan…” Jing Guang “aku menemani Yang er, aku juga malas


keluar… lagipula sudah lama tidak berlatih, aku ingin menyegarkan tubuhku


sebelum ujian…” Huang Guang “aku juga menemani Yang er, kalian pergilah


bersenang-senang, kami akan bersenang-senang di tempat latihan” Shui Lan “yah


aku juga mau bersantai, menyegarkan fikiran…” Dian Lan “lagipula setelah ini,


kita tidak akan kurang bersenang-senang. Aku juga ingin ikut latihan,


merenggangkan otot” Lu Teng “Yang er, kami semua bersamamu… sebaiknya kita


mencari tempat sendiri 3 hari ini…” Yang Guang “aku sudah mempunyai tempatnya…”


tersenyum penuh arti, yang lain pun tersenyum.


 


Hi... hi...


mulai minggu ini, othor tambahkan update 2 bab di hari minggu.


selama tidak ada halangan, othor usahakan update tiap hari ya !


Btw anyway busway, othor minta ide nih, Feng Wei imut kita kultivasi 7 x...


Othor hanya berniat membuat cerita 1 kultivasi, apa ada yang penasaran cerita kultivasi lainnya ?


komen dikolom komentar ya !

__ADS_1


luv u readers.


__ADS_2