
Bab 343 –
Begitu ketiga Zun Wang mulai berlatih, suara guntur
bersahut-sahutan terdengar di telinga semua. Ketiga Zun Wang menggunakan semua
yang ada di sekitar mereka dalam latihan ini. 3 sihir bertubrukan menghasilkan
lava yang sangay panas, mengalir ke danau. Suara tubrukan menggelegar di
seluruh Tian Ling Dong. Kedua Zun Wang memakai sihir acak menyerang Huo Feng.
Intinya 2 lawan 1, Zuo Zun dan You Zun vs Huo Feng. Huo Feng menyerang dengan
panas matahari, mengalahkan bola api membara keduanya. Sesekali Huo Feng
membekukan keduanya dan memutar-mutar mereka, bagaikan mainan.
Huo Feng membuat gelombang dan bola air yang besar,
menenggelamkan kedua Zun Wang. You Zun menahan bola gelombang air raksasa
dengan angin, membentuk pusaran air menyerang Huo Feng. Huo Feng menghancurkan
pusaran dengan satu sihir kuat. Pusaran yang pecah, terkena cahaya,
menghasilkan pelangi yang sangat indah.
Huo Feng kembali membekukan air dan menghantamkannya ke Zuo
Zun. Zuo Zun meluncurkan api, melelehkan es dan menyemburkannya ke Huo Feng.
Huo Feng mengangkat tangan, dalam sekejab, bola-bola api, berubah menjadi
kelopak feng wei hua.
Mereka bersama-sama, menggunakan angin yang berbenturan di
tengah hamparan rerumputan, membentuk tornado, menyapu air dari danau. Air dari
danau terangkat ke dalam pusaran, masih dapat terlihat ikan-ikan yang masih
berenang. Huo Feng membuat sihir, melindungi pusaran, mengedipkan mata nakal
pada kedua Zun Wang,
Huo
Feng dengan cepat, berbalik arah, mengirim pusaran air itu menghantam ke semua
yang sedang menonton mereka “hahaha… hahaha… hahaha…” setelahnya Cai Hong Huo
Feng tertawa terbahak-bahak. Zuo Zun dan You Zun belum berhenti, menembakkan
air kearah semua. Huo Feng segera membuat pelindung dan membalas air yang di
tujukan padanya.
Semua
basah kuyub melihat ketiga Zun Wang yang tertawa “Zhu Ren nakal…” diawali
dengan ketujuhnya yang langsung membalas, diikuti oleh lainnya. Latihan berubah
menjadi perang-perangan lima aura di Tian Ling Dong. Semua bermain layaknya
anak kecil, tidak ada besar kecil, tidak ada tua muda, tidak ada Zun Wang
ataupun dewa kecil. Suara tawa terdengar di seluruh Tian Ling Dong hingga
‘hachu… hachu… hachu…’ terdengar.
Huo
Feng mengakhiri permainan dan mengembalikan semuanya ke posisi semula. Dong Hua
segera merangkulnya, memakai sihir mengeringkan bajunya. Dong Hua memberikan
baju luarnya membungkus tubuh Huo Feng yang gemetar kedinginan ‘hachu…’
“hihihi… terima kasih Hua Zi gege…” “nakal… kita kembali ke Cai Hong gong, kau
harus istirahat !” Huo Feng cekikikan.
__ADS_1
Semua
menaiki tunggangannya dan segera terbang, langsung kembali ke Cai Hong gong
‘hachu… hachu…’ beberapa terus bersin karena kedinginan “haih kalian ini… bawa
mereka istirahat… aku akan menyiapkan sup ginseng” Zhe Yan segera berlalu
bersama beberapa dewi.
Dong
Hua “Feng Wei, ujian apa yang akan kau hadapi pada rintangan terakhir ?”
bertanya di permandian. Huo Feng mengerutkan kening “Hua Zi gege, untuk apa kau
menanyakan ini ?” Dong Hua memeluk Huo Feng
“Feng Wei, kau tahu ketakutanku ! kau pasti sudah memikirkannya, aku ingin
membantumu !” Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege, tidak perlu kukatakan, kau juga
sudah menebaknya.”
Hua Zi
membalikkan tubuh Huo Feng, menghadapnya, menempelkan kening mereka “Feng Wei,
kau akan menghadapi dirimu sendiri ! dengan tubuh lemahmu setelah menerima
rintangan, bagaimana kau bisa menghadapinya !” Huo Feng “Hua Zi gege, kenapa
kau merasa aku akan menerima ujianku setelah 1.000 hari rintangan itu ?” Dong
Hua melepaskan keningnya “karena Feng Wei-ku adalah kesucian yang tidak
ternoda… tidak memiliki ketakutan dan keraguan apapun… jika ada ujian terakhir,
maka pasti datangnya disaat terlemahmu, melawan yang terkuatmu !”
Huo
Feng tersenyum manis “rupanya Dong Hua Shen Jun sudah semakin pintar !” Dong
dapat kulakukan ?” Huo Feng “apa kau siap mendengarnya ?” Dong Hua bergetar dan
mengangguk, sudah memikirkan sesuatu tapi berharap yang difikirkannya tidak
benar.
Huo
Feng bisa merasakan ketakutan Dong Hua “Hua Zi gege, sudah memikirkannya !”
Dong Hua menggeleng “Feng Wei, yang kufikirkan tidak benar, aku ingin
mendengarnya darimu !” Huo Feng membelai kepala Dong Hua dengan senyuman “Hua
Zi gege, yang kau fikirkan benar adanya !” Dong Hua terkejut, langsung melerai
pelukan, menatap intens Huo Feng, mencari jawaban bahwa yang dikatakannya dan
difikirkannya tidak benar.
Tidak
menemukan celah yang diinginkannya, Dong Hua menggeleng “tidak… tidak mungkin…
Feng Wei, aku tidak sanggup ! aku tidak bisa !” memeluk Huo Feng dengan air
mata yang sudah menetes. Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege, kau bisa
melakukannya… aku tahu Fu Jun-ku adalah dewa terkuat… jadi hanya bisa
memberikan tanggung jawab ini padamu !” Dong Hua menggeleng “tidak… aku tidak
mau… Feng Wei, kenapa harus seperti ini ? aku tidak sanggup !”
Huo
Feng “Hua Zi gege, kenapa berfikiran seperti itu ? jangan selalu berfikiran
yang tidak baik…” Dong Hua mengangkat kepalanya, melihat Huo Feng. Huo Feng
__ADS_1
tersenyum mengelap air mata Dong Hua dan membelai wajahnya “setelah melewati ujian
dan rintangan ini, maka tidak ada lagi rintangan besar yang akan memisahkan
kita. Ini adalah rintangan terbesar yang harus kita lalui. Belakangnya hanya
akan menjadi rintangan-rintangan kecil yang tidak berarti. Apa Hua Zi gege mengerti
?”
Dong
Hua mengangguk “tapi… aku tidak sanggup melukaimu !” Huo Feng memegang kedua
pipi Dong Hua “Hua Zi gege, kau tidak melukaiku, kau membantuku dan
menyelamatkanku, mana bisa itu disebut melukai ?” Dong Hua “Feng Wei,
berjanjilah kau akan baik-baik saja setelahnya !” Huo Feng tersenyum,
mengangguk tanpa mengeluarkan kata.
Dong
Hua memeluk erat Huo Feng-nya “Feng Wei, aku akan menemanimu biguang
setelahnya…” Huo Feng memainkan matanya “tentu saja Hua Zi gege harus
menemaniku !” Dong Hua tersenyum, memegang kepala Huo Feng “huh… Feng Wei, itu
akan menjadi pilihan terakhir… sebisa mungkin, aku tidak akan melakukannya” Huo
Feng mengangguk “aku tahu Fu Jun-ku yang terbaik” Dong Hua tersenyum “aku
mencintaimu…” Huo Feng “aku juga mencintaimu…”
Zhe Yan
memberikan air ginseng untuk semua “lihat kalian… seperti anak kecil… bermain
tidak melihat ketahanan tubuh kalian sendiri…” Bai Yi mengomeli semua yang
bersin-bersin, para wanita dan ketujuh kesayangan termasuk Xiong Xiong dan
Chang Chang yang masih sangat muda. Huo Feng cekikikan “hihihi… akhirnya ada
yang lain yang mendapat amarah diedie selain diriku hahaha…”
Bai Yin
“Zhu… Zhu Ren… Shan Shen ini sangat galak…” bersembunyi di belakang Huo Feng,
tidak berani melihat Bai Yi “kalian ini ! lihat tampang kalian sekarang, mana
ada tampang dewa besar, hanya anak-anak yang senang berulah !” pecahlah tawa
Huo Feng ‘hachu… hachu… lihat… kalian senang berulah hahaha…” menunjuk ke
ketujuh kesayangannya.
Dong
Hua memeluknya dengan kasih sayang, tersenyum melihat tawa lepas Huo Feng “Huo
Feng minum habis sup-mu” Bai Yi dengan galak menatap Huo Feng, yang langsung
terdiam dan mengangguk takut “habis… habis… segera…” langsung meminum habis sup
ginsengnya “wuek pahit… Qing Yun…” Bai Yi langsung menghardik “tidak boleh madu
! biar kalian ingat, lain kali jangan di ulangi lagi !” ketujuh kesayangan dan
Huo Feng berkaca-kaca.
Shanguang
“Zhu Ren… Zhu Ren… galak sekali… aku takut…” semua cekikikan melihat
kedelapannya. Huo Feng meirik Dong Hua “Hua Zi gege, madu…” memelas dengan mata
berkaca-kaca. Dong Hua tersenyum usil, menggelengkan kepala. Huo Feng menjadi
cemberut dan menundukkan kepala. Semua menggelengkan kepala, melihat tingkat
__ADS_1
imutnya yang menggemaskan.