
Yang Guang membawa ketujuh
temannya, para tahanan dan beberapa prajurit ke atas pegunungan. Mereka semua
membawa bekal masing-masing dan beban yang sama. Para prajurit kebingungan
karena mereka juga membawa hal yang sama dengan para tahanan. Setelah melihat
kedelapan Da Ren yang juga membawa beban yang sama, mereka tidak mengatakan
apapun. Delapan Da Ren tersebar di sekeliling mereka, Yang Guang terdepan dan
Lu Teng paling belakang. Selama 4 jam, mereka tidak berhenti mendaki, para
prajurit dan tahanan sudah merasa kelelahan, tapi kedelapan Da Ren masih segar
bugar, malah semakin kuat “hei, tampang apa yang kalian perlihatkan ! bukankah
kalian sangat hebat sebelumnya, hanya begini sudah membuat kalian kelelahan !”
Tian Ling mengejek.
Yang Guang “kita istirahat sejenak…” dengan mata berbinar
“Yang er, apa yang mau kau lakukan ?” ketujuhnya sudah tahu, jika mata pemuda
kecil ini berbinar pasti ada yang akan dilakukannya. Yang Guang “lihat…”
menunjuk ke mulut jurang “bukankah sangat menggiurkan…” ternyata ada buah pada
pepohonan yang tumbuh di mulut jurang,, bertengger di atas jurang “hmm boleh
juga, pasti sangat menyegarkan…” Jing Guang segera menimpali. Yang Guang
melepas semua bebannya “kalian bersiap menangkapnya, aku akan memetiknya…” Yang
Guang sudah berlari naik, memanjat keatas pohon “Da Ren…” para prajurit
berteriak dan bergidik ngeri dengan hal yang dilakukan Yang Guang.
Bai Chen “sifat nakalnya pun tidak berubah walau kultivasi…”
menggelengkan kepala. Zhe Yan “hanya kutinggal sesaat, dia sudah begini lincah”
Hua Zi tersenyum memanjakan melihat Yang Guang yang sudah diatas pohon, dengan
1 buah di mulutnya dan tangannya yang sibuk memetik dan melempar buah ke
teman-temannya. Mata Yang Guang berbinar melihat salah satu buah yang paling
besar dan merah berada di ujung terluar pohon. Setelah mengunduli buah pada
pohon, Yang Guang berdiri dan melompat hingga tubuhnya hanya tergantung di satu
batang kecil, tempat buah terbesar dan terakhir itu bertengger. Semua prajurit
dan tahanan melihatnya dengan mata membulat sempurna dan mulut terbuka.
Yang Guang tersenyum ceria memetik buah terakhir itu.
Bersamaan dengan terputusnya buah dengan batang, batang kecil itu pun patah.
Yang Guang dengan lincah memanfaatkan kesempatan yang cuma sekian detik,
melepas tangan pada batang dan melompat naik. Dengan riang gembira
melompat-lompat turun dan kembali ke teman-temannya. Bai Chen “ih anak ini
__ADS_1
memang tidak pernah takut bahaya…” Zhe Yan “itulah mengapa dia mendapat julukan
Qing Qiu Da Mo Wang hahaha…” Hua Zi menggeleng-gelengkan kepalanya “benar-benar
kalah padanya, gadis kecilku !”.
Jing Guang “hei, kau menyimpan yang termerah untukmu…” Yang
Guang “hmm enak sekali…” memamerkan pada Jing Guang sambil mencicipi buahnya.
“Dia… apa dia betul manusia ?” seorang tahanan bertanya “tidak, dia malaikat…”
Shui Lan menjawab sambil membagikan buah petikan Yang Guang “ini makanlah, isi
tenaga kalian kembali…” para prajurit segera menerima, tapi para tahanan melongo
“Da Ren, kalian tidak membenci kami kah ? kami mau membunuh kalian…” Dian Lan
“apa kalian berhasil ?” para tahanan menggeleng, Dian Lan tersenyum “kalau
begitu makan, jadi kalian punya cukup tenaga untuk membunuh…” para tahanan
semakin melongo. Dian Lan dan Shui Lan cekikikan “Da Ren, apa bisa berbicara
dengan Yang Guang Da Ren ?” “Yang er, ada yang mau berbicara denganmu !” Dian
Lan memanggil.
Yang guang menghampiri dengan memakan buahnya “ada apa ?” Dian
Lan mengkode dengan dagunya “dia ingin berbicara padamu” Yang Guang pun
mengkode pada tahanan “ada apa ?” tahanan agak gemetar “Da… Da Ren, apa kau
tidak takut pada kami ?” Yang Guang mengerutkan keningnya “kenapa takut ?”
kesini bukannya mau menyiksa kami dan memaksa kami buka mulut” “apa aku pernah
mengatakan akan menyiksa kalian ?” para tahanan menggeleng “tujuan anda membawa
kami ?” Yang Guang santai “ooo… fisik kalian terlalu lemah jadi memberi kalian latihan”
semua tahanan melongo.
“apa anda tidak takut, kami akan membunuh anda ?” “haiya,
kalian ini bertele-tele sekali… tunggu kalian berhasil membunuhku, baru
dibicarakan lagi…” ketujuhnya cekikikan “Da Ren, apa anda tidak takut mati ?”
Yang Guang frustasi “haih kau sudah menanyakannya berulang kali… untuk apa
takut mati ! jika tiba saatnya mati ya mati saja… hidup dinikmati saja, tidak
usah begitu banyak beban fikiran” ketujuh lainnya yang mendengar jawaban Yang
Guang tertawa terbahak-bahak “tidak usah bertanya pada Da Ren ini… dia tidak
pernah takut mati, yang ditakutkannya jika semua orang terpesona, merecoki dan
mengejarnya hahaha… dia akan lari terbirit-birit…” Huang Guang mengejek. Yang
Guang berdecak kesal “cih… kalian ! cepat makan, kita teruskan perjalanan !” segera
melanjutkan perjalanan. Hua Zi, Bai Chen, dan Zhe Yan yang mendengarnya,
menggelengkan kepala.
__ADS_1
Mereka tiba di tujuannya, segera mendirikan tenda
masing-masing. “Yang er, dari mana kau menemukan tempat ini ?” Tian Ling
bertanya. Yang Guang “oh, 3 bulan lalu, iseng latihan sampai kesini !” Shui Lan
“hei, kau pergi tidak ajak-ajak !” Yang Guang cekikikan “kalian tidur seperti
mayat hidup, malas membangunkan !” Huang Guang “kau masih saja suka melarikan
diri di pagi buta…” Yang Guang nyengir. Lu
Teng “semua tenda sudah terpasang, kita sebaiknya mencari persiapan untuk
berkemah…” membagi beberapa kelompok yang dipimpin oleh mereka masing-masing,
mencari perlengkapan untuk keperluan mereka.
Disaat malam, semua duduk memandangi api unggun dan memakan
hasil pencarian mereka. “ha… sudah lama kita tidak melakukan ini…” Jing Guang
mendudukkan dirinya disamping Yang Guang “hmm…” Tian Ling di samping lainnya
“sudah lama tidak memanjat tebing…” Huang Guang “tadi aku menemukan air mancur,
kita bisa memanjat disana !” Yang Guang berbinar “apa ada buah yang manis ?”
Huang Guang “tidak, tapi di danau kecilnya ada ikan…” Yang Guang cemberut “kau
sudah menggunduli 1 pohon, masih belum puas ?” Lu Teng mengejek, Yang Guang “eh
buah…” “yang tumbuh liar dan alami jauh lebih enak dari yang dikebun…” semua
menyahut bersama dan tertawa terbahak-bahak. Yang Guang “membayangkannya saja
sudah membuat perutku berbunyi…”
“Da Ren, apa yang kita lakukan setelah ini ?” seorang
prajurit bertanya. “istirahatkan semua, besok pagi mulai berlatih, kalian juga
ikut…” prajurit terbengong sesaat “baik Da Ren…” “Yang er, istirahatlah… lukamu
baru sembuh, jangan dipaksakan…” Yang Guang menggerak-gerakkan lengannya “luka
sekecil ini tidak ada apa-apanya…” semua menggeleng ‘luka kecil itu bisa saja
menginginkan nyawanya jika telat sedikit ditangani, tapi Yang Guang malah
menganggapnya luka kecil tergores pisau dapur’ “ya kau yang terhebat,
istirahatlah, kami akan berjaga, jangan melarikan diri di pagi buta !” Huang
Guang memperingati “iya iya berisik…” Yang Guang menjawab acuh tak acuh,
melangkah memasuki tendanya.
Hua Zi menyentil kening Yang Guang “nakal…” Yang Guang
cemberut. Hua Zi mengecup keningnya dan menariknya masuk ke pelukan “tidurlah,
aku memelukmu…” Yang Guang menghirup wangi cendana dan tertidur. Zhe Yan
memeriksanya “baik-baik saja…” Hua Zi mengangguk, Bai Chen dan Zhe Yan
menghilang. Yang Guang tertidur pulas hingga keesokan paginya “Pagi Da Ren…”
__ADS_1
langsung disapa begitu keluar tenda “pagi…” menjawab dengan senyum.