Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 160 - Lokasi Latihan


__ADS_3

Yang Guang membawa ketujuh


temannya, para tahanan dan beberapa prajurit ke atas pegunungan. Mereka semua


membawa bekal masing-masing dan beban yang sama. Para prajurit kebingungan


karena mereka juga membawa hal yang sama dengan para tahanan. Setelah melihat


kedelapan Da Ren yang juga membawa beban yang sama, mereka tidak mengatakan


apapun. Delapan Da Ren tersebar di sekeliling mereka, Yang Guang terdepan dan


Lu Teng paling belakang. Selama 4 jam, mereka tidak berhenti mendaki, para


prajurit dan tahanan sudah merasa kelelahan, tapi kedelapan Da Ren masih segar


bugar, malah semakin kuat “hei, tampang apa yang kalian perlihatkan ! bukankah


kalian sangat hebat sebelumnya, hanya begini sudah membuat kalian kelelahan !”


Tian Ling mengejek.


          Yang Guang “kita istirahat sejenak…” dengan mata berbinar


“Yang er, apa yang mau kau lakukan ?” ketujuhnya sudah tahu, jika mata pemuda


kecil ini berbinar pasti ada yang akan dilakukannya. Yang Guang “lihat…”


menunjuk ke mulut jurang “bukankah sangat menggiurkan…” ternyata ada buah pada


pepohonan yang tumbuh di mulut jurang,, bertengger di atas jurang “hmm boleh


juga, pasti sangat menyegarkan…” Jing Guang segera menimpali. Yang Guang


melepas semua bebannya “kalian bersiap menangkapnya, aku akan memetiknya…” Yang


Guang sudah berlari naik, memanjat keatas pohon “Da Ren…” para prajurit


berteriak dan bergidik ngeri dengan hal yang dilakukan Yang Guang.


          Bai Chen “sifat nakalnya pun tidak berubah walau kultivasi…”


menggelengkan kepala. Zhe Yan “hanya kutinggal sesaat, dia sudah begini lincah”


Hua Zi tersenyum memanjakan melihat Yang Guang yang sudah diatas pohon, dengan


1 buah di mulutnya dan tangannya yang sibuk memetik dan melempar buah ke


teman-temannya. Mata Yang Guang berbinar melihat salah satu buah yang paling


besar dan merah berada di ujung terluar pohon. Setelah mengunduli buah pada


pohon, Yang Guang berdiri dan melompat hingga tubuhnya hanya tergantung di satu


batang kecil, tempat buah terbesar dan terakhir itu bertengger. Semua prajurit


dan tahanan melihatnya dengan mata membulat sempurna dan mulut terbuka.


          Yang Guang tersenyum ceria memetik buah terakhir itu.


Bersamaan dengan terputusnya buah dengan batang, batang kecil itu pun patah.


Yang Guang dengan lincah memanfaatkan kesempatan yang cuma sekian detik,


melepas tangan pada batang dan melompat naik. Dengan riang gembira


melompat-lompat turun dan kembali ke teman-temannya. Bai Chen “ih anak ini

__ADS_1


memang tidak pernah takut bahaya…” Zhe Yan “itulah mengapa dia mendapat julukan


Qing Qiu Da Mo Wang hahaha…” Hua Zi menggeleng-gelengkan kepalanya “benar-benar


kalah padanya, gadis kecilku !”.


          Jing Guang “hei, kau menyimpan yang termerah untukmu…” Yang


Guang “hmm enak sekali…” memamerkan pada Jing Guang sambil mencicipi buahnya.


“Dia… apa dia betul manusia ?” seorang tahanan bertanya “tidak, dia malaikat…”


Shui Lan menjawab sambil membagikan buah petikan Yang Guang “ini makanlah, isi


tenaga kalian kembali…” para prajurit segera menerima, tapi para tahanan melongo


“Da Ren, kalian tidak membenci kami kah ? kami mau membunuh kalian…” Dian Lan


“apa kalian berhasil ?” para tahanan menggeleng, Dian Lan tersenyum “kalau


begitu makan, jadi kalian punya cukup tenaga untuk membunuh…” para tahanan


semakin melongo. Dian Lan dan Shui Lan cekikikan “Da Ren, apa bisa berbicara


dengan Yang Guang Da Ren ?” “Yang er, ada yang mau berbicara denganmu !” Dian


Lan memanggil.


          Yang guang menghampiri dengan memakan buahnya “ada apa ?” Dian


Lan mengkode dengan dagunya “dia ingin berbicara padamu” Yang Guang pun


mengkode pada tahanan “ada apa ?” tahanan agak gemetar “Da… Da Ren, apa kau


tidak takut pada kami ?” Yang Guang mengerutkan keningnya “kenapa takut ?”


kesini bukannya mau menyiksa kami dan memaksa kami buka mulut” “apa aku pernah


mengatakan akan menyiksa kalian ?” para tahanan menggeleng “tujuan anda membawa


kami ?” Yang Guang santai “ooo… fisik kalian terlalu lemah jadi memberi kalian latihan”


semua tahanan melongo.


          “apa anda tidak takut, kami akan membunuh anda ?” “haiya,


kalian ini bertele-tele sekali… tunggu kalian berhasil membunuhku, baru


dibicarakan lagi…” ketujuhnya cekikikan “Da Ren, apa anda tidak takut mati ?”


Yang Guang frustasi “haih kau sudah menanyakannya berulang kali… untuk apa


takut mati ! jika tiba saatnya mati ya mati saja… hidup dinikmati saja, tidak


usah begitu banyak beban fikiran” ketujuh lainnya yang mendengar jawaban Yang


Guang tertawa terbahak-bahak “tidak usah bertanya pada Da Ren ini… dia tidak


pernah takut mati, yang ditakutkannya jika semua orang terpesona, merecoki dan


mengejarnya hahaha… dia akan lari terbirit-birit…” Huang Guang mengejek. Yang


Guang berdecak kesal “cih… kalian ! cepat makan, kita teruskan perjalanan !” segera


melanjutkan perjalanan. Hua Zi, Bai Chen, dan Zhe Yan yang mendengarnya,


menggelengkan kepala.

__ADS_1


          Mereka tiba di tujuannya, segera mendirikan tenda


masing-masing. “Yang er, dari mana kau menemukan tempat ini ?” Tian Ling


bertanya. Yang Guang “oh, 3 bulan lalu, iseng latihan sampai kesini !” Shui Lan


“hei, kau pergi tidak ajak-ajak !” Yang Guang cekikikan “kalian tidur seperti


mayat hidup, malas membangunkan !” Huang Guang “kau masih saja suka melarikan


diri di pagi buta…” Yang Guang nyengir.  Lu


Teng “semua tenda sudah terpasang, kita sebaiknya mencari persiapan untuk


berkemah…” membagi beberapa kelompok yang dipimpin oleh mereka masing-masing,


mencari perlengkapan untuk keperluan mereka.


          Disaat malam, semua duduk memandangi api unggun dan memakan


hasil pencarian mereka. “ha… sudah lama kita tidak melakukan ini…” Jing Guang


mendudukkan dirinya disamping Yang Guang “hmm…” Tian Ling di samping lainnya


“sudah lama tidak memanjat tebing…” Huang Guang “tadi aku menemukan air mancur,


kita bisa memanjat disana !” Yang Guang berbinar “apa ada buah yang manis ?”


Huang Guang “tidak, tapi di danau kecilnya ada ikan…” Yang Guang cemberut “kau


sudah menggunduli 1 pohon, masih belum puas ?” Lu Teng mengejek, Yang Guang “eh


buah…” “yang tumbuh liar dan alami jauh lebih enak dari yang dikebun…” semua


menyahut bersama dan tertawa terbahak-bahak. Yang Guang “membayangkannya saja


sudah membuat perutku berbunyi…”


          “Da Ren, apa yang kita lakukan setelah ini ?” seorang


prajurit bertanya. “istirahatkan semua, besok pagi mulai berlatih, kalian juga


ikut…” prajurit terbengong sesaat “baik Da Ren…” “Yang er, istirahatlah… lukamu


baru sembuh, jangan dipaksakan…” Yang Guang menggerak-gerakkan lengannya “luka


sekecil ini tidak ada apa-apanya…” semua menggeleng ‘luka kecil itu bisa saja


menginginkan nyawanya jika telat sedikit ditangani, tapi Yang Guang malah


menganggapnya luka kecil tergores pisau dapur’ “ya kau yang terhebat,


istirahatlah, kami akan berjaga, jangan melarikan diri di pagi buta !” Huang


Guang memperingati “iya iya berisik…” Yang Guang menjawab acuh tak acuh,


melangkah memasuki tendanya.


          Hua Zi menyentil kening Yang Guang “nakal…” Yang Guang


cemberut. Hua Zi mengecup keningnya dan menariknya masuk ke pelukan “tidurlah,


aku memelukmu…” Yang Guang menghirup wangi cendana dan tertidur. Zhe Yan


memeriksanya “baik-baik saja…” Hua Zi mengangguk, Bai Chen dan Zhe Yan


menghilang. Yang Guang tertidur pulas hingga keesokan paginya “Pagi Da Ren…”

__ADS_1


langsung disapa begitu keluar tenda “pagi…” menjawab dengan senyum.


__ADS_2