
Hua Zi “Feng Wei, kenapa
harus menempa diri ?” Feng Wei “ehm bagaimana mengatakannya, aku merasa didalam
tubuhku ada kekuatan yang tersegel, membuat tak nyaman. Setiap aku mencapai
pencapaian baru, tubuhku terasa lega dan bebas. Hua Zi gege, apa hal itu
terjadi padamu juga ?” Hua Zi mengangguk “tak nyaman, tapi tidak pernah
berfikir biguang… sebelumnya karena mencarimu jadi aku tidak memikirkannya…”
Feng Wei terlihat khawatir “Hua Zi gege, berbaliklah…” membalikkan tubuh Hua Zi
membelakanginya “apa yang mau kau lakukan ?” Feng Wei “memeriksamu… Hua Zi gege
santai saja…” mengerahkan sihir ke tubuh Hua Zi selama beberapa saat “Hua Zi
gege, kau harus biguang secepatnya, jiwamu saat ini sudah tidak mampu menahan
kekuatanmu, harus mendapat pencapaian baru untuk mengatasinya” dengan wajah
khawatir. Hua Zi tersenyum “baik, mendengarkan Fu Ren…” Feng Wei mengkerutkan
wajahnya “Hua Zi gege, aku lagi bicara serius denganmu…” Hua Zi semakin
sumringah, memeluk Feng Wei “aku tahu, kita biguang bersama” Feng Wei
mengangguk ‘Feng Wei, sampai kapanpun, selalu ada kau yang memperhatikanku,
khawatir padaku, mana mungkin aku meninggalkanmu !’.
Sebenarnya kekuatan mereka sebenarnyalah yang memanggil.
Permata yang membawa jantung menyimpan kekuatan dan ingatan mereka, menunggu
untuk dibuka. Semakin sering mereka bertarung, kekuatan itu semakin meronta
untuk dilepaskan. Disaat mereka bertarung, pedang Cang He dan Hong Liu Yu juga
meronta, tapi karena tidak dipanggil, mereka tidak bisa mendekati tuannya. Jika
Gun Gun sering masuk ke Chang Gu harusnya tahu, tapi Gun Gun tidak pernah masuk
ke Chang Gu setelah menyimpan kedua pedang. Bagi Gun Gun, Chang Gu adalah
tempat pribadi Dong Hua, dia ingin menjaganya tetap seperti itu..
Keesokan harinya, Hua Zi dan Feng Wei keluar dari Feng Huo
Cang Ling, sambil bercanda tawa dan bergandengan tangan, berjalan santai ke
Qing Qiu. mereka sampai di Qing Qiu, sehari sebelum perayaan, kembali tinggal
diatas gunung “sudah lelahkan ! tidurlah…” keduanya segera terlelap. Di gua
rubah semua sudah berkumpul “besok sudah perayaan, mereka belum datang” Sou Wan
tidak sabar. Zhe Yan “harusnya mereka sudah disini… Chen Chen, bagaimana kalau
kita keatas gunung” Bai Chen mengangguk “si shu gong, aku ikut…” Gun Gun
menghampiri dan berjalan bersama. “sudah kukatakan mereka akan datang…”
ketiganya berdiri diluar jiejue, tersenyum, melihat 2 remaja yang tidur
berpelukan. Zhe Yan menggeleng “walau masih remaja, dia sudah terus
menjeratnya… haih…” Bai Chen menarik keduanya “ayo turun, kita jangan
mengganggu mereka”. Mereka segera ke gua rubah mengabarkan lainnya, Sou Wan
memaksa ingin segera melihat kedua remaja “Sou Wan, tunggulah besok, mereka
sudah tertidur. Kau tiba-tiba muncul dihadapan mereka, apa yang akan mereka
fikirkan !” Zhe Yan membujuk. Gun Gun juga membujuk “shiniang, mereka tampak
kelelahan, mungkin baru saja sampai, langsung tertidur, biarkanlah mereka
beristirahat. Besok, mereka pasti mengikuti perayaan, lagipula Hong Ling
harusnya akan ke gua rubah menemui Ling Ling”.
Sesuai perkataan Gun Gun, pagi hari Hua Zi dan Feng Wei
sudah didepan gua rubah, meminta ijin bertemu Ling Ling “Hong Ling, kau
disini…” Ling Ling segera berlari memeluknya. Hua Zi melirik dingin, tidak suka
__ADS_1
ada yang memeluk Feng Wei walaupun seorang wanita. Feng Wei memegang tangan
Ling Ling yang lebih besar darinya “aiyo Qing Qiu Nu Jun, kau ingin mencekikku
kah… lepas… lepaskan…” Hua Zi segera menarik Feng Wei “kau baik-baik saja ?”
memeriksa Feng Wei, Feng Wei tersenyum menggeleng, mencibir melihat Ling Ling
“bukankah sudah berjanji padamu… aku curiga apa kau betul Qing Qiu Nu Jun ?
kenapa sifatmu sama seperti anak kecil…” Ling Ling menanggapi “eh akukan rindu
padamu, kau tiba-tiba menghilang, kukira tidak akan datang” “Ling Ling…”
kata-kata Ling Ling dihentikan oleh panggilan seseorang “waigong… sini
kuperkenalkan ini Hong Ling dan…” “Bi Huo Zi Yu Huang…” Hua Zi segera memotong,
Ling Ling bingung “eh… Hua…” Feng Wei tersenyum memegang tangan Ling Ling “Nu
Jun, ini adalah nama besarnya, Hua Zi adalah nama kecilnya, selanjutnya bisa
memanggilnya Yu Huang” Ling Ling segera mengangguk paham “Yu Huang… ini
waigongku – Bai Yi Shan Shen” Hua Zi mengangguk.
Hua Zi dan Feng Wei segera memberi hormat “Bai Yi Shan
Shen…” Bai Yi tercengang melihat keduanya “waigong… waigong…” Ling Ling
menyadarkan Bai Yi “eh iya, Hong Ling dan Yu Huang kan… Ling Ling bawa mereka
masuk, waipo sudah menyiapkan sarapan…” Ling Ling “baik…” Feng Wei menolak “eh
Ling Ling, tidak perlu… kami hanya datang menyapamu, kami ingin sarapan makanan
ringan di perayaan… Shan Shen, kami pemisi… Ling Ling nanti kita ketemu di
perayaan ya…” ingin melangkah pergi, Ling Ling segera menahan “Hong Ling,
masakan waipo sangat enak, kalian pasti menyukainya. Makanan di perayaan akan ada
selama 3 hari, kalian tidak akan melewatkannya. Ayo, hari ini semua berkumpul,
aku membawa kalian berkenalan dengan semua” tidak menerima penolakan, menarik
Sudah ada Bai Ce, Hu Hou, Wen Xin, Gun Gun, dan Bai Chen di
aula, semua tercengang melihat sepasang remaja ini, mata mereka sempat
berkaca-kaca. Ling Ling menarik Feng Wei dan Hua Zi berkenalan dengan semua,
keduanya menyapa dengan wibawa dan sopan. Walaupun masih remaja, tapi sikap
mereka sudah menampakkan wibawa dan karisma seorang pemimpin.
Sou
Wan, Mo Yuan, Lian Song, Zu Zhe, Bai Qian, Ye Hua, dan Zhe Yan masuk ke ruangan
melihat mereka. Sou Wan segera menghampiri dan menarik Feng Wei, Hua Zi segera
melerai dan melindungi Feng Wei dipelukannya, menatap dingin Sou Wan, suasana
tiba-tiba jadi canggung. Gun Gun segera mengembalikan keadaan “Yu Huang, Hong
Ling, ini adalah shiniangku Mo Zu Shizu Sou Wan…” Bai Ce pun ikut “Yu Huang, Hong
Ling jangan terkejut, dia ini memang sifatnya begini… kamipun awalnya berkelahi
dengannya, baru bisa menjadi sahabat seperti sekarang” kedua remaja mengangguk
“kau baik-baik saja ?” Hua Zi mencemaskan Feng Wei, Feng Wei tersenyum
mengangguk.
Bai
Ce memperkenalkan “ini Feng Huo Cai Hong Ling dan Bi Huo Zi Yu Huang. Mereka
adalah Mo Zu Shizu Sou Wan, Mo Yuan Shan Shen, Lian Song – Tian zhu san
dianxia, Zu Zhe Shen, putriku Bai Qian Shan Shen – Tian Hou dan suaminya Ye Hua
Tian Jun” mereka menyapa dengan wibawa, tidak menampilkan ketakutan ataupun
kesungkanan. Mo Yuan mengangguk pada Bai Ce, saling melirik dengan yang lain.
Mereka berada di tengah-tengah semua, tetap makan dengan anggun. Semua
__ADS_1
menawarkan makanan pada mereka, hingga mereka berulang kali menolaknya. Hua Zi
acuh tak acuh pada lainnya tapi sangat memperhatikan Feng Wei, sedangkan Feng
Wei ceria dan ramah.
Sou
Wan “xiao yatou, apa kau pernah ke Jiu Jong Tian ?” Feng Wei menggeleng “Jiu
Jong Tian masih diluar jangkauan kami…” Sou Wan “owww… sekarang kalian sudah
mengenal kami, kami akan membawamu ke Jiu Jong Tian bagaimana ?” Feng Wei “lain
kali saja Shizu, setelah perayaan kami harus segera kembali, masih ada
keperluan lain…” Ling Ling “Hong Ling, kalian mau kemana ?” Hua Zi “kembali ke
rumah…” Feng Wei meneruskan “kami sudah lama meninggalkan rumah, sudah saatnya
kembali…” Zhe Yan “oh ya betul, dimana rumah kalian ?” Feng Wei “tempat
terpencil jauh dari sini…” Ling Ling cemberut “jadi kita tidak bisa bertemu
lagi…” Feng Wei usil “aiyo Nu Jun, lihat anda dikelilingi oleh dewa dewi hebat,
jangan-jangan tidak sampai setahun sudah melupakan kami…” Ling Ling protes
“tidak mungkin, aku selalu mengingat teman baikku…” Feng Wei cekikikan, mata
Hua Zi melembut “Ling Ling, nanti ketika kami keluar lagi akan mengunjungi
kalian…” Ling Ling “harus, awas sampai tidak datang… dan kalian tidak boleh
menikah di tempat lain…” melipat tangannya di depan dada, membuat wajahnya
menyeramkan. Hua Zi tersenyum lembut melihat Feng Wei “saat keluar, harusnya
sudah bisa menikah…” wajah Feng Wei segera memerah.
Wen
Xin terkejut “kalian mau menikah ?” Hua Zi mengangguk “saat Hong Ling sudah
cukup usia, kami akan menikah…” Feng Wei menunduk dengan wajah memerah, menarik
tangan Hua Zi, Hua Zi menepuk-nepuk tangannya menenangkan. Semua gerakan mereka
terlihat oleh semua, Hu Hou “benar kata Ling Ling, kalian harus menikah di Qing
Qiu ! kami akan menjadi kerabat kalian…” Feng Wei tersenyum lembut “terima
kasih Hu Hou…” semua melihat senyuman Feng Wei pun ikut tersenyum lembut. Bai
Yi “Hong Ling, Yu Huang, walau pertama bertemu, tapi kami sangat cocok dengan
kalian, sudah seperti keluarga sendiri… kalian bisa sering-sering kemari, Qing
Qiu menerima kalian dengan tangan terbuka, jangan sungkan-sungkan pada kami”
Hua Zi “terima kasih Bai Yi Shan Shen” Feng Wei “hari sudah tidak pagi,
perayaan harusnya sudah dimulai… kami permisi dulu, mau melihat perayaan…”
berdiri bersama Hua Zi. Ling Ling “oh perayaan akan berlangsung 3 hari, sampai
kapan kalian di Qing Qiu ?” Feng Wei menertawai Ling Ling “tentu saja sampai
perayaan berakhir Nu Jun yang terhormat…” memperlakukannya seperti anak kecil.
Semua
tertawa melihat Ling Ling yang cemberut, Bai Ce “lihat Ling Ling, Hong Ling
saja memperlakukanmu seperti anak kecil…” Ling Ling memeletkan lidahnya “tunggu
aku menyelesaikan beberapa laporan, aku akan mencari kalian di perayaan” Feng
Wei mengangguk. Wen Xin “Hong Ling, Yu Huang, atas gunung tidak baik untuk
beristirahat, bagaimana kalau kalian tinggal di gua rubah 3 hari ini ?” Hua Zi
“terima kasih, Hong Ling suka melihat langit berbintang jadi memilih atas
gunung…” Feng Wei dan Hua Zi berpamitan dan pergi ke perayaan. Ling Ling “aku
mau menyelesaikan semua secepatnya dan mencari mereka, aku permisi…”
meninggalkan ruangan.
__ADS_1