Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 64 - Bertemu keluarga besar


__ADS_3

Hua Zi “Feng Wei, kenapa


harus menempa diri ?” Feng Wei “ehm bagaimana mengatakannya, aku merasa didalam


tubuhku ada kekuatan yang tersegel, membuat tak nyaman. Setiap aku mencapai


pencapaian baru, tubuhku terasa lega dan bebas. Hua Zi gege, apa hal itu


terjadi padamu juga ?” Hua Zi mengangguk “tak nyaman, tapi tidak pernah


berfikir biguang… sebelumnya karena mencarimu jadi aku tidak memikirkannya…”


Feng Wei terlihat khawatir “Hua Zi gege, berbaliklah…” membalikkan tubuh Hua Zi


membelakanginya “apa yang mau kau lakukan ?” Feng Wei “memeriksamu… Hua Zi gege


santai saja…” mengerahkan sihir ke tubuh Hua Zi selama beberapa saat “Hua Zi


gege, kau harus biguang secepatnya, jiwamu saat ini sudah tidak mampu menahan


kekuatanmu, harus mendapat pencapaian baru untuk mengatasinya” dengan wajah


khawatir. Hua Zi tersenyum “baik, mendengarkan Fu Ren…” Feng Wei mengkerutkan


wajahnya “Hua Zi gege, aku lagi bicara serius denganmu…” Hua Zi semakin


sumringah, memeluk Feng Wei “aku tahu, kita biguang bersama” Feng Wei


mengangguk ‘Feng Wei, sampai kapanpun, selalu ada kau yang memperhatikanku,


khawatir padaku, mana mungkin aku meninggalkanmu !’.


          Sebenarnya kekuatan mereka sebenarnyalah yang memanggil.


Permata yang membawa jantung menyimpan kekuatan dan ingatan mereka, menunggu


untuk dibuka. Semakin sering mereka bertarung, kekuatan itu semakin meronta


untuk dilepaskan. Disaat mereka bertarung, pedang Cang He dan Hong Liu Yu juga


meronta, tapi karena tidak dipanggil, mereka tidak bisa mendekati tuannya. Jika


Gun Gun sering masuk ke Chang Gu harusnya tahu, tapi Gun Gun tidak pernah masuk


ke Chang Gu setelah menyimpan kedua pedang. Bagi Gun Gun, Chang Gu adalah


tempat pribadi Dong Hua, dia ingin menjaganya tetap seperti itu..


          Keesokan harinya, Hua Zi dan Feng Wei keluar dari Feng Huo


Cang Ling, sambil bercanda tawa dan bergandengan tangan, berjalan santai ke


Qing Qiu. mereka sampai di Qing Qiu, sehari sebelum perayaan, kembali tinggal


diatas gunung “sudah lelahkan ! tidurlah…” keduanya segera terlelap. Di gua


rubah semua sudah berkumpul “besok sudah perayaan, mereka belum datang” Sou Wan


tidak sabar. Zhe Yan “harusnya mereka sudah disini… Chen Chen, bagaimana kalau


kita keatas gunung” Bai Chen mengangguk “si shu gong, aku ikut…” Gun Gun


menghampiri dan berjalan bersama. “sudah kukatakan mereka akan datang…”


ketiganya berdiri diluar jiejue, tersenyum, melihat 2 remaja yang tidur


berpelukan. Zhe Yan menggeleng “walau masih remaja, dia sudah terus


menjeratnya… haih…” Bai Chen menarik keduanya “ayo turun, kita jangan


mengganggu mereka”. Mereka segera ke gua rubah mengabarkan lainnya, Sou Wan


memaksa ingin segera melihat kedua remaja “Sou Wan, tunggulah besok, mereka


sudah tertidur. Kau tiba-tiba muncul dihadapan mereka, apa yang akan mereka


fikirkan !” Zhe Yan membujuk. Gun Gun juga membujuk “shiniang, mereka tampak


kelelahan, mungkin baru saja sampai, langsung tertidur, biarkanlah mereka


beristirahat. Besok, mereka pasti mengikuti perayaan, lagipula Hong Ling


harusnya akan ke gua rubah menemui Ling Ling”.


          Sesuai perkataan Gun Gun, pagi hari Hua Zi dan Feng Wei


sudah didepan gua rubah, meminta ijin bertemu Ling Ling “Hong Ling, kau


disini…” Ling Ling segera berlari memeluknya. Hua Zi melirik dingin, tidak suka

__ADS_1


ada yang memeluk Feng Wei walaupun seorang wanita. Feng Wei memegang tangan


Ling Ling yang lebih besar darinya “aiyo Qing Qiu Nu Jun, kau ingin mencekikku


kah… lepas… lepaskan…” Hua Zi segera menarik Feng Wei “kau baik-baik saja ?”


memeriksa Feng Wei, Feng Wei tersenyum menggeleng, mencibir melihat Ling Ling


“bukankah sudah berjanji padamu… aku curiga apa kau betul Qing Qiu Nu Jun ?


kenapa sifatmu sama seperti anak kecil…” Ling Ling menanggapi “eh akukan rindu


padamu, kau tiba-tiba menghilang, kukira tidak akan datang” “Ling Ling…”


kata-kata Ling Ling dihentikan oleh panggilan seseorang “waigong… sini


kuperkenalkan ini Hong Ling dan…” “Bi Huo Zi Yu Huang…” Hua Zi segera memotong,


Ling Ling bingung “eh… Hua…” Feng Wei tersenyum memegang tangan Ling Ling “Nu


Jun, ini adalah nama besarnya, Hua Zi adalah nama kecilnya, selanjutnya bisa


memanggilnya Yu Huang” Ling Ling segera mengangguk paham “Yu Huang… ini


waigongku – Bai Yi Shan Shen” Hua Zi mengangguk.


          Hua Zi dan Feng Wei segera memberi hormat “Bai Yi Shan


Shen…” Bai Yi tercengang melihat keduanya “waigong… waigong…” Ling Ling


menyadarkan Bai Yi “eh iya, Hong Ling dan Yu Huang kan… Ling Ling bawa mereka


masuk, waipo sudah menyiapkan sarapan…” Ling Ling “baik…” Feng Wei menolak “eh


Ling Ling, tidak perlu… kami hanya datang menyapamu, kami ingin sarapan makanan


ringan di perayaan… Shan Shen, kami pemisi… Ling Ling nanti kita ketemu di


perayaan ya…” ingin melangkah pergi, Ling Ling segera menahan “Hong Ling,


masakan waipo sangat enak, kalian pasti menyukainya. Makanan di perayaan akan ada


selama 3 hari, kalian tidak akan melewatkannya. Ayo, hari ini semua berkumpul,


aku membawa kalian berkenalan dengan semua” tidak menerima penolakan, menarik


          Sudah ada Bai Ce, Hu Hou, Wen Xin, Gun Gun, dan Bai Chen di


aula, semua tercengang melihat sepasang remaja ini, mata mereka sempat


berkaca-kaca. Ling Ling menarik Feng Wei dan Hua Zi berkenalan dengan semua,


keduanya menyapa dengan wibawa dan sopan. Walaupun masih remaja, tapi sikap


mereka sudah menampakkan wibawa dan karisma seorang pemimpin.


Sou


Wan, Mo Yuan, Lian Song, Zu Zhe, Bai Qian, Ye Hua, dan Zhe Yan masuk ke ruangan


melihat mereka. Sou Wan segera menghampiri dan menarik Feng Wei, Hua Zi segera


melerai dan melindungi Feng Wei dipelukannya, menatap dingin Sou Wan, suasana


tiba-tiba jadi canggung. Gun Gun segera mengembalikan keadaan “Yu Huang, Hong


Ling, ini adalah shiniangku Mo Zu Shizu Sou Wan…” Bai Ce pun ikut “Yu Huang, Hong


Ling jangan terkejut, dia ini memang sifatnya begini… kamipun awalnya berkelahi


dengannya, baru bisa menjadi sahabat seperti sekarang” kedua remaja mengangguk


“kau baik-baik saja ?” Hua Zi mencemaskan Feng Wei, Feng Wei tersenyum


mengangguk.


Bai


Ce memperkenalkan “ini Feng Huo Cai Hong Ling dan Bi Huo Zi Yu Huang. Mereka


adalah Mo Zu Shizu Sou Wan, Mo Yuan Shan Shen, Lian Song – Tian zhu san


dianxia, Zu Zhe Shen, putriku Bai Qian Shan Shen – Tian Hou dan suaminya Ye Hua


Tian Jun” mereka menyapa dengan wibawa, tidak menampilkan ketakutan ataupun


kesungkanan. Mo Yuan mengangguk pada Bai Ce, saling melirik dengan yang lain.


Mereka berada di tengah-tengah semua, tetap makan dengan anggun. Semua

__ADS_1


menawarkan makanan pada mereka, hingga mereka berulang kali menolaknya. Hua Zi


acuh tak acuh pada lainnya tapi sangat memperhatikan Feng Wei, sedangkan Feng


Wei ceria dan ramah.


Sou


Wan “xiao yatou, apa kau pernah ke Jiu Jong Tian ?” Feng Wei menggeleng “Jiu


Jong Tian masih diluar jangkauan kami…” Sou Wan “owww… sekarang kalian sudah


mengenal kami, kami akan membawamu ke Jiu Jong Tian bagaimana ?” Feng Wei “lain


kali saja Shizu, setelah perayaan kami harus segera kembali, masih ada


keperluan lain…” Ling Ling “Hong Ling, kalian mau kemana ?” Hua Zi “kembali ke


rumah…” Feng Wei meneruskan “kami sudah lama meninggalkan rumah, sudah saatnya


kembali…” Zhe Yan “oh ya betul, dimana rumah kalian ?” Feng Wei “tempat


terpencil jauh dari sini…” Ling Ling cemberut “jadi kita tidak bisa bertemu


lagi…” Feng Wei usil “aiyo Nu Jun, lihat anda dikelilingi oleh dewa dewi hebat,


jangan-jangan tidak sampai setahun sudah melupakan kami…” Ling Ling protes


“tidak mungkin, aku selalu mengingat teman baikku…” Feng Wei cekikikan, mata


Hua Zi melembut “Ling Ling, nanti ketika kami keluar lagi akan mengunjungi


kalian…” Ling Ling “harus, awas sampai tidak datang… dan kalian tidak boleh


menikah di tempat lain…” melipat tangannya di depan dada, membuat wajahnya


menyeramkan. Hua Zi tersenyum lembut melihat Feng Wei “saat keluar, harusnya


sudah bisa menikah…” wajah Feng Wei segera memerah.


Wen


Xin terkejut “kalian mau menikah ?” Hua Zi mengangguk “saat Hong Ling sudah


cukup usia, kami akan menikah…” Feng Wei menunduk dengan wajah memerah, menarik


tangan Hua Zi, Hua Zi menepuk-nepuk tangannya menenangkan. Semua gerakan mereka


terlihat oleh semua, Hu Hou “benar kata Ling Ling, kalian harus menikah di Qing


Qiu ! kami akan menjadi kerabat kalian…” Feng Wei tersenyum lembut “terima


kasih Hu Hou…” semua melihat senyuman Feng Wei pun ikut tersenyum lembut. Bai


Yi “Hong Ling, Yu Huang, walau pertama bertemu, tapi kami sangat cocok dengan


kalian, sudah seperti keluarga sendiri… kalian bisa sering-sering kemari, Qing


Qiu menerima kalian dengan tangan terbuka, jangan sungkan-sungkan pada kami”


Hua Zi “terima kasih Bai Yi Shan Shen” Feng Wei “hari sudah tidak pagi,


perayaan harusnya sudah dimulai… kami permisi dulu, mau melihat perayaan…”


berdiri bersama Hua Zi. Ling Ling “oh perayaan akan berlangsung 3 hari, sampai


kapan kalian di Qing Qiu ?” Feng Wei menertawai Ling Ling “tentu saja sampai


perayaan berakhir Nu Jun yang terhormat…” memperlakukannya seperti anak kecil.


Semua


tertawa melihat Ling Ling yang cemberut, Bai Ce “lihat Ling Ling, Hong Ling


saja memperlakukanmu seperti anak kecil…” Ling Ling memeletkan lidahnya “tunggu


aku menyelesaikan beberapa laporan, aku akan mencari kalian di perayaan” Feng


Wei mengangguk. Wen Xin “Hong Ling, Yu Huang, atas gunung tidak baik untuk


beristirahat, bagaimana kalau kalian tinggal di gua rubah 3 hari ini ?” Hua Zi


“terima kasih, Hong Ling suka melihat langit berbintang jadi memilih atas


gunung…” Feng Wei dan Hua Zi berpamitan dan pergi ke perayaan. Ling Ling “aku


mau menyelesaikan semua secepatnya dan mencari mereka, aku permisi…”


meninggalkan ruangan.

__ADS_1


__ADS_2