
Ling Ling menghampiri
“Niang Qin, bagaimana keadaanmu ?” duduk disamping Feng Wei, memegang perutnya
“didi meimei ada nakal !” Feng Wei tersenyum “mereka sangat baik, sedang tidur
jiejie” Ling Ling cekikikan, merebahkan kepalanya di pangkuan Feng Wei “Ling
Ling, masalah Ba She sudah selesai, sudah waktunya mengurus perniikahanmu dan
Gun Gun” Bai Chen mengingatkan. Hua Zi “Ling Ling, kau ingin bagaimana ?” Ling
Ling mengusap-usap perut Feng Wei sambil menikmati belaian Feng Wei “Fu Qin,
aku dan Jin Cheng, gege, Long Nu sudah membahasnya, kami akan mengikuti rencana
Fu Qin. Jin Cheng dan gege akan keluar dari Qing Qiu menjemput kami di Jiu Jong
Tian, langsung ke Bi Hai Cang Ling. Akan ada perayaan 1 bulan di Jiu Jong Tian,
kami akan muncul di minggu terakhir untuk menyapa semua.” Zhe Yan “tapi Sou Wan
?” “niang qin sudah mengatakan, menyerahkan semua pada kami… Zhe Yan yeye, kau
tenang saja” Xiao Long Nu datang bersama Gun Gun dan Jin Cheng, segera bertegur
sapa dengan semua.
Jin Cheng “shushu, ayi, aku setuju dengan Ling Ling,
pernikahan sederhana. Tidak lama lagi adalah perayaan Ban Tao, aku berencana
memakai perayaan itu untuk mengumumkan” Bai Chen “bagus juga” Feng Wei “kalian
sudah memutuskan…” semua mengangguk Hua Zi “baik juga, Feng Wei tidak akan
kelelahan…” Feng Wei “sebenarnya kalian tidak perlu terlalu memikirkanku. Ini
adalah pernikahan sekali seumur hidup kalian, kalian berhak mendapat yang
terbaik” Ling Ling dan Gun Gun memeluk Feng Wei “Niang Qin, bagi kami yang
terbaik adalah saat kita sekeluarga semua berkumpul bersama” Feng Wei tersenyum
membelai pipi Gun Gun dan Ling Ling. Hua Zi menyingkirkan Gun Gun dan Ling Ling
“sudah, sana sana, pergi ke pasangan kalian masing-masing…” duduk di belakang
Feng Wei.
Ling Ling berteriak “Fu Qin… Niang Qin, urus Fu Jun-mu
ini…” Feng Wei tertawa terbahak-bahak, lainnya cengingisan “Ling Ling, kau
jangan lihat Fu Qin-mu seperti ini, nanti setelah menikah, kau juga akan
mengalami hal yang sama hahaha…” Zhe Yan menertawakannya. Jin Cheng merangkul
Ling Ling yang sebal “huh…” Feng Wei cekikikan sambil meringis kesakitan, Hua
Zi mengelus-ngelus perut Feng Wei “bagaimana ?” “au… kedua anak ini aktif
sekali au… huh… huh… shhh…” sampai mengeluarkan keringat. Hua Zi sangat cemas
“Feng Wei, apa sangat sakit…” Feng Wei tiba-tiba gemetar “argh…” “Zhe Yan…” Zhe
Yan segera memeriksa “Hong Ling, apa yang kau rasakan ?” Feng Wei
__ADS_1
mengibas-ngibaskan tangannya “sudah… sudah tak apa…” mencoba mengatur nafasnya.
Hua Zi memegang tangan Feng Wei “bagaimana ?” melihat ke Zhe Yan.
Zhe Yan mengkerutkan dahinya “harusnya tidak secepat ini…
Hong Ling, masih sakit ?” bertanya dengan cemas ke Feng Wei. Feng Wei tidak
menjawab, mencengkeram tangan Hua Zi dengan kuat “argh… huh… huh… kurasa… aku
akan melahirkan… argh…” satu tangan memegang perutnya, satu tangan mencengkeram
tangan Hua Zi, keringatnya setetes demi setetes jatuh “Feng Wei… Feng Wei… Zhe
Yan…” Hua Zi panik. “cepat… cepat bawa Hong Ling kembali ke pondok, Ling Ling
pergi panggil bidan dan waipo mu…” semua segera bergegas. Gua rubah segera
berantakan, kepanikan terjadi, semua segera ke Dong Feng yuan.
Bai Yi datang dengan cemas “Chen Chen, ada apa ini ? bukankah masih 4 bulan lagi ?” Bai Chen juga
khawatir “erge, aku juga tidak tahu, tadi masih baik-baik saja, Hong Ling
tiba-tiba kesakitan…” Di dalam kamar, Zhe Yan memeriksa Feng Wei “Ling Ling
segera siapkan air hangat, Hong Ling akan melahirkan… Hong Ling minum ini”
memberikan sebuah pil. Hua Zi sangat cemas “Zhe Yan, kenapa secepat ini ?” Zhe
Yan mengkerutkan keningnya “Yu Huang, usia Hong Ling masih sangat muda, tapi
posisi kedua anak sangat baik, hanya…” Hua Zi “hanya apa ?” Zhe Yan “kau jangan
panik, kau panik tidak akan membantu Hong Ling. Hong Ling mungkin akan
mengalami kesulitan melahirkan… “ “selamatkan anak-anakku… huh… Zhe Yan,
Hua Zi berkaca-kaca “Feng Wei, kau akan baik-baik saja…
Feng Wei, kau selalu kuat menghadapi apapun, kali ini juga kau akan bertahan…”
Feng Wei menitikkan air mata “Zhe Yan, kumohon, selamatkan anak-anakku…” Zhe
Yan memegang tangan Feng Wei “Hong Ling, jangan terlalu banyak berfikir… kau
akan baik-baik saja, aku akan menyiapkan semuanya… kau dan anak-anak kalian
akan selamat…” “argh…” Feng Wei kesakitan. Zhe Yan membimbing Hu Hou dan Wen
Xin dari luar. Ling Ling dan Long Nu terus menyiapkan ramuan dan makanan kecil
untuk menguatkan Feng Wei. Semua sudah berkumpul di Qing Qiu, bersama menunggu
kelahiran kedua anak Hua Zi – Feng Wei.
Di hari ketiga, langit berubah memancarkan cahaya ungu yang
pekat “ini…” Budha dan Dewi Kwam In sudah datang bertepatan dengan kemunculan
cahaya itu, menunggu di depan pondok. Burung-burung datang berkicau di atas
Dong Feng Yuan, cahaya ungu berubah menjadi cahaya merah yang lembut di langit.
Terdengar teriakan Feng Wei dari dalam pondok diikuti suara tangis bayi “oek…
oek… oek…” Wen Xin menimang bayi “sudah lahir… sudah lahir… Hong Ling, sudah
__ADS_1
lahir… anak laki-laki yang tampan, ada tanda fengwei hua dikeningnya berambut
keemasan seperti Ling Ling…” “aniang… argh… huh… huh…” keringat sudah membasahi
wajah dan tubuh Feng Wei “Feng Wei bertahanlah, kau bisa melakukannya… Feng
Wei…” Hua Zi terus menggenggam tangan Feng Wei, tidak melirik sedikitpun kearah
bayi. Feng Wei sudah tidak sanggup melihat, tubuhnya sangat lemah dan sakit,
berusaha keras demi anak-anaknya.
Sejam kemudian, dilangit berpendar cahaya biru yang lembut,
seorang bayi perempuan dengan tanda fuling hua di keningnya berambut keperakan
lahir “sudah lahir… sudah lahir…” Wen Xin dan Mu Yun memegang masing-masing
bayi, memperlihatkannya pada Hua Zi dan Feng Wei. Feng Wei menahan sedikit
kesadaran melihat kedua anaknya, tersenyum dan jatuh tak sadarkan diri “Feng Wei…
Feng Wei…” “tidak baik… Hong Ling pendarahan… Hong Ling…” semua berputar di
kepala Feng Wei dan menggelap.
Hua Zi, Hu Hou, dan Wen Xin panik “Feng Wei… Feng Wei…
tidak… kau tidak boleh meninggalkanku… Feng Wei… kumohon buka matamu… Feng
Wei…” Hu Hou berusaha mengatasi pendarahan Feng Wei dengan petunjuk Zhe Yan.
Segera setelah Hu Hou selesai mengatur Feng Wei, Zhe Yan masuk memeriksanya “Yu
Huang, berikan pil ini…” Hua Zi segera meminumkan ke Feng Wei “Yu Huang, kita
sudah melakukan semua yang bisa kita lakukan… sekarang tergantung Hong Ling…”
Hua Zi gemetaran memegang tangan Feng Wei “Zhe Yan, Feng Wei… Feng Wei… akan
meninggalkanku ?” Zhe Yan menghela nafas “Yu Huang, aku tidak akan
membohongimu, situasinya sekarang tidak baik… Hong Ling kehabisan tenaga,
tubuhnya sangat lemah, apalagi dia mengalami pendarahan yang parah… bisa tidak
sadar, semua bergantung kondisinya…” Hua Zi menitikkan air mata, mencium kening
Feng Wei, menempelkan kening mereka “Feng Wei, kumohon padamu, bertahanlah…
jangan meninggalkanku… Feng Wei… kumohon…”.
Diluar, Hu Hou dan Wen Xin membawa kedua bayi untuk
diperlihatkan pada semua. Budha dan Dewi Kwam In membasuh kaki mereka “Shen Zhu
sudah memiliki penerus lagi…” Bai Ce “Budha, maksud anda ?” Budha tersenyum
“kedua anak ini membawa masing-masing 1 aura Shen Zhu, akan menjadi dewa dewi penting
dibawah naungan Shen Zhu. Kedua anak ini berjodoh dengan Huangjing, jika mereka
ingin, yang mulia akan menjadi guru mereka” Hu Hou “Hong Ling…” Dewi Kwam In
tersenyum “percayalah pada xiao Zheng Zhu” berpamitan dan meninggalkan lainnya.
Ling Ling menggendong bayi perempuannya “meimei…” Long Nu menggendong bayi
__ADS_1
laki-laki “bagaimana ayi ?”. Semenjak bayi pertama lahir, diseluruh Si Hai Liu
He Ba Huang turun hujan fengwei hua dan fuling hua hingga menutup hari.