Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 298 - Dong Hua Shan Shen


__ADS_3

Dengan berat hati Dong Hua


meninggalkan Wang Sheng Hai ‘ada apa denganku ? kenapa aku tidak ingin menjauh


dari gadis kecil itu ? aku tidak pernah seperti ini sebelumnya… bagaimana hanya


sebuah raga gadis kecil, mencuri perhatianku ! huh aku pasti hanya penasaran


dengannya. Ah sudahlah, nanti saat ulang tahunnya, aku akan bertemu lagi


dengannya. Apa yang akan kuberikan untuknya ? dia sedang terbaring tanpa nyawa,


apa yang bisa diberikan pada sebuah jasad… haih gadis kecil, kau betul-betul


membuatku menjadi aneh…’ menuju Bi Hai Cang Ling. Dong Hua yang masuk shigong


melihat gambaran rubah merah ekor sembilan, tersenyum lembut “entah sejak


kapan, aku begitu menyukai rubah ekor sembilan ! tapi kenapa rubah merah ini


hmm… Gun Gun rubah perak, Ling Ling rubah emas, gambar ini rubah merah… tapi


rubah ini sangat cantik…” menikmati gambar sejenak dan berlalu.


            Niat awal ingin biguang, Dong Hua tidak dapat


berkonsentrasi. Fikirannya terus tertuju pada jasad gadis kecil di Wang Sheng


Hai “ada apa denganku ? aku hanya melihatnya 2 kali selama ini ! apa ini yang


dinamakan cinta pada pandangan pertama ? aku mencintai sebuah jasad ! tapi dia


sudah memiliki pasangan !” bingung dengan pemikirannya sendiri. Tidak dapat


biguang, Dong Hua berlatih di Bi Hai Cang Ling, berusaha tidak memikirkan sang


gadis kecil. Dong Hua hanya bertahan 8 bulan di Bi Hai Cang Ling, langsung ke


Wang Sheng Hai melihat Cai Hong Huo Feng. Dong Hua sendiri membuka peti kristal


dan masuk kedalamnya.


            Dong Hua memeluk raga Cai Hong Huo Feng ‘gadis kecil, aku


sangat merindukanmu…’ mengecup keningnya ‘gadis kecil, bagaimana ini ? aku


tidak bisa tanpamu. Apa yang harus kulakukan ketika kau sadar ? bagaimana


dengan pasanganmu ? gadis kecil… aku tidak pernah tertarik pada siapapun atau


apapun… satu-satunya kau yang membuatku tertarik hingga aku tidak mengenal


diriku sendiri lagi…’ sejak saat itu, Dong Hua berbaring di peti kristal


menemani Cai Hong Huo Feng ‘gadis kecil, kau milikku… saat kau sadar dan


kembali ke pasanganmu… hatiku akan hancur… aku akan melindungimu, walau dari


jauh… yang penting kau bahagia gadis kecilku… aku… aku mencintaimu… yah… inilah


cinta itu…cinta yang sanggup mengorbankan apapun… gadis kecil, aku mencintaimu…


mungkin kau tidak akan pernah tahu perasaanku padamu… saat seperti inilah kita


bisa bersama… Cai Hong Huo Feng, aku Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin mencintaimu…


aku akan melakukan apapun untukmu, yang penting kau aman dan bahagia gadis


kecilku…’.


            Dong Hua selalu menemani Cai Hong Huo Feng didalam peti


kristal. Semua orang mengira dia biguang di Bi Hai Cang Ling. Dong Hua keluar

__ADS_1


ketika saatnya Zhe Yan memberikan ramuan pemulih. Saat ulang tahun Cai Hong Huo


Feng, Dong Hua kembali ke Tai Chen gong, mencari hadiah yang sesuai untuk gadis


kecilnya. Dong Hua membongkar gudang batunya, bingung mencari hadiah yang cocok


untuk gadis kecilnya. “Di Jun, apa yang anda cari ?” Chong Lin ingin membantu.


Dong Hua “hadiah… ini ulang tahun ibu dari keempat anak itu… hadiah apa yang


sebaiknya kuberikan !” Chong Lin ‘Di Jun, jika kau ingat, kau sudah memberikan


dirimu sendiri pada Di Hou’ menghela nafas “Di Jun, Huo Feng sekarang terbaring


dalam peti kristal. Dengan anda datang kesana, sudah merupakan hadiah terbaik


untuknya !”.


            Lian Song “Dong Hua… Dong Hua…” terburu-buru masuk ke Tai


Chen gong. Dong Hua mengerutkan kening “san dianxia…” Chong Lin menyapa “Dong


Hua, ikut aku… cepat… kita harus ke Qing Qiu…” Dong Hua mengerutkan kening “apa


yang terjadi ?” Lian Song sadar kembali “ehm… bukankah kau tertarik dengan Huo


Feng…” Dong Hua semakin mengerutkan keningnya “ada apa dengannya ?” ‘tidak


terjadi apapun kan ! aku baru meninggalkannya 3 hari, gadis kecil…’ ada getar


getir ketakutan dalam dadanya. Lian Song mengatur nafasnya “pagi ini, ada


kilatan pelangi menyinari peti kristal” “apa ?” Dong Hua terkejut, langsung


menghilang ke Wang Sheng Hai. Lian Song “eh sudah pergi… Dong Hua… haih… dia


bisa tenang semua masalah, satu-satunya yang membuatnya gila hanya masalah Huo


Feng… baik ingat maupun tidak ingat, Huo Feng tetap yang terpenting untuknya”


            Sudah banyak yang berkumpul di Wang Sheng Hai, termasuk


kedua Zun Wang dan 7 kesayangan. Dong Hua mengerutkan kening “ada apa ini ? apa


yang mereka lakukan ?” menatap ngeri ketujuh pemuda pemudi yang mengarahkan sihirnya


satu persatu ke peti kristal. Terdengar letusan-letusan, yang berasal dari


sihir ketujuhnya yang menghantam peti kristal. Dong Hua maju, dihalangi Ling


Ling “Fu Qin, jangan mengganggu mereka…” “Zhu Ren… bangunlah… Zhu Ren…” Dong


Hua tidak tahan lagi “apa yang kalian lakukan ?” menghardik dingin, hatinya


sangat takut melihat yang mereka lakukan “Shen Jun… Shen Jun pasti bisa… Shen


Jun, cepat, arahkan api abadi anda pada Zhu Ren… harus membangunkannya… jika


tidak, dia akan selamanya menghilang di ruang hampa… Shen Jun…” Dong Hua


terkejut.


            Zhe Yan “Dong Hua, nanti akan jelaskan padamu… lakukan


yang mereka katakan… pakai api abadimu, serang Huo Feng dengan seluruh


kekuatanmu” Dong Hua tidak mengerti, tapi melihat kesungguhan semua, Dong Hua


mengerahkan sihir menyerang peti kristal “duar…” tutup peti kristal hancur


berantakan. Terlihat cahaya pelangi kecil “Shen Jun, lebih kuat lagi… pakai


tenaga terkuat anda… Zhu Ren, kau harus sadar… Shen Jun dalam hitungan ketiga,

__ADS_1


bersama-sama… saudara-saudaraku, bersama 1… 2… 3… serang…” kedelapannya


bersamaan menyerang. ‘duar… duar… duar…’ terdengar letusan yang besar


berkali-kali “sekali lagi, bersama 1… 2… 3…” terlihat cahaya pelangi membesar


dan mengecil “lagi… 1… 2… 3…” mereka menghantam berkali-kali hingga cahaya


pelangi stabil “semuanya, bersama, serang Zhu Ren, gunakan kekuatan terkuat


kalian… 1… 2… 3… serang… pertahankan…” semuanya menyerang bersamaan, terbentuk


bola cahaya pelangi “Zhu Ren… sadarlah… Zhu Ren…” ketujuhnya berteriak terus


memanggil.


            Dari bola cahaya keluar berbagai macam cahaya, menolak


dan mengembalikan sihir mereka “hahaha… Zhu Ren… hahaha… Zhu Ren kembali… Zhu


Ren…” ketujuhnya bersorak. Semua mengambil kembali kekuatannya, menerima berkah


kekuatan dari bola cahaya pelangi “bagaimana ? apa Niang Qin kembali…” Ling


Ling antusias bertanya “Huo Feng…” You Zun menahan Ling Ling. Dong Hua “apa


gadis kecil sudah sadar ?” sambil memegang dadanya. Gun Gun memapah Dong Hua


“Fu Qin, ada apa denganmu ?” Dong Hua menggeleng “tidak masalah…” ‘duar… duar…


duar…’ terdengar letusan yang memekakkan telinga.


            Bola cahaya pelangi hancur, Cai Hong Huo Feng tanpa


membuka mata, menggerakkan-gerakkan tangannya, mengembalikan kekuatan semuanya.


Gerakannya semakin melambat, muntah darah pelangi di akhirnya, memegang dadanya.


Terdapat cahaya pelangi kecil di dada kirinya “jantungnya… jantungnya


berdetak…” Zuo Zun dengan suara gemetar. “gadis kecil” Dong Hua berguman. Cai


Hong Huo Feng turun ke hadapan semua dengan wajah pucatnya, perlahan membuka


mata, tersenyum lemah pada semua. Cai Hong Huo Feng berjalan perlahan ke


hadapan Dong Hua “Hua Zi gege… aku merindukanmu…” memegang dadanya, muntah


darah pelangi. Dong Hua menimang Cai Hong Huo Feng “kau… kau memanggilku apa ?”


Cai Hong Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege…” mengangkat tangannya, memegang


kepala Dong Hua, mengerahkan sihir masuk.


            Dong Hua merasa kepalanya sangat sakit, perlahan banyak


gambaran berputar di kepalanya. Langit menggelap “rintangan… rintangan Shan


Shen Yu Zhou Da Lu - Shen Jun… bahaya…” ingin maju tapi ditahan oleh jiejue


yang muncul secara tiba-tiba. ‘Dar… dar… dar…’ 81 petir ungu menghantam tubuh


keduanya “Zhu Ren menemani Shen Jun menerima rintangan…” “Feng Wei… Feng Wei…”


Dong Hua tersadar dan mendapat semua ingatannya kembali “Feng Wei, bagaimana ?


bagaimana denganmu ? Feng Wei…” tidak mempedulikan lukanya sendiri, mengecek


istri kecilnya “Feng Wei…” Cai Hong Huo Feng tersenyum “Dong Hua Shan Shen


hebat sekali…” muntah darah pelangi, jatuh tidak sadarkan diri. Dong Hua panik


“Feng Wei… Feng Wei… tidak… jangan lagi… Feng Wei..” muntah darah merah emas

__ADS_1


perak dan jatuh tidak sadarkan diri, jiejue menghilang.


__ADS_2