
Dengan berat hati Dong Hua
meninggalkan Wang Sheng Hai ‘ada apa denganku ? kenapa aku tidak ingin menjauh
dari gadis kecil itu ? aku tidak pernah seperti ini sebelumnya… bagaimana hanya
sebuah raga gadis kecil, mencuri perhatianku ! huh aku pasti hanya penasaran
dengannya. Ah sudahlah, nanti saat ulang tahunnya, aku akan bertemu lagi
dengannya. Apa yang akan kuberikan untuknya ? dia sedang terbaring tanpa nyawa,
apa yang bisa diberikan pada sebuah jasad… haih gadis kecil, kau betul-betul
membuatku menjadi aneh…’ menuju Bi Hai Cang Ling. Dong Hua yang masuk shigong
melihat gambaran rubah merah ekor sembilan, tersenyum lembut “entah sejak
kapan, aku begitu menyukai rubah ekor sembilan ! tapi kenapa rubah merah ini
hmm… Gun Gun rubah perak, Ling Ling rubah emas, gambar ini rubah merah… tapi
rubah ini sangat cantik…” menikmati gambar sejenak dan berlalu.
Niat awal ingin biguang, Dong Hua tidak dapat
berkonsentrasi. Fikirannya terus tertuju pada jasad gadis kecil di Wang Sheng
Hai “ada apa denganku ? aku hanya melihatnya 2 kali selama ini ! apa ini yang
dinamakan cinta pada pandangan pertama ? aku mencintai sebuah jasad ! tapi dia
sudah memiliki pasangan !” bingung dengan pemikirannya sendiri. Tidak dapat
biguang, Dong Hua berlatih di Bi Hai Cang Ling, berusaha tidak memikirkan sang
gadis kecil. Dong Hua hanya bertahan 8 bulan di Bi Hai Cang Ling, langsung ke
Wang Sheng Hai melihat Cai Hong Huo Feng. Dong Hua sendiri membuka peti kristal
dan masuk kedalamnya.
Dong Hua memeluk raga Cai Hong Huo Feng ‘gadis kecil, aku
sangat merindukanmu…’ mengecup keningnya ‘gadis kecil, bagaimana ini ? aku
tidak bisa tanpamu. Apa yang harus kulakukan ketika kau sadar ? bagaimana
dengan pasanganmu ? gadis kecil… aku tidak pernah tertarik pada siapapun atau
apapun… satu-satunya kau yang membuatku tertarik hingga aku tidak mengenal
diriku sendiri lagi…’ sejak saat itu, Dong Hua berbaring di peti kristal
menemani Cai Hong Huo Feng ‘gadis kecil, kau milikku… saat kau sadar dan
kembali ke pasanganmu… hatiku akan hancur… aku akan melindungimu, walau dari
jauh… yang penting kau bahagia gadis kecilku… aku… aku mencintaimu… yah… inilah
cinta itu…cinta yang sanggup mengorbankan apapun… gadis kecil, aku mencintaimu…
mungkin kau tidak akan pernah tahu perasaanku padamu… saat seperti inilah kita
bisa bersama… Cai Hong Huo Feng, aku Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin mencintaimu…
aku akan melakukan apapun untukmu, yang penting kau aman dan bahagia gadis
kecilku…’.
Dong Hua selalu menemani Cai Hong Huo Feng didalam peti
kristal. Semua orang mengira dia biguang di Bi Hai Cang Ling. Dong Hua keluar
__ADS_1
ketika saatnya Zhe Yan memberikan ramuan pemulih. Saat ulang tahun Cai Hong Huo
Feng, Dong Hua kembali ke Tai Chen gong, mencari hadiah yang sesuai untuk gadis
kecilnya. Dong Hua membongkar gudang batunya, bingung mencari hadiah yang cocok
untuk gadis kecilnya. “Di Jun, apa yang anda cari ?” Chong Lin ingin membantu.
Dong Hua “hadiah… ini ulang tahun ibu dari keempat anak itu… hadiah apa yang
sebaiknya kuberikan !” Chong Lin ‘Di Jun, jika kau ingat, kau sudah memberikan
dirimu sendiri pada Di Hou’ menghela nafas “Di Jun, Huo Feng sekarang terbaring
dalam peti kristal. Dengan anda datang kesana, sudah merupakan hadiah terbaik
untuknya !”.
Lian Song “Dong Hua… Dong Hua…” terburu-buru masuk ke Tai
Chen gong. Dong Hua mengerutkan kening “san dianxia…” Chong Lin menyapa “Dong
Hua, ikut aku… cepat… kita harus ke Qing Qiu…” Dong Hua mengerutkan kening “apa
yang terjadi ?” Lian Song sadar kembali “ehm… bukankah kau tertarik dengan Huo
Feng…” Dong Hua semakin mengerutkan keningnya “ada apa dengannya ?” ‘tidak
terjadi apapun kan ! aku baru meninggalkannya 3 hari, gadis kecil…’ ada getar
getir ketakutan dalam dadanya. Lian Song mengatur nafasnya “pagi ini, ada
kilatan pelangi menyinari peti kristal” “apa ?” Dong Hua terkejut, langsung
menghilang ke Wang Sheng Hai. Lian Song “eh sudah pergi… Dong Hua… haih… dia
bisa tenang semua masalah, satu-satunya yang membuatnya gila hanya masalah Huo
Feng… baik ingat maupun tidak ingat, Huo Feng tetap yang terpenting untuknya”
Sudah banyak yang berkumpul di Wang Sheng Hai, termasuk
kedua Zun Wang dan 7 kesayangan. Dong Hua mengerutkan kening “ada apa ini ? apa
yang mereka lakukan ?” menatap ngeri ketujuh pemuda pemudi yang mengarahkan sihirnya
satu persatu ke peti kristal. Terdengar letusan-letusan, yang berasal dari
sihir ketujuhnya yang menghantam peti kristal. Dong Hua maju, dihalangi Ling
Ling “Fu Qin, jangan mengganggu mereka…” “Zhu Ren… bangunlah… Zhu Ren…” Dong
Hua tidak tahan lagi “apa yang kalian lakukan ?” menghardik dingin, hatinya
sangat takut melihat yang mereka lakukan “Shen Jun… Shen Jun pasti bisa… Shen
Jun, cepat, arahkan api abadi anda pada Zhu Ren… harus membangunkannya… jika
tidak, dia akan selamanya menghilang di ruang hampa… Shen Jun…” Dong Hua
terkejut.
Zhe Yan “Dong Hua, nanti akan jelaskan padamu… lakukan
yang mereka katakan… pakai api abadimu, serang Huo Feng dengan seluruh
kekuatanmu” Dong Hua tidak mengerti, tapi melihat kesungguhan semua, Dong Hua
mengerahkan sihir menyerang peti kristal “duar…” tutup peti kristal hancur
berantakan. Terlihat cahaya pelangi kecil “Shen Jun, lebih kuat lagi… pakai
tenaga terkuat anda… Zhu Ren, kau harus sadar… Shen Jun dalam hitungan ketiga,
__ADS_1
bersama-sama… saudara-saudaraku, bersama 1… 2… 3… serang…” kedelapannya
bersamaan menyerang. ‘duar… duar… duar…’ terdengar letusan yang besar
berkali-kali “sekali lagi, bersama 1… 2… 3…” terlihat cahaya pelangi membesar
dan mengecil “lagi… 1… 2… 3…” mereka menghantam berkali-kali hingga cahaya
pelangi stabil “semuanya, bersama, serang Zhu Ren, gunakan kekuatan terkuat
kalian… 1… 2… 3… serang… pertahankan…” semuanya menyerang bersamaan, terbentuk
bola cahaya pelangi “Zhu Ren… sadarlah… Zhu Ren…” ketujuhnya berteriak terus
memanggil.
Dari bola cahaya keluar berbagai macam cahaya, menolak
dan mengembalikan sihir mereka “hahaha… Zhu Ren… hahaha… Zhu Ren kembali… Zhu
Ren…” ketujuhnya bersorak. Semua mengambil kembali kekuatannya, menerima berkah
kekuatan dari bola cahaya pelangi “bagaimana ? apa Niang Qin kembali…” Ling
Ling antusias bertanya “Huo Feng…” You Zun menahan Ling Ling. Dong Hua “apa
gadis kecil sudah sadar ?” sambil memegang dadanya. Gun Gun memapah Dong Hua
“Fu Qin, ada apa denganmu ?” Dong Hua menggeleng “tidak masalah…” ‘duar… duar…
duar…’ terdengar letusan yang memekakkan telinga.
Bola cahaya pelangi hancur, Cai Hong Huo Feng tanpa
membuka mata, menggerakkan-gerakkan tangannya, mengembalikan kekuatan semuanya.
Gerakannya semakin melambat, muntah darah pelangi di akhirnya, memegang dadanya.
Terdapat cahaya pelangi kecil di dada kirinya “jantungnya… jantungnya
berdetak…” Zuo Zun dengan suara gemetar. “gadis kecil” Dong Hua berguman. Cai
Hong Huo Feng turun ke hadapan semua dengan wajah pucatnya, perlahan membuka
mata, tersenyum lemah pada semua. Cai Hong Huo Feng berjalan perlahan ke
hadapan Dong Hua “Hua Zi gege… aku merindukanmu…” memegang dadanya, muntah
darah pelangi. Dong Hua menimang Cai Hong Huo Feng “kau… kau memanggilku apa ?”
Cai Hong Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege…” mengangkat tangannya, memegang
kepala Dong Hua, mengerahkan sihir masuk.
Dong Hua merasa kepalanya sangat sakit, perlahan banyak
gambaran berputar di kepalanya. Langit menggelap “rintangan… rintangan Shan
Shen Yu Zhou Da Lu - Shen Jun… bahaya…” ingin maju tapi ditahan oleh jiejue
yang muncul secara tiba-tiba. ‘Dar… dar… dar…’ 81 petir ungu menghantam tubuh
keduanya “Zhu Ren menemani Shen Jun menerima rintangan…” “Feng Wei… Feng Wei…”
Dong Hua tersadar dan mendapat semua ingatannya kembali “Feng Wei, bagaimana ?
bagaimana denganmu ? Feng Wei…” tidak mempedulikan lukanya sendiri, mengecek
istri kecilnya “Feng Wei…” Cai Hong Huo Feng tersenyum “Dong Hua Shan Shen
hebat sekali…” muntah darah pelangi, jatuh tidak sadarkan diri. Dong Hua panik
“Feng Wei… Feng Wei… tidak… jangan lagi… Feng Wei..” muntah darah merah emas
__ADS_1
perak dan jatuh tidak sadarkan diri, jiejue menghilang.