Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 53 - Perkenalan


__ADS_3

Dong


Hua melihat punggung Feng Jiu yang kembali ke Tai Chen gong. Lian Song “Dong


Hua, dari dulu tahu cinta Feng Jiu padamu sangat dalam, tapi baru tahu cinta


itu sudah bertumbuh semenjak dia masih kecil. Hmm jika saat di Xing Guang


jiejue, kalian tidak kembali, Gun Gun betul-betul akan kehilangan kedua orang


tuanya” Dong Hua “tekadnya yang seperti itulah yang membuatku takut… Xiao Bai


menempatkan semua sebagai prioritasnya, melupakan dirinya sendiri…” Lian Song


“tapi hal itulah yang membentuk dirinya seperti saat ini, kau harus bangga


padanya” Dong Hua tersenyum “dia adalah kebanggaanku… aku hanya ingin Xiao Bai


menikmati hidupnya dan selalu bahagia” Lian Song “Dong Hua, kau juga tidak usah


terlalu khawatir. Bukankah Feng Jiu sekarang baik-baik saja disampingmu. Bukan


saja dirimu, aku percaya semua juga ingin menjaga dan melindungi Feng Jiu,


itulah juga alasan semua berlatih dengan giat”.


Dong


Hua “entah bagaimana caranya merubah kebiasaannya yang diam-diam berkorban itu


haih…” Lian Song “bukannya saat ini, kau selalu mengawasinya… walaupun dia


pergi diam-diam pun akan ketahuan olehmu…” Dong Hua menggeleng “tidak, ada


beberapa kali, aku curiga Xiao Bai memberiku sihir tidur…” Lian Song “sihir


tidur ?” Dong Hua “awalnya hanya kecurigaanku, tapi hal itu terjadi berulang


kali” Lian Song “seberapa sering kau merasakannya ?” Dong Hua “tidak tentu,


awalnya saat di Fan Yin Gu, yang terakhir 3 hari yang lalu” Lian Song “hmm… apa


ada yang melihat Feng Jiu keluar ?” Dong Hua menggeleng.


Setelah


perbincangan singkat, mereka kembali ke Tai Chen gong “Chong Lin, mana Xiao Bai


?” Chong Lin “Di Jun, Di Hou sedang di Liu Jiao Ting bersama beberapa tamunya”


Dong Hua mengkerutkan kening “tamu ? siapa ?” Chong Lin “dewa dewi yang pernah


datang yang lalu” Dong Hua memberikan Ling Ling pada Chong Lin dan segera ke


Liu Jiao Ting “Xiao Bai…” menghampiri Feng Jiu yang sedang bercengkrama bersama


5 dewa dewi “Dong Hua, kau sudah datang…” “Huo Feng, tidak mengenalkan kami kah


?” salah satu dewa menegur. Feng Jiu tersenyum “Dong Hua Zi Fe Shao Yang Jun –


fujunku, Lian Song san dianxia. Nah mereka, Long Jin Shan, Feng Huo Huang, Qing


Yun, Mei Shang, dan Hao Lun.”


Long


Jin Shan “wah Huo Feng, ada juga yang bisa mendapatkanmu !” Feng Jiu memainkan


bibirnya sambil memeluk Dong Hua. Feng Huo Huang “wah kau juga bisa bermanja…


sepanjang mengenalmu hanya wajah menyeramkan, wajah dingin dan wajah usilmu


yang terlihat. Baru ini bisa melihatmu begitu manja hahaha Huo Feng, kau

__ADS_1


berubah…” Dong Hua “biasanya dia tidak seperti inikah ?” kelimanya menggeleng.


Lian Song “biasanya Di Hou seperti apa ?” “salju abadi…” kelimanya menjawab dan


saling melihat, akhirnya tertawa bersama. Feng Jiu “wah kalian cari mati ya…”


Long Jin Shan “tidak berani… tidak berani… hahaha… sebaiknya kita pergi, lama


lagi, kita tidak akan bisa kembali hahaha…” kelimanya pamit undur diri dan


segera menghilang.


Dong


Hua “salju abadi ?” Feng Jiu acuh tak acuh “jangan dengarkan mereka, mereka


hanya tahu bermain saja. Mana Ling Ling dan Jin Cheng ?” Dong Hua menggandeng tangan


Feng Jiu “Xiao Bai, ada apa mereka kemari ?” Feng Jiu “senggang ! hanya bertamu


saja, mengisi waktu senggang… oh benar, bukankah akan ke Huangjing ?” Dong Hua


“Xiao Bai, ikut denganku…” Feng Jiu “Dong Hua, kau pergi mengajar dhamma,


kitapun tidak bisa bersama. Kalau ikut, lao yeye yang nakal itu pasti akan


menahanku lagi di Huangjing, aku lebih baik tidak kesana” Dong Hua “ooo Budha


sering menahanmu ?” Feng Jiu menggeleng “saat kecil, lao yeye selalu ingin


menahanku di Huangjing, aku dengan tidak mudah meloloskan diri” Dong Hua


cemberut dan merengek “Xiao Bai, aku tidak tenang tidak ada kau disisiku…” Feng


Jiu “aiyo Di Jun, kau hanya pergi 10 hari… aku akan baik-baik saja menunggumu


di Tai Chen gong… ehm atau mungkin aku ke Qing Qiu saja hmm…” berfikir. Dong


Hua berfikir, dibanding Feng Jiu di Tai Chen gong, lebih baik di Qing Qiu, akan


Qing Qiu, tapi kau tidak boleh kemanapun, harus menungguku !”


Feng


Jiu cekikikan “hihihi Dong Hua, aku sudah bukan anak kecil…” Dong Hua merengek


“berjanjilah padaku, kalau tidak aku tidak akan tenang di huangjing…” Feng Jiu


pasrah “haiya janji padamu, sudah bisakan !” Dong Hua segera tersenyum, menekuk


lutut, menggendong Feng Jiu “apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua “aku adalah


dewa yang tidak mau rugi. Berhubung akan pergi ke huangjing, aku akan meminta


pelayanan ekstra sebelum pergi” “kau…kau…” Feng Jiu memberontak tapi tidak bisa


lepas dari gendongan Dong Hua.


Sehari


sebelum ke huangjing, Dong Hua membawa Feng Jiu dan Ling Ling ke Qing Qiu. Dong


Hua memberi pesan khusus pada Zhe Yan dan Bai Chen untuk menjaga Feng Jiu


selama dia tidak ada. Hari berikutnya dengan berat hati, Dong Hua meninggalkan


Feng Jiu ke huangjing. Zhe Yan “wah bisa juga Dong Hua meninggalkanmu…” Bai


Chen “selama ini Di Jun selalu menempel, lebih erat daripada Ling Ling lagi


hahaha…” Feng Jiu “wah akhirnya bisa bersenang-senang hihihi… lao feng huang…”


Zhe Yan “yatou, apa lagi maumu ?” Feng Jiu “yang mulia sudah berbaik hati

__ADS_1


melatih kalian, bukankah harus ada hadiah ?” Zhe Yan “katakan saja, apa yang


kau inginkan !” Feng Jiu “berikan arakmu padaku… sudah lama aku tidak minum,


sangat merindukan arak Tao Hua mu hihihi…” Zhe Yan “sudah tahu kau pasti


meminta arak… ini ambillah, jangan mabuk sampai tidak sadarkan diri, kalau


tidak aku akan memberimu ramuan penghilang mabuk terpahit” Feng Jiu memeletkan


lidahnya “terima kasih ya… kalau ada gugu disini sangat baik, sudah lama tidak


minum arak bersama”


Bai


Chen “haih kau jangan mengharapkannya, Qian Qian sekarang sangat sibuk. Oh


dengar-dengar Zhi He sudah kembali ke Jiu Jong Tian” Feng Jiu mengangguk “sudah


kembali beberapa hari yang lalu” Bai Chen “apa dia ada mencari masalah denganmu


?” Feng Jiu “aku tidak tahu… beberapa hari Dong Hua menutup gerbang Tai Chen


gong…” Zhe Yan “kurasa dia sudah mendapat pelajarannya. Dong Hua juga tidak


mungkin akan membiarkan dia mengganggumu lagi” Feng Jiu mengangkat bahunya “ah


sudahlah, aku ingin berjalan-jalan ke Mo Gu jing, malam ini akan memasak


kesukaan kalian, bagaimana ?” Zhe Yan “yatou, kau memang paling pengertian.


Sudah lama tidak memakan masakanmu… baik, aku akan membawa arak lagi, malam ini


kita minum sampai mabuk” Feng Jiu “yey… tidak ada ramuan pahit…” Zhe Yan


cekikikan “baik… baik… tidak ada ramuan pahit…”.


Feng


Jiu, Bai Chen, dan Zhe Yan duduk bertiga di Shi Li Tao Ling, menikmati makanan


yang tersaji dan arak yang tersedia. Zhe Yan “sudah lama tidak makan sepuas ini


! Xiao Jiu, teknik masakmu meningkat lagi !” Feng Jiu “bagaimana ? tidak


menyesalkan mengeluarkan arakmu hihihi…” Zhe Yan cekikikan “mana mungkin


menyesal hahaha… Dong Hua sangat beruntung, bisa mencicipi masakanmu yang enak


ini setiap hari” Feng Jiu “Dong Hua ! hahaha dia sedang gencar-gencar menjahili


san dianxia…” Bai Chen “ooo… san dianxia berbuat salah apa kali ini ?” Feng Jiu


menggoyang-goyangkan tangannya “hanya karena san dianxia yang sering membawa


Jin Cheng ke Tai Chen gong menemui Ling Ling hahaha… Dong Hua menjaga putrinya


dengan sangat ketat…” Zhe Yan tertawa “ooo jadi antara kau dan Ling Ling, yang


mana yang lebih dijaganya ?” Feng Jiu berfikir “harusnya Ling Ling, aku kan


selalu disampingnya”


Bai


Chen “Xiao Jiu, apa sekarang kau bahagia ? bukankah menikahi Di Jun adalah


harapanmu selama ini ?” Feng Jiu mengangguk “bahagia… xiao shu, Xiao Jiu sangat


bahagia, harapanku sudah terwujud, sudah tidak ada penyesalan lagi” Zhe Yan “eh


aku masih ingat saat kecil, kau mengatakan akan menikahi dewa terhebat di Si

__ADS_1


Hai Ba Huang, walau saat itu kau belum belajar sejarah. Ternyata semua yang kau


katakan terjadi” Feng Jiu cekikikan “bagaimana ? aku hebatkan !”.


__ADS_2