
Dong
Hua melihat punggung Feng Jiu yang kembali ke Tai Chen gong. Lian Song “Dong
Hua, dari dulu tahu cinta Feng Jiu padamu sangat dalam, tapi baru tahu cinta
itu sudah bertumbuh semenjak dia masih kecil. Hmm jika saat di Xing Guang
jiejue, kalian tidak kembali, Gun Gun betul-betul akan kehilangan kedua orang
tuanya” Dong Hua “tekadnya yang seperti itulah yang membuatku takut… Xiao Bai
menempatkan semua sebagai prioritasnya, melupakan dirinya sendiri…” Lian Song
“tapi hal itulah yang membentuk dirinya seperti saat ini, kau harus bangga
padanya” Dong Hua tersenyum “dia adalah kebanggaanku… aku hanya ingin Xiao Bai
menikmati hidupnya dan selalu bahagia” Lian Song “Dong Hua, kau juga tidak usah
terlalu khawatir. Bukankah Feng Jiu sekarang baik-baik saja disampingmu. Bukan
saja dirimu, aku percaya semua juga ingin menjaga dan melindungi Feng Jiu,
itulah juga alasan semua berlatih dengan giat”.
Dong
Hua “entah bagaimana caranya merubah kebiasaannya yang diam-diam berkorban itu
haih…” Lian Song “bukannya saat ini, kau selalu mengawasinya… walaupun dia
pergi diam-diam pun akan ketahuan olehmu…” Dong Hua menggeleng “tidak, ada
beberapa kali, aku curiga Xiao Bai memberiku sihir tidur…” Lian Song “sihir
tidur ?” Dong Hua “awalnya hanya kecurigaanku, tapi hal itu terjadi berulang
kali” Lian Song “seberapa sering kau merasakannya ?” Dong Hua “tidak tentu,
awalnya saat di Fan Yin Gu, yang terakhir 3 hari yang lalu” Lian Song “hmm… apa
ada yang melihat Feng Jiu keluar ?” Dong Hua menggeleng.
Setelah
perbincangan singkat, mereka kembali ke Tai Chen gong “Chong Lin, mana Xiao Bai
?” Chong Lin “Di Jun, Di Hou sedang di Liu Jiao Ting bersama beberapa tamunya”
Dong Hua mengkerutkan kening “tamu ? siapa ?” Chong Lin “dewa dewi yang pernah
datang yang lalu” Dong Hua memberikan Ling Ling pada Chong Lin dan segera ke
Liu Jiao Ting “Xiao Bai…” menghampiri Feng Jiu yang sedang bercengkrama bersama
5 dewa dewi “Dong Hua, kau sudah datang…” “Huo Feng, tidak mengenalkan kami kah
?” salah satu dewa menegur. Feng Jiu tersenyum “Dong Hua Zi Fe Shao Yang Jun –
fujunku, Lian Song san dianxia. Nah mereka, Long Jin Shan, Feng Huo Huang, Qing
Yun, Mei Shang, dan Hao Lun.”
Long
Jin Shan “wah Huo Feng, ada juga yang bisa mendapatkanmu !” Feng Jiu memainkan
bibirnya sambil memeluk Dong Hua. Feng Huo Huang “wah kau juga bisa bermanja…
sepanjang mengenalmu hanya wajah menyeramkan, wajah dingin dan wajah usilmu
yang terlihat. Baru ini bisa melihatmu begitu manja hahaha Huo Feng, kau
__ADS_1
berubah…” Dong Hua “biasanya dia tidak seperti inikah ?” kelimanya menggeleng.
Lian Song “biasanya Di Hou seperti apa ?” “salju abadi…” kelimanya menjawab dan
saling melihat, akhirnya tertawa bersama. Feng Jiu “wah kalian cari mati ya…”
Long Jin Shan “tidak berani… tidak berani… hahaha… sebaiknya kita pergi, lama
lagi, kita tidak akan bisa kembali hahaha…” kelimanya pamit undur diri dan
segera menghilang.
Dong
Hua “salju abadi ?” Feng Jiu acuh tak acuh “jangan dengarkan mereka, mereka
hanya tahu bermain saja. Mana Ling Ling dan Jin Cheng ?” Dong Hua menggandeng tangan
Feng Jiu “Xiao Bai, ada apa mereka kemari ?” Feng Jiu “senggang ! hanya bertamu
saja, mengisi waktu senggang… oh benar, bukankah akan ke Huangjing ?” Dong Hua
“Xiao Bai, ikut denganku…” Feng Jiu “Dong Hua, kau pergi mengajar dhamma,
kitapun tidak bisa bersama. Kalau ikut, lao yeye yang nakal itu pasti akan
menahanku lagi di Huangjing, aku lebih baik tidak kesana” Dong Hua “ooo Budha
sering menahanmu ?” Feng Jiu menggeleng “saat kecil, lao yeye selalu ingin
menahanku di Huangjing, aku dengan tidak mudah meloloskan diri” Dong Hua
cemberut dan merengek “Xiao Bai, aku tidak tenang tidak ada kau disisiku…” Feng
Jiu “aiyo Di Jun, kau hanya pergi 10 hari… aku akan baik-baik saja menunggumu
di Tai Chen gong… ehm atau mungkin aku ke Qing Qiu saja hmm…” berfikir. Dong
Hua berfikir, dibanding Feng Jiu di Tai Chen gong, lebih baik di Qing Qiu, akan
Qing Qiu, tapi kau tidak boleh kemanapun, harus menungguku !”
Feng
Jiu cekikikan “hihihi Dong Hua, aku sudah bukan anak kecil…” Dong Hua merengek
“berjanjilah padaku, kalau tidak aku tidak akan tenang di huangjing…” Feng Jiu
pasrah “haiya janji padamu, sudah bisakan !” Dong Hua segera tersenyum, menekuk
lutut, menggendong Feng Jiu “apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua “aku adalah
dewa yang tidak mau rugi. Berhubung akan pergi ke huangjing, aku akan meminta
pelayanan ekstra sebelum pergi” “kau…kau…” Feng Jiu memberontak tapi tidak bisa
lepas dari gendongan Dong Hua.
Sehari
sebelum ke huangjing, Dong Hua membawa Feng Jiu dan Ling Ling ke Qing Qiu. Dong
Hua memberi pesan khusus pada Zhe Yan dan Bai Chen untuk menjaga Feng Jiu
selama dia tidak ada. Hari berikutnya dengan berat hati, Dong Hua meninggalkan
Feng Jiu ke huangjing. Zhe Yan “wah bisa juga Dong Hua meninggalkanmu…” Bai
Chen “selama ini Di Jun selalu menempel, lebih erat daripada Ling Ling lagi
hahaha…” Feng Jiu “wah akhirnya bisa bersenang-senang hihihi… lao feng huang…”
Zhe Yan “yatou, apa lagi maumu ?” Feng Jiu “yang mulia sudah berbaik hati
__ADS_1
melatih kalian, bukankah harus ada hadiah ?” Zhe Yan “katakan saja, apa yang
kau inginkan !” Feng Jiu “berikan arakmu padaku… sudah lama aku tidak minum,
sangat merindukan arak Tao Hua mu hihihi…” Zhe Yan “sudah tahu kau pasti
meminta arak… ini ambillah, jangan mabuk sampai tidak sadarkan diri, kalau
tidak aku akan memberimu ramuan penghilang mabuk terpahit” Feng Jiu memeletkan
lidahnya “terima kasih ya… kalau ada gugu disini sangat baik, sudah lama tidak
minum arak bersama”
Bai
Chen “haih kau jangan mengharapkannya, Qian Qian sekarang sangat sibuk. Oh
dengar-dengar Zhi He sudah kembali ke Jiu Jong Tian” Feng Jiu mengangguk “sudah
kembali beberapa hari yang lalu” Bai Chen “apa dia ada mencari masalah denganmu
?” Feng Jiu “aku tidak tahu… beberapa hari Dong Hua menutup gerbang Tai Chen
gong…” Zhe Yan “kurasa dia sudah mendapat pelajarannya. Dong Hua juga tidak
mungkin akan membiarkan dia mengganggumu lagi” Feng Jiu mengangkat bahunya “ah
sudahlah, aku ingin berjalan-jalan ke Mo Gu jing, malam ini akan memasak
kesukaan kalian, bagaimana ?” Zhe Yan “yatou, kau memang paling pengertian.
Sudah lama tidak memakan masakanmu… baik, aku akan membawa arak lagi, malam ini
kita minum sampai mabuk” Feng Jiu “yey… tidak ada ramuan pahit…” Zhe Yan
cekikikan “baik… baik… tidak ada ramuan pahit…”.
Feng
Jiu, Bai Chen, dan Zhe Yan duduk bertiga di Shi Li Tao Ling, menikmati makanan
yang tersaji dan arak yang tersedia. Zhe Yan “sudah lama tidak makan sepuas ini
! Xiao Jiu, teknik masakmu meningkat lagi !” Feng Jiu “bagaimana ? tidak
menyesalkan mengeluarkan arakmu hihihi…” Zhe Yan cekikikan “mana mungkin
menyesal hahaha… Dong Hua sangat beruntung, bisa mencicipi masakanmu yang enak
ini setiap hari” Feng Jiu “Dong Hua ! hahaha dia sedang gencar-gencar menjahili
san dianxia…” Bai Chen “ooo… san dianxia berbuat salah apa kali ini ?” Feng Jiu
menggoyang-goyangkan tangannya “hanya karena san dianxia yang sering membawa
Jin Cheng ke Tai Chen gong menemui Ling Ling hahaha… Dong Hua menjaga putrinya
dengan sangat ketat…” Zhe Yan tertawa “ooo jadi antara kau dan Ling Ling, yang
mana yang lebih dijaganya ?” Feng Jiu berfikir “harusnya Ling Ling, aku kan
selalu disampingnya”
Bai
Chen “Xiao Jiu, apa sekarang kau bahagia ? bukankah menikahi Di Jun adalah
harapanmu selama ini ?” Feng Jiu mengangguk “bahagia… xiao shu, Xiao Jiu sangat
bahagia, harapanku sudah terwujud, sudah tidak ada penyesalan lagi” Zhe Yan “eh
aku masih ingat saat kecil, kau mengatakan akan menikahi dewa terhebat di Si
__ADS_1
Hai Ba Huang, walau saat itu kau belum belajar sejarah. Ternyata semua yang kau
katakan terjadi” Feng Jiu cekikikan “bagaimana ? aku hebatkan !”.