Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 225 - Penyesalan


__ADS_3

Dong Hua kembali ke Tai Chen


gong bersama lainnya. Zhe Yan “Dong Hua, yatou sudah membantumu menyelesaikan


masalah Miao Luo dan Miao Yi Hui Min Jing. Ya tou sudah membalas budinya


padamu, kalian tidak saling berhutang lagi. Dong Hua, sesuai keinginan awalmu,


kamu sudah bisa dengan tenang menjaga Si Hai Ba Huang, Rubah kecil nakal itu,


tidak akan mengganggumu lagi”. Dong Hua murka menatap tajam Zhe Yan “dia bukan


‘rubah kecil nakal’. Dia adalah rubahku, rubah kecil kesayanganku. Suruh Bai


Feng Jiu kembali, aku belum mengijinkannya yuhua, dia tidak boleh yuhua. Aku adalah


Dong Hua Di Jun, akulah yang akan menentukan kehidupannya… kembalikan Jiu er-ku


padaku…”.


Dong Hua perlahan terjatuh dan menitikkan air mata “dia


adalah milikku, milikku satu-satunya. Apa yang sudah kulakukan ? selalu


mengatakan ingin melindunginya, ternyata akulah yang selalu mencelakainya.


Dialah yang selalu melindungiku. Zhe Yan, Jiu er sudah membalas budiku.


Sekarang katakan padaku, apa yang harus kulakukan untuk membalas budinya padaku


? bagaimana aku harus membalasnya ?” Zhe Yan tidak tega melihat Dong Hua.


Zhe Yan menepuk bahu Dong Hua “Dong Hua, kamu bisa


menjaga Si Hai Ba Huang, melindungi apa yang sudah dilindunginya. Kamu juga


harus menjaga dirimu, jangan menyia-nyiakan pengorbanan Xiao Jiu”. Mengeluarkan


botol obat “ini, minumlah sehari satu, akan membantu memulihkan tubuhmu.


Setelah luka luarmu pulih, mulailah biguang”.


Dong Hua hanya duduk terdiam disana, memegang botol obat


pemberian Zhe Yan. Perlahan semua pergi, meninggalkan Dong Hua dan Tai Chen


gong. Dong Hua menatap kosong botol obat. Dong Hua menitikkan air mata di dalam


kamarnya, melihat deretan toples kaca yang sudah kosong, sebelumnya terdapat


kue-kue buatan Bai Feng Jiu. Dong Hua mengira akan yuhua, diapun menghabiskan


semua, ingin membawa semua kenangannya bersama Bai Feng Jiu. Dong Hua


mengeluarkan suling kecil pemberian Bai Feng Jiu ‘Jiu er, hanya ini


peninggalanmu untukku. Kamu betul-betul sangat hebat, kenapa aku tidak


menyadari kehebatanmu sebelumnya. Sudah sampai saat ini, aku baru tahu kalau


aku sangat lemah… Jiu er… aku seharusnya tidak mempedulikan apapun dan selalu


bersama denganmu. Jiu er, aku bersalah, aku bersalah padamu…’ menangis memeluk


suling kecil.


Setelah memeriksa semua keluarga Bai yang terlukan, Zhe


Yan kembali ke Tai Chen gong mengecek Dong Hua. Zhe Yan menghela nafas, tidak


tega melihat kesedihan teman sekolahnya ini ‘Xiao Jiu a Xiao Jiu, kamu bisa


tenang. Dong Hua Di Jun juga sangat mencintaimu. Setelah mengetahui hal ini,


apakah kamu merasa terhibur disana ? Xiao Jiu, aku akan berusaha menjaga Dong


Hua dan keluargamu’ “Dong Hua, jangan seperti ini, setidaknya sebelum yatou


yuhua, kalian sudah sempat bersama” Dong Hua akhirnya berbicara “sekejab… hanya


sekejab… aku memberinya kesedihan seumur hidup dan kebersamaan sekejab, itupun


berdasar pada keegoisanku… aku tidak pernah menanyakan apa yang diinginkannya !


Zhe Yan, aku menyesal, aku sangat menyesal. Seharusnya aku tidak mempedulikan


apapun dan selalu bersama dengannya. Hanya bersamanya, aku bisa merasakan


benar-benar hidup. Hari-hari bersamanya sangat indah tetapi sangat singkat.


Kamu tahu, malam sebelum dia pergi, dia membuat 1 meja hidangan kesukaanku dan


bertanya apa yang kuinginkan. Dia meninggalkan begitu banyak makanan kesukaanku


sebelum meninggalkan Tai Chen gong. Santapan yang merupakan rasa terima


kasihnya, ternyata adalah santapan selamat tinggal. 100 tahun… 100 tahun, dia


menemaniku di Tai Chen gong… 100 tahun yang paling membahagiakan dalam hidupku


360.000 tahun.” Menitikkan air mata.


Zhe Yan tidak pernah melihat Dong Hua menangis, hari ini


pertama kalinya. Zhe Yan menepuk-nepuk punggung Dong Hua “Dong Hua, apa


rencanamu sekarang ? Miao Yi Yuan dan Miao Luo sudah tidak ada, Si Hai Ba Huang

__ADS_1


juga damai sejahtera.” Dong


Hua menggeleng “aku… aku tidak tahu… Zhe Yan mengapa hatiku sangat sakit ? seperti


ada ribuan pisau yang menusukku.” Zhe Yan segera bangkit memeriksa Dong Hua


“Dong Hua, apa hukuman dari batu 3


kehidupan lagi ?” Dong Hua menggeleng “tidak, hukuman itu sudah berlalu. Sejak


9 tingkat kekuatanku kembali, aku tidak merasakan sakit seperti itu lagi. Jiu


er sudah menyembuhkanku, sudah membantuku menyelesaikan hukuman itu. Lucunya,


aku sama sekali tidak tahu hal itu hingga hari ini.”


Zhe


Yan mengangguk setelah tidak mendapat sesuatu yang salah pada nadi Dong Hua


“Dong Hua, istirahatlah, setelah luka luarmu sembuh, segeralah biguang


memulihkan penyakit dalammu. Pil obat sudah kamu minum hari ini, jangan lupa


meminumnya besok. Aku pergi dulu, besok akan kesini memeriksamu dan mengganti


obat pada lukamu lagi” Dong Hua hanya mengangguk.


Dong Hua memegang suling kecil dan berbaring di


ranjangnya. Dong Hua segera tertidur karena kelelahan dan kesedihan. Dong Hua


pun memimpikan Bai Feng Jiu. Di mimpinya, Bai Feng Jiu tersenyum duduk


disampingnya memeriksa luka-lukanya “Di Jun, apa sakit ?” Dong Hua diam


mengangguk. Bai Feng Jiu memberinya sebuah permen madu “makanlah ini, maka


lukanya tidak akan sakit” Dong Hua membuka mulut dan memakan permennya, menurut


seperti anak kecil. Bai Feng Jiu tersenyum, berdiri dan menari di hadapannya


“Di Jun, Jiu er akan pergi sekarang hihihi…” Dong Hua menariknya “Jiu er jangan


pergi, disini saja menemaniku bolehkah ?” Feng Jiu membelai kepala Dong Hua “Di


Jun, yang baik. Jika Di Jun menurut nanti Jiu er akan membawakanmu permen madu


lagi hihihi…” Dong Hua mengangguk. Bai Feng Jiu tersenyum, melambaikan tangan


dan pergi.


Dong Hua


terbangun di pagi hari dengan senyuman “Jiu er… Jiu er, aku akan menurut. Kamu


merasa rubah kecilnya tidak meninggalkannya. Dong Hua segera meminta sarapan


pada Chong Lin, ingin segera meminum obatnya dan kembali tidur. Dia ingin


kembali bertemu Bai Feng Jiu dimimpinya.


Zhe Yan


datang saat Dong Hua sedang sarapan “Dong Hua, bersemangat sekali pagi ini.


Bagus, begini baru Dong Hua Di Jun. Ayo, aku juga belum sarapan.” duduk sarapan


bersama. Dong Hua dengan mata berbinar layaknya anak kecil “Zhe Yan, Jiu er


datang menemuiku. Dia tidak meninggalkanku” Zhe Yan kaget “Dong Hua…” Dong Hua


mengangguk “kemarin dia datang dalam mimpiku, memberiku sebuah permen madu


berbentuk rubah merah. Dia bilang, jika aku menurut, dia akan datang lagi


memberiku permen. Zhe Yan, cepat ganti obatku. Aku ingin segera tidur, ingin


bertemu dengannya lagi” Zhe Yan tidak tahu harus berbicara apa, dia merasa Dong


Hua berhalusinasi. Tapi jika ini baik untuk perkembangan Dong Hua biarkan saja.


Zhe Yan pun


mengganti obat pada luka Dong Hua “Dong Hua, kamu tidak boleh terus tertidur,


tidak akan baik untuk luka-lukamu. Kamu harus banyak berolahraga dan menghirup


udara segar. Pilnya juga akan lebih baik bekerja jika mentalmu prima.” Dong Hua


mengangguk “baiklah, ada apalagi Zhe Yan ? aku akan menuruti semua. Jika aku


menurut, dia akan menemuiku.” Zhe Yan memberikan beberapa nasehat dan pergi


dari istana Tai Chen. Dong Hua pun melakukan semua saran Zhe Yan, berolahraga


dan menghirup udara segar. Dia membaca kitab Dhamma di bawah pohon Fo Ling,


berlatih sebentar, dan bermain catur dengan Lian Song. Semua aktifitasnya


kembali normal, dari pagi hingga petang.


Di petang


hari, Dong Hua segera tertidur setelah menyelesaikan semua aktifitas yang


disarankan Zhe Yan. Dong Hua sangat menantikan akan bertemu Bai Feng Jiu di

__ADS_1


mimpinya, karena sudah menurut. Sesuai dengan kata-kata Bai Feng Jiu dimimpi


sebelumnya, dia datang lagi, membawa sebuah permen madu. Kali ini, Dong Hua


membaringkan kepalanya di pangkuan Bai Feng Jiu menikmati permen rubahnya dan


belaian Bai Feng Jiu di kepalanya “Di Jun, kamu melakukannya dengan sangat


bagus” Dong Hua tersenyum.


Hal ini berlangsung


selama 5 hari, luka luar Dong Hua pun pulih dengan cepat. Zhe Yan pun memuji


pemulihan Dong Hua yang cepat “Dong Hua, semua bagus, luka dalammu juga


berangsur membaik. Jika begini terus, kamu tidak biguangpun tak apa. Tapi


saranku, kamu secepatnya biguang biar pemulihannya lebih cepat” Dong Hua


menggeleng “tidak, begini saja, jika biguang tidak dapat bertemu Jiu er” Dong


Hua sekarang bagai anak kecil yang menantikan hadiah. Waktu tidur adalah hal


yang paling ditunggunya sepanjang hari. Zhe Yan hanya bisa menghela nafas,


halusinasi ini tidak tahu baik atau buruk untuk Dong Hua.


Dalam mimpi


hari kelima, lain dari biasanya, kali ini Bai Feng Jiu membawakan 3 permen


rubah “Di Jun, lukamu sudah sembuh, kamu melakukannya dengan sangat baik.”


menunggu Dong Hua selesai memakan permennya. Feng Jiu langsung berdiri


setelahnya “Di Jun, Jiu er sudah mau pergi. Di Jun, hiduplah yang baik. Selamat


tinggal” Dong Hua merasa ada yang salah segera memegang tangan Bai Feng Jiu


“Jiu er, mau kemana ? apa aku ada melakukan sesuatu yang salah ? jangan pergi,


aku akan menurut. Jiu er, besok bawakan permen rubah lagi.” Bai Feng Jiu


menggeleng “Di Jun, ini hari terakhirku menemuimu.” Dong Hua segera memeluknya


“tidak, aku tidak mau. Kamu harus datang besok” Bai Feng Jiu melerai pelukannya


“Di Jun, Qing Shen Yuan Qian. Selamat nama Di Jun sudah ada di batu 3


kehidupan. Jiu er harap Di Jun tidak lagi sendiri dan kesepian. Di Jun, maaf,


Bai Feng Jiu tidak bisa menemani lagi”


Dong Hua


menggenggam erat tangan Bai Feng Jiu “Jiu er, aku mencintaimu. Dari dulu aku


mencintaimu, aku tidak akan sendiri dan kesepian, ada kamu yang menemaniku. Jiu


er, kamu boleh menghukumku, tapi jangan meninggalkanku.” Bai Feng Jiu


menitikkan air mata “Di Jun, apa tahu Jiu er menunggu kata-katamu ini sangat


menderita. Di Jun, Jiu er senang masih bisa mendengar kata-kata itu, hanya


sayang semua sudah terlambat” Dong Hua memeluk Bai Feng Jiu “tidak, tidak, Jiu


er semua belum terlambat. Lihat kita masih bisa bertemu kan, walau dalam


mimpipun tak apa, asal Jiu er tidak meninggalkanku”


Bai Feng Jiu


melerai pelukan tersenyum “Di Jun, Jiu er sudah harus pergi. Sudah saatnya Jiu


er untuk kembali. Di Jun, seumur hidup ini, Jiu er bahagia bisa bertemu Di Jun,


selamat tinggal” menghilang. Dong Hua berteriak bagai orang gila, mengigau “Jiu


er… Jiu er… Jiu er…” Zhe Yan yang baru masuk segera membangunkan Dong Hua “Dong


Hua, Dong Hua…” Dong Hua terkaget bangun “Jiu er, Zhe Yan, Jiu er sudah pergi,


dia meninggalkanku lagi… Zhe Yan, aku sudah menurut, kenapa Jiu er pergi lagi ?


kenapa ? tidak, aku harus segera tertidur, aku harus mencarinya”.


Zhe Yan tidak


berdaya memberitahunya kebenaran “Dong Hua, itu hanya hayalanmu, halusinasimu.


Ya tou tidak pernah kembali. Aku sudah mengecek bintang ya tou bersama Hu Di,


bintang ya tou sudah tidak ada dari semenjak dia yuhua, kamu harus belajar


menerima kenyataan ini” Dong Hua menggeleng “tidak… tidak… Jiu er jelas-jelas


kembali untukku, tiap hari memberiku permen rubah. Aku baru mengatakan aku


mencintainya dan dia menangis bahagia, katanya sudah menunggu lama kata ini.


Zhe Yan, aku mencintainya, aku mencintai Jiu er.” Dong Hua frustasi seperti


anak kecil yang kehilangan ibunya. Zhe Yan menggeleng, hanya bisa diam


mendengarkan hingga Dong Hua tenang kembali.

__ADS_1


__ADS_2