
Feng Wei yang selesai mandi,
segera terlelap di pelukan Hua Zi. Feng Wei masih 200 tahun, tubuhnya belum
mampu mengatasi banyak kegiatan berat. Hanya dengan memperlihatkan dirinya,
hampir semua masalah Yu Zhou Da Lu sudah diselesaikannya. Zhe Yan menyiapkan
ramuan untuk Feng Wei, agar tubuhnya kuat. Mereka mengerti tanggung jawab Feng
Wei yang sangat besar. Tidak ada yang bisa menggantikannya, walaupun sekarang
terlahir kembali dan berusia 200 tahun. Dengan terlahir kembali sebagai ‘The
Supreme Emperor’, tanggung jawabnya semakin besar. Yang bisa mereka lakukan
hanya menjaganya agar selalu sehat dan kuat.
Feng Wei tertidur selama sisa hari itu, hanya bangun untuk
makan dan tidur lagi. Hua Zi menjaga Feng Wei dengan baik, tidak mengizinkan
siapapun mengganggu istirahatnya. Yang lain menghabiskan waktu di perpustakaan,
mencari tahu sejarah Cai Hong Huo Feng Shen Zhu. Semakin tinggi kekaguman
mereka, semakin besar tekad belajar dengan baik agar pantas berdiri
mendampinginya, terutama keempat anak dan pasangannya. Hua Zi masih tidak dapat
melupakan perlakuan para pemuja Feng Wei di aula.
Feng Wei bangun paling pagi, karena tidur terlalu lama hari
sebelumnya. Melihat wajah tidur Hua Zi, tersenyum lembut ‘Hua Zi gege… hmm
sudah sangat banyak aku melihat pria, yang tampan, yang berkharisma, yang
setia, yang berkemampuan, dari yang paling baik hingga paling jahat, dari yang
paling tampan hingga paling jelek, dari yang paling hebat hingga tidak bisa
apa-apa. Entah kenapa aku hanya jatuh cinta padamu, dari raga kultivasi hingga
tubuh kecil ini, hanya kamu yang berhasil masuk ke hatiku. Hua Zi gege-ku
satu-satunya’, mengecup lembut bibir Hua Zi.
Hua Zi dengan mata tertutup “Feng Wei, masih mau melihat !
kamu sungguh merupakan cobaan terberat untukku. Aku bisa tidak tahan terus
seperti ini” mencium bibir kecil Feng Wei. Menempelkan kening mereka “Feng Wei,
cepatlah besar ! Fu Jun akan menunggumu” memeluk erat “Feng Wei, sekarang bisa
memberikan janjimu padaku ?” Feng Wei memainkan rambut Hua Zi “Hua Zi gege menginginkan
janji apa dariku ?” Hua Zi kembali menempelkan kening mereka “janji untuk
selamanya bersamaku, hidup mati bersamaku…” Feng Wei memainkan mata nakalnya “hmm…
janji selamanya itu sangat berat…” Hua Zi merengek “Feng Wei…” Feng Wei
cekikikan. Hua Zi “kau masih mau meninggalkanku ?” berkaca-kaca.
Feng
Wei mencium pipi Hua Zi dan mengecup lembut bibirnya “Fu Jun-ku, ingin mendapat
janji selamanya dari yang mulia, bukan hal yang semudah itu.” Hua Zi “Feng Wei,
aku menginginkan janjimu tanpa trik apapun !” Feng Wei tersenyum lembut “Hua Zi
gege, kau sudah mengetahui tentang batu jodoh ?” Hua Zi mengangguk. Feng Wei “hmm…
__ADS_1
lao yeye selalu mengatakan, kau adalah hadiah yang diciptakan untukku. Kau sudah
ditakdirkan menjadi milikku dan aku selalu menjaga milikku. Hua Zi gege,
hidupku tidak pernah digariskan pada takdir apapun, satu-satunya muncul pada
batu jodoh kultivasi.” Hua Zi memegang tangan kecil Feng Wei “karena aku tercipta
untukmu, jadi bawalah aku kemanapun, bahkan saat kau harus meninggalkan dunia
ini !” Feng Wei tersenyum.
Feng
Wei “baiklah hadiah manjaku… sekali menjadi milik yang mulia, kau tidak akan
bisa kabur lagi” mengancam dengan nada kekanakan khas anak kecil. Hua Zi
tersenyum ceria “terima kasih Shen Zhu, hamba tidak akan kabur walaupun anda
mengusirku…” Feng Wei cekikikan “hihihi Hua Zi gege, kenapa mulutmu semakin
pintar menggombal ? kuingat dulu Dong Hua Di Jun sangat dingin” Hua Zi tersenyum
“kata-kataku hanya untukmu sayangku… Feng Wei-ku, jangan menutupi apapun dariku
lagi…” Feng Wei tersenyum nakal “hmm… kalau itu harus lihat bagaimana Di Jun
bisa mendapat kepercayaanku hihihi…” Hua Zi tersenyum mengelus hidung kecilnya “nakal…
baiklah, untuk mendapatkan kepercayaan Fu Ren-ku yang imut ini, Fu Jun akan
berusaha keras…” Feng Wei tertawa cekikikan.
Hua
Zi “Feng Wei, jangan melihat
lainnya. Kamu hanya boleh melihatku” Feng Wei berusaha mencerna dan menyadari
“Fu Jun, kamu cemburu lagi !” Hua Zi mengangguk. Feng Wei ketawa jahil “hihihi…
banyak yang menyukaiku” Hua Zi mencium bibirnya menghentikan kata-kata Feng Wei
kecil dan memeluknya erat “tidak boleh, Feng Wei, tidak boleh. Kamu hanya
milikku, milikku seorang” Feng Wei memeluk Hua Zi tertawa “hihihi, Fu Jun hanya
bercanda denganmu” melerai pelukan “dengar, selamanya aku hanya milikmu, dulu,
sekarang, nanti, selamanya milikmu. Kamu juga hanya milikku. Tidak usah
memikirkan lainnya, ok” Hua Zi mengangguk tersenyum manis.
Feng
Wei “Hua Zi gege, aku akan ke Dunia Ilusi untuk memastikan sesuatu…” Hua Zi “hmm…
baik, kita isi perut kecilmu dan ke dunia ilusi…” Feng Wei “hmm… sudah lama
tidak kesana, tampaknya aku harus membawa banyak gula batu” dengan wajah yang
menerawang. Hua Zi “biarkan anak-anak saja yang membawanya” Feng Wei mengkerucutkan
bibirnya “apa mau membawa semua ?” Hua Zi menggeleng “terserah padamu…”.
Diluar,
lainnya sudah menunggu mereka untuk sarapan. Teriakan Zuo Zun dan You Zun
terdengar “Huo Feng… Huo Feng…” Feng Jiu tersedak dengan teriakan tiba-tiba,
Hua Zi menepuk-nepuk punggungnya. Feng Wei cemberut, memeluk erat Hua Zi, Gun
Gun menegur “Jin Shan shushu, Huo Huang ayi, perlahan, Niang Qin terkejut”.
__ADS_1
Xiong Ziong ikut “shushu, ayi, jangan mengagetkan Niang Qin, Niang Qin masih
kecil” Zuo Zun dan You Zun paham dan mengangguk.
Zuo
Zun menghampiri Feng Weu, menarik Xiong Xiong ke pangkuannya “Huo Feng maaf,
kami terlalu bersemangat” You Zun menjelaskan “Huo Feng, kehadiranmu kemarin,
membuat situasi terkendali. Hampir semua sudah kembali normal, hanya tinggal
beberapa yang masih berulah, terutama She Zhu. Sekarang sedang diawasi para
jenderal” Feng Wei hanya mengangguk, sambil memainkan rambut Hua Zi.
Zuo
Zun “Huo Feng, hari ini akan ke Dunia Ilusi ?” Feng Wei mengangguk dan melihat
mata semua yang antusias, cemberut menghela nafas melihat kedua Zun Wang. Kedua
Zun Wang menangkap sorot mata Feng Wei, memahami situasi “tidak apa, hanya
Dunia Ilusi, kami masih bisa menanganinya !” Feng Wei “Qing Yun, siapkan gula
batu…” Hua Zi “jangan memasang wajah cemberut seperti itu, kau hanya perlu
mengatakannya, semua akan mengerti”.
Feng
Wei menghela nafas “mereka akan membawa kalian…” semua segera berbinar. Xin Xin
“Niang Qin, apa kami bisa menunggangi unicorn ?” Feng Wei berfikir “unicorn ! bisa
saja, selama mereka menerima kalian hihihi… kalian ingin apa bicarakan saja
dengan mereka.” Hua Zi menangkap sesuatu yang berbeda “Feng Wei, apa yang akan
kau lakukan ?” Feng Wei mengangkat bahunya dengan mata acuh tak acuh. “Ingat,
apapun yang kau lakukan, aku akan menemanimu…” Feng Wei menatap Hua Zi “hmm…
baiklah, Hua Zi gege seorang masih bisa” Hua Zi tersenyum.
Feng
Wei tersenyum jahil “ehm…” melihat ke semua. Zhe Yan melirik “apa ? apa yang
kau inginkan ?” Feng Wei menggeleng “bukan yang kuinginkan, tapi yang kalian
inginkan hihihi… tidak ada begitu banyak hal gratis untuk kalian terus menerus…”
Bai Chen tersenyum “apa yang Hong Ling-ku ini inginkan ?” Feng Wei mengangkat
bahunya “apa yang bisa kalian tawarkan untukku ?” Zuo Zun dan You Zun
cekikikan, Feng Wei melirik mereka, segera mengangkat tangan berdamai. Feng Wei
“hmm… begini saja, kalian berutang masing-masing satu janji padaku, bagaimana ?
tunggu saat aku sudah memikirkannya, aku akan menagihnya dan kalian tidak boleh
menolaknya !” semua tampak berfikir dan mengangguk.
Hua
Zi memeluknya “tapi kau tidak bisa meminta mereka untuk membantumu menyingkirkanku…”
Feng Wei cekikikan “sejak kapan Di Jun-ku menjadi sepintar ini ?” Hua Zi cemberut
“kau bermain kata-kata lagi… kau sudah janji padaku !” Feng Wei memainkan matanya.
Zuo Zun dan You Zun tertawa terbahak-bahak “rasakan hahaha…” Feng Wei tertawa
__ADS_1
miring “jangan mengira bisa mengelabuiku… otak kalian masih tidak sekuat itu
hahaha…” berdiri menjauh dari lainnya.