Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 140 - Hmm...


__ADS_3

Feng Wei yang selesai mandi,


segera terlelap di pelukan Hua Zi. Feng Wei masih 200 tahun, tubuhnya belum


mampu mengatasi banyak kegiatan berat. Hanya dengan memperlihatkan dirinya,


hampir semua masalah Yu Zhou Da Lu sudah diselesaikannya. Zhe Yan menyiapkan


ramuan untuk Feng Wei, agar tubuhnya kuat. Mereka mengerti tanggung jawab Feng


Wei yang sangat besar. Tidak ada yang bisa menggantikannya, walaupun sekarang


terlahir kembali dan berusia 200 tahun. Dengan terlahir kembali sebagai ‘The


Supreme Emperor’, tanggung jawabnya semakin besar. Yang bisa mereka lakukan


hanya menjaganya agar selalu sehat dan kuat.


          Feng Wei tertidur selama sisa hari itu, hanya bangun untuk


makan dan tidur lagi. Hua Zi menjaga Feng Wei dengan baik, tidak mengizinkan


siapapun mengganggu istirahatnya. Yang lain menghabiskan waktu di perpustakaan,


mencari tahu sejarah Cai Hong Huo Feng Shen Zhu. Semakin tinggi kekaguman


mereka, semakin besar tekad belajar dengan baik agar pantas berdiri


mendampinginya, terutama keempat anak dan pasangannya. Hua Zi masih tidak dapat


melupakan perlakuan para pemuja Feng Wei di aula.


          Feng Wei bangun paling pagi, karena tidur terlalu lama hari


sebelumnya. Melihat wajah tidur Hua Zi, tersenyum lembut ‘Hua Zi gege… hmm


sudah sangat banyak aku melihat pria, yang tampan, yang berkharisma, yang


setia, yang berkemampuan, dari yang paling baik hingga paling jahat, dari yang


paling tampan hingga paling jelek, dari yang paling hebat hingga tidak bisa


apa-apa. Entah kenapa aku hanya jatuh cinta padamu, dari raga kultivasi hingga


tubuh kecil ini, hanya kamu yang berhasil masuk ke hatiku. Hua Zi gege-ku


satu-satunya’, mengecup lembut bibir Hua Zi.


          Hua Zi dengan mata tertutup “Feng Wei, masih mau melihat !


kamu sungguh merupakan cobaan terberat untukku. Aku bisa tidak tahan terus


seperti ini” mencium bibir kecil Feng Wei. Menempelkan kening mereka “Feng Wei,


cepatlah besar ! Fu Jun akan menunggumu” memeluk erat “Feng Wei, sekarang bisa


memberikan janjimu padaku ?” Feng Wei memainkan rambut Hua Zi “Hua Zi gege menginginkan


janji apa dariku ?” Hua Zi kembali menempelkan kening mereka “janji untuk


selamanya bersamaku, hidup mati bersamaku…” Feng Wei memainkan mata nakalnya “hmm…


janji selamanya itu sangat berat…” Hua Zi merengek “Feng Wei…” Feng Wei


cekikikan. Hua Zi “kau masih mau meninggalkanku ?” berkaca-kaca.


Feng


Wei mencium pipi Hua Zi dan mengecup lembut bibirnya “Fu Jun-ku, ingin mendapat


janji selamanya dari yang mulia, bukan hal yang semudah itu.” Hua Zi “Feng Wei,


aku menginginkan janjimu tanpa trik apapun !” Feng Wei tersenyum lembut “Hua Zi


gege, kau sudah mengetahui tentang batu jodoh ?” Hua Zi mengangguk. Feng Wei “hmm…

__ADS_1


lao yeye selalu mengatakan, kau adalah hadiah yang diciptakan untukku. Kau sudah


ditakdirkan menjadi milikku dan aku selalu menjaga milikku. Hua Zi gege,


hidupku tidak pernah digariskan pada takdir apapun, satu-satunya muncul pada


batu jodoh kultivasi.” Hua Zi memegang tangan kecil Feng Wei “karena aku tercipta


untukmu, jadi bawalah aku kemanapun, bahkan saat kau harus meninggalkan dunia


ini !” Feng Wei tersenyum.


Feng


Wei “baiklah hadiah manjaku… sekali menjadi milik yang mulia, kau tidak akan


bisa kabur lagi” mengancam dengan nada kekanakan khas anak kecil. Hua Zi


tersenyum ceria “terima kasih Shen Zhu, hamba tidak akan kabur walaupun anda


mengusirku…” Feng Wei cekikikan “hihihi Hua Zi gege, kenapa mulutmu semakin


pintar menggombal ? kuingat dulu Dong Hua Di Jun sangat dingin” Hua Zi tersenyum


“kata-kataku hanya untukmu sayangku… Feng Wei-ku, jangan menutupi apapun dariku


lagi…” Feng Wei tersenyum nakal “hmm… kalau itu harus lihat bagaimana Di Jun


bisa mendapat kepercayaanku hihihi…” Hua Zi tersenyum mengelus hidung kecilnya “nakal…


baiklah, untuk mendapatkan kepercayaan Fu Ren-ku yang imut ini, Fu Jun akan


berusaha keras…” Feng Wei tertawa cekikikan.


Hua


Zi “Feng Wei, jangan melihat


lainnya. Kamu hanya boleh melihatku” Feng Wei berusaha mencerna dan menyadari


“Fu Jun, kamu cemburu lagi !” Hua Zi mengangguk. Feng Wei ketawa jahil “hihihi…


banyak yang menyukaiku” Hua Zi mencium bibirnya menghentikan kata-kata Feng Wei


kecil dan memeluknya erat “tidak boleh, Feng Wei, tidak boleh. Kamu hanya


milikku, milikku seorang” Feng Wei memeluk Hua Zi tertawa “hihihi, Fu Jun hanya


bercanda denganmu” melerai pelukan “dengar, selamanya aku hanya milikmu, dulu,


sekarang, nanti, selamanya milikmu. Kamu juga hanya milikku. Tidak usah


memikirkan lainnya, ok” Hua Zi mengangguk tersenyum manis.


Feng


Wei “Hua Zi gege, aku akan ke Dunia Ilusi untuk memastikan sesuatu…” Hua Zi “hmm…


baik, kita isi perut kecilmu dan ke dunia ilusi…” Feng Wei “hmm… sudah lama


tidak kesana, tampaknya aku harus membawa banyak gula batu” dengan wajah yang


menerawang. Hua Zi “biarkan anak-anak saja yang membawanya” Feng Wei mengkerucutkan


bibirnya “apa mau membawa semua ?” Hua Zi menggeleng “terserah padamu…”.


Diluar,


lainnya sudah menunggu mereka untuk sarapan. Teriakan Zuo Zun dan You Zun


terdengar “Huo Feng… Huo Feng…” Feng Jiu tersedak dengan teriakan tiba-tiba,


Hua Zi menepuk-nepuk punggungnya. Feng Wei cemberut, memeluk erat Hua Zi, Gun


Gun menegur “Jin Shan shushu, Huo Huang ayi, perlahan, Niang Qin terkejut”.

__ADS_1


Xiong Ziong ikut “shushu, ayi, jangan mengagetkan Niang Qin, Niang Qin masih


kecil” Zuo Zun dan You Zun paham dan mengangguk.


Zuo


Zun menghampiri Feng Weu, menarik Xiong Xiong ke pangkuannya “Huo Feng maaf,


kami terlalu bersemangat” You Zun menjelaskan “Huo Feng, kehadiranmu kemarin,


membuat situasi terkendali. Hampir semua sudah kembali normal, hanya tinggal


beberapa yang masih berulah, terutama She Zhu. Sekarang sedang diawasi para


jenderal” Feng Wei hanya mengangguk, sambil memainkan rambut Hua Zi.


Zuo


Zun “Huo Feng, hari ini akan ke Dunia Ilusi ?” Feng Wei mengangguk dan melihat


mata semua yang antusias, cemberut menghela nafas melihat kedua Zun Wang. Kedua


Zun Wang menangkap sorot mata Feng Wei, memahami situasi “tidak apa, hanya


Dunia Ilusi, kami masih bisa menanganinya !” Feng Wei “Qing Yun, siapkan gula


batu…” Hua Zi “jangan memasang wajah cemberut seperti itu, kau hanya perlu


mengatakannya, semua akan mengerti”.


Feng


Wei menghela nafas “mereka akan membawa kalian…” semua segera berbinar. Xin Xin


“Niang Qin, apa kami bisa menunggangi unicorn ?” Feng Wei berfikir “unicorn ! bisa


saja, selama mereka menerima kalian hihihi… kalian ingin apa bicarakan saja


dengan mereka.” Hua Zi menangkap sesuatu yang berbeda “Feng Wei, apa yang akan


kau lakukan ?” Feng Wei mengangkat bahunya dengan mata acuh tak acuh. “Ingat,


apapun yang kau lakukan, aku akan menemanimu…” Feng Wei menatap Hua Zi “hmm…


baiklah, Hua Zi gege seorang masih bisa” Hua Zi tersenyum.


Feng


Wei tersenyum jahil “ehm…” melihat ke semua. Zhe Yan melirik “apa ? apa yang


kau inginkan ?” Feng Wei menggeleng “bukan yang kuinginkan, tapi yang kalian


inginkan hihihi… tidak ada begitu banyak hal gratis untuk kalian terus menerus…”


Bai Chen tersenyum “apa yang Hong Ling-ku ini inginkan ?” Feng Wei mengangkat


bahunya “apa yang bisa kalian tawarkan untukku ?” Zuo Zun dan You Zun


cekikikan, Feng Wei melirik mereka, segera mengangkat tangan berdamai. Feng Wei


“hmm… begini saja, kalian berutang masing-masing satu janji padaku, bagaimana ?


tunggu saat aku sudah memikirkannya, aku akan menagihnya dan kalian tidak boleh


menolaknya !” semua tampak berfikir dan mengangguk.


Hua


Zi memeluknya “tapi kau tidak bisa meminta mereka untuk membantumu menyingkirkanku…”


Feng Wei cekikikan “sejak kapan Di Jun-ku menjadi sepintar ini ?” Hua Zi cemberut


“kau bermain kata-kata lagi… kau sudah janji padaku !” Feng Wei memainkan matanya.


Zuo Zun dan You Zun tertawa terbahak-bahak “rasakan hahaha…” Feng Wei tertawa

__ADS_1


miring “jangan mengira bisa mengelabuiku… otak kalian masih tidak sekuat itu


hahaha…” berdiri menjauh dari lainnya.


__ADS_2