
Xiao Zheng Zhu “Shao Yang,
sudah beberapa bulan di Bi Hai Cang Ling… aku ingin ke klan putih…” Dong Hua
bermanja sambil berbaring di pelukan Xiao Zheng Zhu “Jiu er, bersama denganmu,
aku selalu tidak merasa cukup…” Xiao Zheng Zhu “kenapa sekarang kau berubah
semanja ini ?” Dong Hua tersenyum kekanakan “karena aku sudah menemukanmu…”
Xiao Zheng Zhu menggeleng “hmm… Fu Jun-ku yang manja, sudah hampir 6 bulan
disini… aku ingin ke klan putih bertemu Wen Chang Di Jun… oh mengenai
identitasku, aku ingin tetap memakai identitas Bai Feng Jiu dihadapan lainnya…”
Dong Hua “baik, semua menurutimu…”.
Klan Putih
“Xiao Feng…” Wen Chang Di Jun segera menarik dan membolak
balikkan Xiao Zheng Zhu, yang cekikikan “Wen Chang, perlu seperti inikah
hihihi…” “Xiao Feng, kau mengagetkanku… begitu pergi, hanya kabar yuhuamu yang
kudengar… apa kau tahu Hua er menangis 3 hari 3 malam karena mendengar kabar
yuhuamu… selanjutnya mendengar berita pernikahanmu dengan Di Jun…” Wen Chang
terus berbicara tanpa memperhatikan wajah Dong Hua yang sudah jelek. Xiao Zheng
Zhu tersenyum lembut dan mengetuk kening Wen Chang “kau ini kenapa berisik
sekali ? apa kau tidak haus berbicara dari tadi ?” menggelengkan kepala. Wen
Chang cekikikan “Di Jun, Xiao Feng…” “Di Hou…” Dong Hua dengan dengin
mematahkan, Wen Chang tersenyum sambil memeletkan lidahnya “Di Hou…” Xiao Zheng
Zhu tersenyum “silahkan…” Wen Chang mempersila.
Xiao Zheng Zhu “Wen Chang, bagaimana kau meyakinkan kedua
kepala suku sebelumnya atas hubunganmu dengan Hua Hua ?” Wen Chang menatap Hua
Hua “Xiao Feng, tidak menutupinya darimu… walau ayahku sudah merestui, tapi
ayah Hua Hua belum… beliau melepas Hua Hua dan tidak menganggapnya putri…” Dong
Hua “dasar permusuhan ?” Wen Chang “Di Jun, mereka berdua dulunya adalah
sahabat, tapi karena mencintai seorang wanita yang salah membuat mereka
bermusuhan.” Xiao Zheng Zhu “dimana wanita itu ?” Wen Chang “ayah mengatakan
wanita itu sudah yuhua, tapi sebelum yuhua, membuat kesalapahaman diantara
keduanya… setelah ayah mengenal ibu, ayah memikirkan semua kembali dan
menyadari kejahatan wanita itu. Tetapi ayah Hua Hua tidak menerima kenyataan,
tetap memusuhi ayah.”
Xiao Zheng Zhu berfikir “apa kau pernah bertemu ayah Hua
Hua ?” Wen Chang mengangguk “begitu melihat wajahku, langsung mengusir…” Xiao
Zheng Zhu tertawa terbahak-bahak “wajahmu memang menjengkelkan wkwkwkwk… perlu
bantuan ?” Wen Chang berbinar dan mengangguk “cih… di alam fana adalah ayahmu…
__ADS_1
sekarang ayah Hua Hua, haih… kenapa kalian selalu bermasalah dengan para ayah
?” Wen Chang cekikikan “aiyo xiao shimei bantulah aku…” Xiao Zheng Zhu dengan
tampang kekanakan “jika aku berkorban demi membantumu, apa lagi yang akan
kudapatkan ?” Dong Hua cemas “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu mengedipkan mata pada
Dong Hua, Dong Hua menggenggam tangan Xiao Zheng Zhu. Wen Chang “apa yang kau
inginkan ?” Xiao Zheng Zhu berfikir “hmm… apa yang bisa kau berikan padaku ?”
Wen Chang “hmm… aku akan membawamu berkeliling… kau lihat saja sendiri, apa
yang kau inginkan ! oh… ada 1, aku memiliki buah binpo… sudah lama pohon itu
tidak berbuah… entah apa yang terjadi, 3 hari yang lalu muncul bakal buah dari
pohon itu… bagaimana ?” Xiao Zheng Zhu “buah binpo… hmm… aku ingin melihatnya
!” Wen Chang mengangguk.
Wen Chang membawa Dong Hua dan Xiao Zheng Zhu
berkeliling, mengunjungi pohon buah binpo “Jiu er… buah ini bisa menghilangkan
sihir kamuflase dan mengembalikan ingatan 100.000 tahun sebelumnya” Xiao Zheng
Zhu tersenyum “takdir sudah memberikan jalannya… Wen Chang, rawat baik-baik
buah ini, buah ini akan membantumu mengatasi persoalanmu… buah ini akan matang
dalam setahun… nanti aku akan datang lagi…” Wen Chang cemberut “kau sudah mau
pergi ?” Xiao Zheng Zhu cekikikan “kenapa ? tidak rela aku pergi ?” Wen Chang
mengangguk “bukankah masih kurang 7 tahun masamu berlatih dariku ?” Xiao Zheng
kita bertarung ? jika kau dapat mengalahkanku, yang mulia akan berguru 20 tahun
padamu, bagaimana ?” Wen Chang Di Jun “wah sepertinya yang mulia undur diri
saja… siapa yang belum mendengar kehebatan Nu Jun mengalahkan Qing Cang… aku
mah tidak mau menjadi yang kedua dikalahkan olehmu… sangat tidak keren ! iuh…”
Xiao Zheng Zhu tertawa terbahak-bahak.
Dong Hua “Jiu er, kenapa begitu tergesa-gesa meninggalkan
klan putih ?” Xiao Zheng Zhu “tidak apa, waktunya masih lama… kita menikmati
saja saat-saat ini !” Dong Hua tersenyum “baik… menurutimu…” menggandeng tangan
Xiao Zheng Zhu “oh Shao Yang, apa kau mau berlatih ?” Dong Hua tersenyum “Xiao
Zheng Zhu ingin melatihku, tentu saja yang mulia sangat bersedia belajar…” Xiao
Zheng Zhu cekikikan “baiklah, yang mulia akan melatihmu… tapi sekarang yang
mulia ingin bersenang-senang dahulu… kita ke alam fana ?” Dong Hua mengangguk.
Bersama-sama ke alam fana, menikmati semua kesenangan alam fana selama 10
tahun. Setelahnya, mereka banyak menghabiskan waktu di Bi Hai Cang Ling
berlatih. Setiap beberapa tahun, berkeliling ke Jiu Jong Tian, Qing Qiu, Feng
Wei Shen gong, dan Klan Putih. Disaat buah pin bo matang, Xiao Zheng Zhu
melindunginya dalam sihir dan memberikan dibawah penjagaan Wen Chang Di Jun,
__ADS_1
untuk digunakan pada saatnya.
Selama bertahun-tahun, ayah mertua Wen Chang Di Jun
berkali-kali menyerang Klan Putih, melampiaskan kemarahan pada ayah Wen Chang
dan Wen Chang yang telah mengambil putrinya. Di suatu pertempuran, ayah Wen
Chang – Wen Xie dan mertuanya Chai Meng bertemu. “Meng xiong, mau sampai kapan
seperti ini… tubuhmu sudah penuh luka, apa kau mau menyerahkan nyawamu padaku
?” “cih, walau harus hancur lebur, aku akan membalaskan dendam Lan er…” “Meng
xiong, harus bagaimana lagi kujelaskan padamu…” “kau tidak perlu mengatakan alasan
apapun, Lan er begitu lemah lembut, bukan wanita picik yang seperti kau katakan
!” “ye fu, aku memiliki buah pinbo, ini kuhadiahkan pada anda… konon katanya
buah ini dapat mengembalikan spiritual… jika anda yakin mau bertarung dengan
ayah, setidaknya pulihkan dulu diri anda” Chai Meng melihat buah binpo itu,
antara menerima dan tidak menerima. Akhirnya menerima “bukan berarti aku
memaafkanmu telah merebut Hua er dariku… aku akan kembali lagi…” pergi dengan
membawa buah binpo, meninggalkan ayah anak yang menggelengkan kepala
melihatnya.
“Wen Chang, yang mulia datang melihatmu…” Xiao Zheng Zhu
berbinar memasuki istana Klan Putih. Saat masuk, Xiao Zheng Zhu dan Dong Hua
langsung merasakan suasana mencekam. Xiao Zheng Zhu dan Dong Hua dengan tenang
berjalan, duduk di tempat yang kosong. “Di Jun, Di Hou…” semua memberi hormat
yang hanya dibalas anggukan oleh keduanya. Dong Hua “apa yang kalian bicarakan
?” Xiao Zheng Zhu menatap Wen Chang yang mengangguk padanya, mengangkat bahu
dan memainkan matanya. Dong Hua merangkul Xiao Zheng Zhu “Jiu er…” Xiao Zheng
Zhu tersenyum manis melihat Dong Hua.
Wen Xie “Di Jun Di Hou, kami hanya sedang mengenang
sejarah lama kami…” Dong Hua “ooo… apakah akan ada pertarungan lagi ?” Chai
Meng menggeleng “Di Jun, Xie xiong, selama ini adalah kesalahanku… sampai
sekarangpun masih susah menerima kenyataannya… Xie xiong, kita dipermainkan
begitu lama, sangat tidak pantas… bagaimana aku mengganti semua yang telah
kulakukan selama ini ?” Wen Xie “mengganti hmm… mungkin kau bisa mengajari cucu
kita ini hihihi…” cekikikan. Chai Meng pun tersenyum, berjalan menggendong
cucunya. Perlahan suasana mencair menjadi penuh kehangatan “Xiao Feng, berkat
caramu, akhirnya kedua klan bersatu…” Xiao Zheng Zhu “jadi apa yang akan kau
berikan padaku ?” bercanda. Wen Chang “sudah kukatakan, apapun yang kau
inginkan di klan putih ini, tinggal katakan, akan kuberikan padamu…” Xiao Zheng
Zhu cekikikan “benarkah ? walaupun benda bersejarah kalian ?” semua tercengang
__ADS_1
dan saling melihat.