Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 234 - Klan Putih


__ADS_3

Xiao Zheng Zhu “Shao Yang,


sudah beberapa bulan di Bi Hai Cang Ling… aku ingin ke klan putih…” Dong Hua


bermanja sambil berbaring di pelukan Xiao Zheng Zhu “Jiu er, bersama denganmu,


aku selalu tidak merasa cukup…” Xiao Zheng Zhu “kenapa sekarang kau berubah


semanja ini ?” Dong Hua tersenyum kekanakan “karena aku sudah menemukanmu…”


Xiao Zheng Zhu menggeleng “hmm… Fu Jun-ku yang manja, sudah hampir 6 bulan


disini… aku ingin ke klan putih bertemu Wen Chang Di Jun… oh mengenai


identitasku, aku ingin tetap memakai identitas Bai Feng Jiu dihadapan lainnya…”


Dong Hua “baik, semua menurutimu…”.


Klan Putih


            “Xiao Feng…” Wen Chang Di Jun segera menarik dan membolak


balikkan Xiao Zheng Zhu, yang cekikikan “Wen Chang, perlu seperti inikah


hihihi…” “Xiao Feng, kau mengagetkanku… begitu pergi, hanya kabar yuhuamu yang


kudengar… apa kau tahu Hua er menangis 3 hari 3 malam karena mendengar kabar


yuhuamu… selanjutnya mendengar berita pernikahanmu dengan Di Jun…” Wen Chang


terus berbicara tanpa memperhatikan wajah Dong Hua yang sudah jelek. Xiao Zheng


Zhu tersenyum lembut dan mengetuk kening Wen Chang “kau ini kenapa berisik


sekali ? apa kau tidak haus berbicara dari tadi ?” menggelengkan kepala. Wen


Chang cekikikan “Di Jun, Xiao Feng…” “Di Hou…” Dong Hua dengan dengin


mematahkan, Wen Chang tersenyum sambil memeletkan lidahnya “Di Hou…” Xiao Zheng


Zhu tersenyum “silahkan…” Wen Chang mempersila.


            Xiao Zheng Zhu “Wen Chang, bagaimana kau meyakinkan kedua


kepala suku sebelumnya atas hubunganmu dengan Hua Hua ?” Wen Chang menatap Hua


Hua “Xiao Feng, tidak menutupinya darimu… walau ayahku sudah merestui, tapi


ayah Hua Hua belum… beliau melepas Hua Hua dan tidak menganggapnya putri…” Dong


Hua “dasar permusuhan ?” Wen Chang “Di Jun, mereka berdua dulunya adalah


sahabat, tapi karena mencintai seorang wanita yang salah membuat mereka


bermusuhan.” Xiao Zheng Zhu “dimana wanita itu ?” Wen Chang “ayah mengatakan


wanita itu sudah yuhua, tapi sebelum yuhua, membuat kesalapahaman diantara


keduanya… setelah ayah mengenal ibu, ayah memikirkan semua kembali dan


menyadari kejahatan wanita itu. Tetapi ayah Hua Hua tidak menerima kenyataan,


tetap memusuhi ayah.”


            Xiao Zheng Zhu berfikir “apa kau pernah bertemu ayah Hua


Hua ?” Wen Chang mengangguk “begitu melihat wajahku, langsung mengusir…” Xiao


Zheng Zhu tertawa terbahak-bahak “wajahmu memang menjengkelkan wkwkwkwk… perlu


bantuan ?” Wen Chang berbinar dan mengangguk “cih… di alam fana adalah ayahmu…

__ADS_1


sekarang ayah Hua Hua, haih… kenapa kalian selalu bermasalah dengan para ayah


?” Wen Chang cekikikan “aiyo xiao shimei bantulah aku…” Xiao Zheng Zhu dengan


tampang kekanakan “jika aku berkorban demi membantumu, apa lagi yang akan


kudapatkan ?” Dong Hua cemas “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu mengedipkan mata pada


Dong Hua, Dong Hua menggenggam tangan Xiao Zheng Zhu. Wen Chang “apa yang kau


inginkan ?” Xiao Zheng Zhu berfikir “hmm… apa yang bisa kau berikan padaku ?”


Wen Chang “hmm… aku akan membawamu berkeliling… kau lihat saja sendiri, apa


yang kau inginkan ! oh… ada 1, aku memiliki buah binpo… sudah lama pohon itu


tidak berbuah… entah apa yang terjadi, 3 hari yang lalu muncul bakal buah dari


pohon itu… bagaimana ?” Xiao Zheng Zhu “buah binpo… hmm… aku ingin melihatnya


!” Wen Chang mengangguk.


            Wen Chang membawa Dong Hua dan Xiao Zheng Zhu


berkeliling, mengunjungi pohon buah binpo “Jiu er… buah ini bisa menghilangkan


sihir kamuflase dan mengembalikan ingatan 100.000 tahun sebelumnya” Xiao Zheng


Zhu tersenyum “takdir sudah memberikan jalannya… Wen Chang, rawat baik-baik


buah ini, buah ini akan membantumu mengatasi persoalanmu… buah ini akan matang


dalam setahun… nanti aku akan datang lagi…” Wen Chang cemberut “kau sudah mau


pergi ?” Xiao Zheng Zhu cekikikan “kenapa ? tidak rela aku pergi ?” Wen Chang


mengangguk “bukankah masih kurang 7 tahun masamu berlatih dariku ?” Xiao Zheng


kita bertarung ? jika kau dapat mengalahkanku, yang mulia akan berguru 20 tahun


padamu, bagaimana ?” Wen Chang Di Jun “wah sepertinya yang mulia undur diri


saja… siapa yang belum mendengar kehebatan Nu Jun mengalahkan Qing Cang… aku


mah tidak mau menjadi yang kedua dikalahkan olehmu… sangat tidak keren ! iuh…”


Xiao Zheng Zhu tertawa terbahak-bahak.


            Dong Hua “Jiu er, kenapa begitu tergesa-gesa meninggalkan


klan putih ?” Xiao Zheng Zhu “tidak apa, waktunya masih lama… kita menikmati


saja saat-saat ini !” Dong Hua tersenyum “baik… menurutimu…” menggandeng tangan


Xiao Zheng Zhu “oh Shao Yang, apa kau mau berlatih ?” Dong Hua tersenyum “Xiao


Zheng Zhu ingin melatihku, tentu saja yang mulia sangat bersedia belajar…” Xiao


Zheng Zhu cekikikan “baiklah, yang mulia akan melatihmu… tapi sekarang yang


mulia ingin bersenang-senang dahulu… kita ke alam fana ?” Dong Hua mengangguk.


Bersama-sama ke alam fana, menikmati semua kesenangan alam fana selama 10


tahun. Setelahnya, mereka banyak menghabiskan waktu di Bi Hai Cang Ling


berlatih. Setiap beberapa tahun, berkeliling ke Jiu Jong Tian, Qing Qiu, Feng


Wei Shen gong, dan Klan Putih. Disaat buah pin bo matang, Xiao Zheng Zhu


melindunginya dalam sihir dan memberikan dibawah penjagaan Wen Chang Di Jun,

__ADS_1


untuk digunakan pada saatnya.


            Selama bertahun-tahun, ayah mertua Wen Chang Di Jun


berkali-kali menyerang Klan Putih, melampiaskan kemarahan pada ayah Wen Chang


dan Wen Chang yang telah mengambil putrinya. Di suatu pertempuran, ayah Wen


Chang – Wen Xie dan mertuanya Chai Meng bertemu. “Meng xiong, mau sampai kapan


seperti ini… tubuhmu sudah penuh luka, apa kau mau menyerahkan nyawamu padaku


?” “cih, walau harus hancur lebur, aku akan membalaskan dendam Lan er…” “Meng


xiong, harus bagaimana lagi kujelaskan padamu…” “kau tidak perlu mengatakan alasan


apapun, Lan er begitu lemah lembut, bukan wanita picik yang seperti kau katakan


!” “ye fu, aku memiliki buah pinbo, ini kuhadiahkan pada anda… konon katanya


buah ini dapat mengembalikan spiritual… jika anda yakin mau bertarung dengan


ayah, setidaknya pulihkan dulu diri anda” Chai Meng melihat buah binpo itu,


antara menerima dan tidak menerima. Akhirnya menerima “bukan berarti aku


memaafkanmu telah merebut Hua er dariku… aku akan kembali lagi…” pergi dengan


membawa buah binpo, meninggalkan ayah anak yang menggelengkan kepala


melihatnya.


            “Wen Chang, yang mulia datang melihatmu…” Xiao Zheng Zhu


berbinar memasuki istana Klan Putih. Saat masuk, Xiao Zheng Zhu dan Dong Hua


langsung merasakan suasana mencekam. Xiao Zheng Zhu dan Dong Hua dengan tenang


berjalan, duduk di tempat yang kosong. “Di Jun, Di Hou…” semua memberi hormat


yang hanya dibalas anggukan oleh keduanya. Dong Hua “apa yang kalian bicarakan


?” Xiao Zheng Zhu menatap Wen Chang yang mengangguk padanya, mengangkat bahu


dan memainkan matanya. Dong Hua merangkul Xiao Zheng Zhu “Jiu er…” Xiao Zheng


Zhu tersenyum manis melihat Dong Hua.


            Wen Xie “Di Jun Di Hou, kami hanya sedang mengenang


sejarah lama kami…” Dong Hua “ooo… apakah akan ada pertarungan lagi ?” Chai


Meng menggeleng “Di Jun, Xie xiong, selama ini adalah kesalahanku… sampai


sekarangpun masih susah menerima kenyataannya… Xie xiong, kita dipermainkan


begitu lama, sangat tidak pantas… bagaimana aku mengganti semua yang telah


kulakukan selama ini ?” Wen Xie “mengganti hmm… mungkin kau bisa mengajari cucu


kita ini hihihi…” cekikikan. Chai Meng pun tersenyum, berjalan menggendong


cucunya. Perlahan suasana mencair menjadi penuh kehangatan “Xiao Feng, berkat


caramu, akhirnya kedua klan bersatu…” Xiao Zheng Zhu “jadi apa yang akan kau


berikan padaku ?” bercanda. Wen Chang “sudah kukatakan, apapun yang kau


inginkan di klan putih ini, tinggal katakan, akan kuberikan padamu…” Xiao Zheng


Zhu cekikikan “benarkah ? walaupun benda bersejarah kalian ?” semua tercengang

__ADS_1


dan saling melihat.


__ADS_2