
Mereka bertemu kembali di Jiu
Jong Tian. Kali ini keluarga Di Jun bersama memperlihatkan diri di aula. Banyak
yang terpesona pada ketampanan Hua Zi dan kecantikan Feng Wei. Berdiri bersama
Gun Gun dan Ling Ling, mereka tampak lebih bersinar dan lebih muda. Ling Ling
“Fu Qin Niang Qin, tampaknya pemuja kalian bertambah…” Long Nu “eh itukan Dewa
Chang Yi, dari awal dia terus melihat Hong Ling niang” Zu Zhe “benar Hong Ling,
kudengar Dewa Chang Yi masih menyimpan lukisan Bai Feng Jiu di ruangannya” mata
Hua Zi menajam.
Feng
Wei “yang mulia begini cantik dan muda, tentu saja mempunyai banyak pengagum
hihihi” Hua Zi cemberut “kau sangat senang memiliki banyak pengagum !” ketus.
Feng Wei membalas “kadang-kadang bisa buat hiburan kan bagus !” tanpa melihat
wajah Hua Zi. Sou Wan “eh kudengar ya, Yuan Chen juga pernah menyukai dirimu
yang dialam fana…” Feng Wei mengingat-ingat “sepertinya aku tidak pernah
melihatnya” Zu Zhe “aku pernah melihatnya, saat turun melihatmu, aku melihat
Yuan Chen bersembunyi di gerbang istanamu mengintip kedalam” Feng Wei
menggeleng “tidak ada ingatan” Zu Zhe “tentu saja kau tidak mempunyai ingatan,
saat itu dimatamu hanya ada Di Jun, mana memperhatikan yang lain. Lagipula saat
itu, dia hanya anak 12 tahunan”.
Sie
Ming “haih Di Hou, apa kau tahu begitu susah menjagamu di alam fana” Feng Wei
mengkerutkan kening, Sie Ming “begitu anda berubah kembali ke penampilan
perempuan, selain Ye Qing Ti, beberapa teman dalam barakmu juga langsung jatuh
cinta padamu… haih Di Hou, dengan turunmu saat itu mengacaukan banyak ceritaku,
akhirnya aku masih harus menghapus ingatan mereka” Feng Wei “owww aku tidak
mengetahuinya” Zu Zhe “eh kau ingat para dewa muda yang diaturkan kencan buta
denganmu saat itu ?” Feng Wei mengangguk “dengar-dengar banyak dari mereka yang
menyesal, tidak segera datang melamarmu…” Feng Wei mencibir “cih… dewa-dewa
berpenyakit itu…”.
Sou
Wan “wah Hong Ling ternyata pengagummu sangat banyak…” Feng Wei
menggoyang-goyangkan tangannya “Shizu, jika anda mau, akan kuberikan semua pada
anda, bagaimana ?” dengan wajah nakalnya. Hua Zi “aku setuju…” Sou Wan “eh,
mereka mengagumimu bukan aku…” Feng Wei tertawa lepas, Hua Zi cemberut. Lian
Song “Yu Huang, hari ini banyak jun wang yang membawa serta putri-putri mereka.
Mereka bermaksud memasukkannya ke Tai Chen gong menjadi selirmu. Bagaimana
menurutmu ?” Feng Wei “wah san dianxia, kau betul-betul raja penggosip… jika
seperti itu, anda yang dulu terkenal sebagai playboy tentu juga mempunyai
banyak pemuja. Bagaimana Zu Zhe ?” mengedipkan mata pada Zu Zhe, Zu Zhe melirik
__ADS_1
sinis ke Lian Song yang salah tingkah.
Feng
Wei cekikikan melihat tampang semuanya “ah tidak ada yang menarik disini… aku
ingin keluar menghirup udara segar… kalian para orang tua duduk saja disini,
mengawasi para pengagum kalian hahaha…” berdiri dan keluar ruangan. Hua Zi
mendampingi “Feng Wei, jangan dengarkan Lian Song, hanya ada kau untukku…” Feng
Wei “hihihi Hua Zi gege, semua hanya candaan…” ‘saat aku sudah tidak ada,
mungkin kau akan melupakanku… sampai saatnya apa kau akan jatuh cinta kepada
wanita lain haih… Hua Zi gege, walaupun sangat ingin dihatimu hanya ada aku,
jalanmu masih sangat panjang, akan bertemu banyak yang lain… jika suatu saat
kau mencintai wanita lain, aku berharap kau bisa lebih bahagia daripada saat
bersamaku… aku hanya membawa kesedihan untukmu haih… Hua Zi gege, waktuku sudah
tidak banyak, hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu’.
Hua
Zi “Feng Wei ingin kemana ?” Feng Wei “hmm…” “Di Hou… Di Hou…” berbalik,
melihat Hai Long Wang yang menghampiri mereka, menggendong bayi laki-laki. Feng
Wei “Long Wang…” Hai Long Wang “Di Jun Di Hou, pertama aku ingin menyampaikan
terima kasihku untuk kasus yang lalu” “Long Wang, tidak usah sungkan” Hai Long
Wang “Di Jun Di Hou, aku ingin bertanya untuk cicit hamba, apa masih ada bahaya
untuk kedepannya ?” Hua Zi “tidak ada, dia bisa memilih jalan hidupnya sendiri”
She “Di Hou, ini…” Feng Wei tersenyum “Long Wang, ini memang miliknya, yang
mulia sudah memurnikannya…” Hai Long Wang berterima kasih.
Hai
Long Wang “Di Jun Di Hou, Yuan Chen ?” Hua Zi “Long Wang, nasib setiap orang
ada ditangannya masing-masing… walaupun ada kutukan juga tidak akan langsung
mengambil nyawanya… jalani saja seperti biasa” Hai Long Wang “terima kasih atas
petunjuk Di Jun Di Hou”. Hua Zi melihat punggung Hai Long Wang yang menjauh
“Feng Wei, sebenarnya ada cara menghilangkan kutukan mereka kan !” Feng Wei
tersenyum “menurut Hua Zi gege, cara apa bisa menghilangkan kutukannya ?” Hua
Zi tersenyum “pengalaman yang mulia tidak sebanyak Shen Zhu, mohon petunjuk
Shen Zhu” Feng Wei cemberut “Hua Zi gege, bisa tidak jangan membawa Shen Zhu
Shen Zhu…”
Hua
Zi “baik, salahku… jadi Fu Ren, bagaimana caranya ?” Feng Wei “hmm… Hua Zi
gege, kutukan mereka karena adanya ikatan darah… menurutmu bagaimana
menghilangkannya ?” Hua Zi mengkerutkan kening. Feng Wei cekikikan “hihihi… Hua
Zi gege, sebenarnya kutukan mereka bukan dimulai hanya karena kasus Ba She.
Semenjak mereka menggunakan darah Zhizhu wang, kutukan itu sudah ada, selalu
bersemanyam di tubuh mereka.” Hua Zi “jadi kenapa mereka baru mengetahuinya
__ADS_1
saat ini ?” Feng Wei tersenyum.
Hua
Zi penasaran “kenapa mereka tidak pernah merasakannya ?” Feng Wei “bukan tidak
merasakan hanya tidak menyadari… memberitahu mereka saat itu lebih ke alasan
lain ! Hua Zi gege, Meng Hao shushu sudah memberitahumu ada pengkhianat di klan
langit kan !” Hua Zi “jadi kau melakukan ini, untuk memancing pengkhianat itu
keluar ?” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege, apa kau sudah mengetahui siapa
pengkhianat itu ?” Hua Zi “tapi masih ada pelaku lain di belakangnya kan !”
Feng Wei “tampaknya Di Jun sudah semakin pintar” Hua Zi tersenyum “weifu
mempunyai istri yang begitu pintar, tentu harus belajar dengan giat” Feng Wei
cekikikan.
Hua
Zi “Feng Wei, siapa pelaku sebenarnya ?” Feng Wei “seseorang dari masa lalu
kalian yang sangat berambisi” Hua Zi “berhubungan dengan kami semua ?” Feng Wei
mengangguk “Hua Zi gege, semua memiliki jalannya sendiri… mempunyai prinsip
yang baik adalah sesuatu yang baik, tapi mempertahankannya adalah sesuatu yang
sulit… aku sudah menjumpai banyak dewa dewi yang tidak dapat bertahan…” Hua Zi
mengangguk “tidak perlu pedulikan mereka. Feng Wei, semua bisa berubah, tapi
perasaanku padamu tidak akan pernah berubah…” Feng Wei tersenyum dan memeluk
Hua Zi ‘Feng Wei, terlahir berapa kalipun, aku akan selalu mencintaimu… Feng
Wei, tiga macam kehidupan, kelahiran kembali, kultivasi, hanya ada dirimu… Feng
Wei, entah kenapa, aku merasakan ketakutan yang sangat… aku merasa akan
kehilanganmu, Feng Wei…’ memeluk erat Feng Wei.
Mereka
berjalan bergandengan tangan hingga sampai di air terjun cermin Miao Hua,
kemudian ke Chen Tian Tha “Hua Zi gege, masih ingat saat itu kau datang
menyelamatkanku disini. Saat itu aku berfikir takdir mempermainkanku. Setelah
dari alam fana, aku sudah berusaha melepas perasaanku padamu, kita kembali
bertemu lagi dan lagi. Aku bahkan tidak tahu harus bagaimana !” Hua Zi
tersenyum “kata-katamu saat itu, selalu terbayang di benakku… Feng Wei, kita
pasti akan bertemu. Disetiap kehidupan, baik kultivasi alam fana, bayangan di
Fan Yin Gu, Dong Hua Di Jun, maupun Hua Zi, yang sangat kucintai selalu dirimu”
Feng Wei melamun “Hua Zi gege, alangkah baiknya jika saat itu kita tidak
bertemu…” Hua Zi terbelalak “kau tidak akan menderita karenaku…” Hua Zi memeluk
erat Feng Wei “jangan berkata seperti itu… semua kebahagiaanku datang karenamu…
Feng Wei, jika tidak mengenalmu, aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan…
Feng Wei, jangan mengatakan hal seperti itu lagi, aku sangat takut
mendengarnya… Feng Wei, Hua Zi gege mohon padamu !” bergetar menitikkan air
mata. Feng Wei ‘Hua Zi gege, aku harus bagaimana padamu !’ menghela nafas.
__ADS_1