Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 154 - Istana


__ADS_3

Raja melihat yang lain sudah


menjauh, menyuruh pelayan menutup pintu. Permaisuri segera memeluk Yang Guang


“Yang Guang, niang sangat merindukanmu… 5 tahun ini kau sudah menderita…” Yang


Guang tersenyum “niang, anda salah, aku sungguh menikmati waktuku 5 tahun ini”


Raja menarik tangan Yang Guang “sudah… sudah… jangan tangis-tangisan… Yang


Guang sini… sini…” menariknya duduk di kursi panjang “ayo ceritakan pada die,


apa yang kau temukan 5 tahun ini ? apa sudah menemukan pujaan hatimu ? apa


salah satu dari mereka ?” Yang Guang “die, apa yang kau bicarakan ! mereka


hanya teman seperjuanganku…” Raja menggoda “jadi hati suci putriku ini masih


belum mempunyai pilihan… ayolah ceritakan pada die ! die akan mengaturkan


pernikahanmu !” Yang Guang menyentak “die, ah aku tidak mau bicara lagi


denganmu…” ingin melangkah pergi, segera ditarik lagi oleh Raja.


          Permaisuri “haih yang mulia, putrimu baru kembali, kau


sudah bertanya seperti itu… kau akan membuatnya lari…” Raja cekikikan “ayolah


ceritakan pada die…” Yang Guang berdecak kesal “cih, apa yang mau diceritakan !


bukannya die sudah tahu segalanya !” Raja “aih putriku ini kenapa begitu serius


menghadapi die, kau bisa tertawa-tawa pada temanmu, kenapa bermuka masam pada


die ?” Yang Guang “mana ada orang tua seperti die ini, hanya bertemu beberapa


kali langsung mau menjodohkan putrinya !” dengan kesal.


          Raja cekikikan “hihihi baik-baik tidak menjodohkan… eh die


dengar kau sudah menguasai banyak masakan baru, kapan die akan mencicipi


masakanmu lagi ?” berbicara mengenai masakan, Yang Guang segera berbinar “die,


kuberitahu padamu… bla… bla… bla…” menceritakan semua resep yang ditemukannya.


Permaisuri menepuk keningnya “aih kalian ini, kalau sudah membicarakan makanan,


semua dilupakan !” Yang Guang memeluk permaisuri dan bermanja “aiyo niang,


jangan marah… ini lihatlah, aku membawakanmu ini…” mengeluarkan 3 buah batu


giok yang sangat cantik “wah indah sekali, dimana kau menemukannya ?” “untuk


die… mana untuk die ?” Yang Guang cekikikan, mengeluarkan sebuah bungkusan “nah


ini untuk die…” sebungkus kue-kue khas dari beberapa daerah.


          Raja mempunyai hobby masakan dan makanan, tertarik dengan


semua jenis makanan khas, sama seperti Yang Guang. Sementara permaisuri


mengoleksi bebatuan, yang memiliki ciri khas langka. Raja segera mencicipi


kue-kuenya “hmm… walaupun masih enak, tapi ini sudah tidak segar… putriku, kau


pasti sudah tahu cara membuatnya kan !” Yang Guang mengangguk antusias “ayo…


ayo… kita pergi membuatnya” segera menarik Yang Guang ke dapur “semua keluar…”


mengusir semua pelayan menyisakan dirinya dan Yang Guang “ayo kita membuatnya,


ajari Yang Mulia…” jadilah kedua ayah dan anak itu mengutak atik dapur berdua,


sementara sang permaisuri terlena dengan batu yang diberikan Yang Guang.


          “bagaimana Yang Mulia ?” Yang Guang antusias menanyakan

__ADS_1


pendapat ayahnya “hmm… sangat enak, melebihi kue yang kau beli… tapi sepertinya


masih kurang sesuatu…” Raja berlomentar sambil melihat dan memakan kuenya. Yang


Guang “yah, aku juga merasa ada yang kurang… sudah berulang kali aku mencoba


membuatnya tetap saja gagal…” Raja “hmm… coba pakai serbuk bunga mawar…” Yang


Guang “serbuk bunga… baik, kucoba sekali lagii…” segera memasak lagi


meninggalkan Raja yang asik dengan berbagai macam kue yang dibuat Yang Guang.


          Yang Guang kembali membawa sepiring kue “yang mulia,


cobalah !” sang raja segera mencicipi “hmm… tidak betul, masih salah…” Yang


Guang terduduk sambil berfikir “kau mempunyai waktu 3 bulan untuk


menyempurnakannya, aku akan mencicipinya lagi nanti !” Yang Guang mengerutkan


kening membuat raja cekikikan “ayo kembali, permaisuri-ku pasti sudah


menunggu…” berjalan keluar sambil membawa 1 kotak makanan. Yang Guang


menggelengkan kepala dan mengikutinya.


          Selama seminggu, Yang Guang dan ketujuh pemuda pemudi


berjalan mengenal istana. Dikatakan berjalan-jalan, tapi mereka mencetak semua


sisi istana dan para penghuninya di otak mereka. Setelah seminggu, Yang Guang


kembali bertemu Raja dan Permaisuri “bagaimana ?” “die, apa sebenarnya yang kau


ingin aku lakukan ?” Yang Guang bisa menebak beberapa hal. Selama seminggu


pengamatan, Yang Guang bisa mengetahui adanya konspirasi pemberontakan di dalam


istana. Sang Raja pun menceritakan kecurigaannya, bahwa semua pangeran dan


memiliki kekuatan di belakangnya masing-masing. Raja belum bisa memastikan


selir mana yang menjadi musuh dan kawan. Tugas Yang Guang dan kawan-kawannya


adalah membereskan konspirasi pemberontakan.


          “Sesuai yang die katakan, waktumu 2 tahun. Ini bawalah…”


memberikan sebuah plakat khusus pada Yang Guang “dengan adanya plakat ini, kau


memiliki hak khusus untuk melakukan apapun di Kerajaan Ming. Melihat plakat ini


sama dengan melihatku. Besok di aula rapat, aku akan mengumumkanmu sebagai Ketua


Pengawal Raja. Teman-temanmu juga akan diangkat sebagai wakilmu. Apa lagi yang


kau butuhkan ?” Yang Guang tampak berfikir “die, para pangeran dan putri itu,


apa ada tempat mereka berkumpul bersama ?” Raja mengangguk “selain istana,


mereka semua masih bersekolah di akademi kerajaan” Yang Guang “Akademi Kerajaan


? die, bisa memasukkanku dan ketujuh temanku kesana ?” Raja “tentu saja bisa…


die akan memasukkan ke kelas…” Yang Guang memotong “tidak die, aku ingin kami


semua di tes untuk menunjukkan level kami” Raja mengerutkan keningnya.


          Yang Guang menjelaskan “die, ini untuk mengelabui yang lain


dan keadilan. Dengan melalui tes yang sama, tidak ada yang mencurigai niat kami


disana. Lagipula, jika penempatan kami di kelas yang sama tentu sangat baik,


tapi kalau di kelas berbeda pun, kami bisa saling bertukar informasi” Raja


mengangguk “baik, die mengabulkannya. Die akan meminta guru kerajaan menyiapkan

__ADS_1


tes untuk kalian. Kalian bisa mengikuti tes besok setelah rapat dan segera


bergabung di Akademi” Yang Guang mengangguk “baik urusan resmi sudah selesai…


kapan kau akan memasak untuk die lagi ?” dengan wajah kekanakan “die…” Yang


Guang kesal “bukankah tiap hari sudah memasakkanmu…” Raja pura-pura berfikir


“iyakah ? yang mulia sudah lupa kapan terakhir memakan masakanmu ! tampaknya


sudah sangat lama. Ayolah putriku yang baik, ayo ayo… die menemanimu ke dapur”


langsung menarik tangan Yang Guang membuatnya kesal.


          Yang Guang dengan lesu masuk ke Yue Xing gong “Yang er, ada


apa denganmu ?” Huang Guang segera memberikan teh untuknya. “haih orang tua itu


pintar sekali memanfaatkan ! tidak saja harus membantunya menyelesaikan


masalah, masih harus menjadi tukang masak untuknya…” Jing Guang “sudah 7 hari,


apa yang dikatakan yang mulia ?” Yang Guang meminum tehnya dan berwajah serius,


menceritakan kesepakatannya dengan raja “Akademi Kerajaan ? pangeran dan putri


hmm…” “Yang er, tidak ada masalah dengan tes… kutebak, kita akan menemui


kesulitan di Akademi Kerajaan” Yang Guang cekikikan “tidak mungkin kau takut


pada para pangeran dan putri itu kan ?” Teng Ling “tentu saja tidak… hanya aku


tidak suka terkungkung dalam kelas, hanya duduk dan membaca, sungguh


membosankan !” Jing Guang “cih… paling kai akan ditempatkan dikelas terendah,


gadis urakan” Tian Ling “hei kau tuan api, kau cari mati ya !” Yang Guang


cekikikan. Beginilah mereka, selalu bertengkar tapi saling mendukung satu sama


lain.


          Ye Xing “kudengar yang ikut di Akademi Kerajaan maksimal


usia 20 tahun !” Yang Guang mengangguk “pangeran tertua berusia 19 tahun


sementara putri termuda 17 tahun” Shui Lan “jika kita masuk, kita akan menjadi


yang termuda…” Yang Guang “eh salah, akulah yang termuda, kalian tua hahaha…”


Huang Guang cekikikan “iya Yang Guang Da Ren yang termuda. Kita sudah bersama 5


tahun, tubuhmu hanya mengalami sedikit perubahan, kau juga yang paling mungil


diantara kita berdelapan. Apa kau cacingan ? kemana semua kue yang kau makan ?”


Yang Guang “walau tubuhku kecil, pesona kalian masih kalah dariku hahahahaha…”


tertawa terbahak-bahak.  Dian Lan “hihihi


iya pesonamu paling cemerlang tapi juga paling bermasalah hahaha…” semua


tertawa terbahak-bahak.


          Lu Teng “bagaimana kalau kita berlomba ?” semua bersemangat


“lomba bagaimana ?” Lu Teng “yang menempati kelas terendah harus mentraktik lainnya


selama seharian, bagaimana ?” Yang Guang “setuju…” melirik Jing Guang dan Tian


Ling dengan wajah kekanakan. Jing Guang “baik, aku akan memperlihatkan


kehebatan Tuan Muda Huo ini…” Tian Ling “cih kehebatan, asal kau jangan


mengancam sang penguji saja sudah bagus…” “eh kau ini…” Huang Guang “Tian Ling,


hati-hati kau berada di kelas terendah hahaha…” membuat semua terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2