
Raja melihat yang lain sudah
menjauh, menyuruh pelayan menutup pintu. Permaisuri segera memeluk Yang Guang
“Yang Guang, niang sangat merindukanmu… 5 tahun ini kau sudah menderita…” Yang
Guang tersenyum “niang, anda salah, aku sungguh menikmati waktuku 5 tahun ini”
Raja menarik tangan Yang Guang “sudah… sudah… jangan tangis-tangisan… Yang
Guang sini… sini…” menariknya duduk di kursi panjang “ayo ceritakan pada die,
apa yang kau temukan 5 tahun ini ? apa sudah menemukan pujaan hatimu ? apa
salah satu dari mereka ?” Yang Guang “die, apa yang kau bicarakan ! mereka
hanya teman seperjuanganku…” Raja menggoda “jadi hati suci putriku ini masih
belum mempunyai pilihan… ayolah ceritakan pada die ! die akan mengaturkan
pernikahanmu !” Yang Guang menyentak “die, ah aku tidak mau bicara lagi
denganmu…” ingin melangkah pergi, segera ditarik lagi oleh Raja.
Permaisuri “haih yang mulia, putrimu baru kembali, kau
sudah bertanya seperti itu… kau akan membuatnya lari…” Raja cekikikan “ayolah
ceritakan pada die…” Yang Guang berdecak kesal “cih, apa yang mau diceritakan !
bukannya die sudah tahu segalanya !” Raja “aih putriku ini kenapa begitu serius
menghadapi die, kau bisa tertawa-tawa pada temanmu, kenapa bermuka masam pada
die ?” Yang Guang “mana ada orang tua seperti die ini, hanya bertemu beberapa
kali langsung mau menjodohkan putrinya !” dengan kesal.
Raja cekikikan “hihihi baik-baik tidak menjodohkan… eh die
dengar kau sudah menguasai banyak masakan baru, kapan die akan mencicipi
masakanmu lagi ?” berbicara mengenai masakan, Yang Guang segera berbinar “die,
kuberitahu padamu… bla… bla… bla…” menceritakan semua resep yang ditemukannya.
Permaisuri menepuk keningnya “aih kalian ini, kalau sudah membicarakan makanan,
semua dilupakan !” Yang Guang memeluk permaisuri dan bermanja “aiyo niang,
jangan marah… ini lihatlah, aku membawakanmu ini…” mengeluarkan 3 buah batu
giok yang sangat cantik “wah indah sekali, dimana kau menemukannya ?” “untuk
die… mana untuk die ?” Yang Guang cekikikan, mengeluarkan sebuah bungkusan “nah
ini untuk die…” sebungkus kue-kue khas dari beberapa daerah.
Raja mempunyai hobby masakan dan makanan, tertarik dengan
semua jenis makanan khas, sama seperti Yang Guang. Sementara permaisuri
mengoleksi bebatuan, yang memiliki ciri khas langka. Raja segera mencicipi
kue-kuenya “hmm… walaupun masih enak, tapi ini sudah tidak segar… putriku, kau
pasti sudah tahu cara membuatnya kan !” Yang Guang mengangguk antusias “ayo…
ayo… kita pergi membuatnya” segera menarik Yang Guang ke dapur “semua keluar…”
mengusir semua pelayan menyisakan dirinya dan Yang Guang “ayo kita membuatnya,
ajari Yang Mulia…” jadilah kedua ayah dan anak itu mengutak atik dapur berdua,
sementara sang permaisuri terlena dengan batu yang diberikan Yang Guang.
“bagaimana Yang Mulia ?” Yang Guang antusias menanyakan
__ADS_1
pendapat ayahnya “hmm… sangat enak, melebihi kue yang kau beli… tapi sepertinya
masih kurang sesuatu…” Raja berlomentar sambil melihat dan memakan kuenya. Yang
Guang “yah, aku juga merasa ada yang kurang… sudah berulang kali aku mencoba
membuatnya tetap saja gagal…” Raja “hmm… coba pakai serbuk bunga mawar…” Yang
Guang “serbuk bunga… baik, kucoba sekali lagii…” segera memasak lagi
meninggalkan Raja yang asik dengan berbagai macam kue yang dibuat Yang Guang.
Yang Guang kembali membawa sepiring kue “yang mulia,
cobalah !” sang raja segera mencicipi “hmm… tidak betul, masih salah…” Yang
Guang terduduk sambil berfikir “kau mempunyai waktu 3 bulan untuk
menyempurnakannya, aku akan mencicipinya lagi nanti !” Yang Guang mengerutkan
kening membuat raja cekikikan “ayo kembali, permaisuri-ku pasti sudah
menunggu…” berjalan keluar sambil membawa 1 kotak makanan. Yang Guang
menggelengkan kepala dan mengikutinya.
Selama seminggu, Yang Guang dan ketujuh pemuda pemudi
berjalan mengenal istana. Dikatakan berjalan-jalan, tapi mereka mencetak semua
sisi istana dan para penghuninya di otak mereka. Setelah seminggu, Yang Guang
kembali bertemu Raja dan Permaisuri “bagaimana ?” “die, apa sebenarnya yang kau
ingin aku lakukan ?” Yang Guang bisa menebak beberapa hal. Selama seminggu
pengamatan, Yang Guang bisa mengetahui adanya konspirasi pemberontakan di dalam
istana. Sang Raja pun menceritakan kecurigaannya, bahwa semua pangeran dan
memiliki kekuatan di belakangnya masing-masing. Raja belum bisa memastikan
selir mana yang menjadi musuh dan kawan. Tugas Yang Guang dan kawan-kawannya
adalah membereskan konspirasi pemberontakan.
“Sesuai yang die katakan, waktumu 2 tahun. Ini bawalah…”
memberikan sebuah plakat khusus pada Yang Guang “dengan adanya plakat ini, kau
memiliki hak khusus untuk melakukan apapun di Kerajaan Ming. Melihat plakat ini
sama dengan melihatku. Besok di aula rapat, aku akan mengumumkanmu sebagai Ketua
Pengawal Raja. Teman-temanmu juga akan diangkat sebagai wakilmu. Apa lagi yang
kau butuhkan ?” Yang Guang tampak berfikir “die, para pangeran dan putri itu,
apa ada tempat mereka berkumpul bersama ?” Raja mengangguk “selain istana,
mereka semua masih bersekolah di akademi kerajaan” Yang Guang “Akademi Kerajaan
? die, bisa memasukkanku dan ketujuh temanku kesana ?” Raja “tentu saja bisa…
die akan memasukkan ke kelas…” Yang Guang memotong “tidak die, aku ingin kami
semua di tes untuk menunjukkan level kami” Raja mengerutkan keningnya.
Yang Guang menjelaskan “die, ini untuk mengelabui yang lain
dan keadilan. Dengan melalui tes yang sama, tidak ada yang mencurigai niat kami
disana. Lagipula, jika penempatan kami di kelas yang sama tentu sangat baik,
tapi kalau di kelas berbeda pun, kami bisa saling bertukar informasi” Raja
mengangguk “baik, die mengabulkannya. Die akan meminta guru kerajaan menyiapkan
__ADS_1
tes untuk kalian. Kalian bisa mengikuti tes besok setelah rapat dan segera
bergabung di Akademi” Yang Guang mengangguk “baik urusan resmi sudah selesai…
kapan kau akan memasak untuk die lagi ?” dengan wajah kekanakan “die…” Yang
Guang kesal “bukankah tiap hari sudah memasakkanmu…” Raja pura-pura berfikir
“iyakah ? yang mulia sudah lupa kapan terakhir memakan masakanmu ! tampaknya
sudah sangat lama. Ayolah putriku yang baik, ayo ayo… die menemanimu ke dapur”
langsung menarik tangan Yang Guang membuatnya kesal.
Yang Guang dengan lesu masuk ke Yue Xing gong “Yang er, ada
apa denganmu ?” Huang Guang segera memberikan teh untuknya. “haih orang tua itu
pintar sekali memanfaatkan ! tidak saja harus membantunya menyelesaikan
masalah, masih harus menjadi tukang masak untuknya…” Jing Guang “sudah 7 hari,
apa yang dikatakan yang mulia ?” Yang Guang meminum tehnya dan berwajah serius,
menceritakan kesepakatannya dengan raja “Akademi Kerajaan ? pangeran dan putri
hmm…” “Yang er, tidak ada masalah dengan tes… kutebak, kita akan menemui
kesulitan di Akademi Kerajaan” Yang Guang cekikikan “tidak mungkin kau takut
pada para pangeran dan putri itu kan ?” Teng Ling “tentu saja tidak… hanya aku
tidak suka terkungkung dalam kelas, hanya duduk dan membaca, sungguh
membosankan !” Jing Guang “cih… paling kai akan ditempatkan dikelas terendah,
gadis urakan” Tian Ling “hei kau tuan api, kau cari mati ya !” Yang Guang
cekikikan. Beginilah mereka, selalu bertengkar tapi saling mendukung satu sama
lain.
Ye Xing “kudengar yang ikut di Akademi Kerajaan maksimal
usia 20 tahun !” Yang Guang mengangguk “pangeran tertua berusia 19 tahun
sementara putri termuda 17 tahun” Shui Lan “jika kita masuk, kita akan menjadi
yang termuda…” Yang Guang “eh salah, akulah yang termuda, kalian tua hahaha…”
Huang Guang cekikikan “iya Yang Guang Da Ren yang termuda. Kita sudah bersama 5
tahun, tubuhmu hanya mengalami sedikit perubahan, kau juga yang paling mungil
diantara kita berdelapan. Apa kau cacingan ? kemana semua kue yang kau makan ?”
Yang Guang “walau tubuhku kecil, pesona kalian masih kalah dariku hahahahaha…”
tertawa terbahak-bahak. Dian Lan “hihihi
iya pesonamu paling cemerlang tapi juga paling bermasalah hahaha…” semua
tertawa terbahak-bahak.
Lu Teng “bagaimana kalau kita berlomba ?” semua bersemangat
“lomba bagaimana ?” Lu Teng “yang menempati kelas terendah harus mentraktik lainnya
selama seharian, bagaimana ?” Yang Guang “setuju…” melirik Jing Guang dan Tian
Ling dengan wajah kekanakan. Jing Guang “baik, aku akan memperlihatkan
kehebatan Tuan Muda Huo ini…” Tian Ling “cih kehebatan, asal kau jangan
mengancam sang penguji saja sudah bagus…” “eh kau ini…” Huang Guang “Tian Ling,
hati-hati kau berada di kelas terendah hahaha…” membuat semua terbahak-bahak.
__ADS_1