Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 255 - Ulat Tua


__ADS_3

Zhe Yan “lebih baik membaca


laporan daripada dia bertindak lagi…” Dong Hua mengangguk “selama Feng Wei


tidak merasa lelah…” semua terkejut “Fu Qin, kau tahu !” Ling Ling langsung


bertanya “apa Niang Qin…” Gun Gun menatap Xiao Shen Zhu. Dong Hua “tidak pernah


mengatakannya, tapi aku bisa merasakannya. Dari saat semua ingatanku kembali,


aku sudah menyadarinya. Dari kehidupan kedua bayangan di dimensi itu hingga di


semesta ini, Feng Wei… aku hanya berharap aku tidak terlambat menyadarkannya…”.


            Bai Yi “apa lagi yang akan terjadi ?” Dong Hua menggeleng


“saat ini, tidak ada kekuatan apapun yang bisa menandinginya… hanya saja, jika


dia sendiri yang tidak menginginkannya…” menghela nafas. Gun Gun “Niang Qin


pasti menginginkannya… untuk kali ini, aku ingin Niang Qin hidup demi dirinya


sendiri… Niang Qin-ku yang terbaik… Niang Qin, sadarilah keajaibanmu sendiri…


hiduplah demi dirimu, lakukan semua yang kau sukai dengan bebas tanpa beban…


berikan tawa ceriamu pada semesta ini…” memegang tangan Xiao Shen Zhu yang


tertidur pulas.


            Ling Ling “walaupun harus menjeratnya dengan kemanjaan,


aku akan melakukannya… Niang Qin harus hidup, aku tidak mau kehilangannya


lagi…” Jin Cheng “Ling Ling, Huo Feng Niang tidak akan terpengaruh oleh itu


semua… Jika ingin Huo Feng Niang menyadari dirinya, kita hanya bisa


membebaskannya dan mendukung di setiap langkahnya… disaat Huo Feng Niang merasa


bebannya sudah tidak seberat itu, mungkin saja dia bisa menyadari dirinya


sendiri” Long Nu “kesucian yang lahir dari kehampaan, tidak pernah ternoda oleh


apapun… di hidupnya ini, entah bagaimana Huo Feng Niang menjalaninya, bisa


mempertahankan kesucian itu tanpa noda sama sekali…” Dong Hua “dia tidak pernah


menganggap dirinya ada… dia adalah kehampaan itu sendiri…”.


            Lian Song “sudah… jangan bersedih… semuanya sudah


berlalu… kenyataannya, sekarang dia hidup dan berada di tengah-tengah kita semua…


jalani saja semua apa adanya…” Zu Zhe “benar, dia yang mempunyai ide paling


banyak untuk bersenang-senang, jadi ikuti saja Shen Zhu yang usil ini hihihi…”


Bai Qian “haih jika mengingat hal yang lalu, aku masih saja mual… tidak


menyangka medan perang bisa menjadi begitu menjijikkan…” memegang perutnya. Xin


Xin “gu po, kami sudah tidak mual, bahkan jika sekarang mengingatnya kami akan


tertawa terbahak-bahak hahaha…” Xiong Xiong “aih aku paling suka dengan senjata


yang mengeluarkan bisul itu… sangat lucu hahaha…” Chang Chang “aku suka pada


jarum gatal itu… mereka bahkan berguling-guling di tanah untuk menghilangkan


rasa gatalnya. Tanah yang penuh dengan kotoran hahaha…” Ching Ching “tapi


nainai sangat baik… disaat terakhir masih menurunkan hujan untuk mengurangi


penderitaan mereka.”

__ADS_1


            Ling Ling “dulu pernah mendengar kenakalan Niang Qin saat


di sekolah Qing Qiu. Tidak pernah menyangka keusilannya sampai pada tingkat


seperti itu hihihi…” Jin Cheng “ada waktu, aku mau belajar pembuatan senjata


pada Huo Feng niang…” Ling Ling “aih kau ini, sampai saat ini saja kau tidak


bisa membuat benda yang sama…” Jin Cheng “aku kan masih pemula… tidak lama


lagi, pasti akan berhasil…” “eng…” Xiao Shen Zhu bergerak dengan suara rintihan


kecil mengejutkan semua “ada apa dengan Niang Qin ?” “kenapa wajahnya memerah


?” Dong Hua segera memeriksa “suhu tubuhnya naik lagi…” Zhe Yan “walaupun cuma


terkena sedikit dampaknya, tapi aroma menusuk itu sampai ke paru-parunya,


apalagi terkena guyuran hujan dengan tubuh lemahnya… tidak apa, dia demam


menandakan tubuhnya sedang melawan…”


            Xin Xin “ini sudah 2 minggu, suhu tubuh Niang Qin terus


naik turun…” mengambilkan sapu tangan untuk mengompres kepala Xiao Shen Zhu


“dingin… dingin… dingin sekali…” terdengar suara lemah Xiao Shen Zhu. Xiong


Xiong membuka baju luarnya dan membungkus tubuh Xiao Shen Zhu “eng…” menekuk


tubuhnya hingga membentuk seperti sebuah lingkaran, memeluk dirinya sendiri


“eng…” merintih sesekali. Dong Hua memeluk erat Xiao Shen Zhu “Feng Wei, aku


disini… aku memelukmu… tidak akan dingin lagi ya… Feng Wei…” Xiao Shen Zhu


semakin menekuk tubuhnya dan gemetar, Dong Hua terus memanggil “Feng Wei, ini


aku… aku Hua Zi gegemu… aku memelukmu ya…”. Setelah lama membujuk, terlihat


kelopak mata Xiao Shen Zhu bergetar sedikit “Hua… Hua Zi gege, dingin sekali…”


            Dong Hua memeluk erat Xiao Shen Zhu “Feng Wei, kita


berendam… Hua Zi gege menemanimu… berendam air hangat, tidak dingin lagi…” Xiao


Shen Zhu mengangguk lemah. Dong Hua segera berdiri, menggendongnya ke permadian


“haih kasihan Niang Qin…” “tadi dia tidak menyadari keberadaan lainnya…


menyimpan kesakitannya sendiri…” Bai Qian berkaca-kaca. Zhe Yan menghela nafas


“haih… untung Dong Hua bisa membujuknya…”. Mo Yuan melepas sihir pada diri Sou


Wan “haih batu es itu picik sekali…” Gun Gun “shiniang, jangan menggoda Fu Qin…


Fu Qin yang sekarang, jauh berbeda dengan dulu… tidak akan ada siapapun yang


bisa masuk diantara mereka berdua, bahkan kami anak-anaknya sekalipun…” Xin Xin


tersenyum “suatu saat, aku ingin memiliki pasangan seperti Fu Qin Niang Qin…”


Ling Ling “cih… kau belajar saja dulu yang hebat… memikirkan pasangan masih


terlalu dini untuk otak kecilmu…” menyentil kening Xin Xin “jiejie…” Xin Xin


kesal, membuat semua cekikikan.


            Perlahan dampak medan perang menghilang dari tubuh Xiao


Shen Zhu. Dibawah penjagaan Dong Hua, Xiao Shen Zhu memiliki waktu istirahat


dan makanan yang cukup selama menyelesaikan laporan-laporan yang dibawakan dari


Yu Zhou Da Lu. Sebelum ke Feng Huo Cang Ling, terjadilah drama yang membuat

__ADS_1


Xiao Shen Zhu memijat pelipisnya seperti orang tua “Shen Zhu, kami juga ingin


berlatih…” Meng Hao merengek. Dong Hua “Mu Rong, urus ulet tua ini… dia semakin


lama semakin menjadi ulet tidak tahu diri…” Mu Rong tersenyum “Di Jun, tidak


akan menyusahkan…” Meng Hao berlutut, mengambil tangan Xiao Shen Zhu “gadis


kecilku yang baik… lihat, jika tidak ada bantuanmu, shushu sudah tidak hidup


sampai saat ini… jadi ajarilah shushu agar menjadi lebih kuat…” Xiao Shen Zhu


kesal “shushu ulet tua, kau berlutut lagi, yang mulia akan mematahkan kedua


kakimu…” Meng Hao segera berdiri “Shen Zhu…” merajuk.


            Xiao Shen Zhu “shushu ulet tua, daripada mengikutiku,


lebih baik kau pergi mencari pasangan dengan kumis dan jenggotmu itu…” Mu Rong


“Shen Zhu, jika suatu saat kami menemukan wanita seperti anda, kami akan


melepas masa lajang. Sebelum itu terjadi, ijinkanlah kami mengikuti anda…” Xiao


Shen Zhu terbelalak dan membuka mulutnya melongo “apa hubungannya pasangan


kalian denganku ! eh bukankah dia mengatakan kumis dan janggutnya ini adalah pesona


tiada banding…” Meng Hao “Shen Zhu, anda saja tidak terpesona apalagi gadis


lainnya… Shen Zhu…” merengek. Xiao Shen Zhu “ha… Meng Hao shushu, apa kau salah


minum obat ? eh aku ingat dulu kau malah mau membakarku… kemana perginya naga


tua yang keras kepala itu ?” Meng Hao “sudah menjadi ulet tua untuk anda…” Xiao


Shen Zhu memijat pelipisnya “aduh… Hua Zi gege, apa dia masih Meng Hao –


jenderal perangmu itu ?” menunjuk ke Meng Hao.


            Dong Hua mengangkat bahunya sebagai jawaban untuk Xiao


Shen Zhu, yang lain cekikikan. Meng Hao “Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu mundur


beberapa langkah “kau ulet tua, jangan mendekatiku…” Meng Hao melangkah


mendekat “kau maju lagi, yang mulia akan mencukur kumis dan jenggotmu…” Meng


Hao memelas “kumis dan jenggotku, demi Xiao Shen Zhu ini, aku terpaksa


mengorbankan kalian…” Xiao Shen Zhu membesarkan matanya “Shen Zhu… shushu rela


tidak berkumis dan berjenggot asal anda menerimaku…” mendekat dengan


menyerahkan gunting kepada Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Zhu semakin mundur “kau…


kau… ah… aku bisa gila dengan ulet tua ini…” berjalan pergi, Meng Hao


mengikutinya “Shen Zhu… Shen Zhu…” seperti anak kecil yang merajuk untuk


dibelikan mainan.


            “hei… ada apa ini ?” You Zun tiba bersama Qing Yun dan


bingung dengan situasi yang ada. You Zun melihat semua tertawa sementara Xiao


Shen Zhu diikuti oleh seorang dewa dengan rengekannya “Huo Feng…” “apa ?” Xiao


Shen Zhu menjawab dengan ketus “eh apa salahku ?” You Zun menatap ke Qing Yun,


yang menggeleng tanda tidak mengerti. Xiao Shen Zhu datang kehadapan keduanya,


mengambil sebuah perkamen dari tangan You Zun “selatan !” menatap keduanya yang


mengangguk dengan senyuman penuh arti. Xiao Shen Zhu menggulung kembali

__ADS_1


perkamen dan menyerahkannya pada You Zun “tunggu ketujuhnya kembali, aku akan


bersenang-senang…” dengan mata tajam.


__ADS_2