
Bab 374 –
Dong Hua mengamati papan catur “Shen Zhu – ku, bagaimana
kau bisa membaca semua langkah dengan begitu cermat ?” Huo Feng acuh tak acuh
“hidup terlalu lama, tidak ada yang tidak bisa kulihat !” Dong Hua memainkan
wajahnya dan mengangguk “yang mulia juga sudah hidup lama, kenapa masih tidak
dapat membaca anda !” Huo Feng “apakah yang mulia ini buku ? perlu dibaca ?”
acuh tak acuh. Dong Hua masih dengan wajah usilnya, mengangguk “sebuah buku
yang sangat susah untuk di baca !”
Huo Feng mulai tertarik “jadi yang mulia ini termasuk buku
bagus atau tidak bagus ?” Dong Hua melihat wajah usil Huo Feng, mengikuti
permainan “hmm… awal-awalnya tidak bagus…” Huo Feng berbinar “ooo… terus ?”
Dong Hua sudah tidak tahan, membelai wajah usil itu “setelah bab ini, akan menjadi
sangat bagus !” Huo Feng “ooo… apa Shen Jun sudah membaca semuanya ?” Dong Hua
menggeleng “jadi bagaimana bisa tahu bab selanjutnya akan sangat bagus ?” Dong
Hua “karena selanjutnya, ada yang mulia yang menulisnya bersamamu !” Huo Feng
tersenyum manis.
Dong Hua menarik Huo Feng masuk ke pelukannya “selanjutnya,
tidak memperbolehkanmu melakukan hal berbahaya lagi ! semua ada aku, aku akan
baik-baik melindungimu !” Huo Feng bermanja pada Dong Hua. Dong Hua tersenyum
manis, memeluk kesayangannya “hari ini kita akan kemana ?” “kau ingin kemana ?”
Huo Feng berfikir “Jiu Jong Tian adalah tempatmu, kau yang membawaku ya !” Dong
Hua tampak berfikir “baiklah…”
Mereka berjalan-jalan menelusuri Jiu Jong Tian, Dong Hua
membawa Huo Feng ke kebun buah persik “hmm… karena Du Hua yang lalu, tidak
makan segigitpun !” Huo Feng menggerutu. Dong Hua tersenyum, membawanya naik ke
sebuah batang pohon, memetik sebuah buah persik yang paling merah di pohon itu.
Dong Hua membersihkannya sebelum memberikan ke Huo Feng “ayo cicipilah !” Huo
Feng menerima dan langsung menggigitnya “hmm… tidak seberapa manis tapi sangat
menyegarkan !”
Dong Hua tersenyum, Huo Feng menyukai buah persiknya.
Mereka dihampiri penjaga kebun “ehm… ternyata Di Jun – Di Hou…” segera memberi
hormat “tidak tahu Di Jun – Di Hou datang berkunjung, maafkan pelayanan xiao
xian yang terlambat” Dong Hua dengan dingin “tidak masalah… kerjakan tugasmu,
tidak perlu mempedulikan kami !” penjaga kebun pun berlalu.
Huo Feng “Hua Zi gege, di Si Hai Ba Huang, ada makanan unik
__ADS_1
apa ?” Dong Hua berfikir “Feng Wei, aku tidak pernah memperhatikannya !” Huo
Feng “hmm… setelah aku bangun, kita berkeliling bagaimana ?” Dong Hua
mengerutkan kening “bukankah mau mengelilingi semesta ?” Huo Feng mengangguk
“setelah penyeleksian, akan membawamu berkeliling !” Dong Hua tersenyum “aku
ingin melihat semua tempat yang pernah kau lihat !” Huo Feng tersenyum “baik
!”.
Dong Hua mengangkat Huo Feng ke pangkuannya, bersandar ke
batang pohon besar di belakangnya “Feng Wei…” “hmm…” menyahut sambil menikmati
buah persiknya. Dong Hua membelai kepala Huo Feng “Feng Wei, apa aku boleh
melihat perjalanan hidupmu dulu ?” Huo Feng mengerutkan kening “bukankah sudah
membaca kitab sejarahku !” Dong Hua mengangguk “kitab itu sudah melalui sangat
banyak pembaruan… aku ingin melihat dirimu yang sebenarnya !” Huo Feng “nanti
mengejutkanmu ! lagipula semua hanya masa lalu !” Dong Hua cemberut “aku ingin
melihatnya ! aku juga sudah menghadapi banyak pertempuran besar. Feng Wei, aku
ingin melihatnya ya… biarkan aku melihatnya !” Huo Feng menghela nafas “baiklah
!” Dong Hua tersenyum manis.
Setelah mendapat persetujuan Huo Feng, Dong Hua langsung
membawanya kembali ke Tai Chen gong. Huo Feng menggelengkan kepala “begitu
bersemangat !” Dong Hua tersenyum manis sambil merajuk “Fu Ren, ayolah… biarkan
pernah kuingkari ! hmm, baik-baiklah melihat, aku ingin beristirahat !”
menyihir sebuah cermin besar di hadapan mereka. Dong Hua memposisikan diri
mereka dengan nyaman “beristirahatlah…” mengecup kening Huo Feng.
Bertepatan dengan kisah Huo Feng yang mulai berputar di
cermin, Ling Ling – Jin Cheng, Gun Gun – Long Nu, Mo Yuan – Sou Wan, Lian Song
– Zu Zhe, Ching Ching, Chang Chang, keluarga Bai, Ye Hua Tian Jun, dan Zhe Yan
masuk ke Tai Chen gong. Dong Hua langsung memberi isyarat mereka untuk tidak
mengeluarkan suara. Dong Hua dan lainnya melihat perjuangan Huo Feng dari awal
menjelma, bagaimana bertahan hidup menghadapi 7 hewan buas. Pertama kali keluar
dari Zuan Bao Shi Dao, langsung menghadapi begitu banyak masalah.
Zaman Huo Feng sama seperti zaman purba, hukum rimba yang
berjalan. Seorang gadis kecil selalu menjadi incaran di mana pun, entah itu
oleh hewan-hewan maupun mahkluk-mahkluk yang tidak jelas. Huo Feng berulang
kali terluka parah hanya untuk mempertahankan dirinya sendiri. Di sela-sela
lukanya sendiri, selalu membantu yang lain menyelamatkan diri. Dari awal tidak
pernah menganggap penting dirinya sendiri. Setelah dilukai oleh lawannya hingga
__ADS_1
terluka parah, walaupun akhirnya memenangkan pertempuran, selalu meninggalkan
jalan hidup untuk lawannya. Lebih mementingkan lawannya dari dirinya sendiri.
Tidak semua lawan diselamatkan Huo Feng. Huo Feng selalu
berubah menjadi malaikat maut pada beberapa lawan. Lawan yang diselamatkan
adalah lawan yang bertarung dengan gagah berani dan memiliki sifat ksatria.
Yang licik, egois dan melakukan untuk kepentingan pribadi, tanpa ragu langsung
di habisinya. Dari anak kecil dengan mata yang sangat lembut hingga menjadi
iblis pencabut nyawa. Keusilannya pun tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Tidak ada yang tidak berani di lakukannya, selalu bergerak
secara spontan. Perlahan memiliki banyak penggemar, pemuja, penguntit yang
selalu ingin mengikutinya kemanapun. Disaat itulah, Huo Feng menciptakan Yu
Zhou Da Lu.
Diawal terbentuk, Huo Feng dengan kekuatan sendiri,
menyeleksi dan membangun suatu sistem demi kesejahteraan semuanya. Setelah
berhasil memberi penghidupan yang layak, Huo Feng kembali berkeliling. Huo Feng
tidak pernah tertarik dalam hal memimpin dunia, yang dilakukannya hanya
memberikan kehidupan yang damai dan sejahtera bagi yang lain. Secara perlahan
mendapat penghormatan di hati setiap individu, yang dengan tulus menganggapnya
sebagai pemimpin mereka.
Pertemuannya bersama kedua Zun Wang, bagaimana sampai bisa
berjalan bersama. Kedua Zun Wang yang tunduk padanya tanpa pamrih, bersama
berjuang demi kedamaian semesta. Bagaimana semua berjuang keras untuk
mendapatkan kepercayaannya hingga bisa berjuang bersamanya. Kedua Zun Wang yang
memiliki kemampuan pun, tidak langsung mendapat kepercayaan Huo Feng.
Saat Huo Feng sudah menganggap orang itu layak, dia akan
dengan sepenuh hati melindungi semuanya. Selama hati mereka tetap jernih dan
mulia, Huo Feng akan mempertahankannya, walau sendiri harus mengorbankan nyawa
untuk itu. Segala sesuatu yang mengganggu kesejahteraan dan kedamaian yang di
bangunnya, disingkirkan dengan begitu mudahnya.
Lebih daripada Dong Hua, Huo Feng sangat jarang mengurusi
Yu Zhou Da lu, hanya kembali saat ada masalah. Huo Feng lebih suka bermain
diluar, selama mengetahui kesejahteraan dan kedamaian masih bersama semua pihak
yang dijaganya. Jika Dong Hua berdiam diri di Tai Chen gong, Huo Feng tidak
memiliki tempat bernaung yang tetap. Dong Hua bisa merasakan kehangatan sebuah
rumah setelah bertemu Huo Feng. Huo Feng selalu memberi rumah bagi lainnya,
__ADS_1
sedangkan dirinya sendiri terlunta-lunta tanpa tempat bernaung yang di sebut
rumah.