
Cai Hong Huo Feng cemberut “kau hanya tahu menindasku
cih…” membuang muka kesal. Dong Hua “hukumanmu yang sebelumnya belum selesai,
masih mau mengabaikanku lagi…” menggelitiknya “hahaha… hahaha… Hua Zi gege… Hua
Zi gege… geli… hahaha… argh… huk… huk… huk…” tertawa hingga batuk berdarah
“Feng Wei… Zhe Yan…” Dong Hua panik, langsung memapahnya. Cai Hong Huo Feng
mengangkat 1 tangannya “aku tidak apa, ini hanya efek rintangan sebelumnya…
tidak usah khawatir, aku baik-baik saja…” Cai Hong Huo Feng memegang tangan
Dong Hua, menenangkannya.
Zhe Yan memeriksa, menggelengkan kepalanya “Huo Feng,
dikatakan kau akan menerima 7 kali rintangan. Dengan begini,, sudah 6 rintangan
yang terlewati, rintangan berikutnya ?” Dong Hua memberikan minum dan mengelap
darah Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng tersenyum “akan terima pada saatnya”
“Feng Wei, kau menutupinya lagi dariku…” terdengar kekesalan di dalam suara
Dong Hua. Cai Hong Huo Feng tercengang dan menghela nafas “baiklah… saat
kelahiran kembaliku, berapa banyak rintangan yang kuterima, itulah yang akan
kuterima di rintangan terakhir” semua terkejut “nah… itulah alasannya aku tidak
mau mengatakannya, lihat tampang kalian semua, rintangan belum datang, kalian
sudah frustasi dahulu” menghela nafas kasar.
Dong Hua menemukan kesadarannya kembali “kapan ? dimana
?” Cai Hong Huo Feng “sebelum menempati status Supreme Emperor, aku berencana
menerimanya di Bing Yu Hai” Dong Hua menatapnya dengan pandangan rumit “tidak
usah melihatku seperti itu, kau tidak boleh ikut didalamnya !” Dong Hua
cemberut. Ling Ling “Niang Qin, apa tubuhmu sanggup menerima rintangan itu ? a…
apa yang akan terjadi selanjutnya ?” Cai Hong Huo Feng “itu jalan yang harus
kulalui untuk memiliki kehidupan ini… hal belum terjadi, aku juga tidak tahu
apa yang akan terjadi selanjutnya. Kemungkinan terburuk akan tidur panjang di
Bing Yu Hai. Kemungkinan terbaik, sama seperti saat kelahiran kembali, aku akan
memiliki tubuh baru, tubuh Supreme Emperor”. Dong Hua terdiam menatap Cai Hong
Huo Feng.
Cai Hong Huo Feng memeluknya “kenapa ? terkejut ?” Dong
Hua membalas pelukannya “kau selalu terluka… setelah menerima semua rintangan
itu, kau tidak boleh terluka lagi… aku tidak mengijinkannya… Di Hou-ku hanya
perlu menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan” Cai Hong Huo Feng tersenyum,
mengangguk “baik Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin Shen Jun…” Dong Hua “masih sakit
__ADS_1
?” Cai Hong Huo Feng menggeleng “lelah…” Dong Hua menggendongnya “tidurlah…”
Zhe Yan “Huo Feng, ini minumlah…” memberikan satu pil. Cai Hong Huo Feng tidak
langsung meminumnya, tapi mengamati pil itu, menghela nafas “kalian tidak perlu
melakukannya…” Zhe Yan tersenyum, melirik ke belakang “Niang Qin, minumlah…”
Cai Hong Huo Feng tersenyum dan menghela nafas “terima kasih…” meminum pil itu.
Setelah menidurkan Cai Hong Huo Feng, Dong Hua keluar
menemui lainnya “terima kasih…” Gun Gun “Fu Qin, kami menyayangi Niang Qin,
hanya ini yang bisa kami lakukan !” Gun Gun dan Ling Ling memberikan xintouxie
rubah ekor sembilan untuk diramu oleh Zhe Yan bersama herbal lainnya, menjadi
pil penyembuh dan penambah energi. Dong Hua “Zhe Yan…” Zhe Yan “sudah tahu kau
akan mencariku… kau ingin mempersiapkan tubuh Huo Feng !” Dong Hua mengangguk
“tidak dapat membantunya menerima rintangan, setidaknya bisa membantu menguatkannya”
Zhe Yan “kita bisa memikirkannya…” Dong Hua “lindungi
jiwa dan jantungnya…” memegang dadanya sendiri “kau takut raganya akan
menghilang selamanya !” Dong Hua mengangguk. Bai Ce “menerima begitu banyak
petir dan bola api, bagaimana jiwanya bisa selamat !” Dong Hua tegas “jiwanya
akan selamat, tapi raganya…” Ling Ling “jiwa Niang Qin terikat pada Fu Qin.
Niang Qin sudah mengatakan ‘selama ada Fu Qin, Niang Qin akan selalu
Fu Qin” Long Nu “begitu kuatnya Ikatan Tubuh Suci ?” Gun Gun “sangat kuat,
karena menggunakan jiwa dan jantung terkuat Shen Zhu”. Bersama-sama memikirkan
cara agar raga Cai Hong Huo Feng tidak hancur oleh rintangan.
Perang akan berlangsung di kaki gunung Kun Lun, Dong Hua
sudah membawa Cai Hong Huo Feng ke gunung Kun Lun dari sebulan sebelumnya “Hua
Zi gege, apa yang akan kau lakukan saat perang ?” Dong Hua “menjaga
kesayanganku…” Cai Hong Huo Feng menganga “ooo… siapakah kesayangan Dong Hua Di
Jun ?” melihat senyum usil istri kecilnya, Dong Hua merangkulnya “tentu saja Di
Hou-ku yang sangat usil ini”. Cai Hong Huo Feng cekikikan “apa kedua ulat tua
juga ikut ?” Dong Hua mengangguk “mereka seperti cacing kepanasan hmm… aku ragu
apa betul mereka pernah ikut denganku berperang !” Cai Hong Huo Feng tertawa
terbahak-bahak.
Dong Hua “jangan memaksakan diri… jika sakit, kau harus
langsung mengatakannya padaku.” Cai Hong Huo Feng mengangguk “aku mana begitu
lemah !” Dong Hua membelai kepalanya “iya iya iya, kau yang terkuat… aku yang
lemah” Cai Hong Huo Feng cekikikan. Mo Yuan dan Sou Wan langsung menyambut
__ADS_1
mereka “Dong Hua, aku sudah menyiapkan ruangan kalian…” Dong Hua “Gun Gun ?” Mo
Yuan “sedang bersama Meng Hao dan Mu Rong…” Sou Wan “Dong Hua, kedua jenderalmu
itu kembali menjadi anak kecil… mereka yang paling antusias dalam perang ini !”
Cai Hong Huo Feng “hmm… apa lagi yang diinginkan kedua ulat tua itu ?” Mo Yuan
“silahkan…” membawa mereka melihat latihan ketiga pria itu.
Cai Hong Huo Feng memainkan alisnya “mereka sangat
nakal…” Dong Hua “ulat-ulat tua…” tersenyum. Cai Hong Huo Feng membuat sihir
menyerang mereka, Dong Hua terkejut “bermain sebentar…” memberikan kedipan
mata, Cai Hong Huo Feng sudah masuk di tengah arena. Ketiga pria yang sudah
mempunyai kepekaan, langsung menyadari dan melayani Cai Hong Huo Feng. Sou Wan
“apa dia baik-baik saja ?” Mo Yuan melirik Dong Hua yang mengerutkan keningnya
“Huo Feng baik-baik saja… lihat dia tersenyum memberi pelajaran pada ulat-ulat
tuanya” terlihat Cai Hong Huo Feng yang dengan sengaja memukul kedua jenderal
dengan pedangnya.
“Shen Zhu ku, para gadis akan menertawakanku jika tahu
seorang wanita kecil berhasil menindas tubuhku yang gagah perkasa ini” Meng Hao
merengek. Cai Hong Huo Feng bergidik ngeri “ulat tua, kenapa kau semakin
menjijikkan !” menyudahi latihannya dan kembali ke Dong Hua, langsung
memeluknya “bawa aku pergi…” semua langsung menyudahi latihan mereka. Dong Hua
cemas terjadi sesuatu pada istri kecilnya “Feng Wei, ada apa ? apa sakit lagi
?” semua khawatir “Shen Zhu…” mendengar suara Meng Hao, Cai Hong Huo Feng
segera bergerak, bersembunyi di belakang Dong Hua “kau… kau… menjauh dariku…
kau sangat menjijikkan… Hua Zi gege, kita pergi…” Dong Hua tersenyum, langsung
membawa Cai Hong Huo Feng pergi.
“eh ini…” Meng Hao masih mau memanggil. Gun Gun
menggelengkan kepala “haih Jenderal, pergilah mandi 7 kembang, bersihkan mulut
dan kepalamu itu haih…” berlalu dari arena latihan dengan menggelengkan kepala.
Meng Hao tidak faham “eh… Gun Gun…” Mo Yuan menepuk bahu Meng Hao, menghela
nafas dan menggeleng, berlalu dengan Sou Wan. Meng Hao mengerutkan keningnya
“ada apa ini ?” Mu Rong “haih Meng Hao, kau sudah kehilangan wibawamu…
jangankan gadis, bahkan pria tua pun sudah menjauhimu…” Meng Hao cemberut “aku
sudah keterlaluan ?” Mu Rong mengangguk, membenarkan pernyataan Meng Hao. Meng
Hao menggelengkan kepala, nyengir menertawakan dirinya sendiri “ayo, temani aku
mandi kembang…” menarik Mu Rong bersamanya.
__ADS_1