Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 301 - Kehilangan Wibawa


__ADS_3

            Cai Hong Huo Feng cemberut “kau hanya tahu menindasku


cih…” membuang muka kesal. Dong Hua “hukumanmu yang sebelumnya belum selesai,


masih mau mengabaikanku lagi…” menggelitiknya “hahaha… hahaha… Hua Zi gege… Hua


Zi gege… geli… hahaha… argh… huk… huk… huk…” tertawa hingga batuk berdarah


“Feng Wei… Zhe Yan…” Dong Hua panik, langsung memapahnya. Cai Hong Huo Feng


mengangkat 1 tangannya “aku tidak apa, ini hanya efek rintangan sebelumnya…


tidak usah khawatir, aku baik-baik saja…” Cai Hong Huo Feng memegang tangan


Dong Hua, menenangkannya.


            Zhe Yan memeriksa, menggelengkan kepalanya “Huo Feng,


dikatakan kau akan menerima 7 kali rintangan. Dengan begini,, sudah 6 rintangan


yang terlewati, rintangan berikutnya ?” Dong Hua memberikan minum dan mengelap


darah Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng tersenyum “akan terima pada saatnya”


“Feng Wei, kau menutupinya lagi dariku…” terdengar kekesalan di dalam suara


Dong Hua. Cai Hong Huo Feng tercengang dan menghela nafas “baiklah… saat


kelahiran kembaliku, berapa banyak rintangan yang kuterima, itulah yang akan


kuterima di rintangan terakhir” semua terkejut “nah… itulah alasannya aku tidak


mau mengatakannya, lihat tampang kalian semua, rintangan belum datang, kalian


sudah frustasi dahulu” menghela nafas kasar.


            Dong Hua menemukan kesadarannya kembali “kapan ? dimana


?” Cai Hong Huo Feng “sebelum menempati status Supreme Emperor, aku berencana


menerimanya di Bing Yu Hai” Dong Hua menatapnya dengan pandangan rumit “tidak


usah melihatku seperti itu, kau tidak boleh ikut didalamnya !” Dong Hua


cemberut. Ling Ling “Niang Qin, apa tubuhmu sanggup menerima rintangan itu ? a…


apa yang akan terjadi selanjutnya ?” Cai Hong Huo Feng “itu jalan yang harus


kulalui untuk memiliki kehidupan ini… hal belum terjadi, aku juga tidak tahu


apa yang akan terjadi selanjutnya. Kemungkinan terburuk akan tidur panjang di


Bing Yu Hai. Kemungkinan terbaik, sama seperti saat kelahiran kembali, aku akan


memiliki tubuh baru, tubuh Supreme Emperor”. Dong Hua terdiam menatap Cai Hong


Huo Feng.


            Cai Hong Huo Feng memeluknya “kenapa ? terkejut ?” Dong


Hua membalas pelukannya “kau selalu terluka… setelah menerima semua rintangan


itu, kau tidak boleh terluka lagi… aku tidak mengijinkannya… Di Hou-ku hanya


perlu menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan” Cai Hong Huo Feng tersenyum,


mengangguk “baik Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin Shen Jun…” Dong Hua “masih sakit

__ADS_1


?” Cai Hong Huo Feng menggeleng “lelah…” Dong Hua menggendongnya “tidurlah…”


Zhe Yan “Huo Feng, ini minumlah…” memberikan satu pil. Cai Hong Huo Feng tidak


langsung meminumnya, tapi mengamati pil itu, menghela nafas “kalian tidak perlu


melakukannya…” Zhe Yan tersenyum, melirik ke belakang “Niang Qin, minumlah…”


Cai Hong Huo Feng tersenyum dan menghela nafas “terima kasih…” meminum pil itu.


            Setelah menidurkan Cai Hong Huo Feng, Dong Hua keluar


menemui lainnya “terima kasih…” Gun Gun “Fu Qin, kami menyayangi Niang Qin,


hanya ini yang bisa kami lakukan !” Gun Gun dan Ling Ling memberikan xintouxie


rubah ekor sembilan untuk diramu oleh Zhe Yan bersama herbal lainnya, menjadi


pil penyembuh dan penambah energi. Dong Hua “Zhe Yan…” Zhe Yan “sudah tahu kau


akan mencariku… kau ingin mempersiapkan tubuh Huo Feng !” Dong Hua mengangguk


“tidak dapat membantunya menerima rintangan, setidaknya bisa membantu menguatkannya”


            Zhe Yan “kita bisa memikirkannya…” Dong Hua “lindungi


jiwa dan jantungnya…” memegang dadanya sendiri “kau takut raganya akan


menghilang selamanya !” Dong Hua mengangguk. Bai Ce “menerima begitu banyak


petir dan bola api, bagaimana jiwanya bisa selamat !” Dong Hua tegas “jiwanya


akan selamat, tapi raganya…” Ling Ling “jiwa Niang Qin terikat pada Fu Qin.


Niang Qin sudah mengatakan ‘selama ada Fu Qin, Niang Qin akan selalu


Fu Qin” Long Nu “begitu kuatnya Ikatan Tubuh Suci ?” Gun Gun “sangat kuat,


karena menggunakan jiwa dan jantung terkuat Shen Zhu”. Bersama-sama memikirkan


cara agar raga Cai Hong Huo Feng tidak hancur oleh rintangan.


            Perang akan berlangsung di kaki gunung Kun Lun, Dong Hua


sudah membawa Cai Hong Huo Feng ke gunung Kun Lun dari sebulan sebelumnya “Hua


Zi gege, apa yang akan kau lakukan saat perang ?” Dong Hua “menjaga


kesayanganku…” Cai Hong Huo Feng menganga “ooo… siapakah kesayangan Dong Hua Di


Jun ?” melihat senyum usil istri kecilnya, Dong Hua merangkulnya “tentu saja Di


Hou-ku yang sangat usil ini”. Cai Hong Huo Feng cekikikan “apa kedua ulat tua


juga ikut ?” Dong Hua mengangguk “mereka seperti cacing kepanasan hmm… aku ragu


apa betul mereka pernah ikut denganku berperang !” Cai Hong Huo Feng tertawa


terbahak-bahak.


            Dong Hua “jangan memaksakan diri… jika sakit, kau harus


langsung mengatakannya padaku.” Cai Hong Huo Feng mengangguk “aku mana begitu


lemah !” Dong Hua membelai kepalanya “iya iya iya, kau yang terkuat… aku yang


lemah” Cai Hong Huo Feng cekikikan. Mo Yuan dan Sou Wan langsung menyambut

__ADS_1


mereka “Dong Hua, aku sudah menyiapkan ruangan kalian…” Dong Hua “Gun Gun ?” Mo


Yuan “sedang bersama Meng Hao dan Mu Rong…” Sou Wan “Dong Hua, kedua jenderalmu


itu kembali menjadi anak kecil… mereka yang paling antusias dalam perang ini !”


Cai Hong Huo Feng “hmm… apa lagi yang diinginkan kedua ulat tua itu ?” Mo Yuan


“silahkan…” membawa mereka melihat latihan ketiga pria itu.


            Cai Hong Huo Feng memainkan alisnya “mereka sangat


nakal…” Dong Hua “ulat-ulat tua…” tersenyum. Cai Hong Huo Feng membuat sihir


menyerang mereka, Dong Hua terkejut “bermain sebentar…” memberikan kedipan


mata, Cai Hong Huo Feng sudah masuk di tengah arena. Ketiga pria yang sudah


mempunyai kepekaan, langsung menyadari dan melayani Cai Hong Huo Feng. Sou Wan


“apa dia baik-baik saja ?” Mo Yuan melirik Dong Hua yang mengerutkan keningnya


“Huo Feng baik-baik saja… lihat dia tersenyum memberi pelajaran pada ulat-ulat


tuanya” terlihat Cai Hong Huo Feng yang dengan sengaja memukul kedua jenderal


dengan pedangnya.


            “Shen Zhu ku, para gadis akan menertawakanku jika tahu


seorang wanita kecil berhasil menindas tubuhku yang gagah perkasa ini” Meng Hao


merengek. Cai Hong Huo Feng bergidik ngeri “ulat tua, kenapa kau semakin


menjijikkan !” menyudahi latihannya dan kembali ke Dong Hua, langsung


memeluknya “bawa aku pergi…” semua langsung menyudahi latihan mereka. Dong Hua


cemas terjadi sesuatu pada istri kecilnya “Feng Wei, ada apa ? apa sakit lagi


?” semua khawatir “Shen Zhu…” mendengar suara Meng Hao, Cai Hong Huo Feng


segera bergerak, bersembunyi di belakang Dong Hua “kau… kau… menjauh dariku…


kau sangat menjijikkan… Hua Zi gege, kita pergi…” Dong Hua tersenyum, langsung


membawa Cai Hong Huo Feng pergi.


            “eh ini…” Meng Hao masih mau memanggil. Gun Gun


menggelengkan kepala “haih Jenderal, pergilah mandi 7 kembang, bersihkan mulut


dan kepalamu itu haih…” berlalu dari arena latihan dengan menggelengkan kepala.


Meng Hao tidak faham “eh… Gun Gun…” Mo Yuan menepuk bahu Meng Hao, menghela


nafas dan menggeleng, berlalu dengan Sou Wan. Meng Hao mengerutkan keningnya


“ada apa ini ?” Mu Rong “haih Meng Hao, kau sudah kehilangan wibawamu…


jangankan gadis, bahkan pria tua pun sudah menjauhimu…” Meng Hao cemberut “aku


sudah keterlaluan ?” Mu Rong mengangguk, membenarkan pernyataan Meng Hao. Meng


Hao menggelengkan kepala, nyengir menertawakan dirinya sendiri “ayo, temani aku


mandi kembang…” menarik Mu Rong bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2