Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 112 - Berita dari Meng Hao


__ADS_3

Hua Zi setiap 3 jam


meneteskan darah merah emasnya ke mulut Feng Wei “Feng Wei, bangunlah… jangan


tinggalkan aku… Feng Wei… kelak tidak melahirkan lagi… Feng Wei…” wajah Feng


Wei sangat pucat. Setelah melahirkan dan perutnya mengecil, terlihat jelas


tubuh kecil Feng Wei yang kurus. Gun Gun dan Ling Ling masuk membawa kedua bayi


kembar “Fu Qin…” Hua Zi melihat mereka yang mendekat. Ling Ling memberikan


salah satu bayi pada Hua Zi “Fu Qin, Dewi Kwam In mengatakan ‘percayalah pada


xiao Zheng Zhu’, Niang Qin pasti akan bangun…” Hua Zi terkejut “Dewi Kwam In ?”


Gun Gun “tadi, Budha yeye dan Dewi Kwam In datang. Budha mengatakan kedua adik juga


membawa masing-masing 1 aura Shen Zhu, akan menjadi dewa dewi penting dibawah


naungan Shen Zhu” Ling Ling menyambung “Budha yeye juga mengatakan, kedua adik


berjodoh dengannya dan bersedia menjadi guru kedua adik” Hua Zi tercengang,


melihat Feng Wei. Sesaat kemudian, tampak senyuman di wajah Hua Zi.


          Ling Ling “Fu Qin, Niang Qin hanya kelelahan, setelah kuat


akan segera bangun” Hua Zi mengangguk, menerima kedua bayi “Feng Wei lihat,


kening kedua bayi juga membawa fuling hua dan fengwei hua” Gun Gun “Fu Qin, apa


sudah ada nama untuk didi meimei ?” Hua Zi mengangguk “Dong Feng Sheng Xiong –


Dong Feng Sheng Xin. Nama kalian juga memakai marga Dong Feng menjadi Dong Feng


Wei Guang dan Dong Feng Yue Ling. Feng Wei ingin memakai ‘Sheng’ ditengah nama


mereka, yang mengartikan kelahiran kembali kami berdua. Nama kecilnya Bai Xiong


Xiong – Bai Xin Xin” keduanya tersenyum “Xiong Xiong – Xin Xin… Dong Feng Sheng


Xiong – Dong Feng Sheng Xin… sangat bagus…” Gun Gun “Fu Qin juga sudah beberapa


hari tidak istirahat, tidurlah, kami akan menjaga Xiong Xiong dan Xin Xin” Hua


Zi mencium kedua kening bayi dan menyerahkannya ke Gun Gun dan Ling Ling.


          Berita kelahiran kedua bayi kembar segera tersebar luas,


Tai Chen gong dan Qing Qiu terus menerima hadiah. Hai Long Wang memberikan 2


buah mutiara air mata duyung kembar, akan melindungi kedua anak di dalam


lautan. Lao Tian Jun dan pasangan Yuan Chen – Yin Ching mengirimkan hadiah.


Disamping itu, berita pernikahan Gun Gun Xiao Di Jun – Xiao Long Nu dan Ling


Ling Qing Qiu Nu Di – Jin Cheng juga sudah tersebar. Semua berita ini pun


sampai ke telinga 72 jenderal Dong Hua Di Jun, terutama Meng Hao yang segera


datang ke Qing Qiu.


          Semenjak mendengar kata-kata Budha, Hua Zi sangat yakin


Feng Wei akan baik-baik saja. Setiap harinya, raut wajah Feng Wei semakin


membaik. Zhe Yan pun terus memantaunya dan menginformasikan kemajuan kondisi


Feng Wei. Semenjak Feng Wei melahirkan, Mu Yun selalu di Dong Feng Yuan,


bertugas menyiapkan segala keperluan mereka. Chong Lin di Tai Chen gong

__ADS_1


menyiapkan pernikahan kedua dianxia.


          Feng Wei perlahan membuka mata pada hari ketujuh. Yang


masuk pertama ke inderanya adalah tangisan kedua bayi yang membahana “aiyo


Xiong Xiong, jangan nangis lagi… lihatlah, begitu kau menangis, Xin Xin juga


ikut menangis… didiku yang manis meimeiku yang cantik, jangan nangis lagi ya…”


Hua Zi duduk disamping ranjang, tidak melihat Feng Wei yang membuka mata,


tersenyum melihat Ling Ling dan Long Nu yang kebingungan mendiamkan kedua bayi.


Feng Wei melihat keduanya yang kelimpungan pun tersenyum “bawa kemari…”


mendengar suara merdu dari belakangnya, akhirnya Hua Zi berbalik dan melihat


senyuman yang dirindukannya “Feng Wei, kau sudah sadar…” Feng Wei berusaha


bangun dari ranjang, Hua Zi segera memapahnya duduk. Ling Ling dan Long Nu


mendekat “Niang Qin, kau sudah bangun…”.


          Feng Wei tersenyum, mengulurkan tangannya “kemarikan…” Ling


Ling perlahan memberikan Xiong Xiong kedalam pelukan Feng Wei. Feng Wei


tersenyum melihat bayi yang menangis hingga wajahnya memerah, mengecup pipi


bayi, menimang-nimangnya santai “Xiong Xiong merindukan Niang Qin ? Niang Qin


sudah bangun, Xiong Xiong yang baik, jangan nangis lagi ya…” perlahan tangisan


bayi mengecil berubah menjadi senyuman. Hua Zi pun mengambil Xin Xin dari


gendongan Long Nu, memperlihatkannya pada Feng Wei. Mendapat sentuhan Feng Wei,


senyum…” Hua Zi tersenyum memanjakan melihat Feng Wei, mengecup keningnya.


          Feng Wei melihat kedua bayi dengan penuh kasih sayang “Feng


Wei, bagaimana tubuhmu ? apa masih ada yang sakit ?” Feng Wei menggeleng


“kalian keluarlah…” melihat ke Hua Zi dan kedua wanita itu “Niang Qin…” Feng


Wei tersenyum “tenanglah, Niang Qin baik-baik saja. Hua Zi gege keluarlah, aku


mau menyusui kedua bayi imut ini…” “Feng Wei, kau baru bangun…” Feng Wei


tersenyum “mereka yang memanggilku…” sambil membelai pipi Xin Xin. Hua Zi


melihat Ling Ling “kalian keluarlah…” keduanya segera melangkahkan kaki keluar,


tidak lupa menutup pintu. “Hua Zi gege, kau…” Hua Zi tersenyum “aku menjagamu,


susuilah… jangan dipaksakan…” Feng Wei tersenyum, menyandarkan tubuhnya ke


tubuh Hua Zi, membuka sebagian bajunya dan mulai menyusui kedua bayi. Hua Zi


melihat semua prosesnya “Feng Wei, saat kau sudah sehat kembali, aku juga


menginginkan susumu…” wajah Feng Wei memerah “ini untuk Xiong Xiong dan Xin Xin”


Hua Zi merengek “aku juga mau… kau adalah milikku, aku juga ingin mencobanya Fu


Ren…” Feng Wei pasrah menggelengkan kepalanya.


          Selesai menyusui, Hua Zi memaksa Feng Wei tidur kembali


bersama kedua bayi yang sudah terlelap kekenyangan di ranjang. Feng Wei memeluk


kedua bayinya tertidur “haih… kalian mengambil tempat Fu Qin…” Hua Zi

__ADS_1


menggelengkan kepala melihat kedua bayinya. Melihat Feng Wei yang sudah


nyenyak, Hua Zi segera memanggil Zhe Yan “Yu Huang, hanya perlu menjaga


tubuhnya, Hong Ling akan kembali seperti sediakala. Dia masih sangat muda,


tubuhnya pun dengan cepat membaik. Kau tenang saja, sepertinya semangat


hidupnya sangat bagus, bisa sadar secepat ini” tersenyum ceria mengatakan hasil


pemeriksaannya.


          Gun Gun dan Ling Ling menghampiri “Fu Qin…” Hua Zi “kalian


bawa Xiong Xiong dan Xin Xin, Niang Qin masih butuh istirahat” Ling Ling segera


menggendong Xin Xin, demikian juga Gun Gun yang menggendong Xiong Xiong “Fu


Qin, Meng Hao shushu sudah menunggu diluar…” Hua Zi “Meng Hao ?” Gun Gun


mengangguk “Meng Hao shushu sudah 3 hari di Shi Li Tao Ling, menunggu Fu Qin


Niang Qin” Hua Zi “ada apa ?” Ling Ling menggeleng “sepertinya ingin bertemu


Niang Qin, Meng Hao shushu tidak mengatakan apapun, sepertinya tidak ada


masalah” Hua Zi mengangguk “kalian disini, jaga Niang Qin…” keluar menemui Meng


Hao.


          Hua Zi melihat Meng Hao yang melamun minum teh “Meng Hao…”.


Mendengar namanya, Meng Hao segera melihat Hua Zi, tercengang sesaat, segera


berlutut “Di Jun, ternyata benar anda...” Hua Zi duduk disampingnya, mempersila


Meng Hao duduk kembali “ada apa ?” Meng Hao “aku dengar anda dan xiao Zheng Zhu


yuhua, kukira tidak akan bisa bertemu anda lagi. Di Jun, Zheng Zhu ?” Hua Zi


“kami terlahir kembali. Feng Wei masih istirahat, ada hal mencarinya ?” Meng


Hao “tidak, hanya merindukannya… puluhan ribu tahun ini aku bergerak


kemana-mana. Di Jun, anda pasti sudah tahu Long Ling zhu” Hua Zi mengangguk


“apa anda masih ingat pasukan bayangan ?” Hua Zi menatap Meng Hao “Di Jun,


setelah pertarungan dengan Lian Cheng yang lalu, aku dan beberapa jenderal


menelusuri keberadaan pasukan bayangan. Sekitar 30.000 tahun lalu kami berhasil


memastikan sebagian pasukan bayangan adalah Long Ling zhu. Selain itu…” melihat


kanan kiri. Hua Zi “disini aman !”


Meng


Hao memasang jiejue “Di Jun, anda dan Zheng Zhu sebaiknya berhati-hati dengan


klan langit, ada pengkhianat diantara mereka” Hua Zi mengkerutkan keningnya


“pengkhianat ?” Meng Hao mengangguk “kami masih belum tahu siapa, tapi pastinya


orang klan langit atau berhubungan dengan keluarga Lao Tian Jun !” mata Hua Zi


berubah dingin dan menyeramkan “hal ini jangan diketahui Feng Wei…” Meng Hao


mengangguk “kalian selidiki dengan baik, ada kabar terbaru segera menghadap”


Meng Hao memberi hormat dan pergi meninggalkan Hua Zi yang menatap arah kamar


sambil berfikir.

__ADS_1


__ADS_2