Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 245 - Mempersiapkan Permainan


__ADS_3

“wa… wa… wa… jangan kemari…


jangan kemari… wa… tolong… kenapa kalian menjadi menggila begini… wa… tolong…”


Xiao Shen Zhu berlari masuk dalam pelukan Dong Hua “jangan kemari…” menutup


wajahnya dalam dada bidang Dong Hua. Ketujuhnya berhenti tidak jauh darinya


dengan tawa ceria. Dong Hua membelai kepala Xiao Shen Zhu “Feng Wei, baru


chuguang, mengeluarkan begitu banyak energi, masih berlarian, apa kau tidak


lelah ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “lelah sekali… mereka menggila…” memeluk erat


Dong Hua. Dong Hua tersenyum lembut, memeluk erat Xiao Shen Zhu “Feng Wei-ku


berkeringat, Fu Jun membawamu berendam dan istirahat…” berkata dengan lembut.


Xiao Shen Zhu mengangkat kepalanya, merengek “lapar…” Dong Hua tersenyum manis


“berendam dan mengisi perut kecilmu, setelah itu beristirahat…” Xiao Shen Zhu


berbinar dengan senyum manisnya.


            Wen Xin “Huo Feng, pergilah berendam… Niang akan


menyiapkan makanan kesukaanmu…” membelai kepala Xiao Shen Zhu “terima kasih


Niang…” Dong Hua menggendong Xiao Shen Zhu “ayo, membersihkan tubuh kecilmu…”


langsung berjalan pergi. You Zun “melihat senyum cerianya sungguh menyejukkan


hati…” Zuo Zun “senang sekali ?” tersenyum melihat ketujuh pemuda pemudi yang


baru menjelma. Ketujuhnya mengangguk “tidak menyangka akan mendapat berkah


seperti ini disaat melihat Zhu Ren kembali…” You Jun “Gang Laba, bagaimana


denganmu ?” pemuda yang dipanggil Gang Laba, melihat keenam temannya “aku akan


bersama saudara-saudaraku mendampingi Zhu Ren kami seperti sebelumnya… kurasa,


perasaanku pada Zhu Ren, sama dengan kalian semua… sama seperti saat kultivasi…


pemujaan terhadap yang maha agung…” keenamnya mengangguk “Zhu Ren terlalu


tinggi, terlalu luar biasa untuk kami miliki… selama Zhu Ren bahagia, kami akan


mendukung semua langkahnya…” tersenyum lembut.


            Budha “biarkan hadiahnya itu yang berdiri di sampingnya


hahaha… dia tidak akan bisa lari lagi…” arahat kecil “Shen Zhu kecil-ku tidak


akan pernah mengingkari janjinya… kesuciannya tidak akan pernah ternoda…”


Shanguang “anda menunggunya hingga ikut ke dunia dimensi…” arahat kecil


mengangguk “aku tahu, selama apapun aku menunggu, suatu saat beliau akan datang


demi diriku… jika beliau belum datang menandakan masih ada hal lain yang lebih


menjadi perhatiannya” menatap ke Gang Laba “yah semua mengharapkannya… selama


apapun itu, Zhu Ren-ku yang luar biasa itu akan datang pada saat yang tepat…”


You Jun “hmm… karena sekarang kalian sudah memiliki wujud manusia, bagaimana


dengan nama kalian ?” ketujuhnya saling melihat “aku akan tetap memakai nama Gang


Laba, ini adalah nama pertama yang diberikan Zhu Ren sendiri… terserah kalian


jika ingin mengganti nama !” keenamnya menggeleng “tidak ganti… kami ada


karena, oleh, dan untuk Zhu Ren… kami akan memakai nama yang diberikan oleh Zhu

__ADS_1


Ren… berevolusi berapa kali pun, dalam wujud apapun, nama kami adalah nama yang


diberikan Zhu Ren”.


            Semuanya mengangguk mantap, sudah menyadari kesetiaan


mereka pada Xiao Shen Zhu, mulai dari saat kultivasi hingga beberapa kali


pertemuan di alam dewa. Budha “apa yang akan kalian lakukan selanjutnya ?”


ketujuhnya saling melihat “sesuai arahan Zhu Ren, kami akan biguang… kurasa


tidak lama lagi akan ada perang…” semua terkejut. You Zun “maksud kalian,


wilayah selatan !” ketujuhnya mengangguk. Zuo Zun “mereka hanya masalah kecil…”


Bai Yin nyengir “kalian menyiapkan semuanya, bukankah untuk menunggu Zhu Ren !”


kedua Zun Wang nyengir “aku sangat merindukan saat-saat bertempur dengan


keusilannya di medan perang hihihi…” You Zun cekikikan. Zuo Zun “sudah lama


tidak ada peperangan… perang kali ini akan mengingatkan mereka… lagipula kalian


juga menyiapkan permainan untuknya di Si Hai Ba Huang kan !” melihat ke semua


yang merupakan penghuni Si Hai Ba Huang.


            Budha “wah kalian sangat nakal… sejak kapan mengikuti


keusilan gadis nakal itu ?” semua cekikikan. Dewi Kwam In “jangan berlebihan…


Shen Zhu sudah memiliki rencana selanjutnya…” semua terbelalak. Bai Yin “haih


Zhu Ren-ku, tidak bisakah bersantai sejenak…” Budha “dia akan bersantai…” semua


menatap Budha “kali ini demi mewujudkan keinginan kalian… sebelumnya, beliau


sudah mengatakan lelah…” semua terkejut. Gang Laba “apa ?” Budha mengangguk


langsung bersedih. Ling Ling “apa ? ada apa dengan Niang Qin ? Budha yeye…” tidak


mengerti dan menginginkan kejelasan, merasa sangat cemas.


            You Zun tersenyum sedih “Ling Ling, Huo Feng sudah


mempersiapkan hal terburuk di pertarungan sebelumnya. Kelahiran kembalinya


adalah hal yang tidak pernah dia perhitungkan sebelumnya. Pada saat


pertarungan, dia memberikan pelepasan pada Hei Ye beserta dirinya sendiri. Huo


Feng sudah mempersiapkan semuanya, melepas semua ikatan dengan alam semesta.


Mereka bertujuh dan Zuan Bao Shi Dao sudah berada di akhir jalan mereka, tidak


terikat dengan alam semesta lagi.” Zuo Zun “Shen Zhu itu sudah berjuang


sepanjang hidupnya. Saat menginginkan kebebasannya, alam semesta sekali lagi


mengikatnya dengan kelahiran kembali sebagai Supreme Emperor. Bagi alam


semesta, Supreme Emperor adalah berkah teragung tapi bagi Huo Feng haih…”


menghela nafas.


            Semua menunduk sedih “tapi Niang Qin sudah terlahir


kembali… aku tidak mau kehilangan Niang Qin lagi…” Xin Xin menangis. Bai Qian


merangkul Xin Xin “Xin Xin, sebelumnya Huo Feng sudah berjuang sendiri untuk


sepanjang hidupnya. Di hidup barunya ini, kita semua akan bersama dengannya.


Kita akan memberikannya kasih sayang dan cinta kasih, yang tidak pernah dia

__ADS_1


dapatkan sebelumnya. Kita akan mengganti semua kelelahannya dengan keceriaan…”


Xin Xin mengangguk, Bai Qian tersenyum lembut, membelai kepala Xin Xin.


            Dewi Kwam In juga membelai kepala Xin Xin “Shen Zhu sudah


terlahir kembali, ini adalah kenyataan… Shen Zhu kelelahan, ini juga kenyataan…


tapi kalian bisa mengisi hari-harinya…” You Zun “jangan bersedih… Shen Zhu itu sudah


mulai membuka diri… kalian manfaatkan saja kesempatan itu… buat Shen Zhu yang


tak tersentuh itu menerima kalian…” Shanguang “dengan otak dan hati seperti itu


hahaha… perjuangan kalian masih sangat panjang hahaha…” Gang Laba “kalian ! aku


tidak tahu… tapi hadiah itu, dia memiliki senjata terkuatnya !” keenamnya


mengangguk “dia akan menjadi jalan pertama untuk mendekat padanya…” Shanguang


“semoga dia dapat mempertahankan dirinya seperti ini !” Ling Ling “bisa, Fu Qin


pasti bisa melakukannya dan bertahan untuk Niang Qin !” Gang Laba “jangan mengecewakan


Zhu Ren, kami yang pertama akan menghancurkannya !” Budha “tidak perlu seperti


itu… apa kau melupakan pengalamanmu sendiri !” Gang Laba menunduk.


            Shanguang memegang bahu Gang Laba “tidak perlu


menyesalinya… semua sudah berlalu… semua bisa berubah tapi Zhu Ren, tidak akan


pernah berubah…” tersenyum lembut. Man Dong “sudah… jangan ribut lagi… Zhu Ren


akan segera keluar… Zhu Ren memerlukan istirahat yang cukup, bagaimanapun


tubuhnya masih 11.000 tahun… Zhu Ren juga baru chuguang…” Tian Xing mengangguk


“kita juga perlu biguang secepatnya… aku ingin menemaninya dalam pertempuran…”


Huo Fei “tahan dulu… aku ingin makan bersama Zhu Ren, sebelum kembali ke dunia


ilusi. Semenjak kembali dari kultivasi, aku sangat merindukan wujud manusia


yang bisa duduk dan makan bersama Zhu Ren” merengek. Hui Sheng “kau kira hanya


dirimu… aku juga…”.


            Semuanya bercengkrama bersama sambil menunggu Dong Hua


dan Xiao Shen Zhu. Wen Xin sudah ke dapur bersama beberapa dewi termasuk Hu


Hou, menyiapkan makanan untuk semua. Sementara merekapun membahas, kedua perang


yang akan terjadi di dunia tempat yang berbeda. Mengingat kondisi Xiao Shen Zhu


yang baru saja chuguang, mereka akan memberikannya waktu untuk beristirahat.


Budha dan arahat kecil memiliki ide untuk mengundang Xiao Shen Zhu ke Huangjing


untuk beristirahat. Budha melihat semua yang bercengkrama dengan ceria,


terutama ketujuh pemuda pemudi yang baru memperoleh wujudnya, tersenyum lembut.


            “jika mereka tahu…” arahat kecil berkomentar “mereka


tahu, hanya tidak memperlihatkannya…” Budha melanjutkan “sudah mengikutinya


sekian lama, hal apa yang tidak mereka sadari… mereka tidak dapat berbuat apapun


untuk hal yang sudah terjadi… semua ini, akan memberi mereka dorongan untuk


tidak menyia-nyiakan berkah dari gadis cilik itu” arahat kecil dan Dewi Kwam In


mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2