
“Orangku, kalian juga berani
! Dari semenjak terlahir kembali, aku belum mempraktekkan kekuatanku, tampaknya
hari ini kalian bisa merasakannya” bersama suara, 1 kilatan pelangi melesat
masuk. 1 gadis cilik yang sangat cantik dengan bunga Feng Wei dan setengah
lingkaran pelangi bermahkotakan permata berlian pelangi, berdiri di tengah
ruangan. Matanya sangat tajam dan menyeramkan, auranya sangat mendominasi
membuat semua berlutut seketika “Shen… Shen Zhu…” terdengar di seluruh aula.
Ada yang menangis, ada yang berkaca-kaca, ada yang bahagia, dan ada yang
ketakutan.
Feng Wei cilik perlahan berjalan ke arah Jun Wang yang tadi
menunjuk Qing Yun. Feng Wei hanya menatap dan Jun Wang itu musnah dengan
ketakutan yang mengerikan di wajahnya. Melirik ke beberapa jenderal dan Jun
Wang yang tadi memojokkan. Satu persatu muntah darah seketika “mohon ampun Shen
Zhu, kami… kami tidak berani lagi” Feng Wei dengan suara menyeramkan “Yu Zhou
Da Lu tidak menyimpan pengecut seperti kalian”. Selesai berbicara, semua yang
terserang dan muntah darah, musnah dengan wajah yang sangat ketakutan. Zuo Zun
melirik Hua Zi, mengirimkan pesan suara “Di Jun, inilah Huo Feng. Orangnya,
tidak ada yang boleh menyentuh selain dirinya. Shen Zhu tidak menoleransi
apapun”.
Feng Wei dengan dingin menatap
semuanya “ada lagi ?” “Feng er, Feng er, kamu kembali…” salah satu jenderal
berlari maju, ingin memeluk Feng Wei. Feng Wei menghindar dan berkata dingin
acuh tak acuh “Jenderal Xia, perhatikan sikapmu”. You Zun mengirim pesan pada
Hua Zi “Di Jun, itu adalah salah satu pengagum Huo Feng, Jenderal Xia Che Ming.
Tampan, berkharisma, dan setia, salah satu sainganmu hahaha…” mata Hua Zi
sangat mengerikan, menatap dingin Jenderal Xia Che Ming. Hao Lum tersenyum
jahil “Mei Shang, ayo taruhan ! berapa banyak pemuja yang maju hari ini
hihihi…!” Mei Shang mencibir “kau lupa Shen Zhu tidak sendiri…” Qing Yun
“diamlah kalian…” menegur.
Selama
mereka berbicara, Jenderal lainnya juga maju berlutut di hadapan Feng Wei,
dengan linangan air mata “Shen Zhu, aku tahu kamu belum pergi. Aku tahu kamu
tidak akan tega meninggalkanku. Huo Feng, mulai saat ini, kita tidak akan
berpisah” mengulurkan tangan, ingin meraih tangan Feng Wei.
Sebuah
bayangan menghalangi dan menepis tangan sang jenderal “grrr… grrr… grrr…” Bai
Jin sudah berdiri di hadapan Feng Wei dengan tampang garangnya, menatap semua. “Qin
Lin… bagaimana ?” sang jenderal mengenali Bai Jin. “tidak, dia bukan Qin Lin,
bulu Qin Lin berwana merah kehitaman… Dia…” semua terbelalak menatap Feng Wei. Feng
Wei tersenyum lembut, mengelus bulu Bai Jin “sudah… jangan berlebihan… aku
tidak mempunyai begitu banyak kesabaran menghadapimu jika tersesat lagi” Bai
Jin berbalik, menjadi kirin jinak ber-eng-eng di hadapan Feng Wei. Semua yang
mendengar bergidik ngeri, segera menyadari kirin putih kecil di hadapan mereka
__ADS_1
adalah ‘Hei Ye’.
Feng
Wei yang tersenyum lembut terlihat lebih imut “Shen Zhu…” semuapun ikut
tersenyum lembut melihatnya. Feng Wei tidak mempedulikan lainnya, menopang
tangan di belakang, berjalan bersama Bai Jin ke singgasananya. Hua Zi yang
cemberut melihat Feng Wei, membuat Zuo Zun, You Zun, 3 asisten, dan yang datang
dari Si Hai Ba Huang tertawa jahil. Feng Wei duduk di singgasananya sambil
membelai bulu Bai Jin yang berdiri disampingnya. Semua yang melihat langsung
menjaga sikap, termasuk jenderal Xia Che Ming dan pemuja lainnya.
Selanjutnya
para tetua, Jun Wang dan jenderal melaporkan kondisi dan masalah di Yu Zhou Da
Lu. Melihat Shen Zhu, semua seperti mendapat energi baru. Feng Wei hanya melihat
mereka acuh tak acuh sambil memainkan bulu Bai Jin. Salah satu jenderal
bertanya “Shen Zhu, bagaimana dengan unicorn Shanguang, harimau Bai Yin, dan kelima
hewan anda lainnya ?” Feng Wei langsung terduduk tegap dengan dingin bertanya
“Dimana mereka ?” Para jenderal memberi tahu posisi masing-masing hewan, semua
menjaga tempat bermasalah.
Feng
Wei berdiri “masih ada yang ingin dikatakan ?” para jenderal saling menatap dan
geleng-geleng kepala “tidak ada Shen Zhu, kami akan kembali dan memastikan
semua berjalan dengan baik”. Feng Wei kecil mengangguk “bagus, aku akan
mengunjungi kesayangan-kesayanganku” Feng Wei Bersama Bai Jin menghilang. Hua
Zi panik. Qing Yun menenangkan “jangan khawatir, Shen Zhu pergi memanggil para
bersama. Hua Zi tidak sabar bertanya “dimana ?” ketiganya bersamaan menjawab
“Bing Yu Hai”.
Segera
terdengar alunan musik merdu dari luar. Zuo Zun dan You Zun saling menatap dan
tersenyum. Semua segera keluar dari aula mencari sumber suara dan menemukan
Feng Wei kecil sedang berdiri diatas puncak tertinggi istana kristal es dalam
kemilau cahaya pelangi memainkan seruling. Semua warga Yu Zhou Da Lu keluar
mendengar musik, berlutut, memberi hormat kearah Bing Yu Hai “menyambut Shen Zhu
kembali”.
Segera
terdengar suara-suara hewan mistis saling bersahut-sahutan mengiringi musik
Feng Wei kecil. Diikuti oleh para pemilik suara mengelilingi Bing Yu Hai.
Pemandangan Bing Yu Hai sangat indah, aurora pelangi berpendar dimana-mana,
para hewan mistis bernyanyi dan menari mengelilingi, diikuti hujan bunga Feng
Wei. Radius 2km tidak ada yang berani mendekat. Didalam radius itu Feng Weu
cilik berkumpul bersama semua hewan mistisnya. Semuanya menikmati pemandangan
ini, terutama yang dari Si Hai Ba Huang, pengalaman tak terlupakan dalam hidup
mereka. Pengalaman ini tidak akan pernah mereka temui di Si Hai Ba Huang.
Yang
paling terakhir datang suara ‘kiikkk kiikkk groarr groarr’ milik unicorn dan kirin,
__ADS_1
hewan mistis kesayangan Feng Wei. Feng Wei tersenyum melihat kedatangan mereka.
Keduanya berhenti di hadapan Feng Wei cilik dengan linangan air mata, menunduk
dan memberi hormat. Feng Wei menghentikan permainan serulingnya, menatap lembut
pada semua hewan mistis.
Semua
turun ke daratan, menundukkan badan memberi hormat pada Feng Wei. Feng Weu
membuka tangannya, keluar cahaya pelangi menyelimuti para hewan mistis. Mereka
seperti dipeluk oleh Feng Wei sendiri. Feng Wei cilik memeluk langsung unicorn
dan kirin di hadapannya. Keduanya menjilat-jilat Feng Wei cilik tanda sayang.
Feng Wei cilik tertawa geli dengan wajah penuh air liur ‘hahaha… hahaha…
hahahahaha… sudah… sudah… aku basah semua…’, Beberapa hewan mistispun maju
melakukan hal yang sama. Tidak lama, mereka mengangkat Feng Wei dan
memantul-mantulkannya ke langit. Feng Wei tertawa riang tak berhenti, suara
tawanya terdengar di seluruh Bing Yu Hai bahkan dipantulkan ke Yu Zhou Da Lu.
Zuo
Zun dan You Zun tersenyum senang “kalian lihat, inilah Huo Feng. Di satu sisi,
dia adalah aturan hidup, tidak bisa dibantah. Di sisi lain, kasih sayangnya
tanpa batas.” Hua Zi, Gun Gun, Ling Ling, Xiong Xiong, dan Xin Xin melihat Feng
Jiu dengan penuh kasih sayang. Sisanya melihat Feng Jiu dengan kekaguman.
Feng
Wei yang sudah diturunkan “iuh, badanku lengket semua” memegang lendir-lendir
hewan yang lengket di tubuhnya dengan cemberut. Para hewan malah tambah senang
menggodanya, terus menjilatinya. Feng Wei cilik berteriak-teriak berlarian
menghindar “sudah… sudah… sudah… badanku sudah basah semua… hiii… lengket…” dia
bermain bersama hewan-hewan itu 2 jaman didalam Bing Yu Hai hingga terjatuh di
pelukan beruang kutub “hahahahaha… sudah… sudah… aku sudah lelah..” beruang
kutub mengangkatnya dan menciumnya. Semua merendahkan diri berkumpul
mengelilinginya. “Sudah… sudah… huh… aku lelah… sudah lama tidak bermain
bersama kalian… belakangan ini sudah menyusahkan kalian” unicorn menciumnya
seperti mengatakan ‘tidak apa-apa, demi dirimu semua kami lakukan dengan senang
hati’ Feng Wei cilik memegang dan mencium unicorn “terima kasih, kalian bisa
kembali ke langit ilusi sekarang. Istirahatlah, 2 hari lagi aku akan membantu
evolusi kalian bertujuh” Semua menyahut gembira, berdiri, memberi hormat, dan
pergi. Beruang kutub menaruh Feng Wei kecil di punggung Bai Jin, memberi hormat
dan pergi.
Feng
Wei melihat semua hewan mistis menghilang ke langit ilusi. Bai Jin mengantar
Feng Wei kecil ke hadapan Hua Zi. Hua Zi mengambil dan menggendong Feng Wei
kecil. Bai Jin memberi hormat “jiejie, aku menunggumu di Zuan Bao Shi Dao” Feng
Wei mengangguk, Bai Jin berbalik dan pergi. Xin Xin menarik tangan Feng Wei
“Niang Qin, Niang Qin, Xin Xin mau naik unicorn itu” Feng Wei tersenyum “saat
ini belum boleh, mereka sedang bersiap evolusi. Xin Xin harus memanggil Hong
Ling jika diluar” Xin Xin memberi hormat jahil “perintah dipatuhi Shen Zhu”
__ADS_1
Feng Wei cemberut “Hua Zi gege, atur anakmu itu. Ah, badanku lengket dan bau,
aku mau mandi…”